Mengenal 5 Perbedaan SEO Untuk Website Bisnis B2B dan B2C

Mengenal 5 Perbedaan SEO Untuk Website Bisnis B2B dan B2C

Mungkin Anda sudah mengetahui kalau SEO punya peran yang sangat strategis di dalam bisnis. Pada bisnis Business to Business (B2B) atau Business to Consumer (B2C), baik di dalam ataupun di luar negeri, SEO menjadi salah satu saluran pemasaran yang menghasilkan.

Namu tahu kah Anda kalau penerapan SEO untuk bisnis B2B dengan B2C itu berbeda?

Biarpun secara teknis mungkin terdapat banyak persamaan, tetapi secara prinsip ada perbedaan yang mendasar diantara keduanya.

Lalu apa berbedaan antara SEO untuk website B2B dengan B2C?

5 Perbedaan SEO Untuk Website Bisnis B2B dan B2C

Paling tidak ada 5 hal yang membedakan penerapan SEO untuk website bisnis B2B dengan B2C. Kami sudah merangkumnya dalam artikel ini, dan berikut perbedaanya :

(Rekomendasi: Ada sebuah tools atau alat yang dapat membantu mengetahui sumber traffic SEO Anda. Alat atau tools tersebut adalah UTM Link Tracking Tools. Dengan menggunakan UTM link tracking tool, Anda dapat dengan mudah mengetahui data traffic yang masuk ke website Anda. Download Template UTM link tracking tool disini sekarang GRATIS!)

  • Jenis produk dan layanan
  • KPI
  • Siklus penjualan
  • Konten marketing
  • Riset keyword

[1] Jenis produk dan layanan

Perbedaan antara SEO untuk website B2B dengan B2C yang pertama adalah jenis produk dan layanan.

Di dalam bisnis B2B SEO yang digunakan untuk membantu memasarkan produk atau layanan yang intangible (tidak berwujud) dan produk atau layanan tersebut memberikan keuntungan bagi bisnis pelanggan Anda.

Kalau di bisnis B2C, produk atau layanan Anda memberikan keuntungan bagi pengguna akhir produk Anda.

Semisal Anda adalah seorang pembuat produk digital. Untuk memasarkan produk Anda, Anda memilih menggunakan affiliate. Dan affiliate inilah yang akan menjualkan produk Anda ke pengguna akhir dari produk Anda. Model bisnis yang seperti ini yang dinamakan sebagai model bisnis B2B. Anda menjual produk/ layanan dengan memberikan keuntungan kepada affiliate Anda.

Beda ceritanya kalau Anda sebagai menjual produk digital Anda langsung ke pengguna akhir tanpa melewati affiliate. Dimana pengguna akhir tersebut menggunakannya hanya untuk dirinya sendiri dan tidak untuk menghasilkan pemasukan lagi baginya. Yang seperti ini dinamakan sebagai model bisnis B2C.

Dengan demikian target markernya sudah beda, maka penerapan strategi SEO nya pun juga berbeda. Menyesuaikan dengan produk dan layanan dari bisnis yang Anda jalankan.

[2] KPI

Dalam dunia bisnis mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan yang nanya KPI. KPI singkatan dari Key Performance Indicator. Sebuah indiktor yang menjadi ukuran kinerja atau tolak ukur suatu aktivitas.

Dalam hal ini SEO untuk website B2B dan B2C KPI nya pun berbeda.

Di dalam bisnis B2B KPI nya adalah jumlah leads yang masuk tiap bulan. Sedangkan dalam bisnis B2C yang menjadi KPI adalah penjualan yang masuk tiap bulan.

Di bisnis B2B SEO dikatakan sukses apabilan dalam satu bulan leads yang masuk melebih angka yang ditetapkan dalam KPI.

Sedangkan untuk b2C dikatakan sukses apabila dalam satu bulan omset/ profit yang masuk lebih dari angka yang ada di KPI.

[3] Siklus penjualan

Perbedaan yang ke tiga antara SEO untuk website B2B dengan B2C adalah siklus penjualannya.

Kalau SEO untuk website B2B memang siklus jangka panjang. Bisa jadi dalam waktu 3-24 bulan baru bisa mendapatkan penjualan dan nilainya sangat besar, sekalipun sudah mendapatkan posisi yang bagus di hasil pencarian Google.

Sedangkan SEO untuk website B2C asalkan sudah tampil di halaman pertama Google, maka penjualan akan secara rutin masuk.

[4] Konten Marketing

Perbedaan antara SEO untuk website B2B dan B2C adalah pada konten marketing.

Konten marketing untuk website B2B. Tujuan utamanya adalah edukasi. Konten marketing yang dibuat tidak hanya untuk mengejar traffic dan backlink, tetapi juga memberikan edukasi kepada penjungjung website agar mereka siap ketik ada pewnawaran atau diskon.

Sedangkan konten marketing untuk B2C bertujuan untuk memperbanyak jangkuan. SEO untuk dan konten marketing di B2C digunakan untuk menaikkan peringkat Google  dan berharap bisa langsung mendapatkan penjualan.

[5] Riset keyword

Perbedaan yang terakhir adalah riset keyword. SEO untuk website B2B keyword yang di riset dalah keyword-keyword yang ada dalam sebuah industri (industrial keyword).

Sedangkan SEO untuk website B2C keyword yang di riset adalah keyword yang umum dan digunakan sehari-hari.

Itu tadi 5 perbedaan SEO untuk website B2B dengan B2C. Dengan memperlajari dan memahami perbedaan tersebut kita bisa menerapkan strategi SEO dengan tepat dan efektif.

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tulis di kotak komentar di bawah ini. Dan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang Mengenal 5 Perbedaan SEO Untuk Website Bisnis B2B dan B2C ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL – Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

(Tips: SEO Anda menjadi lebih powerfull dengan mengetahui sumber traffic bagi setiap konten Anda dengan menggunakan UTM Link Tracking Tool. Dapatkan templatenya GRATIS disini)

 

 

Comments