Saluran Komunikasi Yang Efektif Dalam Praktik Belajar Di Rumah

Saluran Komunikasi Yang Efektif Dalam Praktik Belajar Di Rumah

Beberapa waktu yang lalu Kemendikbud mengeluarkan kebijakan belajar di rumah bagi pelajar SD hingga SMA guna mengurangi penyebaran COVID 19. Semula kebijakan tersebut berlaku dari tanggal 16 sampai 29 Maret 2020. 

Per 1 April 2020 ini setidaknya kebijakan tersebut sudah berjalan lebih dari 2 minggu. Melihat kondisi penyebaran COVID 19 yang kian meluas, kini sejumlah daerah memperpanjang kebijakan tersebut. Hanya saja setiap daerah berbeda-beda dalam menerapkan masa berlaku kebijakannya.

Ada yang menerapkan perpanjangan hingga 2 minggu, namun ada juga daerah yang menerapkan kebijakan belajar di rumah hingga 2 bulan. 

Perpanjangan kebijakan belajar di rumah selama 2 minggu atau 2 bulan bukanlah hal yang penting.

Menurut kami, yang menjadi hal penting dalam menerapkan kebijakan belajar di rumah adalah pola komunikasi di antara stakeholder yang ada di ruang lingkup pendidikan (sekolah). 

Bagaimana komunikasi antara pihak sekolah dengan guru, komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua/wali murid dan juga komunikasi antara guru dengan murid perlu menjadi perhatian dan kajian kita bersama. 

Kalau pada kondisi normal, ketika pihak sekolah ingin berkomunikasi dengan orang tua/wali murid biasanya dengan mengirimkan surat edaran. Kalau guru ingin berkomunikasi dengan siswa tinggal masuk kelas dan segala macam diskusi bisa dilakukan di kelas. 

Namun ketika terjadi kondisi tidak normal yang mengharuskan menjaga jarak atau bahkan menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti sekarang ini, maka cara-cara biasa tidak bisa kita andalkan. Sehingga harus ada terobosan untuk menjembatani semuanya.

Beruntung saat ini kita terbantu dengan adanya teknologi dan juga internet. Dampaknya semua komunikasi selama kebijakan belajar di rumah bisa tetap terjalin dengan baik. 

Pola Komunikasi 2 Minggu Pertama Penerapan Kebijakan Belajar Di Rumah

Selama penerapan kebijakan belajar di rumah kemarin, kami sempat bertanya dan berdiskusi dengan para guru. Kebetulan ada teman-teman kami yang berprofesi sebagai guru berkenan untuk membagikan pengalamannya, terutama dalam hal komunikasi. 

Dari diskusi ini ternyata ada 2 aplikasi utama yang mampu menjembatani komunikasi antara stakeholder. 

2 aplikasi tersebut antara lain : 

  • WhatsApp
  • Google Classroom

WhatsApp

Aplikasi yang pertama adalah WhatsApp. 

Aplikasi gratis dari Facebook ini menjadi media komunikasi utama yang digunakan oleh pihak sekolah, guru, orang tua murid dan juga siswa. 

Kelebihan WhatsApp

Kelebihan dari WhatsApp ini adalah hampir setiap orang yang punya smartphone terinstall aplikasi ini. Dan dari fungsi bisa dikatakan WhatsApp sudah menggantikan fitur SMS untuk berkomunikasi via tulisan. 

Selain itu WhatsApp juga mengizinkan kita untuk membuat grup yang berisi hingga 256 anggota.

Sehingga tidak mengherankan banyak sekolah yang membuat grup untuk internal guru. Kemudian ada juga grup antara pihak sekolah dengan orang tua/wali murid. Juga tidak ketinggalan grup antar kelas. 

Kekurangan WA

Namun dibalik kelebihan tersebut, ternyata WhatsApp juga mempunyai kekurangan yang mungkin belum disadari oleh banyak orang. 

Kekurangan tersebut antara lain : 

  • Makin banyak grup membuat kinerja smartphone menjadi menurun. Atau bisa dikatakan smartphone Anda semakin lambat kinerjanya. 
  • Jumlah anggota dan jumlah percakapan di dalam suatu grup akan mempengaruhi efektifitas komunikasi.

    Si A,B,C ingin bahas topik 1. Si E,F dan G bahas topik 2, Si X,Y,Z bahas topik 3 dalam waktu yang hampir bersamaan. Ini justru akan membuat grup tidak kondusif. Dan hal-hal penting yang dibahas di dalam grup tersebut akan sulit untuk dicari lagi seiring dengan bertambahnya jumlah percakapan.

    Kalau pun ketemu, harus memakan waktu yang cukup lama, karena harus scroll dari atas hingga bawah. 

Kalau hal ini terus dipertahankan, mengingat kebijakan belajar di rumah diperpanjang minimal 2 minggu ke depan, maka pola komunikasi seperti ini akan semakin tidak efektif. 

Lalu harus bagaimana menyikapinya? Tenang, kami ada solusinya untuk Anda yang menjalankan kebijakan belajar di rumah yang akan kami bahas pada bagian berikutnya. 

Google Classroom

Aplikasi yang kedua adalah Google Classroom. 

Sesuai dengan namanya, aplikasi ini digunakan untuk menggantikan kelas offline. Jadi antara guru dan murid bisa saling melakukan kegiatan belajar mengajar melalui aplikasi ini. 

Selama kebijakan belajar di rumah, aplikasi Google Classroom ini menjadi pilihan utama para Guru untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara online. Maka tidak mengherankan jika Google Classroom saat ini menjadi aplikasi yang paling banyak didownload di Google Play Store mengalahkan WhatsApp, Tiktok dan juga Facebook Lite. 

Kemudahan dalam penggunaan menjadi keunggulan utama dari Google Classroom ini. Bahkan orang awam yang baru saja menginstallnya bisa langsung paham tanpa butuh waktu lama beradaptasi dengan aplikasi ini. 

Hanya saja, dibalik kemudahannya, ternyata Google Classroom versi gratis juga mempunyai kelemahan. 

Kelemahannya adalah tidak adanya integrasi dengan sekolah maupun pengajar yang lain. Sehingga kalau Anda menggunakan yang versi gratis, pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah dan Bagian Kurikulum tidak punya kontrol terhadap apa yang disampaikan oleh Guru kepada murid-muridnya. 

Beda jika menggunakan Google Classroom yang berbayar. Mereka menawarkan kelas yang terintegrasi dalam satu wadah. Sehingga sekolah bisa mengontrol dan mengawasi materi dari Guru ke Muridnya. 

Namun untuk bisa menggunakan Google Classroom yang berbayar ini biayanya tidaklah sedikit. 

Saran Kami Untuk Saluran Komunikasi Yang Efektif Dalam Praktik Belajar Di Rumah

Berdasarkan diskusi kami dengan para guru dan juga pemaparan di atas terkait kelebihan dan kelemahan aplikasi yang digunakan, kami punya sebuah usulan atau saran untuk menciptakan pola komunikasi yang efektif. 

Hal ini karena kami di KIRIM.EMAIL sudah hampir 5 tahun bekerja secara remote dimana setiap tim tidak saling bertatap muka. Bahkan ada beberapa tim kami yang berada di zona waktu yang berbeda. 

Kami tidak punya kantor dan tim kami bekerja dari rumahnya masing-masing atau dari tempat yang membuat mereka bahagia. 

Meskipun begitu nyatanya KIRIM.EMAIL bisa bertahan hingga saat ini walaupun tanpa tatap muka. Rahasinya adalah pada pola komunikasi dan juga saluran komunikasi yang kami gunakan. 

Hal ini sedikit banyak sudah dibahas oleh Fikry Fatullah, foundernya KIRIM.EMAIL yang bisa Anda simak di artikel yang berjudul Bagaimana Kami Bekerja Remote Di KIRIM.EMAIL atau Kerja Remote, Mulai Dari Mana?.

Kami berpikir, belajar di rumah dan bekerja dari rumah itu punya banyak kesamaan. Maka dari itu melalui artikel ini kami ingin menyampaikan saran kepada pihak-pihak yang menjalankan kebijakan belajar di rumah. 

Adapun saran kami terkait saluran komunikasi adalah sebagai berikut. 

Tinggalkan WhatsApp Grup dan Gunakan Email

Untuk komunikasi yang efektif, kami menyarankan untuk meninggalkan WhatsApp Group untuk topik yang penting dan beralih ke email. 

Mungkin ini terdengar aneh, tapi pada kenyataannya dalam konteks belajar di rumah, menggunakan WhatsApp grup akan menimbulkan banyak masalah seperti yang kami paparkan di atas. 

Sebagai solusinya Anda bisa menggunakan email. Dalam hal ini yang bisa Anda gunakan adalah email blast atau email broadcast dimana ketika ada informasi penting (surat edaran), Anda bisa langsung mengirimkannya ke seluruh stakeholder. 

Selain itu, jika Anda seorang guru, Anda bisa mengirimkan tugas, pemberitahuan materi terbaru dan lain sebagainya ke murid-murid Anda melalui email blast ini. 

Dari email blast ini Anda juga bisa memantau berapa orang yang sudah menerima email dan siapa saja yang sudah membuka email Anda.

Sehingga apa yang Anda kirimkan bisa terdokumentasi dengan baik dan bisa Anda ukur efektivitasnya karena ada laporannya. 

Salah satu aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk mengirimkan email blast ini adalah KIRIM.EMAIL. Aplikasi KIRIM.EMAIL mampu mengirimka ribuan email hanya dalam waktu kurang dari 5 menit. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang KIRIM.EMAIL silakan klik link berikut ini https://bit.ly/2w3f7Tm.

 Jadi WhatsApp Grup Anda silakan gunakan untuk hal-hal yang kurang penting. Hal-hal yang penting silakan pindahkan ke email. 

Migrasi dari Google Classroom ke Workplace By Facebook

2 platform ini sama-sama gratis. Hanya saja dari sisi fitur Workplace by Facebook lebih lengkap. Hal ini dikarenakan Workplace by Facebook didesain untuk kerja secara remote dengan banyak tim. 

Untuk cara kerja dari Workplace by Facebook ini sangat mirip dengan Facebook Group. Sehingga Anda tidak perlu waktu lama untuk bisa menguasainya, karena memang Facebook group sudah sangat familiar dengan masyarakat Indonesia. 

Dengan Workplace by Facebook ini Anda bisa menerapkan kebijakan belajar di rumah secara terpadu. Dalam artian, semua stakeholder bisa Anda masukkan dalam satu tempat dan bisa Anda sesuaikan hak aksesnya sesuai kebutuhan. 

Dengan aplikasi ini Anda bisa membuat dan mengelola banyak grup, Misalnya :

  • grup untuk Guru,
  • grup untuk kelas X, kelas XI IPS dan Kelas XII IPA,
  • grup untuk wali murid
  • dan lain sebagainya. 

Bahkan di aplikasi Workplace by Facebook ini, kalau Anda seorang guru bisa melakukan upload materi seperti hal nya di Google Classroom. Tentunya dengan fitur yang lebih baik dan lebih lengkap. 

Dan yang paling penting, kami pernah menggunakan aplikasi Workplace by Facebook ini selama lebih dari 1 tahun sebagai saluran komunikasi utama. Jadi semua pekerjaan, semua diskusi, jadi satu tempat. 

Untuk mulai menggunakan Workplace by Facebook, Anda bisa langsung kunjungi https://www.facebook.com/workplace. Gratis.

Itulah 2 saran dari kami untuk saluran komunikasi efektif dalam praktik belajar di rumah ini. Kami harap apa yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat untuk Anda dan semakin mempermudah pekerjaan Anda selama menerapkan kebijakan belajar di rumah ini. 

Jika Anda bermanfaat untuk Anda, silakan bagikan ke rekan-rekan Anda. Jika ada tanggapan terkait saran kami ini, silakan tulis pada kotak komentar di bawah ini. 

Mudah-mudahan bermanfaat dan mari kita berdoa semoga wabah COVID 19 ini segera mereda dan kehidupan menjadi normal seperti sediakala.

Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Umi Kulsum
Umi Kulsum
24 days ago

Alhamdulillah terima kasih. Informasinya sangat bermanfaat. Akan dicoba untuk memakai workplace.