Mengenal Google Tag Manager Secara Lengkap

Jika anda belum familiar dengan Google Tag Manager dan menemukan artikel ini, maka selamat, Anda adalah orang yang beruntung, karena di artikel kali ini kita akan membuat anda lebih mengenal Google Tag Manager secara lebih lengkap lagi.

Apa itu Google Tag Manager?

Di lansir dari Orbit Media, Google Tag Manager adalah tools gratis yang memungkinkan penggunanya untuk mengelola dan menerapkan tag marketing pada sebuah situs, tanpa harus memodifikasi kode.

Sederhananya, cara kerja Google Task Manager adalah seperti ini. Informasi dari satu sumber data (website) dibagikan ke sumber data lainnya (Analytics) melalui Google Tag Manager.

Dengan Google Task Manager, maka pekerjaan anda akan menjadi lebih mudah ketika anda memiliki banyak tag yang harus dikelola dikarenakan semua kode terkumpul di satu tempat.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat ilustrasi gambar di bawah ini

Bagian – bagian Google Tag Manager

Anda akan menemui beragam istilah untuk beberapa bagian penting ketika menggunakan Google Task Manager, antara lain adalah sebagai berikut

1. Tag

Tag merupakan serangkaian kode atau tracking pixel dari pihak ke tiga yang mana akan memberi tahu Google Tag Manager tentang apa yang harus dilakukan.

2. Triggers

Triggers adalah cara untuk mengaktifkan tag yang Anda siapkan. Mereka memberi tahu Tag Manager kapan harus melakukan apa yang Anda ingin lakukan.

3. Variables

Variables adalah informasi tambahan yang mungkin diperlukan GTM agar tag dan pemicu Anda berfungsi.

4. Container

Container adalah tempat penyimpanan tags. Sebutan dari container adalah Side-Wide Tag yang mana juga bisa mengeluarkan tags individual.

5. Data Layer

Data Layer merupakan objek java script yang berfungsi melakukan penyimpanan informasi tag lalu mengirimkannya ke Google Tag Manager.

Apakah Google Tag Manager Mudah Digunakan?

Menjawab pertanyaan mengenai apakah Google Tag Manager mudah digunakan atau tidak sebenarnya tergantung pada diri anda basic skill yang anda miliki. Selain itu, tergantung pada diri anda juga, apakah anda mau belajar atau tidak.

Melansir dari Google Marketing Platform, dikatakan bahwa Google Tag Manager membuat pengelolaan tag menjadi simple, mudah dan bisa diandalkan oleh para marketer dan webmaster untuk menerapkan semua tag situs ke dalam satu tempat.

BACA JUGA :   5 Cara Meningkatkan Penjualan Online yang Bisa Anda Lakukan Sekarang Juga

Secara garis besar, memang Google Tag Manager itu memudahkan. Namun, untuk bisa menggunakan Google Tag Manager, setidaknya anda harus memiliki pengetahuan teknis tentang cara menyiapkan tag,trigers dan variable.

Misalnya anda ingin mengurangi pixel yang ada pada Facebook, maka anda juga harus mengetahui bagaimana cara kerja pixel pelacakan di Facebook.

Lalu, jika anda ingin menyiapkan pelacakan terkait peristiwa di Google Tag Menager, anda juga harus mengetahui tentang cara kerja Google Analytics, data apa saja yang bisa dilacak, seperti apa tampilannya, dan bagaimana cara memberi nama kategori, tindakan dan label.

Cara Memasang Google Tag Manager Ke Situs Anda

Untuk bisa memasang Google Tag Manager di Website, maka anda harus melakukan pendaftaran lebih dulu di tagmanager.google.com. Setelah selesai melakukan pendaftaran, barulah anda bisa memasangnya ke situs web sobat.

Anda bisa memasangnya baik di wordpress dan blogspot. Berikut adalah uraiannya.

1. Pasang GTM di WordPress

Untuk memasang GTM di WordPress, anda bisa menggunakan Plugin. Berikut adalah uraiannya.

  1. Masuk ke kontol panel WordPrasess, lalu klik menu Plugin -> Add New. Lalu ketikan “Inpsyde Google Tag Manager” pada kolom pencarian. Selanjutnya, klik Instal lalu aktifkan.
  2. Masuk ke halaman GTM, lalu klik menu Admin dan copy ID anda.
  3. Buka kontrol panel lalu klik Setting ->Google Tag Manager. 
  4. Paste ID anda pada Kolom Google Tag Manager ID dan untuk Auto insert noscript body pilih enable.
  5. Klik Save Changes

2. Pasang GTM di BlogSpot

Memasang GTM di Blogspot lebih sederhana jika dibandingkan dengan WordPress. Hal tersebut bisa saja terjadi karena blogspot sendiri merupakan produk dari Google, maka dari itu, cara pengintegrasiannya cukup mudah.

Anda cukup memasangkan script yang sudah disediakan GTM ke blog yang anda miliki, lalu biarkan halaman tersebut apa adanya sambil anda membuka membuka tab baru dan masuk ke dashboard blog.

Kenapa Menggunakan Google Tag Manager?

Anda mungkin sudah pernah menemui beberapa tag manager di luaran sana selain Google. Namun, entah kenapa hingga sekarang versi dari Google tetap menjadi primadona. Adapun beberapa alasannya adalah sebagai berikut

1. Cepat dalam Mengelola Tag

Menggunakan Google Tag Manager tentu membuat anda menjadi lebih cepat dalam mengelola tag dikarenakan anda sudah tidak harus menunggu web developer untuk melakukan perubahan tag. Saat anda punya strategi bisnis baru yang ingin langsung diterapkan pada situs anda, cukup tambahkan saja tag baru atau atur tag yang suda ada.

BACA JUGA :   3 Langkah Mudah Menemukan Niche Market

2. Lebih Praktis

Tanpa Google Tag Manager, semakin banyak tag, maka akan semakin banyak juga kode yang ditambahkan pada bagian big head website. Hal tersebut membuat website anda rentan dengan kesalahan coding. Dampaknya, tracking tidak akan berjalan dengan lancar.

Google Tag Manager memiliki Container yang bisa menampung banyak tag di satu tempat. Hal tersebut membuat membuat pengolahan menjadi lebih praktis serta tidak membuat website terbebani.

3. Fitur Preview Mode nya Membantu Menghindari Kesalahan

Saat membuat tag, anda tidak perlu khawatir lagi akan terjadinya kesalahan, karena anda bisa memantaunya setiap saat dengan mengaktifkan preview mode. Fitur tersebut akan membantu anda untuk mengetahui apakah pengaturan anda sudah sesuai atau belum dan menghindari error.

Selain itu, anda bisa juga menggunakan ekstensi Google Chrome bernama Tag Assistant. Tag assistant akan menujukan letak kesalahan ketika anda browsing ke suatu website. Hal tersebut bisa memberikan anda informasi juga sebelum tag di-publish.

4. Ketersediaan Template

Google Tag Manager menyediakan beragam pilihan template untuk penggunanya. Hal tersebut mempermudah anda saat ingin melakukan pengaturan tampilan namun tidak memiliki kemampuan coding. Selain itu, Google Tag juga memiliki integrasi platform yang variatif. Hal tersebut akan semakin mempermudah anda dalam menerapkan strategi tracking yang efektif.

5. Gratis

Anda bisa menggunakan Google Tag secara gratis. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi anda yang memiliki budget terbatas. Namun, versi gratis dari Google Tag Manager ini terbilang masih terbatas. Jika anda menginginkan yang Full Version, anda bisa menggunakan opsi berbayarnya yaitu Google Analyrics 360.

6. Fleksibel dengan Fitur Version

Jika anda ingin melakukan berbagai macam eksperimen tracking terhadap website anda, maka Google Tag Manager adalah jawabannya, karena setiap perubahan yang anda lakukan bisa dibedakan berdasarkan versinya. Jadi, ketika anda menggunakan versi terbaru namun tidak sesuai dengan harapan anda, cukup kembalikan ke versi sebelumnya.

7. Jaminan Keamanan

Google Tag Manager memiliki status keamanan yang terjamin berkat adanya user permission, karena Google Tag Manager memungkinkan anda untuk membuat akun yang bisa dikelola oleh banyak orang.

Google Tag Manager juga memberikan fitur untuk mengatur hal akses masing pengguna yang menggunakan satu akun untuk bersama – sama. Anda bisa mengaturnya dengan mudah melalui menu Admin – > User Management.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang Mengenal Google Tag Manager secara lengkap. Apakah anda sudah siap menggunakan Google Tag Manager?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *