Pengertian, Struktur, dan Fungsi URL

Dalam dunia maya atau internet, boleh dibilang ada dua jenis pengguna. Ada yang sekadar menjadi penikmat, ada juga pegiat. Mana yang akan lebih memahami seluk beluk dunia internet?

Bagi para penikmat internet, istilah URL akan membingungkan. Mereka tak mau ambil pusing untuk memahaminya. Bagi pengguna jenis ini, yang penting mereka bisa browsing dengan mudah dan menemukan apa yang mereka cari di internet.

Tak sedikit kalangan blogger yang juga belum memahami betul apa itu URL. Bagi mereka, yang penting bisa menulis sebuah konten dan berharap ada tangan-tangan tak kasat mata yang mengantarkan halaman blog mereka ke posisi teratas di mesin pencari.

Apa Itu URL?

URL sendiri adalah singkatan bahasa Inggris dari Uniform Resource Locator. Nah, dari singkatannya saja kita sudah bisa menebak maksudnya. Perhatikan, ada kata locator yang secara harfiah artinya pencari lokasi dan resource yang bermakna sumber atau alamat.

Jadi, singkatnya boleh dibilang kalau URL adalah alamat sebuah halaman. Yang dimaksud halaman di sini bisa jadi halaman blog, website, youtube, atau sebuah tulisan maupun postingan, alamat video, dan alamat sebuah channel.

Setiap konten yang ada pada halaman sebuah website, termasuk artikel ini mempunyai alamat dan lokasi dimana suatu file berada.

Misalnya pada halaman blog kirim.email ini. Yang Anda baca sebenarnya bukan sebuah file berupa tulisan, tetapi sebuah tayangan. Sementara filenya sendiri berada di server website.

Semua server termasuk server website memiliki directory atau tempat penyimpanan. Artinya di bagian mana file tersebut tersimpan.

Sebelum membahas lebih jauh lagi mengenai URL, mari ilustrasikan ketika kita menyimpan sebuah file Ms. Word di penyimpanan C dalam folder Documents. Maka kita akan mendapati URLnya sebagai berikut:

C:\Users\ASUS\Documents

Lalu suatu hari Anda menyimak laporan tahunan yang Anda temukan di mesin pencari Google. Anda akan melihat susunan URL konten sebagai berikut:

https://www.kemenkeu.go.id/media/17022/laporan-tahunan-kementerian-keuangan-2019.pdf

Dua contoh di atas adalah sama-sama URL. Bedanya, untuk alamat yang berada di  laptop biasanya disebut dengan URL Offline. Sementara, yang di internet disebut URL Online. Makanya, karakter di awalnya berbeda. Di laptop biasanya diawali dengan pastisi penyimpanan, sementara di internet diawali dengan protokol http atau https.

Baca juga : Panduan Lengkap SEO Link Building Untuk Pemula

Struktur URL

Bagi yang baru terjun jadi pegiat internet, mungkin Anda bertanya-tanya mengapa ada banyak garis miring dan tanda hubung atau strip? Singkatnya, kedua simbol itu adalah permalink yang secara otomatis saat kita membuat postingan atau halaman baru di website.

BACA JUGA :   Mengenal 5 Perbedaan Dark Web dan Deep Web

Garis miring berfungsi sebagai penanda hirarki bagian-bagiannya, atau ringkasnya folder dalam folder. Sementara strip, sesuai dengan fungsinya dalam penggunaan bahasa Indonesia, adalah untuk menggabungkan dua kata atau lebih.

Sekarang kita bahas apa yang ada di dalam garis miring tadi satu per satu dengan menggunakan contoh URL laporan tahunan tadi.

https://www.kemenkeu.go.id/media/17022/laporan-tahunan-kementerian-keuangan-2019.pdf

Protokol

Bagian berwarna ungu adalah struktur paling awal yang membentuk sebuah URL atau biasa dikenal dengan protokol. Bagian ini menjelaskan protokol mana yang harus digunakan untuk mengakses dokumen  atau konten yang Anda cari.

Umumnya ada dua jenis protokol yang sering digunakan. Pertama, http atau singkatan dari Hypertext Transfer Protocol. Selain itu, ada juga https atau Hypertext Transfer Protocol Secure. Bedanya https punya kelebihan di bidang keamanan.

Domain

Yang kedua, berwarna merah adalah Domain. Singkatnya, domain adalah nama pemilik website tersebut. Domain adalah bagian dari URL yang menunjukkan alamat utama dari konten yang Anda cari di internet.

Domain memiliki dua versi, yaitu gratis dan berbayar. Misalnya, .com, .net, .id, dan .go.id adalah domain berbayar. Sementara yang gratis contohnya adalah .blogger.com dan .word.press.com.

Path

Terakhir, teks berwarna biru biasa disebut dengan path. Bagian ini menunjukkan alamat sumber atau source dari dokumen atau konten yang ingin Anda akses.

Fungsi URL

Secara garis besar, URL berfungsi untuk memberikan alamat secara spesifik kepada orang yang tengah ingin mengakses suatu informasi. Artinya URL memetakan kemana Anda harus pergi, dimana filenya berada, dan apakah komunikasi antara Anda dan pengelola website ingin rahasia atau terbuka.

Adapun secara spesifik fungsi URL adalah untuk:

  1. Mengidentifikasi dokumen yang ada dalam web
  2. Memberikan nama dokumen yang ada dalam web
  3. Memberikan alamat bagi setiap web yang nantinya akan diisi dokumen
  4. Memudahkan pengguna internet untuk mengingat alamat dokumen yang ada dalam sebuah web
  5. Memudahkan pengguna internet untuk mengakses dokumen melalui web karena memang pada kenyataannya Anda dapet menyalin alamat URL

Jadi, ternyata URL itu bukan susunan teks yang ribet. Ibaratnya, kalau Anda ingin berkunjung ke rumah teman lama, tentunya Anda perlu tahu alamat yang dituju agar tidak kesasar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *