Sisi yang Tidak Terlihat dalam Bisnis – Ep. #91

Selamat datang di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode yang ke-91. Pada episode ini Saya akan membahas tentang sisi yang tidak terlihat di dalam bisnis.

Apa yang Saya bahas di sini terinspirasi dari proses pindahan yang Saya dan keluarga dari Bandung ke Sleman. Dari proses pindahan ini ada sesuatu yang menurut Saya penting untuk diambil hikmahnya.

Dengarkan KIRIM.EMAIL Podcast di aplikasi favorit Anda sekarang

Cerita Pertama

Cerita yang pertama adalah proses mencari rumah untuk tempat tinggal. Saat itu Saya dan istri belum bisa memutuskan apakah akan mengontrak, membeli rumah atau membangun rumah mulai dari nol. 

Maka untuk sementara waktu Kami membuat daftar rumah yang mungkin bisa Kami sewa atau beli.

Setelah dapat daftarnya kemudian Kami datangi satu per satu rumah dan bertemu dengan pemilik atau penjaganya. 

Dari sekian list rumah yang sudah Kami datangi, list nya masih sisa 2. Misalnya kalau ada 10 list rumah, maka tinggal yang nomor 9 dan 10 yang belum Kami lihat. 

Singkat cerita, perhatian Kami tertuju pada rumah di list nomor 9. Rumah ini seolah-olah mengeliminasi list 1-8 secara otomatis. 

Lingkungannya bagus, bagian depannya bagus, ruangan-ruangannya dan desain interiornya juga bagus, ideal sekali pokoknya. 

Sampai Kami melihat-lihat ke bagian belakang rumah seperti dapur dan kamar mandi. Bisa dibilang kondisi di sini sangat kontras dengan yang ada di depan dan di bagian tengah rumah. 

Kemudian Saya tanyakan ke pemiliknya kenapa kondisi bagian belakangnya seperti itu, lantas pemilik rumah menjawab sekenanya, seolah-olah ada yang ditutup-tutupi. 

Dari sini Kami menduga ada yang tidak beres. Kalau bagian belakangnya seperti itu bagian mana lagi yang Kami tidak tahu?. Siapa tahu di bagian atap nya mungkin keropos meskipun tampilan luarnya bagus. 

Cerita Kedua

Cerita kedua adalah saat mencari rumah makan di Sleman. Sampai Kami tiba di rumah makan yang cukup terkenal di Jogja.

Setelah selesai makan, istri Saya membayar di kasir dan melewati dapur. Kemudian dia bercerita kalau dapurnya bisa dibilang jorok atau tidak layak untuk sebuah rumah makan. 

Hikmahnya

Dari dua cerita di atas, mungkin sudah umum terjadi di masyarakat kita. Dan menurut Saya hal seperti itu sangat mungkin terjadi di dunia bisnis. 

Bagian depan atau bagian yang terlihat nya bagus tapi ternyata bagian yang tidak bisa dilihat oleh pembeli itu berantakan. 

Dan Saya yakin tidak ada bisnis yang sengaja membuatnya seperti itu. Pemikiran Saya, ini terjadi mungkin karena pemilik bisnis tidak terlalu memperhatikan dan peduli pada bagian yang tidak terlihat ini. 

Namun gara-gara tahu bagian yang tidak terlihat ini, kita jadi punya pemikiran bagian mana lagi yang mungkin tersembunyi di dalam sebuah bisnis. 

Bagi Saya pribadi, produk itu harus dibuat dengan sepenuh hati walaupun ada bagiannya yang tidak terlihat oleh pelanggan. 

Dalam dunia desain, kita mengenalnya dengan istilah back of dresser yang dipopulerkan oleh Steve Jobs.

Ceritanya iPhone generasi pertama itu susunan komponen-komponennya sangat rapi. Itu tidak umum di jamannya. Pada saat itu ponsel dari merek lain susunan komponennya masih berantakan, tidak seperti iPhone. 

Back of the dresser

Sehingga walaupun bagian komponen tidak terlihat langsung oleh pengguna, tetapi susunannya dibuat dengan sepenuh hati. Itulah back of the dresser. 

Cerita lainnya, ada seorang pembuat pisau lipat yang bisa menginspirasi kita untuk menerapkan prinsip back of the dresser ini di dalam bisnis. 

Namanya adalah John Grimsmo.

Dia membuat sebuah pisau lipat yang bagian dalamnya terlihat sangat rapi, bagus dan cantik. Dia pernah mengatakan kalau suatu saat nanti para pengguna akan melihat bagian dalam pisau dan ketika melihatnya itu akan terlihat sangat cantik. 

Dari sini kita bisa belajar bahwa akan selalu ada bagian di dalam bisnis kita yang tidak pernah terlihat oleh pembeli dari luar. Bisa jadi produknya, prosesnya atau mungkin manajemennya. 

Contoh paling gampang adalah laporan keuangan. Biasanya laporan keuangan itu banyak yang tidak rapi. Kolomnya di sana sini, tampilannya monoton dan lain sebagainya. 

Terakhir, ada sebuah quote yang sangat menarik dari iklannya Under Armour yang bintang iklannya adalah Michael Phelps. 

Di akhir iklan itu muncul quote seperti ini : 

It’s what you do in the dark that puts you in the light.

Apa yang kita lakukan di kegelapan itu yang membuat kita jadi sorotan. 

Episode ini Saya tutup dengan sebuah nasihat dari Bilal bin Sa’ad. Beliau mengatakan :

Janganlah Kamu menjadi wali Alloh di tengah khalayak, namun menjadi musuh di saat menyendiri. 

Saya Fikry Fatullah dan sampai jumpa di episode berikutnya.

Sisi yang Tidak Terlihat dalam Bisnis - Ep. #91 - 1

Leave a Comment

Your email address will not be published.