Memasarkan Produk atau Jasa Kepada Orang yang Belum Siap Membeli Bagian 1

Memasarkan Produk atau Jasa Kepada Orang yang Belum Siap Membeli Bagian 1

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum kalau orang yang membuka toko online selalu ingin agar setiap pengunjung yang datang melakukan pembelian. Maka dari itu, banyak pemilik toko online rela keluar banyak uang hanya untuk mempercantik halaman produknya dan melalukan optimasi tombol Call to Actionnya. Seperti tombol “Add To Cart” , “Beli Sekarang”  , “SMS dengan format bla bla bla” dan lain sebagainya agar orang segera beli.

Namun secara tidak sadar justru itu adalah sebuah kesalahan dalam pemasaran yaitu mencoba membuat setiap orang melakukan pembelian. 

Dan inilah yang dulu saya lakukan. Saya sering gonta ganti desain website sampai modifikasi tombol Call to Actionnya. Namun saya sadar itu tidak memberikan banyak konversi. Konversi yang terjadi naiknya hanya sedikit bahkan sama saja sebelum saya ganti desain website.

Lalu saya berpikir keras sampai saya menemukan jawabannya. Dan ternyata jawaban dari masalah saya tersebut sangat sederhana. Beberapa orang tidak akan membeli apa pun karena mereka belum siap untuk membeli. Masalahnya hanyalah masalah waktu. Suatu saat nanti mungkin mereka tertarik dengan yang kita tawarkan, namun untuk saat ini bukan waktu yang tepat untuk alasan apa pun.

Setelah tahu jawabannya seperti itu saya renungkan lagi dan ternyata ada benarnya. Bahwa setiap pengunjung website belum tentu membeli semuanya. Ada yang hanya melihat-lihat saja, ada yang berniat beli namun di lain waktu dan ada juga yang memang langsun membeli karena memang dia sedang butuh.

Dengan mempercantik halaman produk dan tombol Call to Actionnya malah membuat mereka pergi dari situs saya dan kehilangan mereka selamanya. Dan yang saya sesalkan adalah saya tidak menangkap informasi kontak mereka dan memelihara hubungan saya dengan mereka sampai mereka siap untuk membeli.

Avinash Kaushik seorang penulis buku, pengusaha serta seorang digital marketer, menciptakan sebuah kerangka kerja seputar ide ini yang disebut See-Think-Do. Idenya adalah calon konsumen berada dalam satu dari tiga fase:

  1. See/ Melihat – Ini adalah orang-orang yang berada di target pasar Anda, namun belum memiliki kebutuhan akan solusi yang Anda tawarkan karena mereka tidak berjuang mengatasi masalah yang dipecahkannya.
    Dengan kata lain target market Anda sudah benar namun mereka belum ada kebutuhan dengan apa yang Anda tawarkan. Mereka hanya melihat-lihat saja tanpa ada keinginan untuk membeli.
  2. Think/ Memikirkan– Ini adalah orang-orang yang menyadari bahwa mereka memerlukan solusi yang Anda tawarkan namun tidak berusaha melakukan pembelian saat ini. Bisa karena belum ada uang atau belum terlalu membutuhkan.
  3. Do/ Melakukan– Ini adalah orang yang secara aktif mencari solusi untuk membeli. Mereka meneliti pilihan dan akan melakukan pembelian segera.

Sebagai contoh toko online saya yang dulu menawarkan kain flanel untuk kerajinan tangan bernama Flanelshop Indonesia.

Pelanggan saya memasuki tahap See saat mereka dalam kondisi seperti berikut :

  • ingin tahu seperti apa kain flanel itu,
  • bisa dibuat apa saja kain flanel nya,
  • bagaimana cara membuatnya

Mereka yang berada di tahap ini mungkin belum ada niat untuk membeli. Mereka hanya penasaran dan tertarik untuk bisa membuat kerajinan dari kain flanel untuk hoby dan mengisi waktu luang saja.

Seiring berkembangnya pengetahuan mereka tentang kain flanel, mereka tahu kain kain flanel itu mudah dipelajari, mudah dibuat dan bisa untuk bisnis. Mereka mulai mencari informasi dimana yang jual dan berapa harganya serta tutorialnya. Mereka mulai berpikir untuk membuat kerajinan dari kain flanel untuk bisnis. Sekarang mereka berada dalam tahap Think.

Akhirnya, setelah mencari di toko maupun pasar di sekitar mereka namun tidak ketemu, merkea beralih ke online. Mereka mengeluarkan dompet mereka, mereka hanya mencari solusi yang tepat. Sekarang mereka berada di tahap Do.

Itulah 3 fase orang membeli sebuah produk atau jasa. Sehingga orang yang masuk ke website Anda sangat bervariasi motivasinya. Tidak hanya yang siap membeli, tetapi ada juga orang-orang yang belum siap bahkan tidak bermiat membeli juga ada.

Mempercantik halaman produk dan mengoptimasi tombol Call to Action itgu penting, tetapi yang lebih penting adalah jangan sampai pengunjung website Anda keluar dari website. Anda hanya mendapatkan data statistik kunjungan saja. Anda wajib menangkap informasi kontak mereka dan memelihara hubungan dengan mereka sampai mereka siap untuk membeli.

Dan cara terbaik, termurah dan sudah terbukti berhasil yang bisa Anda lakukan adalah dengan email marketing.

Anda cukup melakukan 3 hal ini :

  1. menawarkan mereka dengan sebuah ebook/ artikel eksklusif yang sesuai dengan minat pengunjung website Anda,
  2. memasang sebuah form opt-in untuk menangkap alamat email mereka (untuk cara membuatnya bisa klik di sini => https://kirim.email/tutorial-mengintegrasikan-layanan-kirim-email-dengan-plugin-wordpress-gratis) dan
  3. secara aktif mengirimkan broadcast/ autoresponder email untuk menjalin hubungan dengan mereka.

Untuk memulainya Anda bisa berlangganan di https://KIRIM.EMAIL karena selain murah (harganya mulai Rp. 99ribu per 1000 kontak per bulan) juga terdapat panduan untuk mengoptimasi email marketing seperti bagaimana cara mendapatkan 1000 email dalam waktu singkat, tips dan trik email marketing dengan tingkat konversi diatas 10% dan lain sebagainya.

Kita sudah mengetahui 3 fase orang membeli. Dan ternyata iklan, konten maupun email nya pun berbeda di tiap fase nya. Di bagian ke dua nanti Anda akan belajar mengenai perbedaan iklan, konten dan email di setiap fase.

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tulis di kotak komentar di bawah ini. Dan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang JUDUL ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL – Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

Comments