Kapan Mulai Mengotomatisasi Sebuah Bisnis

Kapan Mulai Mengotomatisasi Sebuah Bisnis?

Bismillah…

Dalam seminar atau workshop bisnis, mungkin sering kali kita mendengar istilah “bisnis yang auto-pilot”.

Saat mendengar “auto-pilot” mungkin yang terpikir oleh kita adalah ratusan karyawan yang menjalankan bisnis dengan sistemasi yang ketat ala pabrik. Dan auto-pilot ini merupakan salah satu bentuk dari otomatisasi bisnis.

Tapi, seperti yang pernah saya katakan di salah satu KIRIM.EMAIL Podcast ini, SDM atau jumlah karyawan adalah overated atau seringkali dilebih-lebihkan. Dan saat ini, seseorang tidak lagi membutuhkan SDM untuk mengotomatisasi banyak hal, dari mulai yang sederhana hingga yang kompleks.

Kita ambil contoh misalnya Kylie Cosmetics. Mungkin Anda pernah mendengar perusahaan ini bernilai 1 Milyar US Dollar pada 2018. Namun banyak yang tidak mengetahui bahwa perusahaan ini “hanya” memiliki 12 karyawan.

Jadi, dari awal perusahaan ini memang “irit” karyawan. Hampir keseluruhan proses bisnisnya terjadi menggunakan software atau aplikasi.

Artinya, nyaris seluruh proses bisnis di Kylie Cosmetics adalah proses otomatisasi bisnis. Terutama dalam penerimaan dan pemrosesan pesanan.

Mulai dari mana?

Jika Anda ingin melakukan otomatisasi binis, mungkin pertanyaan pertama yang muncul adalah mulai dari mana? Atau lebih tepatnya darimana memulai otomatisasi bisnis itu?

Saya tidak menjanjikan bisnis Anda akan langsung seperti Kylie dan Anda merumahkan 50% karyawan Anda sekarang. Namun, jika kita bedah sedikit saja, ada banyak sekali yang bisa di otomatisasi. Mari kita coba bedah satu persatu.

1. Apa yang terus berulang dari bisnis Anda?

Untuk melakukan otomatisasi bisnis, bisa juga kita mulai dari apa yang terus berulang di bisnis Anda. Bisa jadi itu sales, pemrosesan orderan atau mungkin yang lain. Dan hampir pasti, di semua bisnis ada proses yang berulang seperti ini.

Jika sesuatu mulai terus berulang, mungkin waktunya Anda mengotomatisasi beberapa hal di dalam bisnis Anda. Misalnya yang hampir selalu terjadi setiap hari, salah satunya adalah sales.

Memang, setiap bisnis akan memiliki proses yang berbeda untuk menggiring seseorang menjadi pembeli. Ada yang panjang, ada juga yang pendek. Namun, kemungkinan besar proses ini berulang di dalam sebuah bisnis. Itu-itu saja.

Proses sales mungkin adalah salah satu yang pertama yang bisa Anda otomatisasi, apalagi jika sales Anda banyak terjadi secara online.

Dengan mengotomatisasi proses sales, kemungkinan Anda tidak perlu terus menerus menambah SDM Anda saat nantinya penjualan sedang naik.

2. Apa yang kemungkinan human errornya tinggi?

Untuk memulai otomatisasi bisnis, Anda juga bisa berangkat dari sesuatu yang punya kemungkinan human error tinggi di dalam prosesnya.

Sebagai contoh, pada proses pencatatan keuangan, terutama pada perusahaan yang memiliki model bisnis pasar 2 sisi. Bisnis yang menerapkan model bisnis pasar 2 sisi ini contohnya adalah marketplace dan pusat perbelanjaan/mall.

Di sinilah titik dimana Anda bisa mulai mengotomatisasi.

Di era saat ini, saya terkadang kaget melihat masih banyak perusahaan yang mencatat laporan keuangannya secara offline dan harus serba diketik manual. Padahal, banyak sekali solusi pelaporan keuangan yang lebih baik saat ini.

3. Sebagai daya ungkit

Berbeda dengan 2 poin sebelumnya yang sifatnya “bertahan”, di sini kita mulai “menyerang”.

Otomatisasi adalah daya ungkit yang luar biasa, dimana Anda bisa melipatgandakan hasil, dengan usaha atau input yang mungkin tidak jauh berubah dari kondisi sekarang.

Saat ini, banyak aplikasi yang sudah saling bisa terhubung atau terintegrasi antara satu dengan yang lainnya. Dan untuk menghubungkan semua ini, Anda nyaris tidak perlu paham pemrograman atau coding sama sekali.

Anda tinggal mengikuti arahan, langkah demi langkah, maka aplikasi yang Anda inginkan akan menyatu dan bekerja 24 jam walaupun Anda sedang tidur.

Seperti contohnya di KIRIM.EMAIL yang saat ini sudah bisa terhubung ke lebih dari 1500 aplikasi lain menggunakan Zapier.

Mungkin Anda sudah bisa membuat sesuatu yang bekerja layaknya aplikasi custom atau buatan developer handal. Intinya Anda seperti bisa membuat aplikasi khusus yang hanya ada untuk perusahaan Anda tanpa paham pemrograman sama sekali.

Coba Automation Dari KIRIM.EMAIL Sekarang Juga

Seperti yang saya tulis di atas, proses sales biasanya berulang-ulang. Kirimkan pesan yang tepat ke orang yang tepat secara otomatis.

Jadi, untuk memulai mengotomatisasi bisnis, inilah yang harus dilakukan sekarang:

  1. Catat, apa saja pertanyaan yang sering ditanyakan oleh calon pembeli?
  2. Urutkan semua pertanyaan dan jawabannya.
  3. Susun kedalam email automation.
  4. Jalankan. Lihat calon pembeli Anda berinteraksi dengan email Anda secara otomatis.

Selamat mencoba.

-Fikry

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments