Jenis Investasi Online Non Saham Yang Cocok Untuk Pebisnis Online
Jenis Investasi Online Non Saham Yang Cocok Untuk Pebisnis Online

Jenis Investasi Online Non Saham Yang Cocok Untuk Pebisnis Online

Kalau kita bicara tentang investasi online mungkin Anda akan menghubungkannya dengan saham, reksadana atau emas. Namun perlu kita ketahui, jenis-jenis investasi tidak hanya itu saja. Dan lagi, risiko berinvestasi di 3 hal tersebut juga cukup tinggi serta harganyapun relatif mahal. Masih ada banyak jenis investasi lain yang bisa Anda pilih dengan risiko yang lebih rendah.

Sebagai seorang pebisnis online, baik itu yang ada di marketplace, Instagram, Facebook maupun di platfom lainnya, tentunya ada keinginan untuk mulai berinvestasi sejak sekarang. Harapannya supaya investasi ini bisa dipetik hasilnya di masa yang akan datang. Maka dari itu pada artikel ini kami akan coba berbagi kepada Anda tentang beberapa jenis-jenis investasi online non saham yang bisa Anda pilih dengan sedikit risiko.

Sebenarnya jenis-jenis investasi online non saham ini tidak jauh dari internet. Karena memang internet menawarkan peluang yang tidak terbatas. Maka tidak mengherankan jika peluang ini dijadikan pernyataan pembuka pada iklan aplikasi jasa investasi saham yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu.

“Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan $1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah, dan Anda adalah salah satu dari mereka.” – Budi Setiawan.

Lalu apa saja investasi online non saham yang cocok untuk pebisnis online ini? Setidaknya ada 3 jenis investasi online yang bisa Anda pilih. Untuk lebih jelasnya silakan ikuti penjelasan berikut ini.

Jenis Investasi Online Non Saham Yang Cocok Untuk Pebisnis Online

#1 Domain

Jenis investasi online yang pertama adalah domain. Bagi sebagian pebisnis online dan digital marketer, domain merupakan asset berharga. Karena nama domain merupakan identitas sekaligus brand yang akan membedakan websitenya dengan website orang lain.

Walaupun harga domain tidak seberapa, hanya sekitar Rp150.000 per tahun, namun ketika domain sudah jatuh ke orang lain, harganya bisa sangat mahal, bahkan hingga 100x lipat dari harga normalnya.

Sebagai contoh ada kisah nyata terkait hal ini, yaitu ketika Facebook mengakuisisi sebuah domain yang bernama fb.com dari perusahaan nirlaba bernama American Farm Bureau Federation. Untuk sebuah domain, nilai akuisisinya sangatlah fantastis, yaitu senilai $8,5 juta atau sekitar Rp119,8 miliar.

Namun faktanya tidak setiap orang bisa mendapatkan keberuntungan seperti itu. Tapi juga tidak menutup kemungkinan Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar jika berinvestasi di nama domain, kalau Anda tahu caranya.

Caranya adalah dengan melakukan lelang domain. Cara ini adalah cara legal dimana Anda membeli domain terlebih dahulu kemudian menawarkannya pada orang-orang yang berminat dengan harga paling tinggi.

Untuk menjual domain ini sudah ada platform yang menjembataninya seperti :

  • Flippa
  • Sedo
  • Dan.com
  • Ads.id
  • dan lain sebagainya

Cara ini di Indonesia mungkin belum banyak orang yang melakukannya, namun ada beberapa orang yang membuktikannya dan itu berhasil. Sehingga ini adalah kesempatan berinvestasi untuk Anda dengan risiko yang rendah.

Tunggu apa lagi, tentukan nama domain yang ingin Anda investasikan dan segera beli domainnya di https://kirim.email/domain.

#2 Website

Jualan online memang bisa menggunakan apa saja, seperti Facebook, Instagram dan juga marketplace. Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana jika platform yang Anda gunakan untuk jualan online itu sering mengubah algoritmanya? Atau yang lebih ekstrim lagi sampai tutup? Kira-kira bagaimana nasib jualan Anda? Tentunya juga ikut tutup bukan?

Maka dari itu, penting sekali untuk Anda berinvestasi di website sejak sekarang. Terlebih lagi, hanya dengan biaya kurang dari Rp500.000 per tahun Anda sudah bisa membuat website.

Di website itu Anda bisa mengisinya dengan produk-produk yang Anda jual. Sehingga investasi Anda di website bisa segera Anda nikmati hasilnya.

Kalau tidak, Anda bisa mengisi website yang Anda investasikan dengan konten-konten bermanfaat dan mendatangkan banyak traffic. Setelah traffic yang datang sudah cukup banyak, Anda bisa memasang iklan atau menjualnya ke platform jual beli website seperti yang kami sebutkan di atas.

Intinya : buat website, kelola kontennya, kalau sudah banyak traffic yang datang, segera manfaatkan atau jual. Mudah bukan investasi online non saham dalam bentuk website ini?

#3 Aplikasi

Investasi online non saham berikutnya yang bisa Anda pilih adalah membeli atau berlangganan aplikasi. Untuk investasi ini tujuannya tidak untuk Anda jual lagi, melainkan untuk mendukung bisnis atau jualan online Anda.

Sebagai contoh, Anda jualan di Instagram. Karena saking banyaknya orang yang tertarik dengan produk Anda, mereka menghubungi Anda dalam waktu bersamaan. Hasilnya Anda sudah capek melayani pembeli dan sudah tidak ada lagi tenaga bahkan lupa untuk update konten di Instagram.

Kalau sudah seperti ini maka Anda butuh aplikasi untuk mengotomatisasi proses jualannya. Hal-hal yang bersifat repetitif atau pengulangan yang biasanya jawabannya sama, Anda bisa alihkan ke aplikasi, seperti :

  • harganya berapa,
  • ongkir ke kota x berapa,
  • berapa jumlah totalnya,
  • ada varian warna/ukuran yang lain gak
  • dan lain sebagainya.

Kabar baiknya, ada satu aplikasi yang bisa menjembatani itu semua tanpa harus keluar dari Instagram. Nama aplikasinya adalah Belanja.BIO. Anda bisa berinvestasi di aplikasi ini untuk memudahkan jualan dan Anda bisa fokus ke konten dan traffic tanpa harus repot-repot mengurusi hal-hal repetitif seperti yang kami sebutkan di atas.

Siap untuk berinvestasi di Belanja.BIO? Silakan langsung saja kunjungi https://belanjabio.com.

Contoh berikutnya adalah Anda jualan di platform apapun biasanya ada calon pembeli yang menghubungi Anda tapi tidak jadi beli. Menghubunginya entah itu melalui chat langsung maupun di kolom komentar. Biasanya orang-orang seperti ini belum siap untuk membeli. Bagi sebagian penjual online orang-orang seperti ini diabaikan begitu saja, terutama kontaknya.

Padahal orang-orang seperti ini punya peluang yang tinggi untuk membeli. Kalau tidak sekarang ya lain kali, setelah beberapa kali kita hubungi. Sayangnya kontaknya sudah tidak kita punyai lagi dan kita kebingungan ketika akan menghunginya lagi.

Namun beda cerita kalau Anda sejak awal mempersiapkan sebuah wadah yang bernama list untuk menampung kontak dari orang-orang yang belum membeli. Akan dengan sangat mudah Anda menghubungi kembali jika sewaktu-waktu Anda mempunyai promo atau ada informasi tentang produk yang baru.

Hal seperti itu hanya bisa dilakuka jika Anda berinvestasi di layanan email marketing seperti KIRIM.EMAIL. Dengan KIRIM.EMAIL Anda bisa menyimpan kontak mereka dan menghubungi mereka dengan sangat mudah kapanpun Anda mau.

Untuk berinvestasi di layanan KIRIM.EMAIL harganya juga tidak terlalu mahal. Terjangkau untuk kebanyakan pebisnis online di Indonesia.

Maka dari itu langsung saja klik https://kirim.email untuk berinvestasi pada komunikasi yang lebih baik terhadap pelanggan Anda.

Itulah setidaknya 3 jenis investasi non saham yang cocok untuk pebisnis online di Indonesia. Jika ada jenis investasi lainnya akan segera kami update artikel ini. Terima kasih sudah menyimak dan sampai bertemu di artikel berikutnya.