Episode 50 – Bagaimana Belajar Bisnis Online Yang Benar Bersama Wientor Rah Mada

Selamat datang di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast bersama saya Fikry Fatullah. Seperti biasa KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode kali ini didukung oleh KIRIM.EMAIL, layanan email marketing yang kami desain untuk pebisnis online seperti Anda. Kami ada promo diskon 10% untuk berlangganan KIRIM.EMAIL dengan mengetikkan kode kupon “KEPO”.

Pada KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 50 ini saya kedatangan tamu yang begitu istimewa. Beliau adalah salah seorang guru saya, saya sudah cukup lama kenal dengan beliau dan beliau merupakan orang yang begitu saya hormati. Beliau adalah mas Wientor Rah Mada. Salah seorang praktisi affiliate marketing yang sudah lebih dari 10 tahun menjalankan bisnis ini.

Bagi Anda yang masih asing dengan istilah affiliate marketing, ini adalah sebuah model bisnis dimana kita ber-affiliasi dengan pihak lain. Sangat sederhana. Tugasnya adalah mencari penawaran yang cocok dan menghubungkannya dengan orang yang cocok juga.

Meskipun ini model bisnis yang sederhana, tetapi bisa menghasilkan pendapatan mulai dari puluhan juta hingga milyaran Rupiah. Dan mas Wientor ini adalah salah satu orang yang pernah membuktikannya.

Pada KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode 50 ini saya sengaja mengundang mas Wientor untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu tentang bagaimana cara belajar bisnis online yang benar.

Pertanyaan ini terpicu dari kondisi bisnis online saat ini yang jauh berbeda dengan saat dulu saya memulai bisnis online.

Dulu untuk mendapatkan konten yang lengkap tentang bisnis online cukup sulit. Kalaupun ada yang menyediakannya harus mengikuti kursus atau workshopnya yang biayanya tidak sedikit.

Sedangkan untuk saat ini konten yang lengkap tentang bisnis online tersebar begitu banyak dan untuk mendapatkannya sangat mudah. Bahkan beberapa website atau blog memberikannya secara gratis.

Namun begitu, dibalik kemudahan mendapatkan konten yang lengkap ini muncul masalah baru. Masalahnya adalah darimana kita harus memulai, karena bisa jadi apa yang kita temukan di internet hadir secara acak. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mempelajari bisnis online dengan cara yang tepat.

Maka dari itu saya berpendapat mas Wientor adalah orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan besar tersebut. Beliau adalah orang yang cukup lama menjalankan bisnis online dan beliau adalah seorang dosen pada salah satu sekolah tinggi di Bandung. Selain itu pemikiran beliau juga sangat terstruktur dengan penjelasan yang mudah. Hal ini bisa Anda temukan pada konten-konten yang beliau tulis di blog Bixbux.com.

Sebelum kita masuk pada diskusi saya dengan mas Wientor, silakan download dan dengarkan KEPO-KIRIM.EMAIL episode 50 ini sampai habis. Karena di akhir diskusi ini akan ada penawaran yang menarik untuk Anda. Tidak berlama-lama lagi inilah diskusi saya dengan mas Wientor.

Apa yang baru di affiliate marketing saat ini?

Menurut mas Wientor ada banyak hal yang baru pada affiliate marketing saat ini. Hal-hal tersebut antara lain seperti traffic source banyak yang baru, begitu juga dengan teknologinya. Selain itu perubahan yang terjadi juga sangat banyak dan cepat sehingga menyebabkan cukup banyak orang tidak betah menjalankan bisnis affiliate marketing ini.

Pada era saat ini dalam belajar bisnis online harus mulai darimana?

Terkait hal ini sebenarnya kita bisa mulai bisnis online dari mana saja. Dari riset kecil yang mas Wientor lakukan, ada satu fakta menarik bahwa diantara pebisnis online yang beliau temui, setidaknya 71% dari mereka tidak mempunyai latar belakang IT dan tidak punya latar belakang bisnis.

Kalau punya latar belakang IT mungkin mereka akan menjadi programmer. Begitu pula dengan yang punya latar belakang bisnis, mungkin mereka akan membuka usaha konvensional seperti cafe, restoran hingga retail.

Tetapi yang tidak punya latar belakang bisnis ataupun IT, mereka lebih terbuka terhadap apa yang bukan menjadi latar belakang mereka.

Namun begitu bukan berarti yang berlatar belakang IT ataupun bisnis tidak bisa menjadi pebisnis online. Latar belakang bisnis atau IT bisa menjadi pendukung dalam bisnis online atau digital marketing. Namun untuk mulainya dari mana tetap bisa dari mana saja. Dan menurut mas Wientor, supaya lebih mudah dalam memulai dari mana, setiap pebisnis online atau digital marketer harus punya mentor.

Kriteria mentor yang bagus

Dalam memilih mentor kita tidak bisa sembarangan. KIta perlu melihat 5 tahun kebelakang dia melakukan apa. Apakah masih tetap menjalankan bisnis online atau dia baru di bisnis online.

Berikut ini ada beberapa kriteria dalam memilih mentor yang bagus menurut mas Wientor :

  • Berpengalaman
  • Konsisten
  • Harus bisa memotivasi baik secara langsung ataupun tidak langsung
  • Boleh salah tapi tidak boleh bohong

Bagaimana belajar dari mentor yang tidak langsung

Belajar dari mentor itu bisa secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung itu secara formalitas, ada guru dan murid dan mereka saling tahu dan saling kenal. Sedangkan yang tidak langsung itu mentornya bisa siapa saja dan muridnya bisa siapa saja. Murid bisa kenal sama gurunya, tetapi guru tidak mengenal muridnya secara langsung.

Untuk belajar dari mentor secara langsung mungkin bisa dengan mudah karena sudah terjalin hubungan baik. Namun untuk yang tidak langsung mungkin akan ada beberapa kendala ketika apa yang disampaikan mentor tidak langsung berimbas negatif pada kehidupan orang lain.

Menyikapi hal ini ada satu hal penting yang disampaikan oleh mas Wientor. Dalam belajar dari mentor tidak langsung, hal pertama yang perlu kita pelajari adalah mindsetnya. Jika kita belajar tentang hal teknis mungkin hasilnya bisa berbeda. Karena bisnis itu unik dan berhubungan dengan garis tangan.

Pengalaman dari mas Wientor membantu pemasaran 2 restoran yang produknya sama, di tempat yang hampir sama, strategi dan tekniknya sama tetapi hasilnya bisa berbeda.

Mentor yang beda pendapat

Saat ini banyak sekali channel Youtube yang memberikan konten edukasi yang bermanfaat dan valid. Namun ada kalanya ada 2 mentor yang datanya sama-sama valid namun pendapatnya bisa berbeda. Sehingga dari 2 hal ini membingungkan kita sebagai orang awam.

Menyikapi hal ini mas Wientor mengatakan bahwa jika data-data yang disampaikan valid dan sama namun pendapatnya berbeda, kita tinggal pilih salah satu dengan kriteria mana yang paling cepat, yang paling mudah dan yang paling bisa kita ikuti sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Karena di sini tidak ada salah benar, semuanya benar. Sehingga pilihannya adalah yang sesuai dengan kemampuan kita. Kalau kita tidak mampu mengikuti ya buat apa dipilih.

Memilih 2 kubu yang berbeda

Di dalam bisnis online atau digital marketing ada 2 kubu yang sama-sama benar tapi mungkin berseberangan. Saya contohkan kubu pertama adalah kubu nya Peter Thiel yang menyebutkan bahwa pilih dulu satu sumber traffic, jalankan sampai berhasil baru tambakan sumber traffic yang lainnya.

Sedangkan kubu yang kedua adalah kubu nya Pat Flynn yang menyebutkan bahwa kita gunakan semua sumber traffic setelah jalan bari evaluasi. Mana sumber traffic yang menghasilkan dan mana yang tidak.

Terkait dua hal ini kubu manakah yang harus kita pilih?

Menjawab pertanyaan ini mas Wientor menyamakannya dengan bahasa textbook yaitu market oriented atau product oriented. Mana yang lebih dulu kita jalankan? Kalau di bisnis konvensional bisa kita jalankan semuanya. Tidak ada aturannya yang satu lebih sukses dibanding dengan yang lain.

Akan tetapi untuk konteks startup benar apa yang dikatakan oleh Peter Thiel. Karena hampir semua orang startup itu adalah orang-orang yang mengembangkan sebuah produk. Maka dari itu startup harus bisa membuat produk yang bagus untuk digunakan oleh masyarakat. Dan ketika produk diluncurkan harus bisa memilih satu channel yang bisa mendatangkan pertumbuhan (growth) secepat-cepatnya.

Fundamental tracking

Menurut saya orang Indonesia banyak yang belum melek tentang tracking atau pelacakan. Namun saat ini sudah banyak yang paham karena terpaksa, mau tidak mau harus melihat data.

Di banyak kesempatan mas Wientor selalu bilang bahwa keunggulan terbesar digital marketing daripada marketing konvensional adalah data. Marketing konvensional tidak bisa menyediakan data selengkap digital marketing dan butuh waktu yang cukup lama untuk mengetahui data-datanya.

Tracking itu adalah jantung dan hati nya digital marketing. Kalau dulu fitur tracking ini terpisah namun sekarang masing-masing platform sudah menyediakan fitur trackingnya sendiri. Sehingga dengan memanfaatkan tracking bisa dengan mudah mengenali siapa saja yang masuk dari iklan yang kita lakukan serta konversinya bagaimana.

Tentang design thinking

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan mas Wientor dan beliau bilang bahwa akan membuka kelas bisnis online dan digital marketing bernama Wiksa.id.

Yang menarik perhatian saya adalah materi pertamanya yaitu design thinking. Apa sebenarnya design thinking ini dan apa yang membuatnya penting?

Menurut mas Wientor design thinking adalah tentang bagaimana kita memecahkan permasalahan dari kacamata seorang designer dengan syarat yang didesain adalah human centric yaitu sesuai dengan ergonomi tubuh manusia. Dari design thinking ini akan membuat mindset calon pebisnis online atau pebisnis online yang sudah berpengalaman menjadi lebih terstruktur ketika menciptakan produk baru.

Cara kerja belajar di Wiksa.id

Beberapa waktu yang lalu saat share tentang Wiksa.id di Facebook, ada yang tanya tentang Wiksa.id ini adalah pelatihan tetang bisnis online tetapi kenapa pelatihannya diselenggarakan secara offline?

Terkait hal ini mas Wientor mengatakan bahwa di Wiksa.id akan ada banyak hal yang dipelajari dan berorientasi jangka panjang. Sehingga dengan belajar secara offline peserta bisa praktek secara langsung sampai dia bisa.

Untuk belajarnya sendiri sama seperti sekolah pada umumnya. Dari senin sampai jumat. Dari jam 09.00 WIB sampai jam 17.00 WIB selama 2 bulan.

Untuk jumlah siswanya sendiri dibatasi maksimal 25 orang. Dan kelas ini cocok untuk pebisnis online pemula atau yang ingin melejitkan bisnisnya dengan sumber traffic yang terdiversifikasi.

Pengajarnya juga unik. Di Wiksa.id ada banyak praktisi yang akan menjadi pengajarnya. Seperti Pak Rully Kustandar dari kebunemas.com, kemudian Andi Rizqy Triana, Benny Ho, Tanggguh Rifky dan lain sebagainya.

Untuk materinya juga lengkap mulai dari riset market, mendapatkan produk, membuat toko online dan landing page, fotografi produk, sampai pada mendatangkan traffic melalui banyak traffic seperti SEO, Facebook Ads dan Google Ads. Sampai pada customer service dan pengelolaan cash flow.

Apakah Wiksa.id cocok untuk orang yang gaptek?

Pertanyaan terakhir yang saya tanyakan ke mas Wientor adalah apakah Wiksa.id ini cocok untuk orang yang gaptek? Orangnya sudah punya bisnis konvensional tetapi untuk mengadopsi teknologi-teknologi saat ini masih kesulitan.

Menanggapi pertanyaan ini mas Wientor mengatakan bahwa Wiksa.id didesain untuk orang yang ingin punya bisnis online dari berbagai latar belakang umur. Sehingga kurikulumnya akan mengakomodir orang-orang yang gaptek ini.

Jika Anda tertarik untuk belajar bisnis online bersama mas Wientor selama 2 bulan, dari 12 Agustus – 11 Oktober 2019 Anda bisa kunjungi Wiksa.id. Untuk biaya mengikuti kelas ini sebesar Rp30 juta.

Tetapi, anda akan mendapatkan harga EARLY BIRD apabila dibayarkan sebelum tanggal 15 Juli 2019 : Rp. 28 Juta dan ada cashback untuk beriklan Facebook dan Google sebesar Rp. 5 Juta. Biaya tersebut tidak termasuk akomodasi dan makan.

Anda juga bisa menghubungi mas Wientor terlebih dahulu lewat channel berikut ini :

Demikian KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 50 tentang bagaimana belajar bisnis online yang benar. Jika Anda ingin saya ngobrol dengan siapa atau punya pertanyaan tentang bisnis online silakan kirimkan email ke fikry@kirim.email. Saya Fikry Fatullah, sampai bertemu di episode berikutnya.

Dengarkan KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast Langsung Dari HP Anda

Agar tidak ketinggalan update episode terbaru KEPO – KIRIM.EMAIL Podcast, Anda bisa men-download dan mendengarkannya langsung melalui HP Anda, caranya:

Facebook Comments