Perbedaan Signal VS Telegram VS WhatsApp: Mana yang Lebih Baik?

Aplikasi Telegram dan Signal boleh dibilang jadi tempat pelarian para pengguna WhatsApp yang sudah kadung kesal dengan kabar kebijakan privasi terbarunya. Anda mungkin salah satunya. Sehingga tidak mengherankan jika Telegram merangkak ke posisi ke-3 dalam daftar aplikasi paling populer di Google PlayStore.

Lalu kabar menarik terkini datang dari pemilik aplikasi Signal sekaligus mantan pendiri WhatsApp. Brian Acton tidak menyarankan pengguna berhenti menggunakan WhatsApp. Dia hanya mengatakan kalau Signal bisa menjadi pilihan.

Dia juga membayangkan orang menggunakan Signal untuk kebutuhan chat dengan keluarga dan teman-teman dekat mereka, dan menggunakan WhatsApp untuk chat lainnya.

Dan yang paling penting, Brian tidak akan mengikuti apa yang dilakukan WhatsApp kepada para penggunanya. Bagi Anda yang peduli dengan privasi, apa yang dilakukan WhatsApp barangkali terasa seperti menelan pil pahit.

Lalu aplikasi mana yang sebaiknya Anda gunakan sekarang, apakah WhatsApp, Telegram, atau Signal? Mana yang lebih baik? Mari kita bahas satu per satu tentang perbedaan antara Signal vs Telegram vs WhatsApp berikut ini.

Signal vs Telegram vs WhatsApp

Signal

Signal VS Telegram VS WhatsApp
dokumen pribadi

Aplikasi Signal sudah ada sejak tahun 2014. Setelah Brian Acton meninggalkan WhatsApp pada tahun 2017, ia menambahkan fitur enkripsi end-to-end untuk semua jenis komunikasi di aplikasi ini. Sebelumnya, pengguna Signal hanya bisa menikmati chat dan panggilan video.

Berbicara soal komunikasi dengan banyak orang, sebuah grup di aplikasi Signal hingga kini bisa menampung sampai 1.000 anggota dan bisa melakukan panggilan grup yang terenkripsi end-to-end.

Seperti yang disebutkan di awal, Signal megedepankan privasi pengguna. Selain menggunakan enkripsi end-to-end di segala bentuk komunikasinya, aplikasi satu ini juga menggunakan fitur sealed sender. Ini artinya, tidak akan ada yang tahu Anda berkirim pesan dengan siapa dan apa isi pesannya.

Keamanan Signal memang jauh lebih baik ketimbang dua aplikasi yang kami bahas setelah ini. Di Signal, Anda bisa mengaktifkan fitur Screen Security, yang memungkinkan Anda dan penerima tidak bisa mengambil screenshot.

Telegram

Signal VS Telegram VS WhatsApp
dokumen pribadi

Sekitar satu tahun sebelum WhatsApp dibeli Facebook, Pavel Durov meluncurkan aplikasi Telegram. Bersama kakaknya, Nikolai Durov, pengusaha asal Rusia ini mengembangkan aplikasi satu ini yang mengedepankan privasi. Dilihat dari populasi pengguna, Telegram banyak digunakan di negara-negara bekas Uni Soviet dan Iran.

BACA JUGA :   10+ Tempat Promosi Bisnis Online Gratis

Telegram boleh dibilang hadir dengan segudang fitur yang ditawarkan kepada para penggunanya. Berbeda dengan WhatsApp, Telegram bisa diakses dari beberapa perangkat.

Anda juga bisa menggunakan lebih dari satu akun Telegram dalam satu aplikasi. Berbeda dengan WhatsApp yang harus diakali dengan mengaktifkan fitur dual apps di smartphone masing-masing.

Hingga kini, sebuah grup di Telegram bisa menampung hingga 200.000 orang. Fitur Channel malah lebih gila lagi. Channel, yang biasa dipakai oleh public figure, kantor berita, dan sejumlah penjual jasa ini bisa memiliki jumlah anggota tak terhingga. Seorang pemilik Channel dapat membroadcast pesan satu arah ke seluruh anggota.

Selain itu Telegram juga menawarkan fitur bot. Bot ini dijalankan oleh aplikasi yang dilengkapi dengan fitur AI (Artificial Intelligence) dan bisa melakukan apa saja mulai dari game, broadcasting, dan lain sebagainya.

Telegram juga bisa mengirim file berupa dokumen, foto, atau video dengan ukuran maksimal 1,5 GB. Ini jauh lebih baik ketimbang Whatsapp yang membatasi file berupa foto video dan pesan suara hingga 16 MB saja, sementara file dokumen 100MB.

Telegram boleh dibilang aplikasi paling cocok bagi pengguna yang senang terhubung dengan orang banyak dengan mobilitas tinggi. Walaupun begitu, Telegram memiliki satu kelemahan dasar, yakni pesan yang Anda kirim lewat chat biasa tidak terenkripsi end-to-end. Namun Anda bisa mengantisipasinya dengan menggunakan fitur Secret Chat atau Secret Message.

WhatsApp

Signal VS Telegram VS WhatsApp
dokumen pribadi

Aplikasi chat WhatsApp yang pertama kali rilis ke publik pada bulan Mei 2009 adalah ciptaan Brian Acton, seorang programer komputer sekaligus pengusaha internet asal Amerika Serikat dan kawannya Jon Koum, mantan teknisi di Yahoo. Jon Koum kemudian memilih nama WhatsApp karena pengucapannya mirip dengan kalimat sapaan “What’s Up?”. Indonesia, India, dan Brazil adalah pasar terbesarnya.

Kemudian mereka berdua menjual WhatsApp ke Facebook pada tahun 2014 senilai 19 milyar Dolar AS dalam bentuk uang tunai dan saham. Aplikasi satu ini menawarkan kemudahan interaksi untuk pengguna, di samping fitur panggilan suara dan panggilan video yang bisa menampung hingga 4 orang.

Pada bulan Februari 2017, Whatsapp kemudian menghadirkan fitur WhatsApp Status mengadopsi Instagram Story. Fitur ini memanjakan penggunanya untuk membagikan tulisan pendek, foto, maupun video sebagai bentuk ekspresi mereka atau sekadar berbagi informasi. Pengguna juga bisa mengatur siapa saja kontak yang bisa melihat status mereka di Status Privacy.

BACA JUGA :   10 Tips Promosi Bisnis Kuliner Lewat Instagram

Untuk kebutuhan perpesanan, mereka memakai enksripsi end-to-end di seluruh aktivitas perpesanan, baik chat biasa, dan grup. Artinya, WhatsApp menjamin keamanan chat pengguna dengan adanya fitur ini.

Enkripsi end-to-end  Whatsapp memakai sistem client to client. Maksudnya seluruh data komukinasi tidak akan tersimpan di server WhatsApp, melainkan di setiap client.

Sementara berbicara tentang group chat, satu grup di WhatsApp bisa menampung hingga 256 pengguna. Kabarnya pembatasan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran disinformasi dan hoaks.

WhatsApp juga menawarkan fitur backup chat bagi para penggunannya. Anda bisa mem-backup chat dan mengintegrasikannya dengan Google Drive.

Data yang Dikumpulkan oleh Aplikasi

Dalam menggunakannya, begitu Anda memiliki akun ketiga aplikasi di atas, maka pihak aplikasi tersebut akan mengumpulkan data Anda. Berikut daftar informasi mengenai data yang dikumpulkan masing-masing oleh WhatsApp, Telegram, dan Signal.

WhatsApp

  • ID perangkat
  • Identitas pengguna
  • Data periklanan
  • History pembelian
  • Lokasi
  • Nomor telepon
  • Alamat email
  • Kontak
  • Interaksi produk
  • Kerusakan data
  • Kinerja data
  • Data diagnostik
  • Informasi pembayaran
  • Dukungan pelanggan
  • Interaksi produk
  • Konten pengguna

Telegram

  • Info kontak
  • Kontak
  • Identitas pengguna

Signal

Angin segar datang bagi para pengguna lantaran data yang dikumpulkan oleh aplikasi Signal tidak seperti dua aplikasi tadi. Satu-satunyaa data pribadi yang dikumpulkan Signal hanya nomor telepon Anda.

Kesimpulan Signal Vs Telegram Vs WhatsApp

Kesimpulannya, bagi Anda yang sangat peduli dengan privasi, Signal jelas lebih baik daripada WhatsApp dan Telegram dari segi keamanan dan privasi pengguna. Inilah yang membuat Bos Tesla, Elon Musk juga kini memilih menggunakan Signal.

Namun bagi Anda yang sedang ing membangun audience atau melakukan list building maka Telegram bisa jadi pilihan terbaik. Karena dengan fitur Channel dan juga Group mampu menampung puluhan bahkan ratusan ribu orang dalam satu tempat.

Tetapi jika Anda tidak terlalu peduli dengan privasi dan ingin selalu dekat dengan teman atau keluarga, maka WhatsApp merupakan pilihan terbaik. Karena di sisi lain ada orang-orang yang tetap ingin menggunakan WhatsApp daripada Telegram maupun Signal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *