Episode 27 – Yang Terlupa Dari Skandal Facebook

Selamat datang kembali di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast bersama saya Fikry Fatullah. Pada KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode 27 ini saya akan membahas tentang peristiwa yang menghebohkan Amerika dan beberapa negara lain termasuk Indonesia.

Peristiwa ini berhubungan dengan Facebook terkait pencurian dan penyalahgunaan data yang dilakukan oleh Cambridge Analytica.

Data-data dari 87 juta akun pengguna Facebook dicuri sejak tahun 2015 dan kasus ini menjadi booming setelah salah satu staff Cambridge Analytica yang bernama Christopher Wylie mengungkapkannya ke publik.

[00:30 Kasus mengebohkan dunia yang melibatkan Facebook]
[01:28 Christopher Wylie]
[05:10 Kronologi]
[06:50 Dampak dari peristiwa ini]
[07:40 Yang Terlupa Dari Skandal Facebook]
[09:30 #deletefacebook]
[13:10 Alexander Nix]
[15:20 OCEAN Personality Test]
[17:53 Yang dilakukan Cambridge Analytica terhadap hasil test]
[21:10 Keyword pada OCEAN Personality test]
[23:12 Pentingnya mempunyai database pelanggan]

Lebih dalam tentang Christopher Wylie dan apa yang dia lakukan, ada banyak sekali wawancara yang bisa Anda lihat beberapa diantaranya pada video berikut ini.

Media banyak membahas pencurian datanya dan cenderung menyalahkan wistle blower dan Facebook, maka saya tidak akan membahas itu. Tetapi saya ingin sedikit menyampaikan sikap. Bukan saya bermaksud membela Mark Zuckerberg, tetapi memang realitanya yang seharusnya adalah kalau user tidak menggunakan aplikasi tersebut maka data-datanya juga tidak akan sampai jatuh ke tangan Cambridge Analytica. Jadi menurut saya pihak yang salah bukan semata-mata dari Facebook juga melainkan ada pihak lain seperti user yang terlibat.

Dampak yang timbul

Dan dari kasus ini Facebook menjadi lebih hati-hati lagi serta mengubah kebijakannya seperti pembatasan API. Sehingga lebih dari 10.000 aplikasi terkena dampaknya termasuk KIRIM.EMAIL.

Imbasnya berupa pembatasan API dari Facebook yang sebelumnya unlimited sekarang menjadi 90 hari. Sehingga mau tidak mau pengembang aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan Facebook harus mengubah kebijakannya juga.

Yang Terlupa Dari Skandal Facebook

Itu sedikit pengantar yang untuk KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 27 ini. Dan sekarang kita masuk ke pembahasan utamanya. Yang akan saya bahas bukanlah tentang politik terkait kasus Cambridge Analytica ini, melainkan apa yang luput dari pembahasan di banyak media.

Yaitu tentang bagaimana data yang dicuri dan dimanfaatkan untuk mengubah pendirian orang untuk memilih Donald Trump. Atau dengan kata lain yang diinginkan oleh Cambridge Analytica. Sehingga ini adalah dua hal yang berbeda antara mencuri data dengan memanfaatkan data hasil curian.

Saya pribadi di berbagai kesempatan selalu mengingatkan dan cenderung melarang Anda untuk mencuri data dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun seperti scrapping dan lain sebagainya. Dan dengan kejadian ini bisa kita jadikan sebagai pelajaran berharga untuk kita semuanya.

Serta melalui KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode ini saya ingin mengajak Anda untuk bagaimana memanfaatkan data yang sudah kita punya. Data-data seperti :

  • siapa saja yang nge-like, komen dan share status Facebook kita,
  • siapa saja pengunjung webste kita,
  • siapa saja yang sudah pernah membeli dan lain sebagainya.
  • dan data data lainnya.

Sehingga dengan data-data ini bisa lebih mengenal siapa target market kita dan mempengaruhi perilaku mereka untuk membeli lebih banyak lagi.

OCEAN Personality Test

Seorang CEO Cambridge Analytica yang saat ini sudah suspend bernama Alexander Nix mengungkapkan tentang sebuah test yang disebut sebagai OCEAN Personality Test. Dengan test ini mereka bisa memodel kepribadian setiap orang dewasa di Amerika berdasarkan data sampel yang ada. Hasilnya adalah suatu konsep yang bernama Behavioral Communication atau komunikasi yang berbasis pada perilaku.

Dalam sebuah presentasi, Alexander Nix menjelaskan mengenai hal ini. Anda bisa melihat presentasinya pada video berikut ini :

Kembali ke OCEAN Personality Test. Ini merupakan kependekan dari beberapa kata dan punya arti tersendiri, diantaranya :

O = Openess to Experience. Adalah suatu tipe kepribadian yang mengindikasi seseorang mempunyai keterbukaan terhadap pengalaman baru.

C =Conscientiousness. Artinya adalah suatu tipe kepribadian yang mencerminkan bagaimana seseorang mentaati keteraturan atau rencana.

E = Extraversion. Adalah tipe kepribadian dimana seseorang mempunyai ketertarikan pada objek-objek eksternal. Mereka ingin mempengaruhi dan dipengaruhi kejadian-kejadian sekitar dan merasakan hasrat untuk bergabung atau bersosial.

A = Agreeableneess. Adalah sebuah tipe kepribadian dimana dia lebih mudah menerima perbedaan pemikiran pribadi, melihat orang lain dengan optimistis dan sering mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri.

N = Nueroticism. Adalah sebuah tipe kepribadian dimana seseorang mempunyai kondisi khawatir akibat tekanan mental, penderitaan emosi, dan ketidakmampuan untuk menjalani kehidupan seperti biasa.

Anda bisa juga mengikuti tes kepribadian ini dan mengetahui Anda termasuk dalam tipe kepribadiannya di sini => https://discovermyprofile.com/miniIPIP/introduction.html .

Yang Dilakukan Cambridge Analytica Terhadap Hasil Tes Kepribadian

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah apa yang dilakukan oleh Cambridge Analytica dengan data yang sebegitu banyak?

Yang mereka lakukan adalah menyampaikan pesan ke 5 tipe orang yang sudah di test dengan OCEAN Personality Test. Ini sama seperti memilih angle dalam sebuah ads campaign.

Sebagai contoh Donald Trump menyetujui kepemilikan senjata api di Amerika. Maka dalam campaign nya mereka menampilkan mudahnya mendapatkan senjata api.

Contoh lain untuk orang termasuk dalam tipe Neuroticism maka pesan yang mereka tonjolkan adalah rasa takut dan mengambil logika dari rasa takut tersebut. Yang saya baca contoh campaign nya kurang lebih seperti ini :

Kalau rumah Anda sering kemasukan maling maka investasi terbaik adalah senjata api.

Untuk orang yang termasuk dalam tipe extraversion, maka angle yang mereka tonjolkan adalah orang lain atau pihak eksternal. Campaignnya kurang lebih seperti ini :

Bayangkan kalau keluarga Anda atau orang-orang yang Anda kasihi diancam oleh orang lain dan Anda tidak bisa melindunginya. Maka dengan senjata api adalah cara terbaik untuk melindungi mereka.

Kalau untuk orang yang dengan tipe Openess to Experience, maka anglenya adalah menawarkan pengalaman baru menggunakan senjata api. Contohnya :

Anda belum pernah menggunakan senjata api? Maka sekarang adalah saat untuk mencobanya. Pergi ke toko terdekat dan rasakan sensasi menggunakannya.

Catatan, di atas hanyalah contoh pesan yang sesuai dengan masing-masing tipe kepribadian dari Cambridge Analytica untuk tujuan pembelajaran. Di Indonesia kepemilikan senjata api untuk warga sipil ada aturannya dan cenderung dilarang. Jadi jangan Anda gunakan kata-kata tersebut untuk menawarkan produk atau jasa Anda untuk kepentingan yang ilegal.

Setiap Kategori Kepribadian Ada Keywordnya

Yang mungkin belum banyak orang tahu bawah dari setiap tipe dalam tes kepribadian tersebut ada kata kuncinya.

Sebagai contoh :

  • Orang yang termasuk dalam tipe Openess to Experience keyword nya adalah imagination. Sehingga angle yang cocok untuk orang tipe ini adalah yang berhubungan dengan imajinasi.
  • Orang yang termasuk dalam tipe Conscientiousness maka kata kuncinya adalah organize.
  • Orang yang termasuk dalam tipe Extraversion kata kuncinya adalah energetic.
  • Orang yang termasuk dalam tipe Agreeableness kata kuncinya adalah baik dan simpati.
  • Orang yang termasuk dalam tipe Neuroticism kata kuncinya adalah keresahan.

Seperti itulah bagaimana Cambridge Analytica menggunakan data-data dari akun Facebook untuk mempengaruhi pendirian seseorang berdasarkan data.

Pentingnya mempunyai database pelanggan

Sekarang kita sedang merasakan dampaknya, ke depan dampaknya akan semakin besar dan mungkin akan berpengarh ke bisnis Anda. Dan info terakhir yang saya dapatkan sebelum merekam KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast ini adalah Pemerintah melalui Kemenkominfo berencana akan memblokir Facebook jika permintaan pemerintah tidak dituruti oleh Facebook. Karena Indonesia menjadi negara dengan jumlah data yang dicuri terbanyak bersama Amerika dan Filipina. Pemerintah

Jika sampai pemblokiran ini sampai terjadi maka bisnis yang mengandalkan Facebook juga otomatis akan berpengaruh. Maka dari itu sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengumpulkan database email pelanggan Anda sendiri.

Itu saja dari saya, jika terjadi pemblokiran semoga hanya sementara dan tidak terjadi. Terima kasih sudah menyimak KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 27 ini. Anda bisa menggunakan kode kupon KEPO guna mendapatkan diskon 10% untuk berlangganan di KIRIM.EMAIL.

====================

Dengarkan KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast langsung dari HP Anda

Agar tidak ketinggalan update episode terbaru KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast, Anda bisa men-download dan mendengarkannya langsung melalui HP Anda, caranya:

Facebook Comments