Belajar Email Marketing : Panduan Lengkap dan Praktis Untuk Pemula

Anda sedang mencari panduan belajar email marketing? Atau mungkin Anda ingin memperdalam lagi pemahaman tentang email marketing?

Jika iya, maka saat ini Anda berada di halaman yang tepat.

Karena di halaman ini kami akan membahas tentang step by step belajar email marketing secara lengkap, mudah, praktis dan bisa langsung Anda praktekkan.

Panduan ini kami susun berdasarkan pengalaman selama lebih dari 3 tahun menjalankan email marketing. Sehingga nantinya panduan belajar email marketing ini akan kami sampaikan dengan sejelas-jelasnya.

Persiapan belajar email marketing

Namun sebelum kita masuk ke pembahasan utama, Anda harus melakukan persiapan terlebih dahulu.

Kami harap Anda tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya sebelum benar-benar mempersiapkan hal-hal yang kami sebutkan berikut ini.

Hal ini dikarenakan supaya nanti proses belajar email marketing nya berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti.

Adapun persiapan yang perlu Anda lakukan hanya ada 2, yang diantaranya :

  1. Alamat email dengan domain sendiri (alamat email bisnis)
  2. Akun di layanan email marketing

#1 Alamat email bisnis

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa alamat email bisnis harus dipersiapkan dulu?

Dalam korespondensi melalui email, sebenarnya tidak ada masalah menggunakan email gratisan seperti Gmail, Yahoo, ataupun Yandex. Karena email yang dikirimkan hanya untuk satu orang saja.

Namun ketika dibawa ke dalam konteks email marketing, dalam hal ini pengiriman email ke banyak penerima, maka penggunaan alamat email gratisan akan menjadi masalah.

Email yang dikirimkan kemungkinan besar akan diblokir oleh sistem email, terutama Gmail.

Maka dari itu, hal pertama yang harus Anda persiapkan adalah alamat email bisnis atau alamat email dengan domain sendiri.

Email bisnis ini contohnya seperti :

  • fikry@kirim.email
  • sholeh@krm.email
  • dion@emailkerja.id
  • didit@emailhostingindonesia.com
  • dll.

Apakah Anda sudah punya alamat email bisnis?

Kalau Anda sudah punya, silakan lanjut ke persiapan yang kedua.

Tetapi jika Anda belum punya alamat email bisnis dengan domain sendiri ini, silakan Anda buat terlebih dahulu.

Untuk membuatnya Anda bisa menggunakan banyak layanan seperti :

  • Email bisnis dengan Cpanel, tutorialnya bisa Anda pelajari di sini.
  • Email bisnis dengan Emailkerja, panduannya bisa Anda ikuti di sini.
  • Email bisnis dengan Zoho, step by step nya bisa Anda cari di Youtube.

#2 Akun layanan email marketing

Setelah alamat email bisnis Anda siap, selanjutnya yang perlu dipersiapkan dalam tahap ini adalah sebuah akun layanan email marketing yang aktif.

Layanan email marketing ini nantinya berfungsi untuk banyak hal, seperti :

  • menyimpan database email
  • membuat form
  • mengirimkan broadcast email
  • melakukan automatisasi dengan autoresponder
  • dan lain sebagainya.

Dengan kata lain layanan email marketing ini adalah pihak yang akan mengirimkan email Anda ke banyak penerima.

Kalau kita analogikan, layanan email marketing ini sama seperti Kantor Pos. Anda hanya tinggal menyerahkan surat ke Kantor Pos, dan kemudian mereka yang akan mengirimkan suratnya. Anda bisa fokus dengan pekerjaan yang lainnya dan tinggal menunggu laporan pengirimannya saja.

Apakah Anda sudah punya akun layanan email marketing yang aktif?

Jika Anda sudah mempunyai akun layanan email marketing yang aktif, silakan lanjut ke bagian selanjutnya.

Namun jika Anda belum mempunyai akun layanan email marketing, Anda bisa berlangganan terlebih dahulu di KIRIM.EMAIL.

Silakan klik link ini => KIRIM.EMAIL dan segera aktifkan akun Anda secepatnya.

Sampai pada tahap ini, mungkin Anda bisa memakan waktu hingga 2-3 hari, terutama jika Anda belum mempunyai 2 hal yang kami sebutkan di atas.

Namun jika Anda sudah mempunyai dan sudah mempersiapkannya, Anda tidak butuh waktu lama untuk bisa masuk ke tahap selanjutnya berikut ini.

Step by step belajar email marketing

Pada panduan belajar email marketing ini, untuk memudahkan Anda dalam memahami prosesnya, kami akan membaginya ke dalam 7 langkah sederhana

Biarpun ini hanya 7 langkah, pada prakteknya Anda akan membutuhkan waktu sekitar 1-5 hari untuk bisa menyelesaikannya.

Setiap orang yang menjalankan panduan email marketing ini, kemungkinan besar akan selesai dalam waktu yang berbeda-beda. Cepat atau tidaknya tergantung Anda sendiri dalam menjalankannya.

Adapun 7 langkah dalam belajar email marketing ini meliputi :

  1. Membuat lead magnet
  2. Membuat list
  3. Membuat form/landing page
  4. Membuat Autoresponder
  5. Datangkan traffic
  6. Mengirimkan Broadcast email secara rutin
  7. Pantau metrik

Mari kita bahas satu per satu 7 langkah di atas.

#1 Membuat lead magnet

Langkah pertama dalam belajar email marketing adalah membuat lead magnet.

Lead magnet adalah sesuatu yang ditawarkan oleh marketer kepada leads (prospek atau pembeli potensial) secara gratis, dimana untuk mendapatkannya harus ditukar dengan alamat email atau data kontak lainnya.

Bentuk dari lead magnet ini biasanya berupa konten digital yang bisa didownload seperti ebook, video, checklist, audio hingga voucher diskon.

Contoh studi kasus membuat lead magnet

Kami cukup sering mendapatkan pertanyaan tentang membuat lead magnet, seperti :

  • apa saja yang bisa dijadikan lead magnet?
  • apa lead magnet yang bagus?
  • apa lead magnet yang punya tingkat konversi tinggi?
  • dan pertanyaan lainnya seputar lead magnet.

Kami di KIRIM.EMAIL pernah membuat sebuah lead magnet berupa artikel blog yang bisa diakses oleh publik secara gratis. Biarpun begitu, dari segi konversi, hasilnya juga masih cukup bagus. Tidak kalah dengan lead magnet yang berupa ebook maupun voucher diskon.

Sehingga dari pengalaman kami ini, kami bisa menyimpulkan satu hal. Pada dasarnya apapun yang bisa didownload atau apapun yang bisa diakses dengan internet, itu bisa Anda jadikan sebagai lead magnet.

Kuncinya terletak pada apa yang diinginkan atau yang dibutuhkan oleh target market Anda.

Misalkan target market Anda adalah orang-orang yang berprofesi sebagai Guru sekolah.

Mengingat saat ini sedang ada pandemi virus corona dan Pemerintah menghimbau untuk bekerja dan belajar dari rumah, maka kemungkinan besar para Guru sekolah akan membutuhkan panduan bagaimana cara menggunakan aplikasi e-learning seperti Google Classroom dan lain sebagainya.

Dari peristiwa ini Anda bisa membuat sebuah materi tentang bagaimana cara menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran jarak jauh.

Penyajian materinya bisa dalam bentuk ebook, video maupun sebuah artikel blog seperti yang kami ceritakan di atas.

Setelah materi atau modulnya jadi, maka kemudian itu bisa Anda jadikan sebagai lead magnet.

Prinsip 5-10-1

Untuk membuat lead magnet ini ada sebuah prinsip yang bisa Anda terapkan. Nama prinsip ini adalah prinsip 5-10-1. Artinya :

  • Anda hanya butuh waktu maksimal 5 jam untuk membuat lead magnet.
  • Leads Anda hanya butuh waktu maksimal 10 menit untuk mengkonsumsi lead magnet yang Anda buat.
  • Dan yang paling penting adalah lead magnet Anda bisa dipraktekkan maksimal 1 jam setelah leads Anda mengkonsumsinya.

Jika melebihi 3 angka di dalam prinsip tersebut, apa yang sudah Anda buat sebaiknya tidak digunakan sebagai lead magnet.

Jika Anda masih bingung mau membuat apa untuk lead magnetnya, mungkin beberapa pertanyaan berikut ini bisa membantu Anda dalam menentukan lead magnet Anda

  • Siapa target market/customer segment atau audience Anda?
  • Apa kendala terbesar yang mereka alami?
  • Apa yang mereka butuhkan dalam mengatasi kendala tersebut?
  • Apa solusi Anda untuk mereka?
  • Media apa yang bisa menjembatani solusi Anda untuk mereka?

Dari apa yang kami sampaikan tadi, ternyata dalam membuat lead magnet ini tidak sesulit yang Anda bayangkan bukan?

Sekarang giliran Anda untuk membuat lead magnet. Luangkan waktu maksimal 5 jam untuk membuat lead magnet Anda. Dan sebisa mungkin jangan lanjut ke langkah ke-2 sebelum Anda membuat lead magnet ini.

#2 Membuat list

Setelah lead magnet Anda buat dan Anda persiapkan. kita lanjutkan ke langkah yang kedua, yaitu membuat list.

Dalam panduan belajar email marketing ini kami menggunakan KIRIM.EMAIL sebagai layanan email marketingnya. Jika Anda menggunakan layanan email marketing yang lain, silakan menyesuaikan.

Seperti yang kami bilang di atas, bahwa list ini berfungsi untuk menyimpan alamat email yang masuk ke Anda. Jadi sebelum kita jauh melangkah, kita akan siapkan wadahnya terlebih dahulu.

Cara membuat list di KIRIM.EMAIL

Untuk membuat list di KIRIM.EMAIL caranya sangatlah mudah. Untuk caranya silakan ikuti step by step berikut ini.

  1. Pastikan akun KIRIM.EMAIL Anda sudah aktif.
  2. Login ke halaman aplikasi KIRIM.EMAIL.
  3. Pada halaman dashboard aplikasi KIRIM.EMAIL, klik menu Lists.


  4. Setelah masuk ke dalam menu Lists, klik tombol New Lists di bagian pojok kanan atas.


  5. Pada halaman Create New Lists, isikan data-data seperti :
    • Internal Name
    • Public Name
    • Default Subscriber Field
    • dan Email Confirmation Template.
    • Jika sudah klik tombol Submit.


  6. Klik tombol OK pada notifikasi pembuatan list sudah berhasil dilakukan.



    Hasilnya, List untuk menyimpan alamat email dan juga kontak dari leads Anda sudah berhasil ditambahkan.


Sekarang wadah untuk menyimpan data dari leads Anda sudah ada. Kini giliran Anda untuk membuatnya. Kalau Anda tidak membuatnya, lalu dimana Anda akan menyimpan data kontak dari leads yang akan Anda dapatkan nanti?

Sehingga kami berpesan lagi, jangan lanjutkan ke langkah ketiga sebelum Anda membuat List ini.

#3 Membuat Form/Landing Page

Pada langkah yang ketiga ini, kita akan belajar membuat form/landing page.

Kalau diibaratkan tamu dan rumah, maka leads Anda bisa dianalogikan sebagai tamu, sedangkan pintu rumah Anda bisa kita analogikan dengan pintu depan rumah Anda.

Form ini nantinya akan berfungsi untuk tempat memasukkan data kontak seperti nama, alamat email, nomor HP, tanggal lahir dan lain sebagainya dari leads Anda.

2 Bentuk form

Di KIRIM.EMAIL untuk form ada 2 bentuk yang perlu Anda pahami.

Bentuk yang pertama adalah form pada umumnya.

Pada form bentuk ini bisa Anda gunakan jika Anda sudah mempunyai website sendiri. Setelah form Anda buat, Anda bisa menempatkannya di website, blog atau toko online yang Anda miliki dengan cara embed form.

Embed form ini adalah cara menempatkan form di website Anda dengan cara menempelkan sebuah kode sumber (source code). Prosesnya sama seperti kalau Anda melakukan embed video dari Youtube ke halaman website Anda.

contoh form yang diembed pada sebuah halaman website

Sedangkan untuk bentuk yang kedua adalah form yang berbentuk landing page.

Jika Anda tidak mempunyai website sendiri, maka Anda bisa menggunakan form landing page ini untuk memasukkan data kontak dari leads Anda.

Anda bisa membuat form bentuk ini dengan menggunakan salah satu fitur dari KIRIM.EMAIL yang bernama Landing Page Builder.

Dengan fitur ini nantinya Anda bisa membuat form dan juga landing page dalam satu kali kerja.

Untuk pembuatannya juga sangat mudah. Anda hanya perlu melakukan drag and drop, melakukan sedikit penyesuaian konten dan layout tanpa perlu memikirkan server, domain, sistem website dan lain sebagainya.

contoh form yang berbentuk landing page

Cara membuat form/landing page

Pada panduan step by step belajar email marketing ini, yang akan kami gunakan sebagai contoh adalah untuk form yang berbentuk landing page.

Pertimbangannya adalah supaya Anda bisa langsung mendistribusikan form ini. Semakin cepat Anda mendistribusikannya, maka akan semakin cepat pula Anda mendapatkan hasilnya.

Namun kalau Anda sudah punya website sendiri dan ingin menggunakan form yang diembed, Anda bisa melihat tutorialnya dengan klik link ini : https://docs.kirim.email/kb/magic-opt-in/.

Kemudian untuk membuat form yang langsung terintegrasi dengan landing page, silakan ikuti langkah-langkah-langkah yang ada di video berikut ini.

Setelah landing page nya sudah selesai Anda buat, maka Anda akan mendapatkan URL. URL inilah yang nantinya akan kita pakai untuk melakukan distribusi form di langkah yang ke-5 nanti.

#4 Membuat Autoresponder

Sebelum kita mendistrubusikan form melalui traffic generation, ada satu langkah yang perlu juga kita lakukan, yaitu autoresponder.

Autoresponder adalah sebuah email yang terkirim secara otomatis berdasarkan pengaturan yang kita lakukan. Pengaturan yang kita lakukan ini salah satunya adalah sebagai email respon ketika ada orang atau leads yang menginputkan data kontaknya ke dalam form Anda.

Sehingga nanti alurnya adalah seperti berikut :

  • Leads melihat penawaran lead magnet Anda dan bersedia memberikan alamat emailnya.
  • Leads menginputkan data kontak seperti nama, alamat email dan nomor HP di form yang sudah Anda buat.
  • Data kontak disimpan di dalam Lists pada aplikasi KIRIM.EMAIL
  • Aplikasi KIRIM.EMAIL akan secara otomatis mengirimkan email respon Anda kepada Leads.

Khusus untuk email respon ini bentuknya bisa bermacam-macam. Yang paling sering digunakan oleh para email marketer adalah :

  1. email ucapan terima kasih karena sudah memberikan alamat emailnya
  2. email yang berisi informasi link download dari lead magnet yang dijanjikan.

Pada langkah yang pertama, Anda sudah membuat lead magnet.

Sebaiknya Anda upload lead magnet ini ke file hosting seperti Mediafire, Google Drive maupun Dropbox.

Kemudian Anda akan mendapatkan link untuk bisa mengakses lead magnet tersebut dan tempatkan link itu ke dalam email respon Anda. Sehingga nanti ketika ada yang menginputkan alamat emailnya, link download tersebut bisa terkirim secara otomatis.

Cara membuat email autoresponder

Selanjutnya pada bagian ini kita akan mencoba untuk membuat email autoresponder. Untuk langkah-langkahnya silakan ikut panduan berikut ini :

  1. Persiapkan redaksi email respon Anda.
  2. Login ke halaman aplikas KIRIM.EMAIL
  3. Pada halaman dashboard aplikasi KIRIM.EMAIL, klik menu Autoresponders.


  4. Setelah masuk ke dalam halaman Manage Autoresponders, klik tombol New Autoresponder di bagian pojok kanan atas.


  5. Pada halaman Create New Autoresponder, lakukan pengaturan seperti berikut ini :
    • Tab Content
      • Status : Published
      • Delay sending by : 0
      • Unit : Days
      • Email Subject : Isi dengan subjek email Anda. Contohnya lihat pada gambar
      • Email Content : Isi dengan email respon Anda. Contohnya lihat pada gambar

    • Tab Setting
      • Autoresponder Status : Running
      • Track Open : Boleh On, Boleh Off
      • Track Click : Boleh On, Boleh Off
      • Autoresponder Title : Isi dengan judul autoresponder Anda. Contoh lihat pada gambar
      • Sender Email : Pilih alamat email yang Anda miliki
      • Send to existing recipient in list : Boleh Yes, Boleh No
      • Select List : Pilih list yang ingin Anda kirimi email respon. Contoh lihat pada gambar.


  6. Jika semua pengaturan sudah Anda sesuaikan langkah terakhir klik tombol Save All.


  7. Klik tombol OK pada notifikasi pembuatan autoresponder sudah berhasil dilakukan.



    Hasilnya, Autoresponder sudah berhasil ditambahkan.

Itulah cara membuat autoresponder yang berfungsi untuk mengirimkan email terima kasih dan mengirimkan link download dari lead magnet.

Sebelum lanjut ke langkah selanjutnya, silakan buat autoresponder Anda sendiri. Jangan lanjut sebelum Anda membuatnya.

#5 Mendatangkan traffic

Langkah kelima dalam belajar email marketing adalah mendatangkan traffic. Ini adalah faktor kunci dalam email marketing.

Tanpa mendatangkan traffic ke dalam form yang sudah Anda buat, maka darimana Anda akan mendapatkan leads?

Pada halaman ini kami tidak akan terlalu detail membahas tentang cara mendatangkan traffic. Karena bisa sangat panjang pembahasannya.

Namun secara umum dalam mendatangkan traffic ini bisa Anda tempuh dengan 2 cara, yaitu dengan cara organik dan cara berbayar.

Kalau Anda mau cepat dalam mendapatkan leads, maka gunakan traffic generation dengan cara berbayar. Namun jika Anda tidak punya cukup budget, maka silakan gunakan cara organik untuk mendatangkan traffic ke dalam form Anda.

#6 Mengirimkan broadcast email secara rutin

Setelah Anda melakukan langkah 1-5, kami anggap Anda sudah mempunyai subscribers atau dengan kata lain data kontak dari leads sudah Anda kantongi.

Namun email marketing tidak berhenti sampai di situ. Anda harus terus membangun interaksi dengan para subscribers Anda.

Paling tidak Anda kirimkan email say hello sebulan sekali. Kemudian kirimkan email edukasi paling tidak 4x dalam sebulan. Lalu kirimkan juga email promosi 3-4x dalam sebulan. Berikan juga email yang berisi info-info yang bermanfaat.

Intinya jangan hanya jualan, tapi juga berikan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat untuk para subscribers Anda.

Untuk cara mengirimkan broadcast email ini caranya sangat mudah. Silakan Anda lihat video berikut ini untuk mendapatkan panduannya.

#7 Pantau metrik

Langkah terakhir dalam panduan belajar email marketing ini adalah memantau metrik. Jika semua langkah di atas sudah Anda jalankan, maka langkah terakhir ini sangat penting untuk menjadi bahan pengambilan keputusan Anda selanjutnya.

Karena setiap angka pada metrik ini mempunyai arti. Salah memahami maka akan berpotensi salah dalam pengambilan keputusan di bisnis Anda.

Adapun metrik-metrik yang ada di dalam email marketing itu tidak sebanyak metrik yang ada di Google Ads ataupun Facebook Ads. Di email marketing kita hanya akan berfokus pada metrik-metrik berikut ini :

  • Jumlah subscribers
  • Jumlah unsubscribe
  • Open rate
  • Click rate
  • Bounce rate

Jumlah subscribers adalah angka yang menunjukkan berapa kontak yang masuk ke dalam email list Anda.

Jumlah Unsubscribe adalah jumlah orang yang berhenti berlanggan dari email yang Anda kirim.

Open Rate adalah perbandingan antara jumlah orang yang membuka email dengan orang yang menerima email. Sebagai contoh jumlah alamat email yang Anda broadcast ada 100. Yang membuka email ada 30 orang. Maka open ratenya adalah 30/100 * 100% = 30%.

Click Rate perbandingan antara jumlah orang yang klik link di dalam email dengan orang yang membuka email. Sebagai contoh, dari 30 orang yang membuka email, ada 5 orang yang klik link yang ada di dalam email. Maka clikc rate nya adalah 5/30 * 100% = 16,6 atau 17%.

Bounce Rate adalah perbandingan antara jumlah alamat email yang kembali atau tidak terkirim dengan jumlah almat yang menerima email. Sebagai contoh jumlah alamat email yang Anda broadcast ada 100 alamat email, sedangkan yang tidak terkirim ada 10. Maka bounce ratenya adalah 10/100 * 100% = 10%.

Itulah panduan lengkap belajar email marketing ini. Mudah-mudah bermanfaat dan jika Anda mendapatkan manfaat dari artikel ini, silakan bagikan ke akun media sosial Anda dan jangan lupa tag teman-teman Anda yang sekiranya membutuhkan.

Terima kasih sudah menyimak dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments