Solusi Untuk UKM dan Facebook Advertiser Seandainya Facebook Jadi Diblokir

Setelah terungkapnya kasus pencurian data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica di Amerika, kini Indonesia juga mulai kena imbasnya. Penyababnya adalah dari 87 juta akun yang dicuri oleh Cambridge Analytica, 1 juta akun diantaranya adalah akun milik pengguna Facebook di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana memblokir Facebook. Penyebabnya adalah karena Facebook tidak kunjung menyerahkan data pengguna Facebook dari Indonesia yang bocor terkait skandal Cambridge Analytica. Sedangkan Pemerintah sendiri sudah melayangkan terguran lisan dan surat peringatan hingga 2x ke Facebook.

Seandainya Indonesia jadi memblokir Facebook, salah satu pihak yang paling terkena dampaknya adalah UKM dan para Facebook Advertiser.

Mengapa? Karena kalau Facebook diblokir semua layanannya tidak bisa diakses lagi termasuk Facebook Ads. Akibatnya UKM dan para Facebook Advertiser tidak bisa lagi memasarkan produk atau layanannya melalui Facebook. Padahal selama ini banyak pelaku UKM dan Facebook Advertiser yang menggantungkan saluran pemasarannya pada Facebook. 

Kalau ini tetap dibiarkan maka justru akan berdampak buruk pada perekonomian mikro Indonesia. Seandainya Kominfo jadi memblokir Facebook, kami mempunyai beberapa solusi untuk UKM dan para Facebook Advertiser agar aktivitas pemasarannya tetap berjalan dan penjualan tetap ada.

Solusi untuk UKM dan Facebook Advertiser seandainya Facebook jadi diblokir yang kami tawarkan antara lain :

  • Memaksimalkan saluran pemasaran berbayar yang lain
  • Mencoba cara organik untuk pemasaran jangka panjang
  • Mengumpulkan dan mengelola database pelanggan secara mandiri

Mari kita bahas satu per satu.

Memaksimalkan saluran pemasaran berbayar yang lain

Dunia tidak selebar daun kelor dan tak ada rotan akar pun jadi. Barangkali dua peribahasa inilah yang cocok untuk menggambarkan kondisi  kalau Pemerintah jadi memblokir Facebook nanti.

Yang pertama bahwa saluran pemasaran lewat internet itu sangatlah luas, tidak seluas jangkauan Facebook Ads saja. Memang benar Facebook merupakan sosial media terbesar di Indonesia, tetapi diluar Facebook masih ada banyak sekali ladang untuk memasarkan produk dan layanan Anda melalui internet.

Dan yang kedua ketika nanti blokir Facebook sudah berlaku, Anda masih bisa menggantikan Facebook Ads dengan layanan periklanan berbayar yang lainnya. Contohnya Anda masih bisa pakai Google Adwords, Iklan Detik, Kaskus Ads dan lain sebagainya.

Intinya Anda boleh punya banyak anggaran untuk beriklan, tetapi mulai sekarang alokasikan budget untuk iklan tersebut ke channel yang lain selain Facebook Ads. Sehingga ketika nanti sudah bernar-benar terblokir maka masih bisa punya saluran pemasaran yang bisa Anda andalkan.

Baca juga : Yang Terlupa Dari Skandal Facebook

Mencoba cara organik untuk pemasaran jangka panjang

Sebagai bentuk antisipasi kalau seandainya pemerintah jadi memblokir Facebook, maka Anda harus mencoba mendatangkan traffic secara organik sekarang juga.Artinya dalam beriklan dan promosi tidak menggunakan layanan periklanan berbayar.

Alasannya sederhana, supaya website atau toko online Anda selalu ada pengunjungnya. Dan dengan meggunakan cara organik untuk mendatangkan traffic, efeknya bisa bertahan sangat lama. Sehingga dengan menggunakan cara organik bisa menjadi investasi jangka panjang kalau Facebook jadi diblokir.

Mengumpulkan dan mengelola database pelanggan secara mandiri

Yang terakhir solusi yang kami tawarkan adalah mengumpulkan dan mengelola database pelanggan Anda secara mandiri. Maksudnya kami jelaskan dalam ilustrasi berikut ini.

Katakanlah Anda adalah pihak 1. Pelanggan dan calon pelanggan adalah pihak 2 dan Facebook adalah pihak 3.

Dalam beriklan lewat Facebook polanya adalah pihak 1 membayar pihak 3 untuk menjangkau dan mendatangkan pihak 2. Sedangkan data-data pihak 2 seperti alamat email dan no HP tetap dikuasai oleh pihak 3. Jika suatu saat pihak 1 ingin menjangkau lagi pihak 2, maka mau tidak mau pihak 1 harus menghubungi dan membayar pihak 3.

Pola normalnya adalah seperti ilustrasi di atas. Namun bila pihak 3 terancam diblokir oleh pembuat kebijakan dan perijinan (dalam hal ini adalah Pemerintah), maka pihak 1 tidak bisa lagi mengakses pihak 2 melalui pihak 3.

Jadi alangkah baiknya bila pihak 1 dan pihak 2 bisa secara langsung berkomunikasi tanpa bergantung dengan pihak 3.

Dan saat ini ada banyak sekali solusi dari pola seperti ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan layanan email marketing.

Mengapa email marketing?

Setidaknya ada 3 alasan mengapa Anda sebagai UKM atau Facebook Advertiser harus menggunakan email marketing mulai saat ini, diantaranya :

Tidak bergantung pada algoritma

Kalau saat ini Anda menggunakan layanan pihak ke 3 seperti Facebook Ads atau Google Adwords dan teknik organik seperti SEO, selama mereka memegang kunci kendali yang bernama algoritma maka stategi pemasaran Anda tetap bergantung dengan mereka.

Jika algoritmanya berubah, mau tidak mau strategi Anda juga harus berubah.

Namun berbeda kalau Anda menggunakan layanan email marketing. Dengan email marketing tidak terpengaruh oleh algoritma. Pesan yang Anda kirimkan melalui email, sistem akan tetap mengirimkannya ke semua daftar penerima email. Kalau daftar penerima email Anda ada 100 orang, maka sistem juga akan menyampaikannya ke 100 orang tersebut. Tidak kurang tidak lebih.

Coba bandingkan Anda bandingkan dengan Facebook yang sangat mengandalkan algoritma. Daftar teman Anda ada 1000, dan Anda melakukan update status. Kenyataannya dari 1000 daftar teman Anda tidak semuanya melihat dan membaca status Anda. Hanya yang sering berinteraksi dengan Anda yang bisa melihat dan membaca status Anda tersebut.

Kita boleh saja menggunakan layanan pihak ke tiga, namun bila algoritma dari pihak ke tiga terlalu dominan dan Anda tidak bisa mengendalikannya, maka sekaranglah saatnya untuk pindah ke layanan yang bisa Anda kendalikan, salah satunya adalah layanan email marketing.

Terukur

Salah satu alasan UKM dan para Facebook Advertiser menggunakan Facebook Ads adalah terdapat pelaporan yang sangat lengkap. Sehingga Anda bisa mengetahui dan mengukur berapa tingkat konversi yang Anda dapatkan.

Pada email marketing pun juga demikian. Anda bisa mengukur berapa email yang Anda kirimkan, berapa orang yang membuka email nya, berapa orang yang klik link di dalam email tersebut sampai mengukur tingkat konversinya.

Sehingga benar istilah sesuatu yang bisa diukur bisa juga untuk diatur.

Konversi tinggi

Jika membandingkan konversi email dengan konversi saluran pemasaran lainnya maka saluran pemasaran email adalah yang paling tinggi tingkat konversinya.

Untuk itu Anda bisa melihat datanya yang bersumber dari Datanyze berikut ini :

Dari gambar di atas rata-rata tingkat konversi pemasaran melalui email adalah  4,25%. Itu artinya email tingkat konversinya adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan pemasaran melalui sosial media dan pemasaran melalui search engine.

Selain itu banyak pakar di Indonesia yang mempunyai pengalaman positif terhadap email marketing. Bahkan dalam sesi wawancara yang kami lakukan di awal tahun 2018 ini terhadap beberapa praktisi email markeing, hampir semuanya punya rasa optimis mengenai terhadap email marketing di tahun 2018 ini.

Terkait dengan wawancara kami dengan para praktisi email marketing ini bisa juga Anda baca di sini => Pendapat Para Expert Dan Praktisi Tentang Email Marketing Di Tahun 2018 .

Kembali ke Anda

Itulah 3 solusi yang kami tawarkan untuk Anda kalau seandainya Pemerintah memblokir Facebook benar-benar terjadi. Mari kita doakan yang terbaik, dan mau tetap menggunakan Facebook atau mencoba menambah saluran pemasaran baru dengan email marketing itu semuanya kembali ke Anda. Terima kasih sudah menyimak tulisan ini dan kami berharap ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya.

Facebook Comments