fbpx

Langkah Demi Langkah Mengukur Conversion Rate – Ep. #107

Bismillah…

Selamat datang di KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast yang pada episode 107 ini, kita akan membahas tentang langkah demo langkah mengukur konversi dalam bisnis, terutama bisnis online.

Dengarkan melalui Spotify atau Aplikasi Favorit Anda disini:

Dengarkan KIRIM.EMAIL Podcast di aplikasi favorit Anda sekarang

Apa itu Konversi?

Sebelum lebih jauh, mungkin sebaiknya kita menyamakan halaman dan definisi terlebih dahulu. Konversi atau conversion secara harfiah adalah perubahan dari kondisi satu ke kondisi lainnya.

Artinya istilah konversi bisa digunakan untuk berbagai hal bukan hanya sales saja dalam bisnis, bisa jadi leads atau bahkan market share.

Tapi pada umumnya, ketika menyebut konversi dalam konteks bisnis online, biasanya yang dimaksudkan adalah sales.

Karena dalam proses marketing, sales adalah salah satunya, selain dari mendapatkan perhatian dan memperhatikan perhatian dari target market.

Dan dalam mengukur konversi dalam bisnis sebenarnya cukup tricky dan sangat bergantung pada industrinya.

Dalam podcast kali ini saya hanya akan membahas step by step secara umum.

Anda bisa memulainya dari…

Menentukan Angka Ideal dari Konversi

Sebenarnya dalam mengukur konversion, kita mungkin tidak bisa langsung memulai menghitung konversi langsung.

Sebaiknya kita menentukan dan memiliki angka ideal yang ingin dituju dalam konversi dan saya sering menemui orang masih belum menentukan angka ideal ini.

BACA JUGA :   Episode 60 – 4 Pelajaran Dari 4 Tahun KIRIM.EMAIL

Pertanyaannya, angka ideal ini sebaiknya berapa? Lagi, tergantung dari industrinya. Maka dari itu setiap industri biasanya ada semacam benchmark atau industry standard, termasuk dalam conversion rate.

Contohnya dalam industri global fashion, industry standardnya adalah maximum 2.9% dan paling rendah adalah 0.3%. Angka ini berlaku untuk segala sub industri dalam dunia fashion termasuk hijab, syari’i dan sebagainya.

Jika bisnis Anda adalah fashion, Anda mungkin bisa menggunakan angka ini sebagai angka acuan sebagai pegangan Anda dalam mengukur conversion rate.

Bagi KIRIM.EMAIL sendiri yang merupakan perusahaan software, industri kami memiliki angka ideal yaitu 18%. Jika kami mencapai angka tersebut dalam setahun, Alhamdulillah sekali, Kalau tidak? Astagfirullah, berarti harus evaluasi ulang lagi.

Bahkan kata guru saya, jika saya tidak bisa mencapai angka industry standard yang ada, berarti saya tidak profesional. Pernyataan itu menancap tajam dan membekas dikepala saya hingga saat ini.

Industry Standard TIDAK HARUS Anda ikuti, karena memang dalam bisnis sepertinya tidak ada kata HARUS dan pakem, banyak bisnis yang terbukti tidak mengikut pakem-pakem yang ada.

Lalu berapa angka ideal untuk bisnis Anda? Silakan Google atau tanyakan AI untuk mendapatkan angka ideal yang bisa Anda pegang.

Atau mungkin Anda sudah memiliki angka ideal sendiri yang ternyata lebih tinggi dari industry standard? Jika iya, gunakan angka ideal Anda, sebaliknya jika ternyata angka ideal Anda lebih rendah dari Industry Standard, maka saya pribadi akan memilih angka Industry Standard.

BACA JUGA :   Episode 18 – Jualan Untuk Orang Yang Tidak Nyaman Jualan

Dan itulah step pertama yang sebaiknya kita lakukan sebelum kita mulai menghitung apapun.

Bagaimana Kita Mengukurnya?

Setelah kita memiliki angka idealnya, Anda bisa mulai mengukur conversion rate.

Metodenya? sangat banyak dan tergantung bisnis Anda, karena ilmu conversion rate adalah ilmu yang sangat dalam bagi saya sendiri.

Misalkan toko online, biasanya conversion rate bisa diukur dengan penggunaan kode kupon dan sejenisnya.

Dan di KIRIM.EMAIL sendiri sebenarnya sudah ada fitur untuk mengukur konversi yang terjadi dari campaign email marketing.

Balik lagi, sebaik-baiknya konversi adalah konversi yang di cross check kembali dengan dashboard yang paling real dalam bisnis, yaitu finance.

Jika dalam conversion rate tercatat 18 penjualan, ternyata di finance hanya 15 penjualan, maka yang benar adalah 15 penjualan.

Lagi, tergantung software yang digunakan, biasanya semakin mahal software yang digunakan semakin akurat perhitungannya, biasanya….

Tapi memang tidak perlu dipaksakan atau terlalu kaku dalam menghitung conversion ini, karena pada akhirnya kita akan melihat angka yang ada pada finance.

Tapi setidaknya conversion rate bisa menjadi “early alarm” untuk bisnis kita, sementara finance dalam bisnis tergolong lag measure yang merupakan angka yang biasanya muncul terlambat.

Setidaknya dengan ada conversion rate, kita memiliki gambaran dan proyeksi tentang apa yang terjadi dalam bisnis kita. Jika ternyata angka conversion rate tidak baik-baik saja, kita bisa segera mengubah strategi tanpa harus nunggu hingga akhir bulan setelah rekap omset.

BACA JUGA :   Takut VS Bahaya – Ep. #81

Jadi, sebaiknya memang kita tetap menghitung konversi rate dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi bisnis Anda saat ini. Tapi tetap, posisikan conversion rate sebagai alarm bukan sebagai acuan utama.

Dan ini yang membawa kita ke pembahasan terakhir yaitu…

Conversion Rate Itu Sangat Dinamis

Ketika kita berhasil mencapai angka ideal yang kita tetapkan sebelumnya, kemungkinan besar kita akan melakukan scale up.

Scale up ini bisa menyebabkan angka conversion rate terlihat menurun, dan ini wajar.

Karena dalam scale up kita akan menambah reach dan leads dengan beriklan atau endorse, sehingga membuat angka conversion rate turun karena reach yang meningkat tajam.

Jadi jangan kaget jika conversion rate turun, yang penting sales tetap naik.

Karenanya, posisikan conversion rate sebagai “Early Detection” untuk menilai sebuah strategi akan berhasil atau tidak dalam waktu yang relatif singkat.

Bisa dibilang conversion rate adalah partner terbaik untuk split testing.

Dan  sekarang Anda juga menggunakan Fitur Conversion Rate KIRIM.EMAIL untuk mengukur konversi yang terjadi dalam email marketing Anda.

Pelajari cara menggunakan fitur Conversion rate disini:

[Selengkapnya Tentang Fitur Conversion Disini]

Dan pelajari bagaimana menggunakan conversion atau visited page sebagai trigger dalam automation email disini:

[Pelajari Selengkapnya Tentang Trigger Disini]

Jika Anda ingin mulai menggunakan KIRIM.EMAIL, silakan gunakan kode kupon KEPO untuk mendapatkan diskon 10% disini:

[Mulai Gunakan KIRIM.EMAIL Sekarang]

Terima kasih dan sampai berjumpa di episode selanjutnya, insyaAllah.

Fikry Fatullah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *