belajar seo untuk pemula

Belajar SEO Untuk Pemula

Bagaimanakah cara belajar SEO yang mudah, benar dan langsung kelihatan hasilnya? Mungkin inilah pertanyaan sering ditanyakan oleh orang yang baru belajar SEO.

Tidak ada yang salah dengan pertanyaan tersebut. Sangat wajar, karena kami dulu juga berpikiran seperti itu saat awal-awal belajar SEO .

Inginnya, begitu selesai nulis artikel, langsung terindex dan dapat traffic yang banyak dari mesin pencari.

Kalau trafficnya sudah banyak maka pendapatan dari iklan pun juga banyak. Apalagi waktu itu dibayar pakai Dollar.

Hanya saja berdasarkan pengalaman kami selama lebih dari 5 tahun di dunia SEO, ternyata belajar SEO itu tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang perlu kita perhatikan kalau ingin aman dan bisa bertahan lama.

Memang ada orang-orang yang menjalankan SEO dengan cara yang tidak biasa dan cenderung spammy. Mereka banyak melakukan trik-triks SEO blackhat seperti keyword stuffing, ternak backlink, clickbait dan lain sebagainya. Dimana cara-cara ini tidak direkomendasikan oleh mesin pencari (dalam hal ini Google).

Kalau dari segi hasil memang ada cukup banyak yang berhasil menempati rangking teratas di hasil pencarian dengan sangat cepat. Namun setiap kali ada update algoritma dari Google, pada akhirnya mereka kalang kabut. Traffic organik yang mereka dapatkan jadi drop. Bahkan ada yang tidak muncul lagi di halaman hasil pencarian (baca : deindex).

Tentunya kita tidak ingin seperti itu bukan? Sudah capek-capek belajar SEO eh ujung-ujungnya kena pinalti dari Google hanya karena menyalagi aturan Google tentang SEO.

Maka dari itu pada halaman ini kami ingin berbagi kepada Anda tentang bagaimana cara belajar SEO yang baik, aman dan benar, sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Google.

Sehingga ketika nanti Anda menjalankan SEO dengan cara ini, maka hasil yang Anda dapatkan bisa bertahan lama tanpa harus khawatir dengan update alogoritma Google.

Update : Sebagai informasi pada awal bulan Agustus 2020 ini Google melakukan update algoritma lagi. Banyak website yang tumbang, termasuk website KIRIM.EMAIL. Tetapi traffic yang tumbang tidak separah website lain yang melakukan SEO dengan cara yang aneh-aneh. Namun kini di akhir Agustus 2020 traffic kembali normal tanpa perlu melakukan apapun. Cukup menunggu dan melihat saja apa yang terjadi. Karena kami main aman yang caranya kami bagikan di artikel ini, sehingga tidak ada yang perlu ditakutkan.

Memahami cara kerja mesin pencari

Sebelum kita belajar SEO lebih jauh lagi, hal pertama yang harus kita pahami terlebih dahulu adalah tentang bagaimana cara kerja mesin pencari.

Pada prinsipnya cara kerja mesin pencari itu meliputi 3 hal, yang diantaranya :

  1. Crawling
  2. Indexing
  3. Ranking

Crawling

Crawling merupakan proses perayapan yang dilakukan oleh bot pada sebuah website.

Tujuannya adalah agar mesin pencari bisa mengetahui apa saja konten yang ada di dalam website. Dalam beberapa kasus, bot ini tidak hanya merayapi konten, tetapi juga file.

Maka tidak mengherankan ada banyak jenis file yang seperti PDF, XLS dan lain sebagainya yang muncul di halaman hasil pencarian.

Jadi kalau website Anda ingin muncul di halaman pertama dan berada di rangking teratas hasil pencarian, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengijinkan bot merayapi website Anda.

Caranya adalah dengan mengupload sebuah file yang bernama robots.txt di bagian root website Anda.

Sedangkan isi dari file ini contohnya adalah seperti berikut ini :

user-agent:googlebot
allow:*
disallow:/administrator

Untuk lebih banyak mempelajari tentang bagaimana format penulisan bot ini bisa Anda pelajari di sini.

Yang perlu diperhatikan pada proses crawling ini adalah tidak semua bagian di website kita berikan hak aksesnya ke bot. Hanya bagian tertentu yang sifatnya publik saja yang kita berikan aksesnya. Jangan sampai file-file yang seharusnya private bisa diakses oleh bot.

Jika ini sampai terjadi maka itu berarti membuka celah keamanan website Anda selebar-lebarnya. Sehingga akan sangat rawan terhadap pencurian hak akses.

Indexing

Setelah proses crawling, cara kerja mesin pencari berikutnya adalah indexing.

Proses indexing ini artinya adalah menampilkan halaman website Anda di halaman hasil pencarian. Tidak peduli diposisi berapapun, yang penting ketika ada yang mencari kata kunci tertentu, halaman website Anda sudah berapa di list yang direkomendasikan oleh mesin pencari.

Untuk mengetahui apakah website Anda sudah terindex atau belum caranya cukup mudah. Yaitu hanya dengan mengetikkan text dengan format berikut ini di mesin pencari (Google) :

site:url-halaman-konten-anda

Contohnya adalah seperti pada gambar berikut ini :

Kalau yang muncul seperti pada gambar di atas, maka itu berarti website atau halaman konten Anda sudah terindex.

Namun jika yang muncul seperti pada gambar di bawah ini, maka website atau halaman konten Anda belum terindex.

Untuk melakukan indexing caranya Anda bisa mengikuti tutorialnya pada artikel yang berjudul Cara Agar Artikel Website Terindex Google Dengan Cepat Tanpa Backlink.

Ranking

Setelah mesin pencari melakukan indexing, cara kerja berikutnya adalah melakukan perangkingan terhadap semua wesbite yang sudah terindex.

Pada intinya, mana website yang paling relevan dengan kata kunci apa yang diketikkan oleh pencari, akan menempati posisi paling atas di halaman yang paling depan.

Namun ketika semua website yang terindex sudah relevan, maka yang menjadi pertimbangan mesin pencari dalam melakukan perangkingan adalah popularitasnya.

Mana yang lebih populer maka akan berada di posisi yang paling atas.

Popularitas website di sini bisa berarti banyak hal, seperti :

  • berapa banyak jumlah share di sosial media
  • berapa banyak backlink yang mengarah pada halaman tersebut
  • bagaimana user experince dan bounce rate di website tersebut
  • dan lain sebagainya.

Ada banyak faktor yang dipertimbangkan oleh mesin pencari dalam melakukan perangkingan ini. Sehingga jangan sampai fokus kita hanya pada backlink saja.

Backlink memang bisa meningkatkan popularitas sebuah website, hanya saja bukan yang utama. Asal-asalan dalam memberikan backlink bisa berdampak buruk pada Anda. Bahkan yang main PBN pun bisa saja terkena pinalti dari Google sehingga websitenya terkena deindex.

Maka dari itu jika Anda belum memahami dan menguasai SEO secara fundamental, alangkah baiknya hindari dulu main backlink ataupun PBN. Lebih baik Anda menjalankan SEO dengan cara basic dan sesuai rekomendasi Google.

Itulah 3 cara kerja sebuah mesin pencari yang perlu Anda pahami terlebih dahulu. 3 hal yang kami sampaikan di atas erat hubungannya dengan cara belajar SEO yang akan kami jelaskan di bagian berikut ini.

Belajar SEO Lebih Mudah Dengan Framework

Supaya lebih mudah Anda belajar SEO, kami akan menjelaskannya dengan sebuah framework. Framework ini adalah sebuah kerangka kerja.

Mungkin dulu Anda pernah mendapatkan pelajaran tentang membuat atau menulis karangan di sekolah. Saat membuatnya kita butuh sebuah kerangka seperti pembukaan, isi dan juga penutup. Setelah kerangka ini dibuat selanjutnya tinggal mengembangkannya menjadi sebuah tulisan yang panjang dan berisi.

Dengan adanya kerangka ini akan membuat karangan kita tidak melebar kemana-mana, terarah, rapi dan juga berkualitas. Dan yang pasti dengan adanya kerangka ini kita bisa lebih mudah dalam menulis.

Begitu juga dengan menjalankan SEO. Kita butuh framework supaya apa yang kita lakukan itu rapi dan terarah. Sehingga ketika optimasi yang Anda lakukan belum nampak hasilnya, Anda bisa dengan mudah melakukan pelacakan dan evaluasi (baca : audit SEO).

Framework SEO ini juga banyak digunakan oleh banyak perusahaan. Kami di KIRIM.EMAIL juga menggunakan framework untuk menjalankan strategi SEO.

Dan yang paling penting, SEO framework ini bisa diterapkan untuk website apapun. Tidak ada batasan. Website Anda yang berbasis WordPress, Blogspot, Shopify, Wix ataupun membuatnya dengan koding sendiri, semua bisa menerapkan SEO framework ini.

Adapun framework SEO yang bisa Anda gunakan untuk belajar SEO terdari dari 3 bagian utama, yang diantaranya :

  • Site Health
  • Content Expert
  • Outreach Campaign

Mari kita bahas satu per satu.

Site Health

Dalam belajar SEO, hal pertama yang harus dipelajari adalah tentang kesehatan dari website Anda.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa dalam belajar SEO Kita juga perlu mempelajari kesehatan dari sebuah website?

Alasannya sederhana saja, karena kesehatan website berpengaruh terhadap proses crawling dari mesin pencari.

Kalau websitenya sehat, maka proses crawlingnya akan semakin sering. Begitu juga sebaliknya, bot akan jarang merayapi website yang tidak sehat.

Kalau bot cukup sering melakukan crawling, maka setiap kali ada konten yang baru di website Anda, maka proses indexing-nya juga akan semakin cepat. Kadang hanya perlu waktu beberapa detik saja untuk bisa terindex. Jadi tidak perlu waktu yang lama sampai berbulan-bulan hanya untuk menunggu proses indexing.

Sehat tidaknya suatu website bisa dilihat dari 3 faktor, yang diantaranya :

  • Site structure
  • Onpage Signal
  • Structure Data.

Mari kita bahas satu per satu.

Site Structure

Suatu website dikatakan sehat apabila strukturnya bagus. Yang dimaksud dengan struktur di sini adalah susunan dari setiap halaman yang ada di dalam sebuah website. Kata lain dari struktur website ini adalah arsitektur website atau bisa juga disebuh dengan hirarki website.

Untuk lebih mudah dalam memahami struktur website, silakan perhatikan gambar berikut ini.

Pada gambar di atas, kalau kita perhatikan penataan sebuah blogpost terstruktrur dengan baik. Misalnya diantara setiap blogpost tidak langsung berelasi dengan blogpost lainnya, melainkan harus berelasi terlebih dahulu dengan category.

Mungkin Anda yang baru belajar SEO bertanya-tanya mengapa kita membuat struktur website yang bagus? Setidaknya ada 3 alasan yang melandasi kenapa kita harus melakukannya.

3 alasan tersebut antara lain :

  • Membantu mesin pencari memahami isi website Anda
  • Mencegah duplikasi dan persaingan dengan konten Anda sendiri
  • Mengantisipasi terjadinya perubahan konten website Anda.

Setelah mengetahui betapa pentingnya struktur website, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimanakah membuat struktur website yang baik itu?

Untuk membuat struktur website yang baik, silakan Anda ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Buat halaman homepage
  2. Buat halaman About, Contact, Privacy Policy dan jika perlu buat juga halaman Syarat dan ketentuan
  3. Buat paling tidak 1 kategori dan maksimal 10
  4. Dari setiap kategori buat paling tidak 1 sub kategori dan maksimal 4
  5. Dari setiap sub kategori buat blog post atau artikel minimal 1 dan maksimal tidak ada batasannya

Jika Anda sudah membuat sebuah struktur website seperti di atas, berikutnya lakukan konversi dalam bentuk sitemap. Biasanya hasil akhirnya berupa file dengan format xml.

Kemudian upload file sitemap Anda ke Google Search Console. Pastikan file sitemap Anda valid dan tidak ada yang error supaya bot dari Google segera melakukan crawling atau perayapan terhadap website Anda.

Pada site structure ini yang perlu kita perhatikan juga adalah hubungan antar halaman atau istilah populernya adalah internal link. Dengan menerapkan internal link pada website kita maka akan menambah bobot suatu halaman dan memudahkan Google bot merayapi halaman tersebut.

Untuk lebih mudah dalam memahami internal link ini, silakan perhatikan baik-baik ilustrasi berikut ini.

Misalkan Anda mempunyai 10 halaman di dalam website Anda. Dari 10 halaman itu semuanya sudah terindex dan hanya 3 halaman saja yang mampu mendatangkan traffic yang banyak. Kemudian Anda ingin membuat halaman baru katakanlah nama halamannya halaman X. Halaman X ini nantinya akan mendatangkan tambahan traffic untuk website Anda.

Lalu setelah Anda mempublish halaman X itu Anda mendapatkan URL. URL tersebut Anda taruh di 3 halaman yang mendatangkan traffic terbanyak. Dengan demikian halaman X ini akan mendapatkan kekuatan dari 3 halaman tersebut. Sehingga hasilnya akan menambah bobot halaman X dibandingkan halaman lain dan akan lebih mudah untuk berada di rangking paling atas.

Onpage Signal

Setelah site structure dan juga sitemap, sebuah webste dikatakan sehat apabila terdapat onpage signal pada website tersebut.

Ada banyak jenis dari onpage signal ini, diantaranya :

  • pengguanaan url yang mudah dibaca
  • terdapat meta title dan meta description
  • menggunakan heading 1, 2, 3 dan 4 di bagian kontennya.
  • ada breadcrumb
  • dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui website Anda sudah terdapat onpage signal atau belum, Anda bisa mengeceknya pada situs seperti :

  • https://sitechecker.pro/
  • https://spotibo.com/seo-analyzer
  • https://www.seobility.net/en/seocheck/
  • https://websiteseochecker.com/
  • https://neilpatel.com/seo-analyzer/
  • dan lain sebagainya.

Dengan melakukan pengecekan onpage signal pada situs-situs di atas, Anda bisa mengetahui apa saja signal yang perlu Anda perbaiki supaya website Anda bertambah sehat.

Data Structure

Indikator berikutnya sebuah website dikatakan sehat adalah jika pada website tersebut terdapat data structure. Lebih tepatnya lagi data structure yang sesuai dengan kaidah-kaidah di Schema.org.

Untuk lebih detail lagi tentang data structure ini, Anda bisa mempelajarinya di sini : https://developers.google.com/search/docs/guides/intro-structured-data.

Itulah 3 hal yang menjadi pondasi pokok untuk kesehatan sebuah website. Sebenarnya masih ada satu lagi yaitu terkait dengan User Experience (UX) dimana salah satu poin yang paling penting adalah tentang kecepatan situs. Tapi ini akan kita bahas lebih detail lagi di lain waktu.

Content Expert

Framework dalam belajar SEO yang kedua adalah content expert. Sesuai dengan namanya, pada bagian ini kita akan lebih banyak membahas tentang konten.

Pada bagian ini, setidaknya ada 3 bagian yang termasuk dalam content expert, diantaranya :

  • Keyword Research
  • Content Creator
  • Content Optimization

Mari kita bahas satu per satu.

Keyword research

Keyword research kalau diterjemahkan berarti riset kata kunci. Intinya adalah kita melakukan serangkaian riset untuk mencari kata kunci yang paling berpotensi mendatangkan banyak traffic ke website kita.

Untuk melakukan riset kata kunci, kita butuh sebuah alat atau tools. Tools yang bisa Anda gunakan antara lain :

  • Google suggestion
  • Ubersuggest
  • Google Keyword Planner
  • Ahrefs
  • MOZ
  • SEMrush
  • Keywordshitter
  • dan lain sebagainya.

Tools memang penting, tetapi yang paling penting dalam riset kata kunci adalah pemahaman Anda tentang search intent.

Ada banyak definisi tentang search intent, tetapi kalau definisi kami adalah motif dibalik pencarian suatu kata kunci.

Misalnya seperti ini, Anda mengetikkan kata belajar SEO di Google. Dari kata kunci ini setidaknya ada beberapa motif yang melatarbelakangi pencarian ini, diantaranyata :

  • mencari panduan atau tutorial belajar SEO
  • mencari tempat kursus belajar SEO
  • mencari tahu belajar SEO yang benar itu seperti apa
  • dan lain sebagainya.

Dari 3 motif tersebut Anda kemudian pilih mana yang paling banyak dicari. Karenanya Anda membutuhkan tools untuk bisa membandingkan 3 search intent di atas.

Dalam melakukan riset dan memilih kata kunci, kami mempunyai aturan. Tujuannya supaya bisa mendatangkan traffic yang banyak tanpa perlu bersusah payah. Kuncinya ada 3, diantaranya :

  • Monthly search volume. Pilih kata kunci yang volume pencarian bulanannya banyak. Ukurannya minimal 1000 per bulan. Jika tidak ada yang mencapai 1000 pencarian per bulan, maka pilih yang paling banyak. Untuk mengetahui angkanya gunakan tools seperti Ubersuggest.
  • Jumlah persaingan. Pilih kata kunci dengan jumlah persaingan yang sedikit. Biasanya kami memilih kata kunci dengan jumlah persaingannya kurang dari 500.000. Untuk mengetahuinya, caranya ketik di Google kata kunci Anda dan di bawahnya akan muncul hasil pencarian. Angka tersebut menunjukkan jumlah persaingannya.
  • Kondisi pesaing. Biarpun 2 kunci di atas terpenuhi, biasanya kami memiliki satu kunci lagi untuk memilih kata kunci. Kunci ini adalah kondisi pesaing yang dilihat dari skore Alexa nya. Kalau skor Alexanya di atas 1 juta, maka silakan ambil dan gunakan kata kunci tersebut. Kalau skok Alexa pesaing di bawah 1 juta, maka silakan cari kata kunci yang lain.

Untuk riset kata kunci ini kami sudah pernah membuat panduan yang lebih detail lagi. Anda bisa mempelajari bagaimana step by step melakukan riset kata kunci dengan membaca artikel yang berjudul : Studi Kasus Cara Mencari Dan Menentukan Kata Kunci Yang Paling Banyak Dicari Di Google Untuk Blog Dan Toko Online dan Validasi Niche Market.

Content Creator

Setelah Anda melakukan riset kata kunci dan mendapatkan apa saja kata kunci yang Anda targetkan, hal berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah membuat konten berdasarkan kata kunci.

Buatlah konten artikel yang ditujukan untuk manusia bukan robot. Maka dari itu membuat artikel yang enak dibaca, berbobot, komprehensif dan juga berkualitas adalah hal wajib di SEO.

Lupakan tentang keyword density. keyword stuffing terlebih lagi konten spinning. Fokuslah ke konten yang berkualitas dan bermanfaat.

Saat ini Google sudah berbeda dengan 5 tahun yang lalu, sehingga strategi pembuatan kontennya pun juga berbeda.

Kalau Anda tidak mampu membuat konten yang berkualitas, tidak ada salahnya menggunakan jasa penulisan konten. Saat ini ada banyak sekali jasa seperti ini. Anda tinggal request ke mereka artikel yang sesuai dengan kata kunci yang Anda targetkan sebelumnya.

Content Optimization

Setelah Anda membuat konten dan mempublishnya, tahap berikutnya dalam belajar SEO adalah melakukan content optimization atau optimasi konten.

hal-hal yang termasuk di dalam optimasi konten ini antara lain :

  • melakukan pengecekan terhadap struktur kalimat dan ejaan
  • menggunakan atribut alt pada pada gambar yang disertakan
  • memberikan internal link ke konten yang masih satu kategori
  • memberikan eksternal link ke website yang relavan dengan konten
  • menempatkan kata kunci yang ditarget pada judul dan awal paragraf
  • jumlah kata pada konten minimal 300 kata
  • dan lain sebagainya.

Kalau Anda menggunakan WordPress sebagai sistem websitenya, Anda bisa menginstall plugin seperti Yoast atau Rankmath untuk melakukan audit konten.

Outreach Campaign

Setelah Anda selesai belajar tentang site health dan juga expert content, bagian terakhir dari SEO framework ini adalah outreach campaign.

Ini dari outreach campaign ini adalah untuk meningkatkan popularitas dan publisitas dari website Anda dengan memanfaatkan pihak lain.

Setidaknya ada 3 pihak yang bisa kita jalin kerjasama, diantaranya :

  • Expert outreach. Ini termasuk para blogger dan juga para tokoh yang mempunyai website dengan banyak traffic.
  • Media outreach. Ini adalah bekerjasama dengan portal berita online.

Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah dalam menjalankan outreach campaign ini tidak gratis. Ada biaya yang harus Anda keluarkan untuk bekerjasama dengan para expert dan juga media. Dan ini biayanya bisa dibilang tidak sedikit.

Itulah cara belajar SEO yang kami kemas dalam bentuk framework. Ini memang masih jauh dari sempurna, maka dari itu jika Anda punya pertanyaan, saran atau masukan terkait konten ini, silakan tuliskan pada kotak komentar di bawah ini.

Atau Anda bisa juga mengirimkan email ke alamat sholeh@krm.email. Kami berkomitmen untuk menyempurnakan artikel ini. Terima kasih sudah menyimak dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments