Episode 48 – Dari London Ke Ubud, Ngobrol Kerja Remote Bersama Egor Borushko

Bismillah…

Pada episode kali ini, KIRIM.EMAIL Podcast kedatangan tamu yang sangat spesial yaitu: Egor Borushko, founder dari Running Remote, konferensi tempat berkumpulnya perusahaan dengan tim yang bekerja secara remote (jarak jauh) dari seluruh dunia.

Saat ini konfrensi ini merupakan konferensi remote terbesar di dunia, dengan ratusan peserta dari seluruh dunia datang ke Bali selama 2 hari untuk mengikutinya.

Sudah cukup lama saya ingin bertemu langsung dengan Egor dan ngobrol. Namun, waktu kami hampir selalu bentrok. Egor di Bali, sedangkan saya di Bandung.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengundang Egor untuk membuat episode podcast bareng dan berdiskusi mengenai bagaimana membangun perusahaan dimana semua orang yang bekerja didalamnya terdistribusi di beberapa kota, bahkan di negara berbeda.

Siapa Egor?

Egor adalah co-founder dari Running Remote, konfrensi tempat berkumpulnya perusahaan dengan tim yang bekerja dari jarak jauh, dari seluruh dunia. Konferensi ini dilaksanakan di Bali.

Dalam 2 hari, pembicara-pembicara dari perusahaan besar, dengan ratusan bahkan ribuan karyawan yang bekerja secara remote, akan membagikan bagaimana mereka menjalankan perusahaannya.

Dari mulai merekrut, membina, me-manage, aspek legal, hingga bagaimana mendirikan perusahaan di Amerika walaupun Anda tinggal di Indonesia. Semua lengkap dibahas disini.

Untuk detail lebih jelas mengenai Running Remote, Anda bisa mengunjungi websitenya disini

Apa yang membuat Egor mengadopsi kerja remote?

Sebelum Egor membangun Running Remote, ia memulai karirnya di London.

London menurutnya adalah kota yang padat dan super sibuk, ia harus menghabiskan hampir 3 jam dalam sehari hanya di perjalanan.

Perjalanannya juga sangat tidak nyaman karena setiap hari ia harus berdesakan dengan banyak orang didalam kereta.

Hingga saat ia tiba di kantor, ia sudah dalam kondisi kelelahan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dan ia harus melakukan ini setiap hari.

Setelah jenuh dengan lalu lintas di London, ia memberanikan diri untuk menanyakan ke boss nya saat itu, apakah ia boleh membawa pekerjaan ke rumah?

Setelah menandatangani beberapa surat perjanjian, akhirnya ia berhasil bekerja dari rumah, di tahun 2009, hal ini masih belum wajar dilakukan.

Ia lalu pindah ke Bali, dan mulai mencari perusahaan yang merekrut untuk pekerja remote, namun tidak berhasil menemukannya. Akhirnya ia bekerja di sebuah perusahaan di Bali, sebelum akhirnya pindah ke Timedoctor dan bekerja secara remote di perusahaan itu.

Kerja remote memungkinkan Egor bisa produktif tanpa harus berada di kantor, dan bisa bebas menentukan kapan ia harus bekerja, mengurus rumah, dll.

Kebebasan waktu ini membuatnya bisa lebih mudah untuk menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan pribadi. Dulu, sangat sulit baginya untuk mengurus hal-hal mendasar, seperti pergi ke Bank, memperbaiki mobil, dll. Karena saat keluar dari kantor pukul 5 sore, biasanya semua instansi tersebut sudah tutup.

Belum lagi, waktunya bersama keluarga yang menjadi semakin sulit.

Memang, kerja remote membutuhkan disiplin. Dimana kita harus bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi seperti mengurus keluarga. Namun bagi Egor, inilah yang ia cari selama ini, dan ia bisa mendisiplinkan dirinya untuk bekerja dengan tingkat disiplin seperti itu.

Saat tergabung dengan Timedoctor, ia merasakan langsung bagaimana sebuah perusahaan yang berisi sekitar 90-an orang, bekerja dari 27 negara. Dari sini, lahirlah idenya untuk membuat konferensi kerja remote yang kemudian menjadi Running Remote.

Tantangan bekerja secara remote

Egor dengan tegas menjelaskan bahwa kerja remote tidak untuk semua orang.

Beberapa orang memang senang untuk datang ke kantor, dan sangat menikmati fasilitas kantor yang disediakan oleh perusahaan tersebut.

Tidak semua orang juga memiliki dorongan motivasi dari dalam diri sendiri. Dan justru jadi lebih produktif saat berada ditengah banyak orang, dan bekerja bersama-sama di satu lokasi.

Anda harus tanyakan ke diri Anda sendiri, apakah Anda ingin benar-benar membangun tim remote atau bekerja secara remote?

Kerja remote awalnya populer dikalangan developer dan designer, karena profesi ini membutuhkan deep thinking atau proses berpikir yang mendalam. Dimana, proses ini biasanya membutuhkan seseorang untuk sendirian, dan tidak diinterupsi oleh orang lain.

Kebanyakan developer dan designer juga merupakan orang introvert, dimana bisa termotivasi dari dalam diri sendiri untuk bekerja dan menjadi produktif.

Tidak semua profesi akan membutuhkan kita untuk menyendiri seperti ini dalam kurun waktu yang cukup lama. Justru sebaliknya, beberapa profesi pekerjaan sangat menuntut kolaborasi langsung dari berbagai bidang, di dalam satu ruangan.

Walaupun saat ini kolaborasi tetap bisa dilakukan dari jarak jauh, tapi beberapa hal, seperti misalnya mendesain produk fisik, akan lebih nyaman dilakukan dalam kondisi semua orang yang terlibat itu bertemu langsung.

Lagi, tanyakan ke diri Anda sendiri, apakah ini yang Anda cari?

Selain masalah pekerjaan, masalah yang mungkin harus diantisipasi adalah: Kesepian, atau kesendirian.

Kerja remote memiliki banyak model, dalam perusahaan yang full remote (seperti KIRIM.EMAIL) dimana biasanya tidak memiliki kantor sama sekali, seluruh timnya bisa bekerja dari mana saja yang mereka mau. Namun, sisi lainnya adalah, karena jarangnya bertemu, bisa saja seseorang akan merasa sendiri atau kesepian.

Salah satu solusinya adalah model hybrid, dimana perusahaan itu masih memiliki kantor, namun tidak mewajibkan karyawannya untuk hadir di kantor tersebut.

Dengan begini, jika seseorang merasa kesepian atau ingin berkolaborasi secara langsung, ia tinggal datang ke kantor.

Modell hybrid adalah model tim remote terpopuler saat ini. Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Google & Facebook mengadopsi model ini.

Beberapa perusahaan juga menggunakan solusi seperti Joyable, layanan ini membantu mengatasi perasaan gelisah, depresi, dan kesepian bagi pekerja di suatu perusahaan.

Menyelesaikan konflik internal di dalam tim

Kerja remote ataupun bukan, yang namanya konflik internal pasti ada.

Kebanyakan konflik internal umumnya disebabkan oleh masalah komunikasi. Terutama komunikasi beda divisi, seperti divisi marketing dan tim produk.

Karenanya tim remote membutuhkan kultur atau budaya perusahaan yang kuat dan dipahami oleh semua orang yang terlibat didalamnya.

Kultur dalam perusahaan yang full berkantor, biasanya akan muncul dengan sendirinya. Namun tidak seperti pekerja remote.

Karenanya, mendesain kultur yang kuat akan membantu mencegah terjadinya konflik internal.

Aplikasi atau tools apa saja yang digunakan dalam pekerjaan?

Tools atau aplikasi bagi tim remote adalah seperti kantor bagi perusahaan yang bekerja di satu lokasi.

Pemilihan tools atau aplikasi yang tepat, bisa menjadi penentu berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan beroperasi secara remote.

Beberapa aplikasi ini tidak murah, walaupun hampir selalu ada alternatif gratisnya, namun biasanya yang berbayar memiliki fitur-fitur yang lebih cocok dengan perusahaan skala menengah ke skala besar. Karenanya sediakan budget untuk aplikasi-aplikasi ini.

Salah satu aplikasi yang Egor rekomendasikan adalah time tracking, atau aplikasi pengukur waktu.

Ada banyak sekali aplikasi pengukur waktu di internet, salah satunya adalah Time Doctor.

Aplikasi time tracker ini biasanya digunakan terutama untuk seseorang yang baru direkrut. Setelah berapa lama (menurut Egor setelah 3-4 bulan), orang tersebut mungkin tidak perlu ditracking lagi waktunya, karena Anda sudah percaya dengannya, dan ia sudah memiliki pola kerja dan manajemen waktu yang dicari oleh perusahaan.

Selain itu tentu saja aplikasi komunikasi, ada beberapa yang bisa Anda gunakan seperti:

  • Slack.
  • Twist.
  • Google Hangout.
  • Dan banyak lagi.

Egor juga menyarankan aplikasi HR (human resources) seperti Know Your Team.

Egor dan tim menggunakan Gsuite, perusahaannya hidup didalam Gsuite sebagai jantung dari pengelolaan tim dan pekerjaannya.

Lagi, tidak ada peraturan khusus tentang aplikasi apa yang bisa Anda gunakan.

Kami di KIRIM.EMAIL menggunakan Basecamp, dan sudah pernah kami bahas alasannya di sini.

Bagaimana Egor merekrut dan mengelola tim remote?

Egor mencari dan merekrut orang-orang yang khusus, dan merancang kuesioner/ survei khusus untuk menjaring orang-orang ini.

Pertanyaan dalam survey nya biasanya:

  • Berapa ruangan yang ada di rumah Anda?
  • Berapa anak Anda sekarang?
  • Bagaimana kecepatan internet Anda?
  • Berapa ukuran layar monitor Anda?
  • Apakah ada binatang peliharaan?
  • Apakah ada yang membantu Anda untuk mengurus anak dan hewan peliharaan?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting. Karena jika seseorang hidup sendirian dan memiliki banyak anak misalnya, kemungkinan akan sangat menantang baginya untuk bekerja secara remote.

Dan tentunya, cari orang yang jago berkomunikasi. Dalam situasi dimana satu tim hampir tidak pernah ketemuan, Anda akan membutuhkan orang yang jago komunikasi.

Karenanya akan sangat membantu merekrut freelancer, atau orang yang dulunya sudah pernah bekerja remote.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menonton channel YouTube Running Remote, dimana ada beberapa video yang membahas merekrut dan me-manage tim secara remote.

Tonton videonya disini

Bagaimana keseharian perusahaan yang memiliki tim remote?

Setiap perusahaan akan memiliki pola kerja yang berbeda-beda. Intinya adalah menemukan bagaimana pola kerja yang cocok untuk Anda.

Tentu saja ada divisi yang harus memiliki jadwal yang tetap. Misalnya customer support. Tentu saja harus aktif selama jam kerja (misalnya jam 9 pagi sampai jam 5 sore).

Namun mayoritas tim akan memiliki jadwal yang fleksibel.

Disinilah peranan aplikasi time tracker sangat bermanfaat. Bukan hanya untuk mengukur waktu tim Anda, namun juga jam kerja Anda sendiri.

Egor juga menyarankan Anda jangan overwork, atau terlalu banyak bekerja. Jangan lupa olahraga dan mengurus keluarga.

Juga jangan melebarkan jam kerja menjadi kerja seharian. Setengah jam disini, setengah jam disana, tanpa kontrol yang jelas akan membuat jam kerja Anda melebar dari pagi sampai sore.

Inilah tantangan kerja remote, dan masih dialami oleh banyak sekali orang termasuk Egor dan saya pribadi.

Apa itu Running Remote?

Running Remote adalah acara yang diadakan selama 2 hari di Ubud Bali. Dalam acara ini akan berkumpul orang-orang dari berbagai perusahaan yang membangun tim terdistribusi dari seluruh dunia.

Egor memilih bali karena kecintaannya dengan Indonesia dan karena saat ini ia tinggal di Bali.

Di Running Remote Ada perusahaan yang sudah mengelola hingga ribuan karyawan secara remote, yang bekerja dari beberapa negara di seluruh dunia.

Anda bisa melihat siapa saja pembicaranya disini

Untuk pendaftaran dengan harga khusus Orang Indonesia, silahkan klik disini

Gunakan kode kupon “kirimemail” untuk mendapatkan tambahan diskon lagi.

Jika saat ini ada orang yang skeptis bahwa perusahaan remote tidak akan bisa jalan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, apa yang akan Anda katakan ke orang tersebut?

Egor memiliki visi yang mirip seperti saya, dimana perusahaan remote akan mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Indonesia adalah negara maritim dimana perusahaan remote akan cocok sekali dengan kondisi geografi di Indonesia.

Akan selalu ada saja orang yang skeptis, dulu saat pertama kali mesin uap ditemukan, orang juga mengatakan kalau mesin itu berbahaya karena bisa meledak.

Tapi ternyata mesin itu menjadi salah satu pemicu terjadinya revolusi Industri.

Penawaran khusus untuk “Orang Indonesia”

Sebagai penutup, Egor memberikan penawaran khusus untuk Orang Indonesia yang ingin mengikuti Running Remote di Bali selama 2 hari.

Jika Anda berkebangsaan Indonesia dan ingin mendapatkan harga khusus, ini yang bisa Anda lakukan.

  • Daftar melalui link ini >> https://kirim.email/rr
  • Gunakan kode kupon “kirimemail” (huruf kecil semua, tidak ada spasi).

Jika Anda memiliki kendala dalam penggunaan kupon, atau mungkin Anda memiliki pertanyaan seputar Running Remote, Anda bisa menghubungi Egor melalui email: Egor@runningremote.com.

Sampai ketemu di episode selanjutnya, insyaAllah…

-Fikry

Dengarkan KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast Langsung Dari HP Anda

Agar tidak ketinggalan update episode terbaru KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast, Anda bisa men-download dan mendengarkannya langsung melalui HP Anda, caranya:

Facebook Comments