Bismillah…
Tadinya, episode kali ini saya buat untuk refleksi, untuk mengambil pelajaran dari 10 tahun KIRIM.EMAIL.
Qadarullah, Alhamdulillah, KIRIM.EMAIL sudah satu dekade. Saya tidak mau bilang “nggak kerasa”, karena emang beneran kerasa di saya.
Sangat menantang, tapi sangat banyak pembelajaran dari perjalanan ini.
Nah, saya mau menuangkan itu dalam sebuah podcast khusus atau artikel blog yang sifatnya refleksi.
Yang mungkin bisa kita ambil pelajarannya bersama. Karena saya banyak banget belajar selama 10 tahun membangun KIRIM.EMAIL.
Dulu, saya pernah menulis artikel sejenis, yaitu “4 Pelajaran dari 4 Tahun KIRIM.EMAIL” waktu kami memasuki tahun keempat. Anda bisa membaca artikel tersebut sebagai pemanasan.
Namun, ada satu pertanyaan mendasar yang akhirnya membawa kita ke pembahasan utama episode kali ini terlebih dahulu: “Apakah email marketing masih relevan?”
Mari kita jawab. Untuk menjawab apakah email masih relevan, kita harus melihat dulu rentetan realita menyedihkan yang sedang terjadi di internet saat ini.
Ada badai besar yang sedang menghantam saluran distribusi bisnis kita. Jika diurutkan, masalahnya kira-kira seperti ini, dan mari kita lihat bagaimana email marketing menjadi jalan keluarnya.
Seperti biasa artikel ini didukung oleh Kirim.Email, layanan email infrastructure untuk bisnis di internet. Gunakan kode kupon KEPO untuk diskon 10% semua layanan di Kirim.Email.
Anda juga bisa dengarkan melalui spotify atau aplikasi favorit Anda disini:
Daftar Isi
Dengarkan KIRIM.EMAIL Podcast di aplikasi favorit Anda sekarang
Jangkauan Media Sosial dan Marketplace Terus Anjlok
Masalah pertama yang sangat terasa di lapangan hari ini adalah turunnya jangkauan organik (reach) di hampir semua media sosial.
Dulu, memposting sesuatu untuk berjualan itu mudah dan murah. Sekarang, aturan terus berubah.
Algoritma semakin membatasi kita. Aturan marketplace pun makin ketat dan memaksa kita bekerja ekstra keras hanya agar toko kita terlihat.
Kendali Distribusi Penuh dengan Email Broadcast
Ketika algoritma membatasi siapa yang bisa melihat postingan Anda, email marketing adalah solusinya. Melalui fitur Email Broadcast, Anda tidak perlu berharap pada belas kasihan algoritma. Saat Anda menekan tombol “Kirim”, pesan Anda akan langsung mendarat di inbox pelanggan Anda.
Anda memegang kendali penuh atas distribusi konten dan promosi bisnis Anda sendiri.
Biaya Iklan Meroket, Influencer Palsu, & Risiko Kehilangan Akun
Karena jalur organik makin sulit, orang-orang akhirnya lari ke jalur berbayar (paid traffic).
Efeknya? Persaingan di platform iklan jadi sangat brutal.
Biaya iklan semakin hari semakin naik dan mencekik margin keuntungan kita. Ditambah lagi, potongan komisi marketplace sekarang makin besar.
Lalu bagaimana dengan influencer? Ternyata kondisinya sama suramnya. Data menunjukkan 50% influencer Instagram menunjukkan gejala fraud (penipuan) dengan pengikut bot. Engagement rate rata-rata mega-influencer kini hanya tersisa 0,33%.
Kita membayar jutaan rupiah untuk jangkauan yang makin semu.
Di sisi lain, kalau bisnis kita hanya bergantung sepenuhnya pada satu platform, kita sangat rentan. Sewaktu-waktu algoritma berubah atau akun dihapus tanpa alasan yang jelas, bisnis kita bisa langsung hancur.
Jaga Margin dan Bangun Aset dengan Email Automation
Solusinya adalah berhenti membuang uang hanya untuk terus-terusan mengakuisisi pelanggan baru lewat iklan mahal atau influencer yang dipenuhi bot.
Anda bisa memanfaatkan fitur Email Automation dari KIRIM.EMAIL untuk menjual kembali (follow-up) secara otomatis ke orang-orang yang sudah pernah bertransaksi dengan Anda. Biayanya jauh lebih murah, sehingga margin Anda tetap aman.
Selain itu, dengan melakukan List Building, Anda memindahkan pengikut Anda dari platform yang rawan diblokir menjadi aset email list yang sepenuhnya Anda miliki.
Untuk memahami pola dan kerangka kerja strategi pemasaran ini lebih dalam, Anda juga bisa mempelajarinya di KEPO Episode 112: Marketing dalam 17 Menit.
Fenomena “SEO is Dead”
Karena media sosial makin sulit dan iklan makin mahal, banyak pebisnis yang berpaling kembali ke Google, berharap pada Search Engine Optimization (SEO) untuk mendatangkan pengunjung gratis.
Tapi sayangnya, hari ini kita menghadapi fenomena yang sering disebut “SEO is Dead”. Mesin pencari kini didominasi oleh AI (Generative AI / AI Overviews). Saat orang mencari sesuatu, AI langsung memberikan jawabannya di halaman depan tanpa pengguna harus mengklik link website kita.
Trafik organik dari Google anjlok drastis. Berharap pada trafik organik hari ini rasanya seperti menunggu keajaiban.
Kumpulkan Kolam Audiens Sendiri Lewat Web Form
Ketika Anda tidak bisa lagi mengandalkan pengunjung gratis dari pencarian Google, Anda harus memastikan setiap pengunjung yang terlanjur mampir ke website Anda tidak pergi begitu saja. Gunakan Web Form (Formulir Pendaftaran) di halaman website Anda untuk menangkap alamat email mereka. Dengan begitu, Anda membuat kolam audiens Anda sendiri yang bisa Anda hubungi kapan pun tanpa harus bergantung pada peringkat Google lagi.
Efek “Dead Internet Theory” dan Ledakan Konten AI
Yang membawa kita ke kelompok ketiga, dan ini yang paling mengerikan: efek langsung dari Dead Internet Theory. Internet yang rusak, internet yang sudah mati.
Saat kita memposting sesuatu untuk jualan di internet, kita itu sebenarnya sedang berteriak ke bot. Kita teriak-teriak ke keramaian bot yang tidak merespon. Ataupun kalau mereka merespon, responnya itu mati.
Ini diperparah dengan masalah nomor delapan di daftar saya: ledakan konten AI. Data menunjukkan bahwa 55% konten tertulis di internet adalah buatan AI per tahun 2025. Semuanya serba sintetis dan diproduksi massal seperti dari pabrik.
Kembalikan Interaksi Manusiawi dengan Personalisasi Email
Jadi pertanyaannya, bagaimana konten kita bisa menonjol di tengah lautan konten-konten robot ini?
Itulah kenapa saya tetap bertahan menggunakan format long form (konten panjang) audio podcast seperti ini, yang didistribusikan ke YouTube, dan long form artikel di kepo.blog.
Saya tetap bertahan di sini karena ini beneran dari hati kami, dari hati saya dan teman-teman di KIRIM.EMAIL. Kami membuat ini sepenuh hati. Tim yang menulis dan membuat konten dari apa yang saya katakan di sini melakukannya sepenuh hati supaya dapat feel-nya.
Ini cara saya, ini ikhtiar saya untuk menonjol. Cara Anda bagaimana? Silakan dicari.
Namun bagi saya, email marketing memfasilitasi ikhtiar ini secara sempurna. Dengan fitur Personalisasi & Segmentasi, Anda bisa berbicara langsung secara intim ke inbox pelanggan Anda. Anda bisa menyapa nama mereka, menulis dari hati, dan pesan Anda bisa diterima dengan baik tanpa harus bersaing dengan lautan bot pembuat keributan di media sosial.
Jadi, kembali ke pertanyaan awal: apakah email marketing masih relevan?
Di tengah internet yang rusak, dipenuhi konten bot buatan AI, serta algoritma yang semakin membatasi kita, memiliki saluran komunikasi yang langsung, personal, dan sepenuhnya Anda kuasai justru menjadi sangat krusial.
Pilihan ada di Anda. Mau pakai platform apa pun di depan untuk mencari traffic, silakan. Tapi pada akhirnya, bangunlah email list Anda.
Semua referensi, data, dan note didalam episode ini bisa Anda cek di daftar pustaka dibawah ini.
Terima kasih. Sampai ketemu di episode selanjutnya. Insya Allah.
Fikry.
Daftar Pustaka dan Notes
A. Konten AI dan Dead Internet Theory
- Almcorp (2025) ‘Tiktok Brand Growth Instagram Organic Reach Decline 2025’, Almcorp Blog. https://almcorp.com/blog/tiktok-brand-growth-instagram-organic-reach-decline-2025/
- Galaxy (2024) ‘Dead Internet Theory: Collapse Online Truth’, Galaxy Insights. https://www.galaxy.com/insights/perspectives/dead-internet-theory-collapse-online-truth
- The Guardian (2024) ‘Techscape: Artificial Intelligence, Bots, Dead Internet Theory’, The Guardian, 30 April. https://www.theguardian.com/technology/2024/apr/30/techscape-artificial-intelligence-bots-dead-internet-theory
B. Email Marketing ROI dan Statistik Efektivitas
- EmailMonday (2025) ‘Email Marketing ROI Statistics’, EmailMonday. https://www.emailmonday.com/email-marketing-roi-statistics/
- EmailToolTester (2025) ‘Email Marketing ROI’, EmailToolTester Blog. https://www.emailtooltester.com/en/blog/email-marketing-roi/
- MailMunch (2025) ‘Email Marketing vs Social Media’, MailMunch Blog. https://www.mailmunch.com/blog/email-marketing-vs-social-media
- VerifiedEmail (2025) ‘Email Marketing ROI Statistics’, VerifiedEmail Blog. https://verified.email/blog/email-marketing/
C. Biaya Marketplace dan Komisi
- Wintera (2026) ‘Biaya Admin Marketplace Hampir 20%: Kerugian Besar yang Harus Diperhatikan Seller di 2026’, Wintera, 2026. https://wintera.co.id/article-detail/biaya-admin-marketplace-hampir-20%25:-kerugian-besar-yang-harus-diperhatikan-seller-di-2026/8112
D. Studi Kasus Email Marketing
- OneSoft (2025) ‘5 Case Studies Proving Email Marketing Works in 2025’, OneSoft Blog. https://onecodesoft.com/blogs/5-case-studies-proving-email-marketing-works-in-2025
E. Cookies Pihak Ketiga dan Tracking
- Epsilon (2025) ‘Third-Party Cookies’, Epsilon Insights. https://www.epsilon.com/us/insights/third-party-cookies
- Forbes Forrester (2024) ‘Google Commits to Third-Party Cookies Deprecation in 2024’, Forbes, 16 Januari 2024. https://www.forbes.com/sites/forrester/2024/01/16/google-commits-to-third-party-cookies-deprecation-in-2024/
- CookieYes (2025) ‘Third-Party Cookies Going Away’, CookieYes Blog. https://www.cookieyes.com/blog/third-party-cookies-going-away/
- Adtelligent (2025) ‘Ad Tech Insights: How Third-Party Cookies Elimination Will Affect Programmatic Ecosystem’, Adtelligent Blog. https://adtelligent.com/blog/ad-tech-insights/how-third-party-cookies-elimination-will-affect-programmatic-ecosystem/
F. iOS App Tracking Transparency (ATT)
- AppleInsider (2021) ‘App Tracking Transparency Having Big Impact on Ad Effectiveness’, AppleInsider, 14 Juli 2021. https://appleinsider.com/articles/21/07/14/app-tracking-transparency-having-big-impact-on-ad-effectiveness
- SocialMediaToday (2021) ‘Facebook Outlines Impacts of Apple’s Data Tracking Update Provides Tips On’, SocialMediaToday, 2021. https://www.socialmediatoday.com/news/facebook-outlines-impacts-of-apples-data-tracking-update-provides-tips-on/607039/
- AdNabu (2021) ‘Shopify: iOS 14 Impact on Facebook Ads’, AdNabu Blog. https://blog.adnabu.com/shopify/ios-14-impact-on-facebook-ads/
- Hurrdat Marketing (2021) ‘Digital Marketing News: How App Tracking Transparency Impacts Facebook Ads’, Hurrdat Marketing. https://hurrdatmarketing.com/digital-marketing-news/how-app-tracking-transparency-impacts-facebook-ads/
- Adhesion (2021) ‘How Apple’s iOS 14.5 Update Affects Facebook Ads’, Adhesion Blog. https://www.adhesion.co.nz/blog/how-apples-ios-14-5-update-affects-facebook-ads
G. Akun Media Sosial yang Dibanned / Disuspend
- Retail Insider (2023) ‘Small Businesses in Canada Battle Unfair Instagram Suspensions: A Tale of Lost Revenue and Accountability Demands’, Retail Insider, Desember 2023. https://retail-insider.com/retail-insider/2023/12/small-businesses-in-canada-battle-unfair-instagram-suspensions-a-tale-of-lost-revenue-and-accountability-demands-feature-interviews/
- Hosking, I. (2024) ‘Your Website and Email List Are the Only Two Things on the Internet You Actually Own’, LinkedIn, 2024. https://www.linkedin.com/posts/izzy-hosking-601233171_your-website-and-email-list-are-the-only-activity-7416077767601274880-j2MS
- Reddit (2025) ‘Instagram Banned Our 20k Follower Account’, Reddit r/ecommerce, 2025. https://www.reddit.com/r/ecommerce/comments/1j5uudx/instagram_banned_our_20k_follower_account/
H. Regulasi Privasi dan Consent
- Privacy Enhancing Technologies Symposium (2024) ‘Privacy Enhancing Technologies Symposium 2024’, PETS 2024, 2024. https://petsymposium.org/popets/2024/popets-2024-0016.pdf
- arXiv (2013) ‘Privacy and Tracking in Online Advertising’, arXiv, 2013. https://arxiv.org/pdf/1305.2306.pdf
- Privacy Enhancing Technologies Symposium (2024) ‘Consent Management Platforms and Privacy Compliance’, PETS 2024, 2024. https://petsymposium.org/popets/2024/popets-2024-0011.pdf
I. Content Shock dan Newsletter
- Universitas Ekonomi Varna (2024) ‘Content Shock dan Kurasi Digital’, Bulgarian Management Review, 2024. https://bi.ue-varna.bg/ojs/index.php/bmc/article/download/24/8
- Taylor & Francis Online (2024) ‘Content Saturation and Consumer Behavior in Digital Marketing’, Journal of Marketing Research, 2024. https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1080/0965254X.2024.2386002?needAccess=true
- ZeroDraft (2025) ‘What Substack Teaches Us About Media’, ZeroDraft Substack, 2025. https://zerodraft.substack.com/p/what-substack-teaches-us-about-media
- Press Gazette (2025) ‘Biggest Substack Newsletters 2025’, Press Gazette, 2025. https://pressgazette.co.uk/newsletters/biggest-substack-newsletters-2025/
J. Biaya Iklan Berbayar (Google Ads, Facebook Ads)
- Google Ads (2025) ‘Average Cost Per Click (CPC) 2025’, Google Ads Blog, 2025. https://www.google.com/ads
K. Influencer Marketing dan Fraud
- Instagram (2023) ‘Instagram Account Status Tools Criticised as Opaque, Ineffective and Discriminatory by Creators in New Study’, LSE News, 2023. https://www.lse.ac.uk/news/latest-news-from-lse/instagrams-account-status-tools-criticised-as-opaque-ineffective-and-discriminatory-by-creators-in-new-study
L. Publikasi Akademis dan Riset Lanjutan
- International Journal of Creative Research and Reviews (2024) ‘Bot Detection and Digital Marketing Implications’, IJCRR, 2024. https://ijcsrr.org/wp-content/uploads/2024/06/75-2506-2024.pdf
- International Journal of Financial and Management Research (2024) ‘Email Marketing Effectiveness in Digital Economy’, IJFMR, 2024. https://www.ijfmr.com/papers/2024/6/30381.pdf
- arXiv (2023) ‘AI-Generated Content Detection and Internet Quality’, arXiv, 2023. https://arxiv.org/pdf/2303.09147.pdf
- arXiv (2025) ‘Bot Traffic and Internet Authenticity in 2025’, arXiv, 2025. https://arxiv.org/pdf/2502.12103.pdf
M. Perubahan Kebijakan Google
- Forbes Forrester (2024) ‘Google Reverses Decision to Eliminate Third-Party Cookies’, Forbes, 25 Juli 2024. https://www.forbes.com/sites/forrester/2024/07/25/google-reverses-decision-to-eliminate-third-party-cookies/
N. Sumber Tambahan – Customer Retention dan Churn
- Berbagai sumber industri menyebutkan bahwa biaya akuisisi pelanggan baru 5-25 kali lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada, dan bisnis di Amerika Serikat kehilangan $136.8 miliar setiap tahunnya karena churn yang dapat dihindari. Data ini merupakan konsensus industri yang dilaporkan oleh berbagai platform email marketing dan penelitian pemasaran digital.

