KEPO 122: Merespon 13 Badai Digital yang Mengancam Bisnis. Catatan dari 10 Tahun Email Marketing

Bismillah…

Tadinya, episode kali ini saya buat untuk refleksi, untuk mengambil pelajaran dari 10 tahun KIRIM.EMAIL.

Qadarullah, Alhamdulillah, KIRIM.EMAIL sudah satu dekade. Saya tidak mau bilang “nggak kerasa”, karena emang beneran kerasa di saya.

Sangat menantang, tapi sangat banyak pembelajaran dari perjalanan ini.

Nah, saya mau menuangkan itu dalam sebuah podcast khusus atau artikel blog yang sifatnya refleksi.

Yang mungkin bisa kita ambil pelajarannya bersama. Karena saya banyak banget belajar selama 10 tahun membangun KIRIM.EMAIL.

Dulu, saya pernah menulis artikel sejenis, yaitu “4 Pelajaran dari 4 Tahun KIRIM.EMAIL” waktu kami memasuki tahun keempat. Anda bisa membaca artikel tersebut sebagai pemanasan.

Namun, ada satu pertanyaan mendasar yang akhirnya membawa kita ke pembahasan utama episode kali ini terlebih dahulu: “Apakah email marketing masih relevan?”

Mari kita jawab. Untuk menjawab apakah email masih relevan, kita harus melihat dulu rentetan realita menyedihkan yang sedang terjadi di internet saat ini.

Ada badai besar yang sedang menghantam saluran distribusi bisnis kita. Jika diurutkan, masalahnya kira-kira seperti ini, dan mari kita lihat bagaimana email marketing menjadi jalan keluarnya.

Seperti biasa artikel ini didukung oleh Kirim.Email, layanan email infrastructure untuk bisnis di internet. Gunakan kode kupon KEPO untuk diskon 10% semua layanan di Kirim.Email.

Anda juga bisa dengarkan melalui spotify atau aplikasi favorit Anda disini:

Dengarkan KIRIM.EMAIL Podcast di aplikasi favorit Anda sekarang

Jangkauan Media Sosial dan Marketplace Terus Anjlok

Masalah pertama yang sangat terasa di lapangan hari ini adalah turunnya jangkauan organik (reach) di hampir semua media sosial.

Dulu, memposting sesuatu untuk berjualan itu mudah dan murah. Sekarang, aturan terus berubah. 

Algoritma semakin membatasi kita. Aturan marketplace pun makin ketat dan memaksa kita bekerja ekstra keras hanya agar toko kita terlihat.

Kendali Distribusi Penuh dengan Email Broadcast

Ketika algoritma membatasi siapa yang bisa melihat postingan Anda, email marketing adalah solusinya. Melalui fitur Email Broadcast, Anda tidak perlu berharap pada belas kasihan algoritma. Saat Anda menekan tombol “Kirim”, pesan Anda akan langsung mendarat di inbox pelanggan Anda.

Anda memegang kendali penuh atas distribusi konten dan promosi bisnis Anda sendiri.

Biaya Iklan Meroket, Influencer Palsu, & Risiko Kehilangan Akun

Karena jalur organik makin sulit, orang-orang akhirnya lari ke jalur berbayar (paid traffic).

Efeknya? Persaingan di platform iklan jadi sangat brutal. 

Biaya iklan semakin hari semakin naik dan mencekik margin keuntungan kita. Ditambah lagi, potongan komisi marketplace sekarang makin besar.

Lalu bagaimana dengan influencer? Ternyata kondisinya sama suramnya. Data menunjukkan 50% influencer Instagram menunjukkan gejala fraud (penipuan) dengan pengikut botEngagement rate rata-rata mega-influencer kini hanya tersisa 0,33%.

Kita membayar jutaan rupiah untuk jangkauan yang makin semu.

Di sisi lain, kalau bisnis kita hanya bergantung sepenuhnya pada satu platform, kita sangat rentan. Sewaktu-waktu algoritma berubah atau akun dihapus tanpa alasan yang jelas, bisnis kita bisa langsung hancur.

Jaga Margin dan Bangun Aset dengan Email Automation

Solusinya adalah berhenti membuang uang hanya untuk terus-terusan mengakuisisi pelanggan baru lewat iklan mahal atau influencer yang dipenuhi bot.

Anda bisa memanfaatkan fitur Email Automation dari KIRIM.EMAIL untuk menjual kembali (follow-up) secara otomatis ke orang-orang yang sudah pernah bertransaksi dengan Anda. Biayanya jauh lebih murah, sehingga margin Anda tetap aman.

Selain itu, dengan melakukan List Building, Anda memindahkan pengikut Anda dari platform yang rawan diblokir menjadi aset email list yang sepenuhnya Anda miliki.

Untuk memahami pola dan kerangka kerja strategi pemasaran ini lebih dalam, Anda juga bisa mempelajarinya di KEPO Episode 112: Marketing dalam 17 Menit.

Fenomena “SEO is Dead”

Karena media sosial makin sulit dan iklan makin mahal, banyak pebisnis yang berpaling kembali ke Google, berharap pada Search Engine Optimization (SEO) untuk mendatangkan pengunjung gratis.

Tapi sayangnya, hari ini kita menghadapi fenomena yang sering disebut “SEO is Dead”. Mesin pencari kini didominasi oleh AI (Generative AI / AI Overviews). Saat orang mencari sesuatu, AI langsung memberikan jawabannya di halaman depan tanpa pengguna harus mengklik link website kita. 

Trafik organik dari Google anjlok drastis. Berharap pada trafik organik hari ini rasanya seperti menunggu keajaiban.

Kumpulkan Kolam Audiens Sendiri Lewat Web Form

Ketika Anda tidak bisa lagi mengandalkan pengunjung gratis dari pencarian Google, Anda harus memastikan setiap pengunjung yang terlanjur mampir ke website Anda tidak pergi begitu saja. Gunakan Web Form (Formulir Pendaftaran) di halaman website Anda untuk menangkap alamat email mereka. Dengan begitu, Anda membuat kolam audiens Anda sendiri yang bisa Anda hubungi kapan pun tanpa harus bergantung pada peringkat Google lagi.

Efek “Dead Internet Theory” dan Ledakan Konten AI

Yang membawa kita ke kelompok ketiga, dan ini yang paling mengerikan: efek langsung dari Dead Internet Theory. Internet yang rusak, internet yang sudah mati.

Saat kita memposting sesuatu untuk jualan di internet, kita itu sebenarnya sedang berteriak ke bot. Kita teriak-teriak ke keramaian bot yang tidak merespon. Ataupun kalau mereka merespon, responnya itu mati.

Ini diperparah dengan masalah nomor delapan di daftar saya: ledakan konten AI. Data menunjukkan bahwa 55% konten tertulis di internet adalah buatan AI per tahun 2025Semuanya serba sintetis dan diproduksi massal seperti dari pabrik.

Kembalikan Interaksi Manusiawi dengan Personalisasi Email

Jadi pertanyaannya, bagaimana konten kita bisa menonjol di tengah lautan konten-konten robot ini?

Itulah kenapa saya tetap bertahan menggunakan format long form (konten panjang) audio podcast seperti ini, yang didistribusikan ke YouTube, dan long form artikel di kepo.blog.

Saya tetap bertahan di sini karena ini beneran dari hati kami, dari hati saya dan teman-teman di KIRIM.EMAIL. Kami membuat ini sepenuh hati. Tim yang menulis dan membuat konten dari apa yang saya katakan di sini melakukannya sepenuh hati supaya dapat feel-nya.

Ini cara saya, ini ikhtiar saya untuk menonjol. Cara Anda bagaimana? Silakan dicari.

Namun bagi saya, email marketing memfasilitasi ikhtiar ini secara sempurna. Dengan fitur Personalisasi & Segmentasi, Anda bisa berbicara langsung secara intim ke inbox pelanggan Anda. Anda bisa menyapa nama mereka, menulis dari hati, dan pesan Anda bisa diterima dengan baik tanpa harus bersaing dengan lautan bot pembuat keributan di media sosial.

Jadi, kembali ke pertanyaan awal: apakah email marketing masih relevan?

Di tengah internet yang rusak, dipenuhi konten bot buatan AI, serta algoritma yang semakin membatasi kita, memiliki saluran komunikasi yang langsung, personal, dan sepenuhnya Anda kuasai justru menjadi sangat krusial.

Pilihan ada di Anda. Mau pakai platform apa pun di depan untuk mencari traffic, silakan. Tapi pada akhirnya, bangunlah email list Anda.

Semua referensi, data, dan note didalam episode ini bisa Anda cek di daftar pustaka dibawah ini.

Terima kasih. Sampai ketemu di episode selanjutnya. Insya Allah.

Fikry.

Daftar Pustaka dan Notes

A. Konten AI dan Dead Internet Theory

B. Email Marketing ROI dan Statistik Efektivitas

C. Biaya Marketplace dan Komisi

D. Studi Kasus Email Marketing

E. Cookies Pihak Ketiga dan Tracking

F. iOS App Tracking Transparency (ATT)

G. Akun Media Sosial yang Dibanned / Disuspend

H. Regulasi Privasi dan Consent

I. Content Shock dan Newsletter

J. Biaya Iklan Berbayar (Google Ads, Facebook Ads)

K. Influencer Marketing dan Fraud

L. Publikasi Akademis dan Riset Lanjutan

M. Perubahan Kebijakan Google

N. Sumber Tambahan – Customer Retention dan Churn

  • Berbagai sumber industri menyebutkan bahwa biaya akuisisi pelanggan baru 5-25 kali lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada, dan bisnis di Amerika Serikat kehilangan $136.8 miliar setiap tahunnya karena churn yang dapat dihindari. Data ini merupakan konsensus industri yang dilaporkan oleh berbagai platform email marketing dan penelitian pemasaran digital.

Fikry Fatullah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *