Derisking : Konsep Mengurangi Risiko Memulai Bisnis Dengan Cara Sederhana

Dalam memulai atau menjalankan bisnis yang namanya risiko itu sudah pasti ada. Mulai dari risiko produk jualan tidak laku, hingga risiko ditipu karyawan sudah menjadi hal yang biasa. Karena risiko ini sudah menjadi hal yang pasti dalam memulai bisnis, maka mau tidak mau, kita tidak bisa lagi terus-terusan menghindarinya.

Kata orang bijak, risiko itu bukan dihindari tetapi dikurangi atau diturunkan. Sehingga ketika kita menghadapi risiko bisnis, maka kita perlu berpikir bagaimana caranya agar risiko itu tidak menimbulkan dampak yang besar bagi bisnis kita.

Terkait dari dengan menurunkan atau mengurangi risiko dalam memulai bisnis ini, Fikry Fatullah, Founder dan CEO KIRIM.EMAIL punya konsep menarik yang bernama DERISKING.

Derisking adalah sebuah konsep untuk mengurangi risiko dalam memulai bisnis (online) dengan cara yang sangat sederhana.

Fikry punya beberapa bisnis seperti KIRIM.EMAIL, Belanja.BIO dan Ngetrend.ID yang semuanya itu dimulai dengan menggunakan konsep derisking ini.

Lalu bagaimana cara menerapkan konsep derisking ini dalam memulai bisnis?

Fikry bercerita bahwa sebelum mulai membangun KIRIM.EMAIL, banyak teman dan rekan bisnisnya bertanya tentang aplikasi email marketing yang digunakan. Karena banyak yang bilang bahwa email yang dikirimkan jarang sekali masuk spam dan hampir selalu masuk di folder Primary ataupun Update pada email Gmail.

Fikry tidak langsung menjawabnya. Karena banyak yang bertanya seperti itu, kemudian dia berpikir bagaimana kalau aplikasi email marketing yang dia gunakan ini bisa dipakai juga untuk orang lain.

Tapi dia tidak langsung mengeksekusi ide ini menjadi sebuah bisnis. Karena jika langsung mengeksekusinya, akan butuh biaya yang besar dan belum tahu berapa banyak orang yang akan menggunakannya.

BACA JUGA :   Cara Menjadi Pebisnis Yang Konsisten

Kalau bisnisnya sudah launching dan ternyata hanya sedikit sekali orang yang menggunakannya, maka risiko rugi sudah didepan mata. Di sinilah konsep derisking itu digunakan.

Lantas Fikry membuat sebuah landing page yang isinya adalah penawaran layanan/aplikasi email marketing yang digunakan saat itu.

Kemudian dia melakukan validasi. Kalau yang berminat dengan penawarannya di landing page itu lebih dari 1000 alamat email, maka aplikasi email marketingnya akan dijual dan menjadi sebuah bisnis.

Sedangkan kalau yang berminat kurang dari 1000 alamat email, maka aplikasinya tidak akan dijual.

Hasilnya alamat email yang masuk adalah 1200 dan dari situ lahirlah layanan email marketing yang bernama KIRIM.EMAIL dan masih ada hingga sekarang.

Dari cerita Fikry di atas, kalau kita mau menerapkan konsep derisking ini caranya adalah sebagai berikut :

Buat penawaran dan landing page

Hal pertama yang perlu Anda lakukan dalam menerapkan derisking ini adalah membuat penawaran serta landing page.

Landing page ini berfungsi untuk menampung alamat email dari orang-orang yang berminat dengan penawaran Anda.

Misalnya Anda akan jualan software atau aplikasi. Anda tawarkan dulu versi beta secara gratis dan buat landing pagenya.

Kalau bisnisnya offline bagaimana? Kalau bisnisnya offline, penawarang tetap Anda buat, hanya saja untuk landing page bisa Anda ganti dengan datang langsung ke alamat rumah atau toko Anda. Atau bisa juga dengan jasa antar makanan.

Misalkan Anda akan jualan kue brownies. Anda tawarkan sample kue yang Anda buat dan syaratnya adalah ambil langsung di toko atau rumah Anda.

Arahkan calon pembeli/ prospek ke landing page

Setelah membuat penawaran dan landing page, selanjutnya arahkan calon pembeli atau prospek Anda ke landing page yang sudah Anda buat.

Untuk mengarahkannya Anda bisa mempromosikannya di media sosial secara organik maupun berbayar (ngiklan).

Kalau bisnis Anda offline, maka Anda tetap bisa menggunakan cara tersebut dan bisa juga membuat banner atau brosur.

Buat target dan lakukan validasi

Setelah Anda mengarahkan calon pembeli ke landing page maka Anda akan mendapatkan data.

BACA JUGA :   Cara Membuat Blog

Data-data ini seperti berapa orang yang melihat iklan/banner/brosur Anda, berapa orang yang mengunjungi landing page Anda dan berapa orang yang pada akhirnya memberikan alamat emailnya. Dari data-data ini Anda bisa membandingkan dan membuat kesimpulan.

Dari sini Anda bisa menentukan target dan memvalidasinya. Kalau alamat email yang masuk melebih target Anda maka ide bisnis Anda layak untuk maju ke tahap berikutnya yaitu investasi.

Tapi kalau tidak mencapai target maka sebaiknya urungkan niat untuk memulai bisnis dengan ide tersebut daripada risiko nya nanti berdampak buruk pada bisnis Anda.

Investasi

Setelah 3 hal di atas Anda lakukan, yang terakhir adalah melakukan investasi terhadap ide bisnis Anda. Dengan catatan datanya sudah valid sehingga Anda sudah punya modal siapa saja yang berminat terhadap produk maupun layanan yang akan Anda rilis nantinya.

Itulah bagaimana cara mengurangi risiko dalam memulai bisnis (online) dengan cara yang sangat sederhana. Mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *