Berbisnis dan Bekerja Yang Tidak Sesuai Passion – Ep. #65

Bismillah..

Berbisnis dan bekerja yang tidak sesuai passion. Itulah yang akan menjadi topik pembahasan kita pada KIRIM.EMAIL Podcast episode ke 65 ini.

Kalau ditanya apakah bisnis yang saya jalankan (KIRIM.EMAIL) itu sesuai dengan passion? Maka dengan tegas saya menjawab tidak. Mengurusi email bukanlah passion saya.

Hal saya sama juga pernah saya tanyakan pada seorang penjual sate yang sangat laris. Beliau adalah seorang mantan pegawai bank. Apakah jualan sate merupakan passionnya beliau? Beliau pun menjawab bukan juga. Passion beliau adalah motor gede, bukan jualan sate.

Jadi pertanyaannya, bagaimana jika bisnis atau pekerjaan yang kita jalankan itu tidak sesuai dengan passion? Apakah ditinggalkan begitu saja dan mencari pekerjaan atau bisnis yang sesuai passion, padahal gajinya sudah tinggi atau sudah laris jualannya dan pelanggannya banyak?

Ingin mendengar Podcast ini langsung dari smartphone Anda?

Ingin Mendengar Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

Sebelum membahas hal tersebut saya ingin menyampaikan satu fakta menarik tentang manusia. Faktanya adalah bahwa manusia itu merupakan makhluk yang mempunyai kemampuan beradaptasi yang luar biasa.

Contohnya, kita tinggal di negara tropis. Kemudian karena suatu hal kita harus pindah ke negara yang berhawa dingin, katakanlah Finlandia atau Islandia. Apakah kita bisa bertahan hidup di daerah tersebut? Jawabannya bisa saja, kita akan menyesuaikan pola hidup di tempat yang baru tersebut. Inilah salah satu contoh bahwa manusia mempunyai kemampuan beradaptasi yang luar biasa.

Dengan kemampuan beradaptasi ini maka seorang manusia bisa menyesuaiakan dengan apa yang berbeda dengannya, termasuk passion dalam bisnis maupun pekerjaan ini.

Walaupun passion saya bukan di mengurusi email tetapi saya beradaptasi dengan cara mencintai prosesnya. Menurut Richard Bandler bahwa kebahagiaan itu bukanlah sebuah aktivitas tetapi sesuatu yang harus harus dipelajari. Dengan kata lain kebahagiaan itu adalah suatu skill. Semakin kita menguasai atau mempelajari kebahagiaan maka semakin bahagialah kita.

Lalu apa hubungannya passion dengan kebahagiaan?

Banyak orang yang mengerjakan sesuatu berdasarkan passion itu karena dia bahagia mengerjakannya. Sedangkan banyak orang tidak mengerjakan sesuatu yang bukan passionnya karena takut capek dijalan, takut lelah mengerjakannya dan berbagai macam alasan lainnya.

Kalau kita hanya menjalankan bisnis atau pekerjaan yang kita sukai saja, maka bisnis atau pekerjaan itu akan sangat menantang ke depannya. Karena ada banyak hal di dalam bisnis atau pekerjaan yang tidak kita sukai dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan passion saja.

Sebagai contoh di dalam bisnis sangat wajar bersinggungan dengan urusan pajak. Saya yakin ada cukup banyak pebisnis yang sangat tidak menyukai proses mengurusi pajak ini. Dan urusan pajak ini tidak bisa selesai hanya dengan passion saja.

Sehingga sejak awal kita perlu mencintai prosesnya, walupun bisnis atau pekerjaan yang kita jalankan itu tidak sesuai passion. Intinya jangan hanya menuruti passion saja. Karena saya beranggapan passion itu sama seperti hawa nafsu.

Passion itu mengejar yang kita sukai, hawa nafsu pun juga seperti itu. Lantas apakah tidak boleh? Ya boleh saja, hanya saja perlu dibatasi dan dikontrol atau dikendalikan. Dan yang paling penting adalah jangan sampai menyusahkan orang lain terutama keluarga hanya untuk mengejar passion ini.

Itu saja dari saya, sampai jumpa di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode berikutnya dan selamat belajar mencintai setiap proses bisnis ataupun pekerjaan Anda saat ini, walaupun itu tidak sesuai dengan passion Anda.

Dengarkan KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast Langsung Dari HP Anda

Agar tidak ketinggalan update episode terbaru KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast, Anda bisa men-download dan mendengarkannya langsung melalui HP Anda, caranya:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments