tim yang kompak

Inbox Episode 3 – Tim Yang Kompak

Bagaimana memiliki dan membangun tim yang kompak menjadi topik INBOX Episode ke tiga ini. Setelah kemarin saya membahas tentang mindset untuk menjadi seorang pengusaha yang bisa Anda saksikan di Inbox Episode 2 – Mindset Untuk Jadi Pengusaha Sukses, kini kita akan beralih membahas tentang tim.

Untuk INBOX episode ke 3 ini saya mendapatkan pertanyaan dari akun yang bernama khalidasofia yang pertanyaannya seperti berikut ini :

Bagaimana memiliki tim/ karyawan yang solid, loyal, kompak dan juga produktif?

Untuk jawabannya bisa Anda saksikan pada 2 video berikut ini :

Tim Yang Kompak

Mengawali INBOX episode ke tiga ini saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa terkait loyalitas itu kuncinya ada di leadership. Kalau leadershipnya bagus dari pimpinan perusahaan maka karyawanpun akan loyal. Begitu pula sebaliknya, kalau leadershipnya buruk maka jangankan loyal, bertahan saja itu sudah cukup bagus jika pemimpinnya punya leadership yang buruk. Namun saya tidak akan membahas tentang hal ini, karena membahas tentang leadership ini butuh waktu yang cukup panjang. Dan lagi, saat ini saya juga masih belajar mengenai leadership ini.

Sehingga pada INBOX episode ini saya akan lebih menitikberatkan pada bagaimana caranya agar tim yang kita miliki itu kompak dan produktif. Kompak itu kata lainnya selaras yang berarti satu suara atau satu tujuan. Sedangkan produktif itu bisa berarti punya output yang jelas, banyak dan bagus.

Sebagai catatan kita semua bahwa pada mulanya semua orang yang ada di tim kita itu tidak saling mengenal atau merupakan orang asing. Oleh karena itu untuk bisa membangun tim yang kompak, ada dua kunci yaitu setiap tim harus bisa saling berkoordinasi dengan baik serta harus bisa belajar atau mempelajari sesuatu yang baru dengan cepat.

Gambaran yang jelas mengenai koodinasi yangh baik dan belajar cepat di dalam tim itu bisa Anda dapatkan pada salah satu vido yang ada di TED yang disampaikan oleh Amy Edmondson. Beliau adalah seorang profesor yang melakukan penelitan tentang “teaming” melalui sebuah peristiwa kecelakaan kerja di Chili pada tahun 2010 yang lalu. Untuk detilnya seperti apa silakan Anda lihat pada video di atas mulai menit ke [01:55].

Teaming adalah kolaborasi dan koordinasi dari orang-orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Bedanya dengan team atau tim adalah pada persiapannya untuk mencapai tujuan. Tim dalam mencapai tujuan itu butuh persiapan dan latihan dalam waktu yang lama, sedangkan teaming untuk persiapannya waktunya sangat mepet bahkan tidak ada karena spontan.

Gambarannya dalam kehidupan sehari-hari contohnya pada pertandingan piala dunia tahun 2018 ini. Setiap timnas dari berbagai negera melakukan serangkaian persiapan dan latihan untuk bisa menang pada acara piala dunia ini. Seperti itu adalah sebuah tim.Sedangkan teaming itu seperti ketika Anda setelah makan siang lalu ada yang mengajak futsal, dan secara spontan semuanya menyetujuinya. Sesampainya di lapangan sudah menempati posisinya masing-masing sesuai dengan kemampuannya.

Sudah cukup jelas bukan bagaimana perbedaan antara tim dengan teaming itu?

Dan yang perlu menjadi kewaspadaan kita semuanya bahwa saat ini dunia bisnis begitu dinamis. Maka dari itu untuk bisa memenangkan persaingan di dalam bisnis, kompak antar tim di internal perusahaan itu tidak cukup. Anda juga harus bisa kompak dengan pihak-pihak di luar perusahaan Anda. Sebagai contoh di KIRIM.EMAIL kami tidak hanya membangun tim yang kompak di internal kami, tetapi juga berkolaborasi dengan perusahaan lainnya seperti Facebook, Zapier, Blazbluz dan lain sebagainya.

Agar semua yang ada tim itu bisa terbagun kekompakan dan juga produktifitasnya menurut saya ada dua yang menjadi kuncinya, yaitu :

  1. Clarity (kejelasan)
  2. Trus (kepercayaan)

Tanpa kejelasan di dalam sebuah tim maka tidak akan ada produktivitas. Sedangkan tidak ada kepercayaan di dalam sebuah tim maka tidak akan ada kekompakan diantara anggota tim. Dua hal ini mudah untuk diucapkan tetapi sangat menantng untuk diparktekkan di dalam bisnis kita.

Sampai di sini dulu INBOX Episode tiga ini. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar bisnis atau email marketing dan Anda ingin saya menjawabnya maka silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui channel berikut ini :

Pertanyaan yang masuk dan saya tampilkan di INBOX ini akan mendapatkan hadiah berupa berlangganan gratis KIRIM.EMAIL selama 1 bulan. Terima kasih Anda sudah menyimak dan sampai bertemu pada episode INBOX berikutnya.

Facebook Comments