Episode 55 – Merek Yang Tersandera

Bismillah..
Selamat datang kembali di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast bersama saya Fikry Fatullah. KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode ke 55 ini masih didukung oleh KIRIM.EMAIL layanan email marketing yang kami desain untuk pebisnis online di Indonesia.

Episode ini juga didukung oleh Belanja.BIO sebuah platform toko online yang menjadikan pengalaman belanja di Instagram menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Anda bisa menggunakan kode kupon KEPO untuk mendapatkan diskon 10% saat berlangganan di KIRIM.EMAIL maupun di Belanja.BIO.

Pada KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode 55 ini saya mengambil judul ‘Merek Yang Tersandera”. Judul ini saya ambil karena terinspirasi oleh salah satu tweet dari Jason Fried. Jason Fried ini adalah CEO dari Basecamp pada awal bulan September tahun ini. Basecamp ini adalah aplikasi yang kami gunakan sebagai kantor digitalnya KIRIM.EMAIL.

Pada tweet tersebut Jason menuliskan bahwa Google menempatkan 4 slot iklan sebelum hasil pencarian organik. Walaupun saat ini websitenya sudah berada di rangking 1 pada hasil pencarian organik dengan kata kunci “Basecamp”, untuk slot iklan ini Jason harus membayar ke Google (melalui Google Ads) untuk bisa ditemukan oleh orang yang mencarinya dan untuk bisa menempati urutan teratas.

Kalau Jason tidak membayar ke Google maka 4 slot iklan tersebut akan diisi oleh kompetitor yang menargetkan kata kunci ‘Basecamp”. Ini bisa menjadi ancaman untuk brand Basecamp walaupun websitenya berada di rangking 1 hasil pencarian organik.

Pada kasus ini saya menyebut sebagai penyanderaan merek.

Kemudian tweet ini menjadi viral kemana-mana dan sampai dibahas di CNBC (https://www.cnbc.com/2019/09/04/google-paid-search-ads-shakedown-basecamp-ceo-says.html) dan website-website bisnis besar lainnya.

Jadi intinya begini, kalau Anda sudah punya merek maka merek Anda bisa disandera oleh pesaing atau kompetitor dengan sangat mudah. Ini yang dipermasalahkan oleh Jason Fried.

Saya sendiri ada teman yang juga punya pengalaman seperti ini. Teman saya ini punya brand hijab yang terkenal dan nama brand tersebut dipakai kompetitor sebagai kata kunci untuk beriklan di Google Ads. Walaupun websitenya teman saya punya posisi yang bagus di hasil pencarian organik, tetap saja posisinya kalah dengan iklan yang tampil dari Google Ads.

Kalau tadi brand Anda dipakai oleh orang lain sebagai kata kunci, sekarang posisinya kita balik. Merek orang lain kita jadikan sebagai kata kunci yang kita target.

Kami di KIRIM.EMAIL sudah pernah melakukan hal yang seperti itu. Kami menargetkan kata kunci “Mailchimp” dimana mereka adalah pesaing dari KIRIM.EMAIL. Ketika ada orang yang mengetik kata kunci tersebut sudah pasti pada hasil pencarian organik mereka berada di ranking nomor satu.

Hal ini kami lakukan karena ada cukup banyak pengguna KIRIM.EMAIL yang hijrah dari Mailchimp. Setelah kami tanya-tanya ke mereka mengapa pindah ke KIRIM.EMAIL akhirnya kami dapat jawaban bahwa di Mailchimp jumlah kontak mereka sudah tidak lagi cukup untuk mendapatkan paket gratisnya Mailchimp.

Kalau melanjutkan berlangganan biayanya cukup mahal. Maka dari itu mereka yang kontaknya lebih dari 2000 kontak kemudian pindah ke KIRIM.EMAIL yang biaya berlangganannya relatif lebih murah dari Mailchimp.

Dari kejadian ini kemudian kami membuat landing page sebagai perbandingan antara KIRIM.EMAIL dan Mailchimp. Anda bisa melihat perbandingannya di halaman https://kirim.email/mailchimp.

Tidak hanya landing page saja, kami juga membuat sebuah fitur baru untuk mempermudah import kontak dari Mailchimp ke KIRIM.EMAIL. Jadi para pengguna tidak perlu melakukan ekspor kontak kemudian mengimpornya ke KIRIM.EMAIL. Cukup dengan 1x klik saja kontak akan otomatis masuk ke KIRIM.EMAIL. JIka Anda ingin tahu cara kerja dari fitur ini bisa Anda lihat di halaman https://kirim.email/kb/import-kontak-dari-mailchimp-ke-kirim-email/ .

Lalu untuk bisa menarik perhatian dari lebih banyak pengguna Mailchimp kami mencoba beriklan dengan Google Ads dan menargetkan kata kunci tersebut. Dan hasilnya posisi kami berada di urutan teratas ketika ada orang yang mengetik kata kunci ini.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah yang kami lakukan ini (beriklan di Google Afs dengan kata kunci Mailchimp) membawa dampak yang signifikan?

Jika dilihat dari sisi awarenessnya hasilnya cukup bagus. Metrik Impression, Clicks, CTR menunjukkan angka yang bagus. Cost Per Leadsnya juga menunjukkan angka yang stabil.

Tetapi ada insight penting yang saya sadari setelah iklannya jalan beberapa waktu. Yang saya temukan adalah tidak mudah mengubah persepsi seseorang terhadap suatu brand. Artinya untuk membuat orang berpindah dari Mailchimp ke KIRIM.EMAIL itu tidak semudah beriklan di Google Ads biarpun mendapatkan rangking dan posisi yang bagus.

Jadi biarpun kami menargetkan kata kunci Mailchimp dan berada di posisi paling atas, tidak serta merta pengguna Mailchimp pindah ke KIRIM.EMAIL. Supaya pengguna Mailchimp yang sudah melihat iklan KIRIM.EMAIL dan masuk ke landing page mau pindah ada serangkaian strategi pasca iklan berjalan.
Lalu setelah evaluasi kami menarik kesimpulan bahwa beriklan di Google Ads dengan menargetkan kata kunci merek pesaing itu kurang bermanfaat. Sehingga biarpun awareness nya bagus iklannya tetap kami hentikan.

Dan lagi kami menemukan hampir tidak ada pengguna KIRIM.EMAIL yang berasal dari iklan dengan menarget kata kunci brand kompetitor ini. Banyak yang akhirnya jadi pengguna KIRIM.EMAIL itu berasal dari iklan Facebook, dari artikel blog yang trafficnya datang secara organik dan juga dari podcast semacam ini.

Dari sini kami belajar bahwa merek itu dibangun bukan dengan cara-cara yang instan dan cepat. Banyak jalan pintas untuk mengakuisisi pelanggan tetapi tidak ada jalan pintas dalam membangun merek. Anda bisa saja menargetkan kata kunci dengan brand kompetitor, tetapi untuk bisa menarik pelanggan mereka menjadi pelanggan Anda itu yang tidak bisa langsung hari itu terjadi.

Terlepas dari seberapa besar kepedulian Anda terhadap merek, di satu titik Anda akan menemukan kalau merek Anda digunakan oleh orang lain untuk kepentingan mereka. Ini adalah hal yang wajar, sehingga mau tidak mau Anda harus siapkan strategi dan pertahankan loyalitas pelanggan.

Caranya adalah dengan membangun database pelanggan. Jadi ketika merek Anda disandera seperti kasusnya Basecamp Anda masih bisa berkomunikasi dengan pelanggan melalui email. Dan dengan email Anda bisa membangun loyalitas pelanggan.

Demikian KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode 55 ini. Saya Fikry Fatulloh sampai bertemu di episode berikutnya.

Facebook Comments