Episode 36 – Dari Affiliate Marketer, Reseller, & Internet Marketer ke Pemilik Bisnis

Selamat datang kembali di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast bersama Saya Fikry Fatullah. Pada KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode ke 36 ini Kita akan sedikit membahas tentang perjalanan dari affiliate marketer, reseller, internet marketer hingga menjadi pemilik bisnis.

KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode ke 36 ini tadinya ingin saya bawakan bersama Nuril dengan format live. Yang mana dengan format live tersebut bisa memungkinkan lebih banyak interaksi secara langsung. Namun setelah Saya melakukan sebuah polling di Group KIRIM.EMAIL, saya mendapatkan banyak feedback. Pollingnya bisa Anda lihat di sini. Dari sekian banyak feedback itu intinya format live tidak begitu diminati oleh mayoritas responden dan mungkin salah satunya juga Anda pendengar setia KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast.

Maka dari itu KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode ke 36 ini saya kembalikan ke format semula. Dan pada Episode ini kita akan membahas topik yang cukup menarik yaitu Dari Affiliate Marketer, Reseller, Internet Marketer ke Pemilik Bisnis.

[03:58 Haruskah Solopreneur Menjadi Pemilik Bisnis?]
[6:15 Kenapa harus jadi pemilik bisnis jika bisa jadi investor?]
[7:35 Alasan memiliki bisnis...]
[10:20 Dampak buruk salah dalam berhijrah menjadi business owner]
[11:25 Jika sudah siap menjadi pemilik bisnis, ini yang harus Anda lakukan]

Affiliate, reseller, Internet marketer ini adalah aktivitas bisnis yang memiliki kesamaan, yaitu dijalankan sendirian, seorang diri, tanpa team. Sayapun sering menyebutnya dengan sebutan Solopreneur. Umumnya bisnis seperti ini menggunakan beragam tools dan aplikasi yang memungkinkan kegiatan usaha berjalan meski oleh satu orang saja.

Menariknya, fenomena para Solopreneur yang ingin “naik kelas” menjadi pemilik bisnis, nampak cukup besar. Di KIRIM.EMAIL saja sering muncul pertanyaan dari user-nya mengenai cara beralih menjadi seorang owner yang sukses. Karena, bagi para pebisnis ini, baik Affiliate Marketer, Reseller, maupun Internet Marketer, masalah utama saat ingin memiliki bisnis adalah di aspek Kepemimpinan dan Komunikasi.

Karena selama menjadi Solopreneur, tentu lebih mudah memimpin satu orang, yaitu diri sendiri. Namun saat menjadi pemilik bisnis, mereka akan dihadapi tantangan untuk memimpin orang lain. Dan untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik, komunikasi pun menjadi sangat penting.

Tidak mengherankan, karena dalam beragam bisnis. Baik yang skala UKM maupun yang sudah menjadi perusahaan berskala internasional, masalah yang dihadapi umumnya sama, yaitu terkait manusia atau bahasa kerennya, Sumber Daya Manusia-nya (SDM).

Haruskah Solopreneur Menjadi Pemilik Bisnis?

Bagi Anda, Solopreneur yang ingin menjadi pemilik bisnis, mulai bertanya-tanya cara mengatasi dua kendala diatas. Namun sebelum itu, ada pertanyaan yang perlu Anda jawab terlebih dahulu…

Perlukah Anda beralih menjadi Pemilik Bisnis?

Saya memiliki seorang guru yang hingga saat ini masih menjadi solopreneur dan hidupnya makmur dan baik sejauh ini. Kondisi seperti ini mungkin disebut berada di “zona nyaman” tidak bergerak lebih baik atau cenderung stagnan.

Namun kembali, itu tergantung dari sisi apa Anda melihatnya. Paling tidak dari sisi spiritual, guru saya menjadi lebih baik. Beliau jadi lebih sering pengajian, dan bahkan bisa melakukan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan tanpa menyentuh urusan bisnis. Benar-benar fokus pada ibadah.

Jadi guru saya melihat, untuk apa menjadi pemilik bisnis saat ini bagi dirinya, toh keuangan lancar dan ibadah serta hubungannnya dengan masyarakat sekitar jadi lebih baik dari waktu-ke waktu. Bisnisnya sendiri pun tetap tumbuh, tidak stagnan. Hanya saja tumbuh tidak dalam persentase yang besar.

Kenapa harus jadi pemilik bisnis jika bisa jadi investor?

Beberapa solopreneur pun ada yang memutuskan menjadi investor ketimbang memiliki bisnis sendiri. Bisa dengan menginvestasikan uangnya di properti, membuat kos-kosan, atau menaruh uangnya sebagai modal di bisnis orang lain.

Alasan memiliki bisnis…

Bagi Anda yang ingin memiliki bisnis adalah jika Anda memiliki alasan dimana alasan atau harapan tersebut hanya bisa menjadi kenyataan jika Anda memiliki bisnis sendiri. Jika bisa menjawab alasan ini, silahkan mulailah memiliki bisnis.

Alasan menjadi pemilik usaha untuk membuka lapangan kerja di era sekarang mungkin tidak lagi relevan. Kenapa?

Jadi investor di bisnis orang lain juga membuka lapangan kerja. Lihatlah beragam startup baru yang bisa merekrut banyak tenaga kerja karena banyaknya investor yang menempatkan dananya di perusahaan-perusahaan rintisan tersebut.

Intinya, jika ada alasan kuat yang memang hanya bisa dijalankan dengan memiliki bisnis, silahkan Anda hijrah.

Dampak buruk salah dalam berhijrah menjadi business owner

Mengapa alasan atau motivasi menjadi penting, karena banyak kasus solopreneur yang berhijrah menjadi pemilik bisnis, kehidupan serta keuangannya justru malah memburuk. Hidupnya malah lebih teratur saat ia masih menjadi Affiliate, reseller, atau Internet marketer. Di sinilah dasar berhijrah menjadi penting. Memiliki bisnis bukanlah perkara mudah. Perlu modal, tenaga dan skill yang tidak sedikit.

Jika sudah siap menjadi pemilik bisnis, ini yang harus Anda lakukan

Saat sudah mantap memiliki bisnis sendiri, silakan Anda mulai membangun kemampuan dalam kepemimpinan dan komunikasi. Terkait komunikasi, ada sebuah kalimat penting yang bisa Anda dalami untuk menjawab tantangan komunikasi bisnis, yaitu:

The meaning of communication is the response that you got

Artinya, makan dari komunikasi adalah respon yang Anda dapat, bukan dari sebaik apa Anda menyampaikannya. Jadi meskipun cara penyampainnya bagus, tapi respon yang diperoleh masih belum sesuai ekspektasi Anda, maka itu artinya komunikasi Anda masih belum bagus.

Sedangkan untuk Leadership atau kepemimpinan, inti dari aspek ini adalah keputusan. Karena orang yang paling menderita dalam berbagai hal adalah orang yang berada di tengah.

Contoh, saat ingin memecat pegawai Anda tidak tega. Tapi bila tidak dilakukan, bisnis Anda terbebani. Maka sebagai pemimpin putuskan. Pilihan hanya dua, pecat atau pertahankan. Lalu terima dampak dari keputusan itu. Inilah kepemimpinan.

Solopreneur tentu lebih mudah, karena yang Anda pimpin adalah diri sendiri. Namun saat jadi pemilik bisnis, orang lain yang punya karakter dan pemikiran yang berbeda yang Anda pimpin.

Jadi kesimpulannya, sebagai pemilik bisnis Anda harus memiliki komunikasi dan kepemimpina yang baik. Bukan hanya ke satu dua orang, tapi banyak orang. Dengan cepat dan terkait banyak hal. Inilah yang kerap kali membuat Solopreneur yang menjadi pemilik usaha, menjadi tertekan dan kesulitan.

Jadi pilih alasan yang paling tepat, sebelum Anda menjadi business owner.

Facebook Comments