Episode 59 - Perang Gesekan

Episode 59 – Perang Gesekan

Selamat datang di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast bersama saya Fikry Fatullah.

KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode ini didukung oleh KIRIM.EMAIL layanan email marketing yang kami desain untuk pebisnis online seperti Anda.

Bagi Anda pendengar setia KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast, Anda bisa mendapatkan diskon 10% untuk berlangganan email marketing di KIRIM.EMAIL.

Caranya kunjungi website KIRIM.EMAIL lalu masukkan kode kupon “KEPO” pada kotak yang tersedia. Dan total pembayaran Anda akan berkurang 10% dengan memasukkan kode kupon di atas.

Pada KEPO-KIRIM.EMAIL Episode 59 ini saya akan memulainya dengan sebuah cerita.

Bayangkan, suatu hari, Anda hadir dalam sebuah acara lelang.

Yang dilelang adalah uang Rp100 ribu.- Ya, satu lembar uang Rp100 ribu.

Loh, kok aneh?

Anda penasaran, akhirnya Anda tetap di sana untuk melihat lelang tersebut berjalan.

Satu lembar uang Rp100 ribu itu dibuka dengan harga Rp95 ribu. Tapi ada syaratnya:

  • Siapapun yang menang lelang, akan mendapatkan satu lembar Rp100 ribu itu.
  • Dan siapapun yang kalah lelang dan berada di nomor 2, itu harus membayar semua penawaran lelangnya, tapi tidak mendapat apa-apa.

Setelah semua yang hadir paham peraturannya, lelang dimulai.

Harga dibuka Rp95 ribu. Lalu ada Jono yang menawar harga uang itu menjadi Rp105 ribu.

“Saya keluar duit Rp105 ribu, dapat uang Rp100 ribu, artinya cuma keluar Rp5 ribu”, itu pikirnya dalam hati.

Lalu kemudian Susi menawar, “Rp110 ribu” katanya.

Jono lalu berpikir,

“Loh, berarti yang tadinya saya hanya harus membayar Rp5 ribu, jadinya harus bayar Rp105 ribu karena saya berada di posisi no. 2”.

Dengan gerak cepat Jono menawar: “Rp120 ribu!” katanya.

Susi kembali menawar: “Rp130 ribu!”

Jono naik lagi: “Rp180 ribu.”

Dan begitu terus, sampai angka penawarannya membengkak.

“Rp450 ribu” kata Susi.

Jono mengeluarkan semua tabungannya dan menawar “Rp500 ribu”.

Namun apa daya, Susi masih kuat, “Rp550 ribu” ia berkata.

Jono kalah, karena uangnya sudah tidak ada lagi. Akhirnya ia harus membayar Rp500 ribu tanpa mendapatkan apapun.

=====

Walaupun cerita diatas terlihat aneh, fenomena ini cukup sering terjadi di hadapan kita.

Dalam Game Theory, fenomena diatas disebut dengan “War Of Attrition” atau perang gesekan.

Dalam militer, sering juga disebut dengan “Attrition Warfare”, prinsipnya sama, yaitu “melemahkan” atau menggesek lawan sedikit demi sedikit, melalui kemenangan-kemenangan kecil, hingga akhirnya sang lawan kehabisan sumber daya.

Kunci strategi disini pada dasarnya ada di pengelolaan sumber daya, karena, seperti Susi, Anda harus memiliki sumber daya yang lebih besar dari lawan Anda.

Dengan kata lain, stamina Anda harus kuat. Anda harus bertahan lebih lama.

Dalam bisnis, kita sering melihat perang seperti ini, misalnya di Marketplace ada Tokopedia VS Bukalapak, dalam dunia transportasi ada Gojek VS Grab, dll.

Dalam dunia militer, strategi ini sangat dihindari karena selain bisa menghabiskan banyak uang, juga biasanya menimbulkan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak. Karena biasanya berakhir dalam kondisi tentara siapa yang jumlahnya masih lebih banyak daripada lawannya.

Namun dalam bisnis, hal ini seperti tidak bisa dihindari. Kondisi seperti ini seringnya “mendatangi” Anda tanpa Anda inginkan.

=====

Contoh paling mudah adalah dalam hasil pencarian Google.

Jika Anda paham atau jago SEO, maka Anda bisa muncul di halaman pertama hasil pencarian. Namun, jika Anda tidak paham SEO, Anda dihadapkan pada 3 pilihan:

  • Beriklan di Google Search.
  • Belajar SEO.
  • Cari orang yang paham SEO.

Belajar SEO akan memakan waktu yang sangat lama. Belum lagi strategi SEO yang selalu berubah dengan cepat. Tidak semua pebisnis bisa mengikuti update dari Google.

Teknik yang bisa berjalan hari ini, bisa jadi tidak berjalan lagi besok.

Bagaimana dengan mencari orang yang paham SEO? Lagi, ini juga tidak mudah karena cocok-cocokan, bisa tidak jodoh. Dan kalaupun jodoh, akan tetap butuh waktu untuk bisnis Anda akhirnya ditemukan di Google.

Dari ketiga pilihan diatas, cara tercepat adalah: Beriklan di Google Search.

Namun, disinilah awal peperangan dimulai. Jika Anda salah langkah, Anda akan terlibat perang gesekan di atas dengan kompetitor Anda.

Perang yang akan menghabiskan budget iklan Anda, dan membuat Anda tidak mendapatkan apapun jika Anda menjadi no. 2.

Siapa yang paling diuntungkan dari perang ini? Ya sudah jelas Google-lah pemenangnya.

Karenanya, kondisi perang gesekan antara Anda dan kompetitor Anda seperti cerita Jono dan Susi diatas ini adalah kondisi yang sangat diinginkan oleh Gogle.

Artinya lagi, Google mendesain platform iklannya agar Anda terlibat perang ini secara langsung.

Rp100 ribu yang saya ceritakan diatas, adalah analogi dimana Anda memiliki pelanggan yang siap berbelanja sebesar Rp100.000 rupiah ke bisnis Anda.

Semakin mahal Anda mem-bidding atau menawar harga per klik iklan di Google, maka akan semakin kecil dampak transaksi hang dihasilkan oleh pelanggan Anda.

Karenanya, jika Anda hanya mengikuti petunjuk dari Google, kemungkinan besar, secara natural Anda akan masuk ke dalam perang ini secara langsung.

Jangan salah, Google tidak menjebak Anda dalam perang ini dan mereka tidak berniat jahat, dan saya cukup yakin mereka ingin melihat Anda berhasil.

Namun, lagi, perang gesekan adalah kondisi yang sangat ideal bagi Google. Dan secara natural juga, Google Ads sudah didesain untuk itu.

Bakar Uang

Saat ini startup di Indonesia nilai pendanaannya sudah tidak milyaran lagi, tetapi sudah triliunan. Antara perusahaan milyaran dengan perusahaan triliunan itu perbedaannya sudah sangat jauh.

Untuk memudahkan memahami ini bisa kita analogikan ke konversi waktu. 1 Miliar detik kalau kita konversi itu kurang lebih 31 tahun. Sedangkan 1 Triliun detik kalau kita konversi itu kurang lebih 31.000 tahun.

Saat kita punya banyak uang dari investor maka mereka akan menuntut pertumbuhan terhadap startup Anda. Salah satu cara termudah untuk mendatangkan pertumbuhan itu adalah dengan memberikan uang ke pelanggan.

Maka tidak mengherankan jika banyak startup seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee dan lain sebagainya gencar memberikan cashback, diskon, gratis dan juga gratis ongkir. Hal ini bertujuan untuk menarik pelanggan sebanyak mungkin dalam waktu yang cepat.

Itulah yang saya maksud dengan bakar uang untuk mendapatkan pembeli.

Saat yang kita miliki hanya palu, maka semua akan terlihat seperti paku.

Artinya, jika kita hanya memiliki satu “alat”, yaitu untuk memukul, maka semua akan ingin kita pukul.

Padahal, bisa jadi solusinya bukan itu, dan “alat” yang kita butuhkan itu bisa saja gergaji misalnya, bukan palu.

Itu artinya, jika Anda hanya menguasai satu cara untuk mendatangkan pembeli ke bisnis Anda, melalui Facebook Ads misalnya, maka optimasi yang Anda lakukan hanya akan seputar Facebook Ads.

Mungkin tidak jauh-jauh dari otak atik budget.

Padahal, masih banyak sekali cara untuk mendatangkan pembeli, yang mungkin akan lebih efektif bagi bisnis Anda dibanding dengan jika Anda beriklan di Facebook.

Ini bukan berarti beriklan di Facebook itu salah, bukan. Facebook Ads merupakan salah satu cara termudah untuk mendatangkan pembeli.

Namun, “hanya” menggunakan Facebook untuk berbisnis menurut saya juga kurang tepat. Membuat sebuah bisnis menjadi ketergantungan dengan sebuah platform yang tidak pasti.

Dunia tidak selebar Facebook Newsfeed.

Jadi gimana? Leburkan Facebook dengan banyak cara mengolah pembeli.

Kembali ke budget iklan. Sisi lain dari kemudahan yang ditawarkan oleh Facebook Ads adalah: Semakin banyaknya bisnis yang menggunakan Facebook Ads.

Dalam kondisi persaingan sempurna, sang pemilik budget terbesarlah yang akan menang, dengan menimbulkan banyak korban.

Inilah yang disebut dengan “Perang Gesekan” yang saya sebutkan di atas.

Jadi kesimpulan kita adalah bahwa perang gesekan dalam bisnis kecil tidak bisa dihindari. Yang ada justru malah perang gesekan ini yang mendatangi kita.

Ini juga berlaku kalau Anda bisnis offline, katakanlah bisnis restoran. Saat ada kompetitor yang buka gerai di dekat Anda maka mau tidak mau segala macam promosi akan gencar Anda lakukan. Begitu pula kompetitor Anda.

Kalau sudah terlibat dalam perang gesekan ini bagaimana cara mengatasinya?

Kalau saya akan mundur satu atau dua langkah dari perang ini. Biarkan kompetitor melakukan promosinya sambil mengevaluasi strategi yang saya lakukan. Sebisa mungkin saya menghindari perang gesekan ini.

Kunci keberhasilan dari sebuah bisnis itu bukan dari berapa uang yang dia punya, tapi bagaimana sebuah bisnis itu bisa fleksibel terhadap perubahan yang terjadi dan menyesuaikan diri dengan sangat cepat. Jadi hati-hati dengan perang gesekan dan semoga Alloh menjaga bisnis kita dengan cara-cara yang baik.

Terima kasih sudah menyimak. Jangan lupa kunjungi KIRIM.EMAIL dan Gunakan kode kupon KEPO untuk mendapatkan diskon 10% berlangganan di KIRIM.EMAIL.

Saya Fikry Fatullah, sampai bertemu di episode berikutnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of