rawan gagal

Rawan Gagal

Bismillah…

Beberapa tahun yang lalu, saya menghapus akun LinkedIn saya. Saat itu saya tidak menemukan manfaatnya memiliki terlalu banyak akun sosial media. Facebook saja cukup, pikir saya. Tapi karena belakangan semakin banyak yang “hanya” membangun network bisnis di LinkedIn, dan kesulitan menghubungi saya karena tidak aktif di Facebook, maka saya kembali membuat akun Linkedin.

Namun, bukan itu yang ingin saya bahas.

Saya jadi teringat dengan kata-kata pendiri LinkedIn yang bernama Reid Hoffman, yang kira-kira seperti ini:

“Bisnis itu seperti lompat dari tebing dan membangun pesawat terbang saat sedang jatuh kebawah.”

rawan gagal

Apa yang terjadi saat seseorang membangun pesawat dalam kondisi lagi terjun kebawah dari ketinggian? SEBAGIAN BESAR akan gagal. Itulah kenapa sebagian bisnis tidak bisa melewati ulang tahunnya yang pertama.

Kalimat Reid diatas mewakili banyak hal dalam bisnis. Banyak sekali yang Anda lakukan akan rawan kegagalan, terutama di awal.

  • Merekrut tim? Kemungkinan 1-2 orang pertama yang Anda rekrut akan lari.
  • Belajar Facebook Ads? Anda sudah bisa mengucapkan 1-2 juta pertama Anda raib jika Anda ingin memulai.
  • Ikut seminar? Beberapa yang diajarkan mungkin tidak berhasil Anda jalankan…

Ya memang begitu, tidak ada yang mengherankan, tidak hanya di bisnis, mayoritas proses belajar manusia memang seperti itu, natural. Yang mengherankan justru adalah orang yang heran kenapa Ia gagal saat hanya baru 1-2x mencoba.

Kita naik sepeda juga banyakan jatuhnya di awal daripada berhasilnya. Orang-orang yang kita lihat sekarang iklan Facebook-nya menghasilkan milyaran juga dulu seringan gagalnya daripada berhasilnya. Yang membuat belajar di bisnis jadi menyakitkan adalah hampir semua kesalahan yang kita lakukan akan menyebabkan kehilangan uang.

Jadi, adalah wajar seseorang awalnya akan gagal mengadopsi kanal marketing baru seperti email kedalam bisnisnya.

Di KIRIM.EMAIL polanya juga sama, dari beberapa pengguna yang saya perhatikan, yang saat berhasil itu adalah yang bertahan menghadapi kegagalan di awal-awal mereka belajar email marketing. Mereka hampir tidak merasakan hasil apa-apa dari database mereka dalam 1-3 bulan mengeksekusi strategi email marketing mereka, bahkan di beberapa kasus lebih lama lagi.

Namun di satu titik, bisnis mereka bertumbuh pesat sekali, setelah strategi email marketingnya mulai membuahkan hasil.

Jadi, apapun yang Anda pelajari, terutama dalam bisnis, bersiaplah menghadapi rentetan ketidak berhasilan di awal. Termasuk saat Anda belajar email marketing.

Di KIRIM.EMAIL kami sudah banyak sekali memberikan video yang berisi mulai dari tutorial dasar, hingga studi kasus yang berisi penerapan email marketing kedalam sebuah bisnis. Apakah lalu hal tersebut menjamin Anda langsung berhasil? Tentu tidak.

Tidak ada yang bisa menjamin apa-apa dalam bisnis seseorang, itulah bisnis. Disanalah seninya. Jalani saja. Selamat mempelajari hal baru.

Facebook Comments