Episode 43 – Mengukur Kinerja Tim Yang Bekerja Dari Jarak Jauh (Remote)

Tahun ini adalah tahun ke-3 KIRIM.EMAIL bekerja secara remote. Kami bekerja secara remote dari 20 kota berbeda di Indonesia. Dalam perjalannya, tentu banyak tantangan yang kami hadapi dalam 3 tahun ini. Namun Alhamdulillah itu semua bisa kami lalui dengan baik dan solid walaupun tanpa bertatap muka. Bahkan dalam 3 tahun ini kami tidak pernah melakukan meeting sekalipun di dalam ruangan dan di bawah atap yang sama.

Saya cukup sering bertemu dengan para pengusaha dan para manager dari perusahaan lain. Begitu mereka tahu bahwa saya menjalankan perusahaan secara remote, kemudian muncul respon pertama yang rata-rata hampir sama. Respon pertamanya adalah bagaimana saya bisa mengatur tim secara remote, bagaimana saya tahu tim kerja atau tidak, bagaimana saya mengontrol pekerjaan tim dari jarak jauh, dan respon lainnya yang mirip-mirip dengan hal tersebut.

Jawaban saya terhadap respon tersebut bukanlah suatu rahasia. Maka dari itu melalui KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 43 ini saya akan memberikan jawabannya kepada Anda.

[02:53 Kerja remote adalah life style] [06:14 Kerja remote adalah tentang kepercayaan] [07:13 Mengukur Kinerja Tim Yang Bekerja Dari Jarak Jauh - Apa yang mau diukur] [07:50 Mengukur Kinerja Tim Yang Bekerja Dari Jarak Jauh - Bagaimana mengukurnya] [14:49 Mengukur Kinerja Tim Yang Bekerja Dari Jarak Jauh - Terjemahkan ke dalam aplikasi]

Namun sebelum itu sebelum saya lebih jauh membahas tentang bagaimana mengukur kinerja tim yang bekerja dari jarak jauh (remote), saya ingin membahas terlebih dahulu tentang prinsip dasar dari kerja remote ini.

Prinsip Dasar Kerja Remote

Kerja Remote Adalah Life Style

Di banyak kesempatan saya sering bilang bahwa kerja remote adalah life style atau gaya hidup. Artinya tidak setiap orang bisa cocok dengan kerja remote.

Ini saya analogikan dengan diet, karena diet juga merupakan salah satu bentuk life style. Sebagai contoh saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 5 kg dengan diet KETO. Kemudian Anda juga ingin menurunkan berat badan dengan cara yang saya lakukan.

Kira-kira hasilnya bagaimana? Apakah setelah menjalankan diet KETO berat badan Anda juga turun? Bisa iya, bisa juga tidak.

Jika berat badan Anda turun maka pola diet KETO ini memang cocok untuk Anda. Tetapi jika setelah menjalankan diet ini berat badan Anda justru malah naik, maka diet ini tidak cocok untuk Anda.

Begitu juga dengan kerja remote. Tidak setiap orang bisa betah dan suka bekerja di rumah atau dimana saja seperti kami di KIRIM.EMAIL.

Ada orang yang lebih nyaman dan betah kerja di kantor daripada di rumah. Mungkin karena fasilitas kantornya yang bagus dan lengkap. Mungkin bisa juga di kantor bisa lebih mendukung kinerja karena bisa bertemu secara langsung dengan orang-orang yang terlibat.

Maka tidak mengherankan jika perusahaan sekelas Facebook, Google maupun Bukalapak membuat kantornya senyaman mungkin. Tujuannya untuk membuat karyawannya betah di kantor dan menikmati lingkungan tersebut.

Kerja Remote Adalah Tentang Kepercayaan

Prinsip kedua dalam kerja remote adalah kepercayaan. Jika Anda merasa cocok kerja di rumah atau dari mana saja, tetapi tidak punya rasa percaya pada orang lain, maka Anda tidak cocok kerja remote.

Kepercayaan kepada orang lain atau tim kita adalah modal utama kerja remote. Jika rasa percaya ini tidak ada justru hanya akan menghambat kerja remote itu sendiri.

Jika kita curiga pada tim kita, kemungkinan besar itu benar. Karena di awal kita sudah menaruh curiga lebih dulu. Sehingga sekalipun dia tidak melakukannya, pikiran kita akan tetap tidak percaya. Namun jika kita bisa percaya pada orang lain, ini yang akan memperlancar pekerjaan kita.

Itulah 2 prinsip kerja remote yang perlu kita miliki. Selanjutnya saya masuk ke pembahasan inti dari KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 43 ini. Yaitu tentang bagaimana cara mengukur kinerja tim yang bekerja dari jarak jauh (remote).

Mengukur Kinerja Tim Yang Bekerja Dari Jarak Jauh (Remote)

Apa yang mau diukur

Cara pertama mengukur kinerja tim secara remote adalah menentukan terlebih dahulu apa yang mau kita ukur.

Kita sepakati apa hal-hal yang mau kita ukur. Sebagai contoh kesepakatan tentang bagaimana dia dikatakan bekerja , kesepakatan tentang kriteria pekerjaan dikatakan selesai, apa kesepakatan pekerjaan sudah sesuai dengan yang Anda mau. Karena pada dasarnya peraturan itu adalah sebuah kesepakatan.

Di dalam kerja remote, setiap divisi itu mempunyai kesepakatan masing-masing. Tidak bisa pengukuran kesepakatan pada divisi marketing, itu disamakan dengan pengukuran kesepakatan di divisi produksi. Karena dari tujuan dan juga apa yang dilakukan sudah beda.

Bagaimana Mengukurnya

Setelah kita tahu apa yang mau kita ukur, maka kita perlu memikirkan bagaimana cara mengukurnya. Untuk mengukur kinerja kita butuh metode dan juga alat. Apa saja metode dan alatnya? Berikut penjelasan saya.

Metode untuk mengukur kinerja

Kinerja tim itu adalah sesuatu yang bisa diukur. Sesuatu yang bisa diukur maka kita bisa mengaturnya. Kalau tidak bisa diukur maka apa yang akan diatur.

Maka dari itu untuk mengukur kinerja kita membutuhkan sebuah metode. Dulu di KIRIM.EMAIL kami menggunakan alat yang bernama 4 Discipline of Execution atau yang lebih kita kenal sebagai 4DX.

Namun saat ini untuk mengukur kinerja tim, saya menggunakan metode yang dipopulerkan oleh John Doerr. John Doerr ini adalah coach dari pemilik Google, Larry Page dan Sergey Brin.

Metode yang beliau populerkan bernama OKR atau Objective and Key Result. Untuk memahami OKR ini saya contohkan jualan tempe di komplek perumahan.

Objective itu adalah tujuan atau misi yang harus dijalankan. Kalau saya sendiri suka membuat objective yang bersifat kualitatif. Dalam contoh jualan tempe ini objective nya adalah “Menjadi kedai tempe terlaris di komplek perumahan saya”.

Sedangkan Key Result adalah hasil dari yang kita lakukan, yang bertujuan untuk mengetahui objective kita sudah tercapai atau belum. Atau dengan kata lain kondisi atau kriteria yang menentukan objective kita bisa dikatakan tercapai atau belum. Biasanya untuk key result ini lebih bersifat kuantitatif.

Contohnya :

  • Penjualan tempe bulan ini adalah Rp20 juta.
  • Ada 10 orang yang mengantri sebelum kedainya buka.
  • Tempe selalu habis lebih dulu daripada pesaing.

Jika 3 key result ini semuanya tercapai, maka objectivenya juga bisa dikatakan telah tercapai.

Sehingga dengan OKR ini kita bisa mengukur dan menilai kinerja dari tim kita. Apakah hasil pekerjaan mereka sudah sesuai dengan key result atau belum? Dan apakah key resultnya mengarah dengan benar ke objective yang sudah kita tentukan atau belum?

Terjemahkan ke dalam Aplikasi

Setelah kita berhasil menentukan apa yang mau diukur, berikutnya adalah menerjemahkan objective dan key result kita ke dalam aplikasi.

Untuk aplikasi ini bisa berbagai macam jenisnya. Anda bisa menggunakan Facebook by Workplace, Basecamp, Asana, Trello, To do list dan lain sebagainya. Kami sendiri di KIRIM.EMAIL menggunakan Basecamp sebagai aplikasi untuk menerjemahkan Objective and Key Result ini.

Yang penting adalah sebisa mungkin hindari penggunaan group chat untuk hal ini. Karena untuk mencari hal-hal penting di Group Chat kita harus melakukan scrolling sangat banyak. Dan ini hanya membuang waktu.

Itulah bagaimana cara saya dalam mengukur kinerja tim yang bekerja dari jarak jauh (remote). Untuk belajar lebih lanjut tentang kerja remote ini, saya membuka kelas yang bernama Remote Class. Awal mulanya saya hanya ingin membukanya sekali saja, namun karena banyak permintaan sekarang sudah berlanjut ke ke batch 2.

Jika Anda juga ingin bergabung dengan kelas saya ini, Anda bisa kunjungi https://kirim.email/remoteclass untuk masuk dalah waiting list terlebih dahulu. Sewaktu-waktu kelasnya saya buka Anda bisa mendapatkan info pertama kali tentang Remote Class ini.

Saya Fikry Fatullah dan sampai bertemu di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode berikutnya.

Dengarkan KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast Langsung Dari HP Anda

Agar tidak ketinggalan update episode terbaru KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast, Anda bisa men-download dan mendengarkannya langsung melalui HP Anda, caranya:

Facebook Comments