fbpx
Metode dan Cara Riset Keyword Untuk SEO Google

5 Metode dan Cara Riset Keyword Untuk SEO Google

Riset kata kunci merupakan sebuah proses penting di dalam SEO. Walaupun bukan satu-satunya penentu keberhasilan, tetapi riset kata kunci tetap memegang peranan penting, yang kalau Kita lewatkan begitu saja, SEO seolah-olah menjadi tidak ada artinya. Dengan riset keyword yang matang, Kita bisa memenangkan persaingan di halaman pertama mesin pencari dengan mudah dan relatif cepat.

Di halaman ini secara khusus Kami akan memberikan berbagai metode cara riset keyword untuk SEO yang sering digunakan oleh para praktisi. Anda tidak harus menggunakan semua metode ini, tapi dengan menggabungkan beberapa metode bisa memberikan dampak yang bagus terhadap hasil riset keyword yang Kita lakukan.

Apa yang dimaksud riset keyword?

Artikel ini Kami ingin mengawalinya dengan pembahasan tentang apa yang dimaksud dengan riset keyword? Berdasarkan pengalaman yang Kami lakukan, riset keyword adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan kata kunci terbaik yang dilihat dari berbagai aspek, yang selanjutnya digunakan untuk mengoptimasi website sesuai dengan kaidah-kaidah SEO.

Serangkaian aktivitas yang dimaksud antara lain mencari dan mengumpulkan keyword/kueri, melakukan analisa kompetisi dan penyaringan kata kunci yang sesuai kekuatan website yang Kita kelola.

Kenapa Kita Perlu Riset Keyword?

Seperti yang Kami sebutkan dibagian pembukaan bahwa dengan riset keyword Kita bisa memenangkan persaingan di halaman hasil pencarian dengan mudah dan relatif cepat.

Namun selain itu masih ada beberapa alasan lain kenapa Kita perlu riset keyword, yang diantaranya :

Mengetahui volume pencarian dari sebuah keyword

Dengan riset kata kunci Kita bisa mengetahui berapa banyak orang yang mengetik kata kunci yang Kita targetkan dalam sebulan. Misalnya Kita menargetkan kata kunci “email marketing”. Pada saat riset KIta bisa tahu ternyata yang mencari keyword tersebut ada 1.500 orang setiap bulannya.

Dengan mengetahui berapa volume pencarian ini Kita bisa membuat pertimbangan untuk mengambil keyword tersebut atau tidak. Tetapi sebisa mungkin jangan jadikan volume pencarian ini sebagai satu-satunya pertimbangan dalam menentukan keyword. Karena di luar sana ada banyak sekali keyword yang volume pencariannya sangat sedikit, tetapi banyak orang yang membutuhkan dan nilai konversinya sangat tinggi.

Sebagai contoh kalau Kita riset keyword “catering di Bandung” maka volume pencariannya hanya di angka 260 per bulan. Tetapi kalau KIta lihat realitanya banyak orang di bandung yang butuh catering dan kalau dilihat konversinya cukup tinggi.

Metode dan Cara Riset Keyword Untuk SEO Google

Sehingga selain volume pencarian, pertimbangkan juga bagaimana permintaan keyword tersebut di lapangan. Jangan sampai Kita hanya fokus pada volume tetapi malah mengabaikan permintaan yang sebenarnya.

Tahu siapa saja kompetitornya

BACA JUGA :   SEO vS PPC: Memahami Kelebihan dan Kelemahan untuk Strategi Marketing yang Efektif

Selain mengetahui berapa volume pencarian tiap bulan dari sebuah keyword, alasan kedua kenapa Kita perlu melakukan riset keyword adalah Kita bisa tahu siapa saja kompetitor yang Kita lawan.

Di dalam perang KIta wajib tahu dengan siapa Kita berperang. Dengan kata lain Kita harus tahu siapa lawannya. Begitu juga dengan SEO. SEO adalah perang merebutkan posisi di 10 besar hasil pencarian. Dan informasi tentang siapa lawan Kita di SERP bisa diketahui lewat riset kata kunci.

Dengan Kita mengetahui siapa lawannya melalui riset keyword maka Kita akan lebih mudah untuk :

  1. Mengukur kekuatan Kita sampai dimana jika dibandingkan dengan kompetitor.
  2. Mengukur bagaimana kelemahan website yang KIta optimasi.
  3. Mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan oleh kompetitor sehingga bisa muncul di SERP.
  4. dan lain sebagainya.

Paham bagaimana search intent dari sebuah keyword

Alasan ketiga Kita perlu melakukan riset keyword adalah supaya Kita bisa memahami bagaimana serach intent dari sebuah keyword. Sehingga dengan Kita tahu search intentnya, maka Kita bisa merumuskan dan membuat brief yang tepat untuk proses pembuatan konten atau artikelnya.

Search intent itu adalah apa maksud dari sebuah kata kunci itu diketikkan di mesin pencari. Search intent ini secara garis besar ada 3, diantaranya :

  1. Transactional
  2. Informational
  3. Navigational

Search intent : Transactional

Maksudnya adalah bahwa orang mengetik sebuah kata kunci di mesin pencari tujuannya adalah untuk mencari atau ingin membeli suatu produk atau jasa.

Contohnya : “layanan email marketing terbaik” , “jual sepatu futsal” , “jasa kelola sosial media”, dan lain sebagainya.

Jika search intentnya adalah trasactional, maka sebaiknya konten yang kita buat adalah berupa landing page atau sales page. Kalaupun harus berupa artikel maka artikelnya yang dibahas adalah tentang produk yang Anda jual seperti bagaimana pilihan warnanya, modelnya seperti apa, berapa harganya dan berikan CTA untuk membeli produk tersebut.

Intinya adalah fokus pada penawaran dan konversi di dalam konten yang dibuat setelah melakukan riset.

Search intent : Informational

Maksudnya adalah bahwa orang mengetik keyword tujuannya adalah untuk mencari informasi. Search intent ini yang paling banyak diketik oleh orang di mesin pencari.

Bentuk informasi ini ada banyak sekali, seperti definisi, tutorial, list dan lain sebagainya.

Contohnya : “email marketing adalah” , “cara memasak kupat lebaran” , “apa itu investasi” , dan lain sebagainya.

Jika search intentnya adalah informational maka sebaiknya Anda buat konten yang informatif yang menjawab kebutuhan informasi dari si pencari secara mendalam dan lengkap. Karena itu biasanya kontennya berupa artikel yang panjang.

BACA JUGA :   Apa itu Canonical URL dan Fungsinya Untuk Apa?

Search intent : Navigational

Yang terakhir ini maksudnya adalah orang mengetik keyword tujuannya adalah untuk mengarahkan ke tempat yang diinginkan. Contohnya “tempat makan enak dekat sini” , “alamat kantor KIRIM.EMAIL” , “Halaman blog Tokopedia” dan lain sebagainya.

Itulah 3 alasan kenapa Kita perlu riset keyword yang kalau diringkas menjadi :

  1. Bisa mengetahui volume pencarian bulanan.
  2. Bisa tahu siapa saja kompetitor.
  3. Bisa menentukan search intent dengan mudah.

5 Metode Riset Keyword Untuk SEO Google

Sekarang Kita masuk ke pembahasan utama yaitu tentang metode riset kata kunci. Berdasarkan pengalaman Kami, setidaknya ada 6 metode yang bisa digunakan untuk riset keyword, diantaranya :

Metode Suggestion & Related Keywords

Metode riset keyword yang pertama adalah suggestion & related keyword. Pada intinya metode ini mencari dan mengumpulkan kata kunci yang disarankan oleh Google (keywords suggestion) dan kata kunci yang saling berkaitan.

Metode ini bisa dipakai jika Anda tidak punya anggaran untuk berlangganan tools SEO seperti Semrush, Moz, Ahrefs dan sejenisnya.

Untuk cara kerjanya sangat mudah. Anda hanya perlu mengetikkan kata kunci utama di kotak pencarian, lalu tekan spasi. Sesaat setelahnya akan muncul keywords suggestion yang disarankan oleh Google.

Sebagai contoh jika Kita mencari kata kunci “nasi kuning” , dengan metod ini akan muncul beberapa saran kata kunci yang diantaranya : nasi kuning semarang, nasi kuning pasundan, nasi kuning bento, nasi kuning ultah, dan lain sebagainya.

Metode dan Cara Riset Keyword Untuk SEO Google

Dari saran yang muncul itu kemudian Anda ambil kata kunci yang sesuai dengan serach intentnya. Kalau Anda jualan nasi kuning maka Anda bisa memilih keyword nasi kuning box atau nasi kuning terdekat. Tapi kalau search intentnya adalah informational maka Anda bisa memilih keyword nasi kuning bento atau nasi kuning ultah dan buat artikel yang berkaitan dengan keyword tersebut.

Metode Trending

Metode riset keyword yang kedua adalah trending. Pada intinya metode ini menggunakan data trend dari suatu keyword. Kalau trendnya sedang naik maka kita ambil, kalau sedang turun sebaiknya Kita hindari. Tetapi dengan metode riset keyword ini Kita juga bisa mencari kata kunci yang musiman. Artinya di saat tertentu trend nya naik, di saat tertentu trend nya turun, tapi di waktu tertentu akan naik lagi dan ini berulang setiap tahunnya.

Untuk melakukan riset keyword dengan metode ini yang kita butuhkan adalah Google Trend.

BACA JUGA :   Google Bisnis: Kunci Sukses Bisnis di Era Digital

Metode People Also Ask (PAA)

Metode yang ketiga adalah People Also Ask. Pada intinya metode riset keyword ini adalah untuk mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh orang-orang terkait dengan keyword yang Kita targetkan.

Sebagai contoh kita menargetkan kata kunci “ganti kampas ganda nmax”. Dengan metode ini Kita bisa mendapatkan pertanyaan lain yang masih relevan dengan keyword tersebut. Contoh pertanyaannya seperti : Berapa km kampas ganda harus diganti? apa yang terjadi jika kampas ganda habis, kampas ganda NMAX sama dengan motor apa? dan lain sebagainya.

Metode dan Cara Riset Keyword Untuk SEO Google

Selanjutnya Kita bisa membuat konten berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mudah bukan?

Biarpun terlihat mudah, namun Anda tetap harus memperhatikan serach intent dari setiap pertanyaan yang muncul. Kelompokkan pertanyaan-pertanyaan yang serach intentnya sama lalu buat kontennya.

Metode Keyword Generating

Metode riset keyword yang keempat adalah keyword generating. Maksudnya adalah Kita melakukan riset keyword dengan memasukkan sebuah keyword utama ke dalam sebuah tool, lalu tool tersebut akan men-generate keyword turunannya.

Dengan metode ini Kita bisa mendapatkan ratusan atau bahkan ribuan keyword dalam waktu singkat.

Namun metode ini bukan berarti tanpa kekurangan. Kekurangannya adalah terkadang hasil generate keywordnya terlalu luas sehingga Kita perlu melakukan filtering secara manual. Selain itu untuk jumlah pencarian dan kompetitornya pun tidak bisa diketahui karena hasilnya hanya berupa daftar keyword saja.

Untuk menutup kekurangan ini maka Kita harus menggabungkannya dengan metode riset keyword yang lainnya.

Untuk cara risetnya juga sangat mudah. Kita hanya perlu menggunakan tool yang bernama Keywordsheeter. Kita buka situsnya, ketik keyword utamanya, pilih negara dan bahasanya lalu sistem akan langsung men-generate keyword turunan dari keyword utama.

Misalnya Kita menargetkan kata kunci “pengembangan diri” maka keyword yang akan muncul akan banyak sekali.

5 Metode dan Cara Riset Keyword Untuk SEO Google - 1

Selanjutnya tinggal pilah dan pilih sesuai dengan search intentnya.

Metode Competitor Scraping

Metode riset keyword yang kelima adalah competitor scraping. Metode ini dilakukan dengan cara mengambil keyword yang ditargetkan oleh kompetitor. Dan menurut Kami ini adalah metode yang paling mudah dan tidak perlu keluar tenaga ekstra untuk melakukan riset keyword.

Cara melakukannya Kita butuh tools seperti Ahrefs, Moz, Semrush. Yang gratisan Anda bisa menggunakan Similarweb. Anda cukup masukkan domain kompetitor lalu klik Search. Kemudian cek hasilnya di bagian Keyword Search Traffic. Di sana akan muncul apa saja keyword atau kueri yang ditargetkan oleh kompetitor Anda.

Selanjutnya tinggal Anda sesuaikan search intentnya dan buat artikelnya.

Itulah 5 metode dan cara riset keyword untuk SEO Google. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda dalam melakukan riset keyword. Jika ada pertanyaan terkait metode di atas silakan tulis pertanyaan Anda pada kotak komentar di bawah ini.

Muhammad Sholeh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *