Otomatisasi Pelanggan Korporasi

Bismillah..

Meningkatkan calon pelanggan korporasi bagi sebagian perusahaan B2B mungkin sangat menantang.

Dibutuhkan pendekatan yang tepat untuk meyakinkan calon pelanggan korporasi untuk menggunakan produk/jasa kita.

Maka dari itu, apakah ada cara meningkatkan jumlah calon pelanggan yang sesuai dengan bisnis kita, membangun kedekatan dengan calon pelanggan tersebut tapi tanpa harus merekrut banyak tenaga sales yang akan menambahkan cost bagi perusahaan?

Jawabannya adalah “Otomatisasi”

Dengan mengotomatisasi, kita bisa mendapatkan calon klien dari berbagai channel pemasaran dan membangun kedekatan dengan calon klien tanpa perlu menambah tenaga sales…

“Mas bisnis Saya itu B2B, emang bisa dibuat online dan diotomatisasi?”

dan jawabannya : Tergantung.

Beberapa Model bisnis B2B (Business to Business) bisa dibilang sedikit ‘kaku’ dibandingkan dengan model bisnis lainnya.

Tidak seperti B2C (Business to Customer) atau bahkan C2C (Customer to Customer) yang bisa dengan mudah bertransformasi dari tradisional ke digital.

Model bisnis B2B ini memang ada tahapan tahapan yang mungkin selama ini sulit untuk di-online-kan, bahkan diotomatisasi.

Beberapa dari model bisnis B2B ini masih berkutat pada dokumen dokumen penjualan yang tidak kita temui di model bisnis lain.

Seperti diantaranya :

  • Dokumen Purchased Order
  • Dokumen Sales Order
  • Surat Tagihan atau Invoice
  • dsb.

Hal itu masih dilakukan oleh banyak pebisnis B2B, dan dari situ juga mereka menilai bahwa model bisnis B2B ini sulit untuk masuk ke ruang lingkup digital.

Satu hal yang membuat ini semakin berat adalah bahwa nilai transaksi pada model bisnis B2B ini sangat besar.

Kalau di B2C atau C2C itu mungkin ada pada rentang lima puluh ribu Rupiah sampai satu jutaan Rupiah, B2B nilainya bisa ratusan juta bahkan Milyaran Rupiah.

Jadi, apakah B2B bisa di-online-kan dan diotomatisasikan?

Seperti yang tadi Saya katakan, semua tergatung..

Tergantung sejauh mana Anda mencoba untuk mengotomatisasikan bisnis B2B yang sedang Anda jalankan.

#1 Integrasi

Model bisnis B2B sangat bisa diotomatisasikan dengan pola integrasi.

Misal pada proses negosiasi, Anda bisa menggunakan layanan live chat di website, dan menggunakan layanan bot yang bisa melayani pelanggan sesuai dengan kebutuhannya.

Setelah percakapan di live chat tersebut ditutup, maka langsung terintegrasi ke layanan CRM, dan direkam sebagai data calon pelanggan.

Atau bisa juga dengan menggunakan tombol khusus untuk membuat penawaran.

Kalau biasanya toko online ada tombol Beli (Purchased), website B2B bisa menambahkan tombol untuk membuat penawaran (Request Quotation).

Sehingga mereka bisa langsung memprosesnya, dan Anda bisa langsung melakukan Follow Up yang juga otomatis.

#2 Follow Up Otomatis

Perbedaan lain antara B2B dengan model bisnis lainnya ada di mekanisme Follow Up.

Model bisnis lain mungkin bisa saja Anda buat template desain email yang atraktif dengan gambar dan tulisan yang menarik.

Pada B2B, mengingat pelanggan Anda adalah korporasi juga, maka tata bahasa Anda saat melakukan Follow Up pun harus disesuaikan.

Dan melakukan Follow Up ini bisa dengan mudah Anda Automatisasi dengan email Sequence yang sudah Anda buat di layanan Email Automation.

Buat segmentasi yang sesuai dengan tahapan pelanggan Anda, dan rangkai email yang akan dikirim secara otomatis.

#3 Media Sosial dan Ads Otomatis

Walaupun pelanggan Anda formal, tetap saja mereka menggunakan sosial media dan membuka portal berita.

Di situ peluang Anda terbuka untuk kembali mengingatkan mereka tentang produk yang pernah mereka tanyakan.

Dengan aplikasi yang sudah terintegrasi dari mulai Chat – CRM – Email Marketing, maka Anda bisa dengan mudah menarget orang orang tersebut secara spesifik.

Bahkan sangat spesifik, sangat personal kalau Anda tau cara menghubungkan ketiganya, termasuk menghubungkannya ke layanan periklanan seperti :

  • Google ads
  • Facebook ads
  • Instagram ads
  • dsb

Apakah otomatisasi itu berpengaruh ke penjualan Saya?

Proses penjualan atau Sales itu adalah proses yang sangat prosedural, ada step by step yang harus diikuti.

Dengan melakukan alur atau workflow yang jelas seperti di atas, maka Anda bisa dengan mudah memonitor pada tahap mana bisnis Anda bisa dimaksimalkan.

Adanya prosedur yang sistematis juga akan menghindari variasi yang mungkin terjadi di semua divisi di bisnis Anda.

Kelas Super Sales Funnel ini sangat cocok juga untuk Anda yang memiliki model bisnis B2B.

Karena di sini, Anda akan mempelajari bagaimana semua tahapan itu ada prosedurnya,

Dan tentunya Anda akan mempelajari mengotomatisasikannya.

Plus Anda akan belajar dari model model bisnis yang sudah terbukti menghasilkan, jadi tidak perlu khawatir dan bisa langsung Anda implementasikan ke bisnis Anda.

Menarik bukan?

Sebaiknya Anda segera mendaftar hari ini, karena bonus khusus berlangganan layanan email marketing KIRIM.EMAIL akan kami tutup pada 1 Maret 2020.

Jangan sampai ketinggalan kesempatan ini ya.

Sampai jumpa di kelas.

Salam

Hasbi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments