10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank!

Pada pertengahan 2020, seorang YouTuber asal Amerika bernama Morgan Ross sukses membeli sebuah rumah di usia yang masih relatif muda. Pria 24 tahun ini adalah kreator sekaligus pemilik channel YouTube Movie Flame.

Morgan sudah mengunggah total 214 video sejak 2007. Konten videonya dibanjiri pembahasan film Harry Potter dan Hunger Games. Selain sebagai kreator, ia juga terbilang kutu buku, apalagi yang ada kaitannya dengan dua film tadi. Tak heran kalau channel YouTubenya sudah di-subscribe 1,35 juta orang.

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 1

Sementara itu, ada orang Indonesia yang memutuskan mencari nafkah menjadi TKW di Taiwan. Ia mulai membagikan vlog rutinitas kerjanya di Negeri Formosa itu sejak akhir 2018 dan hingga kini sukses menggaet 341 ribu subscribers dengan total 309 video.

Pemilik channel IsaYang 123 ini boro-boro mahir editing, berbicara ala publik figur atau bahkan rutin membuat vlog travelling di Taiwan. Konten Isa boleh dibilang hampir semua di dapur dan dia tampil begitu natural dengan gaya khas medok Jawanya saat menyapa penonton setianya.

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 2

Jadi, kita punya dua YouTuber dari dua latar belakang berbeda. Bagi sebagian orang, mungkin konten mereka tak menarik. Tapi pertanyaannya, kok mereka bisa mendapatkan jumlah subscriber setinggi itu? Apakah Anda perlu mengikuti mereka untuk jadi seorang YouTuber sukses?

Jawabannya, tentu saja tidak. Sukses sebagai seorang YouTuber merupakan kombinasi dari konten yang diminati banyak audiens, jumlah tayangan dan subscriber yang tinggi. Baru Anda bisa panen cuan dari situ.

10 Cara Menjadi Youtuber Pemula Yang Sukses

Nah, berikut kami rangkum 10 cara menjadi YouTuber pemula yang sukses yang bisa Anda terapkan. Tentu saja setelah Anda membuat akun YouTube terlebih dahulu.

Ikuti Passion

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 3
freepik.com

Tak ada yang lebih menyenangkan selain mengikuti kata hati Anda. Ini adalah langkah paling awal untuk melakukan hal apa pun. Usahakan untuk tidak fokus ke uang terlebih dulu.

Membuat konten menawan terbilang sulit kalau tidak dibarengi dengan genuine passion alias gairah yang murni atas apa yang Anda lakukan. Untuk itu Anda harus menemukan niche Anda dimana.

YouTube adalah salah satu platform dimana Anda bisa berkreasi sebebas-bebasnya selama mematuhi kebijakan dan keamanan dari YouTube. Salah satu aturan dalam falsafah Janteloven mengatakan, “Anda tidak berpikir bahwa Anda lebih pintar dari kami.” Berikut tips yang bisa Anda ikuti agar sukses dengan passion Anda sebagai YouTuber pemula.

Buang Jauh-jauh Insecurity

Insecurity kills all that is beautiful. Perasaan minder hanya akan menghalangi niche Anda bekerja secara optimal dalam menuangkan ide. Jangan terjebak dengan standar-standar umum yang justru akan menghalangi Anda mulai membuat konten.

Masih ingat bagaimana awal kemunculan YouTuber kecantikan Kekeyi? Di tengah gempuran standar kecantikan wanita Asia, dia mampu tampil apa adanya dengan blender dari balon yang diisi air.

Percaya Diri

Coba Anda berdiri di depan cermin. Yang ada dalam cermin itu adalah orang patut Anda apresiasi. Supaya tampil lebih percaya diri, berlatihlah berbicara dan berekspresi di depan cermin.

YouTuber Jane Callista saat usianya beranjak 9 malah sering menirukan Sherly Temple dan Julie Andrews. Plus, mengutip Youth Employment, cermin dapat membuat Anda lebih menerima diri sendiri, alih-alih membandingkannya dengan orang lain.

Selera yang Relevan

Menjadi YouTuber sama halnya dengan pekerja seni. Anda dituntut untuk kreatif supaya menarik perhatian audiens. Selain itu, Anda pasti punya figur yang dikagumi sesuai dengan minat dan kemampuan Anda.

Jangan khawatir manakala mendapat komentar bernada sinis. Daniel Mendelsohn punya formula khusus untuk menilai mutu komentar. Komentar dikatakan bermutu apabila datang dari orang yang punya basis pengetahuan dan cita rasa alias selera.

KNOWLEDGE + TASTE = MEANINGFUL JUDGMENT

~ Daniel Mendelsohn

Kalau tidak punya dua hal itu, komentarnya dipastikan bernada sinis.

Bidik Audiens

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 4
freepik.com

Sebagai medium berbagi video, YouTube juga boleh dibilang sebagai sarana hiburan. Artinya, Anda tidak mungkin bisa menyenangkan 167 juta pengguna internet Indonesia dan 4,5 milyar di dunia.

Anda perlu memikirkan untuk siapa konten Anda ditujukan, dari kalangan mana mereka. Sama halnya dengan kampanye iklan, tentukan konten Anda kira-kira cocok untuk demografi mana. Selain itu, Anda boleh juga memikirkan beberapa hal lain seperti gender dan juga profesi audiens.

Contoh paling terkini yaitu channel YouTube Gita Wirjawan dengan podcastnya yang bertajuk Endgame. Dengan mengundang bintang tamu dari kalangan publik figur dan pembawaan formal namun santai, Gita tentu saja menyasar kalangan dewasa.

BACA JUGA :   HEADLINE: Satu Kantor Sejuta Peluang di Co-Working Space

Rencanakan Konten

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 5
freepik.com

Setelah mengetahui passion dan audiens yang Anda bidik, selanjutnya adalah menentukan sekaligus merencanakan konten yang akan Anda buat nanti. Secara umum ada tiga tipe konten yang bisa Anda pilih.

Pertama, konten edukasi. Viewers mendapatkan pengetahuan baru saat mereka mampir ke channel Anda sehingga menambah wawasan mereka.

Kedua, konten hiburan. Viewers terhibur dengan menonton konten Anda. Konten tipe ini umumnya akan mendorong mereka membagikannya ke media sosial masing-masing sehingga berpotensi meningkatkan engagement.

Ketiga, konten testimoni. Konten ini bisa membuat viewers terpacu untuk melakukan sesuatu, misalnya tentang review.

Usahakan Anda fokus ke satu tipe konten, selain mudah untuk merencanakan konten, ini juga akan memperkuat niche dan ciri khas Anda. Maka, viewers akan menilai Anda sebagai spesialis di bidang itu.

Setelah mengetahui tipe konten yang akan Anda buat, tahap selanjutnya adalah perencanaan konten. Walaupun pemula, Anda tidak disarankan untuk membuat konten yang asal-asalan. Setidaknya, untuk menjadi pemula yang sukses, Anda perlu melakukan langkah-langkah berikut.

Tentukan Topik

Tentukan topik yang ingin Anda angkat supaya pembahasannya bisa terfokus. Jenis topik bisa mengikuti tipe konten yang sudah Anda pilih.

Mind Map

Mind mapping membantu pembahasan konten Anda tidak keluar dari topik. Konten tentang travelling misalnya, cari pembahasan yang sekiranya berhubungan dengan destinasi yang dikunjungi.

Untuk konteks konten cover lagu, mind mapping akan jadi panduan kapan Anda akan menggunakan suara falset, chest voice, sampai belting. Selain itu, Anda juga akan ingat kapan Anda harus mengimprovisasi suara.

Singkatnya, mind mapping berguna agar durasi video Anda tidak kepanjangan. Bagaimanapun juga Anda perlu ingat kalau viewers menonton menggunakan paket data yang mereka beli.

Siapkan Skrip

Langkah satu ini terbilang paling penting bagi YouTuber pemula yang ingin sukses, terutama mereka yang melakukan perekaman video. Masalahnya, terkadang ada sensasi tersendiri saat berbicara di depan kamera.

Skrip akan membantu Anda agar tidak buyar manakala lupa akan sesuatu saat perekaman berlangsung.

Ruang Sunyi

Perekaman di ruangan yang minim kebisingan atau noise sebenarnya tidak terlalu berlaku bagi Anda yang membuat konten travelling, karena sudah barang tentu perekaman dilakukan di ruang terbuka.

Namun, bagi Anda pembuat konten yang memerlukan noise yang minim, ruangan sunyi bisa jadi dapur rekaman Anda agar suara yang dihasilkan jernih. Selain itu, jangan lupakan dekorasi ruangannya supaya lebih memikat pasang mata viewers.

Untuk versi lengkap cara membuat video konten youtube yang menarik, kami pernah membahasnya dan bisa Anda simak di 20 Tips Membuat Video Youtube yang Menarik.

Bagikan di Media Sosial

Mebiarkan konten Anda terus mendekam di YouTube sama saja dengan tidak memanfaatkan peluang meningkatkan engagement. Setiap Anda selesai mengunggah video, jangan lupa untuk membagikannya di akun media sosial Anda.

Ini akan membantu Anda menjaring viewer dan subscriber potensial sehingga traffic youtube Anda berpotensi meningkat. Sebagai pemula, jangan berprasangka negatif manakala teman sendiri tidak menonton konten Anda.

Konsistensi

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 6
unsplash.com

Saat memutuskan terjun ke dunia content creation, untuk menjadi YouTuber sukses artinya Anda akan bersaing dengan 37 juta channel YouTube lain di internet. Ibarat lari, Anda perlu menjaga performa dan ketahanan fisik.

Prinsip yang perlu Anda pegang dalam membuat konten youtube adalah berlari maraton, bukan sprint. Setiap orang bisa berkarya secara sprint, namun sedikit yang mampu melakukannya secara marathon.

Agung Hapsah adalah sala satu contoh youtuber yang tidak selalu mengunggah konten setiap bulannya, faktanya ia baru membuat 58 konten dalam kurun 6 tahun ini. Namun begitu diunggah, konten barunya langsung membius jutaan pasang mata. Sebaiknya Anda jadwalkan mengunggah minimal satu konten tiap bulannya. Ini untuk mencegah Anda kehabisan ide konten. Apalagi di YouTube sudah tersedia fitur menjadwalkan postingan.

Ikuti Tren

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 7
unsplash.com

Seorang youtuber yang baik tidak berpuas diri ketika semuanya berjalan dengan baik. Mereka akan terus melihat apa yang sedang tren di platform tersebut dan memikirkan cara-cara menghibur lain agar masuk ke lingkaran trending.

Manfaatkan Trending YouTube untuk melihat video yang tengah hangat dan lihat apakah Anda bisa membuat konten dari sudut pandang yang berbeda. Pada dasarnya, video yang trending tampil berdasarkan jumlah dan tingkat peningkatan tayangan, wilayah tayangan serta tingkat kebaruan video tersebut.

Analisis kata kunci dalam video yang sedang trending dan buat konten yang bisa Anda optimalkan dari kata kunci tadi. Kadang video viral bisa jadi inspirasi untuk membuat video baru, tetapi tren juga bisa musiman. Jika Anda tahu suatu tren akan bertahan lama, segera rencanakan pembuatan kontennya.

BACA JUGA :   10 Tips Promosi Bisnis Kuliner Lewat Instagram

Siapkan Alat Perang

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 8
freepik.com

Peralatan dalam pembuatan konten bisa jadi investasi jangka panjang bagi seorang jang bagi seorang YouTuber. Konten yang diminati adalah konten yang bagus, baik dari segi ide maupun teknis pembuatannya.

Untuk itu, Anda disarankan memiliki paket alat perang YouTouber berikut ini.

Kamera

Alat perang YouTuber paling utama adalah kamera. Ini sangat krusial karena Anda membutuhkan resolusi video yang baik. Ada banyak kamera entry-level dengan harga terjangkau di pasaran yang memiliki sensor autofokus yang baik.

Artinya, spesifikasi kamera tersebut bisa menjaga wajah tetap fokus sekalipun Anda bergerak. Contoh kamera yang bisa jadi investasi bagi YouTuber pemula di angka 4-6 jutaan adalah Canon M100, Sony A5100, dan Sony A6000.

Bila belum mampu menjangkaunya, Anda bisa menyewa kamera setiap Anda ingin melakukan perekaman video. Atau Anda juga bisa mengoptimalkan kamera HP bila sudah mendukung minimal resolusi HD.

Lighting

Kamera sebagus apa pun manakala video direkam dalam ruangan yang minim cahaya tetap tak akan berfungsi secara optimal. Salah satunya adalah dengan membeli ring light, yang banyak tersedia di pasaran dengan harga berkisar Rp. 100-300 ribu.

Mikrofon

Jarak kamera dengan wajah saat perekaman memengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Ada sebuah mikrofon berukuran kecil yang bisa dijepitkan ke kerah baju. Ini terbilang cocok bagi YouTuber pemula. Harganya pun ramah di kantong dan cukup untuk menghasilkan suara yang jernih dan bulat.

Aplikasi Edit Video

Sebisa mungkin, Anda disarankan akrab dan mampu mengoperasikan aplikasi pengedit video. Ini dilakukan agar Anda mampu menambah efek suara, memotong video, dan menambahkan transisi sehingga konten YouTube Anda makin profesional.

Aplikasi edit video di smartphone yang paling populer yaitu KINE Master dan Filmorago. Sementara, Adobe Premier Pro paling banyak digunakan YouTuber untuk mempercantik konten mereka.

Gunakan Bahasa Tutur

Menjadi YouTuber artinya kemampuan Anda berbicara dan mengemas informasi diuji. Saat melakukan perekaman suara untuk dubbing misalnya, Anda sebagai YouTuber bukan sedang membacakan naskah jurnal penelitian.

Ringkasnya, bahasa tutur adalah bahasa lisan. Penggunaan bahasa tutur akan semakin memberi kesan ramah dan dekat dengan audiens Anda. Jenis bahasa satu ini juga lazim digunakan dalam iklan dan jurnalisme televisi.

Selain itu, usahakan Anda punya tagline untuk semakin memperkuat ciri khas Anda. Misalnya, Atta Halilintar dengan tagline-nya Ashiaaaappp!

Ramah ke Viewer

Salah satu cara Anda menggaet viewers dan subscribers adalah dengan menyapa mereka pada pembuka video. Karena tanpa penonton, seorang YouTuber hanyalah kolektor video.

Cara lain bersikap ramah ke viewers adalah dengan menyukai dan membalas komentar mereka di postingan konten Anda. Bagi pemula, hal ini sangat mungkin dilakukan mengingat jumlah komentar terbilang sedikit.

Bila perlu, Anda mengirim email ke setiap subscriber Anda supaya kesan ramah tak hanya tampil dalam video konten. Kecuali ketika jumlah subscriber hariannya sudah membludak, baru Anda merasa keteteran dengan notifikasi yang masuk.

Praktikkan SEO

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 9
freepik.com

Boleh dibilang SEO jarang dipraktikkan di YouTube, tetapi ini bisa jadi senjata ampuh untuk perjalanan Anda menjadi YouTuber sukses. Kalau Anda kurang familiar dengan SEO, ringkasnya ini semacam tools yang bisa membantu menaikkan ranking konten Anda.

Untuk pembahasan lengkap soal SEO untuk pemula, Anda bisa membaca Belajar SEO Untuk Pemula.

Kalau Anda mengoptimalkan channel, video, dan playlist secara tepat, konten Anda memiliki peluang mudah ditemukan di YouTube. Algoritma YouTube memperhitungkan seberapa baik konten, judul, dan deskripsi video sesuai dengan pencarian yang dilakukan viewer.

Gunakan tools SEO pencari keyword seperti Ahrefs, SEMrush, atau Moz. Atau Anda bisa mengetikkannya secara manual lewat kolom pencarian YouTube dan Anda akan disuguhi beragam kata kunci teratas sehingga bisa jadi inspirasi konten Anda selanjutnya.

YouTube Analytics

10 Cara Menjadi YouTuber Pemula yang Sukses, Tak Perlu Ngeprank! - 10
freepik.com

Langkah terakhir adalah menganalisa setiap konten Anda dengan memanfaatkan YouTube Analytics. Untuk membukanya, klik YouTube Studio > Analytics.

Di sini Anda akan mendapati statistik seperti waktu tontonan, retensi audiens, sumber traffic, lokasi playback, perangkat viewers, dan demografi. Ini adalah statistik penting yang tak boleh Anda abaikan untuk menjadi YouTuber sukses.

Anda bisa memanfaatkan data statistik tadi untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan channel YouTube Anda. Yang paling menentukan positif dan negatifnya adalah data retensi audiens. Di sini Anda akan melihat presentase audiens yang terus menonton dan meninggalkan video Anda.

Ini akan jadi bahan evaluasi konten Anda tentang mengapa retensi audiens menurun setelah menit ke sekian. Atau bisa jadi gong untuk mengubah konten Anda ke depannya.

Nah, pada akhirnya yang akan bertahan dan sukses adalah YouTuber yang konsisten dan natural serta mengerjakannya dengan penuh gairah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *