2 Pengaruh Terbesar Brand Dalam Penjualan Online

2 Pengaruh Terbesar Brand Dalam Penjualan Online

Bismillah…

Aktivitas branding atau membangun merek (brand) mungkin bukan hal pertama yang terpikir di benak banyak pelaku bisnis kecil & menengah di Indonesia. Terutama pemilik toko online.

“Yang penting bisnisnya hidup dulu, jualannya laris dulu.”

Ini adalah kalimat yang sering saya dengar berulang, saat ngobrol dengan beberapa pemilik toko online.

Padalah, brand bisa berpengaruh besar ke penjualan online.

2 Pengaruh Terbesar Brand Dalam Penjualan Online

Ini dia 2 pengaruh besar yang menurut saya bisa langsung terlihat:

Pertama: Brand = Margin

Pengaruh terbesar brand dalam penjualan online yang pertama adalah bahwa brand itu sama dengan margin. Maksudnya bagaimana? Mungkin tweet dari Ryan Deiss ini bisa merangkum dengan cukup baik, bagaimana brand akan berpengaruh ke margin.

Semakin dikenal sebuah brand, maka akan semakin terbebas produknya dari perang harga.

Merek yang dikenal dan sudah dipercaya akan bisa lebih fleksibel menentukan harga jual produknya, tanpa harus terlalu memperhatikan berapa harga yang ditetapkan oleh kompetitor.

Si pemilik brand juga tidak harus terlalu pusing mengkalkulasi biaya produksi, karena penetapan harga tidak melulu berdasarkan biaya, melainkan bisa juga menggunakan pendekatan persepsi dan kepercayaan yang sudah terbentuk di masyarakat.

Kedua: Memangkas Customer Journey

Pengaruh terbesar brand dalam penjualan online yang kedua adalah memangkas customer journey. Memiliki brand yang sudah dikenal dan dipercaya, juga akan semakin menyederhanakan proses perjalanan seseorang untuk menjadi pembeli (customer journey).

Contohnya, jika seseorang belum mengenal brand Anda, maka bisa jadi prosesnya dari mulai menemukan produk Anda, sampai ia membeli itu seperti ini:

  • Melihat postingan produk Anda di social media.
  • Pergi ke website Anda.
  • Mencari-cari review produk (atau mungkin testimoni dari yang sudah menggunakan).
  • Kembali ke website Anda.
  • Ngobrol/ chat dengan tim customer service, dan bertanya-tanya.
  • Membandingkan belanja di tempat Anda dengan belanja di tempat lain.
  • Kembali lagi chat dengan tim customer service untuk menanyakan garansi.
  • Kembali lagi ke website Anda karena melihat iklan retargetting Anda di Instagram.
  • Beli.

Karenanya, biasanya sebuah bisnis membutuhkan proses penjualan yang biasa disebut sales funnel untuk mengubah “pengunjung website biasa” menjadi pembeli.

Sebaliknya, jika seseorang sudah mengenal brand Anda, maka prosesnya bisa sangat singkat.

Bisa jadi hanya 2 langkah: Lihat produk > beli.

Inilah kenapa seseorang dengan status selebritis, bisa dengan mudah menjual sesuatu. Syahrini pernah menjual habis 5000 mukena seharga Rp.3,5 juta (termurah). Salah satu alasannya adalah orang tidak perlu lagi kenalan dengan produknya. Brand nya sudah sangat dipercaya.

Dalam dunia bisnis online, semakin panjang customer journey seorang pelanggan Anda, maka akan semakin mahal biaya akuisisinya.

Jika brand Anda belum dikenal, bisa jadi kunjungan pertama seseorang ke website Anda tidak akan langsung menghasilkan penjualan. Kemungkinan Anda harus mengeluarkan biaya iklan extra (untuk retargetting, follow up, dll) sebelum akhirnya seseorang terkonversi menjadi pembeli.

Dalam dunia online, brand yang dipercaya akan membantu memangkas proses jualannya menjadi lebih pendek. Yang artinya, biaya untuk mengakuisisi pembeli Anda bisa jauh lebih murah.

Branding Akan Butuh Waktu

Untuk mendapatkan pengaruh branding dalam penjualan online ini prosesnya tidak bisa instan. Ada 2 hal utama yang menurut saya dibutuhkan dalam proses branding, yaitu waktu dan konsistensi.

Inilah tantangan yang menurut saya yang banyak membuat pemilik bisnis menjadi malas, atau tidak sabar dalam membangun brand.

Tidak ada brand besar yang lahir dalam satu malam. Sebuah bisnis harus bertahan cukup lama sampai brand tersebut diterima dan dipercaya oleh masyarakat.

Branding & Email Marketing

Ada 2 komponen dalam email marketing yang harus Anda perhatikan dalam proses membangun brand Anda.

Siapa yang mengirim email

Komponen pertama yang harus Anda perhatikan dalam proses membangun brand adalah siapa yang mengirim email.

Ada saatnya dimana siapa yang mengirim email lebih penting daripada apa isi emailnya.

Isi inbox email pelanggan Anda sudah penuh dengan pesan dan promosi dari banyak orang. Jika nama Anda sudah dikenal oleh mereka, maka email Anda bisa dengan mudah menonjol ditengah semua email-email tersebut.

Seberapa sering Anda mengirimkan email

Komponen pertama yang harus Anda perhatikan dalam proses membangun brand adalah seberapa sering Anda mengirimkan emailnya.

Email yang bagus saja tidak cukup, Anda harus mengirimkannya sesering yang Anda bisa. Umum sekali seseorang berhenti berlangganan (unsubscribe dalam email marketing) itu hanya karena ia lupa siapa Anda. Dan alasan terbesar seseorang lupa dengan kita, adalah karena kita kurang sering muncul didalam inbox nya. Kirimkan email promosi yang bagus, dan sering.

Dalam mengirimkan email tidak ada aturan baku berapa kali harus mengirimkan email dalam seminggu. Namun terkait hal ini kami sudah pernah membuat ulasan mengenai frekuensi mengirimkan email. Ulasan tersebut bisa Anda baca pada artikel yang berjudul Seberapa Sering Anda Harus Mengirim Email?


Dengan KIRIM.EMAIL Anda bisa membangun brand Anda dengan mudah dan cepat melalui email.

Emailkerja akan membantu menyebarkan brand Anda melalui email dengan domain sendiri.

Sementara KIRIM.EMAIL akan membantu Anda dengan mudah mengirimkan email ke ribuan pelanggan Anda, mulai dari Rp.3.300 sehari.

Klik disini untuk coba gratis Emailkerja selama 30 hari

Anda belum memiliki domain sendiri? Domain akan membantu pembeli mengingat brand Anda, klik disini untuk membeli domain Anda sendiri

Selamat membangun brand.

-Fikry