Benarkah Email Marketing Tidak Cocok Untuk Perusahaan atau Bisnis Offline?

Benarkah email marketing tidak cocok untuk perusahaan atau bisnis offline? Pertanyaan ini sengaja saya jadikan sebagai judul untuk artikel kali ini. Mengapa? Karena semenjak saya bergabung di KIRIM.EMAIL teman-teman saya banyak yang menanyakan tentang kecocokan email marketing dan bisnis yang dijalankan secara offline, sedangkan mereka juga tidak mempunyai website.

Kemudian setelah beberapa kali mengirimkan broadcast email ke semua list email mas Fikry, saya mendapatkan feedback yang intinya sama seperti apa yang ditanyakan oleh teman-teman saya.

Maka dari itu sayapun tergerak untuk membuat sebuah artikel yang berjudul “Benarkah Email Marketing Tidak Cocok Untuk Perusahaan atau Bisnis Offline?” sebagai jawaban atas pertanyaan mereka dan mungkin juga Anda para pemilik bisnis offline.

Email Marketing Untuk Bisnis Online

Mungkin kita sudah mengetahui bahwa hampir semua pelaku bisnis online dan internet marketer menggunakan digital marketing. Hal itu mereka gunakan untuk mendapatkan prospek serta menghasilkan penjualan. Salah satu bagian dalam digital marketing tersebut adalah email marketing.

Dan kita semua mungkin sudah tahu bahwa email markerting sangat cocok untuk bisnis online. Email marketing cocok juga bila dikombinasikan dengan strategi digital marketing lainnya. Bahkan di dalam bukunya yang ke-4, buku KIRIM EMAIL Aja, mas Fikry menyatakan bahwa email marketing itu adalah jodohnya Facebook Ads.

Benarkah Email Marketing Tidak Cocok Untuk Perusahaan atau Bisnis Offline?

Namun untuk bisnis yang dijalankan secara offline benarkah email marketing tidak cocok untuk diterapkan? Karena fakta di lapangan kita belum pernah menemukan ada rumah makan yang ketika makan di situ mereka meminta email.

Tidak hanya rumah makan, minimarket, bengkel, SPBU, toko pakaian. toko oleh oleh dan lain sebagainya juga tidak pernah ada aktivitas meminta email dari setiap pelanggannya. Kalaupun ada yang meminta, mereka tidak secara intensif mengoptimalkan database email yang mereka punya.

Berdasarkan kenyataan tersebut mungkin timbul banyak pertanyaan benarkah email marketing tidak cocok untuk perusahaan atau bisnis offline?

Pengalaman Dewa Eka Prayoga

Sebelum menjawab pertanyaan itu, saya jadi teringat statusnya Kang Dewa Eka Prayoga di Group Jago Jualan beberapa bulan yang lalu. Waktu itu beliau bersama istri pergi ke Ciwalk untuk nonton film di XXI. yang judulnya Surga Yang Tak Dirindukan 2. Kalau Anda juga tergabung dalam grup tersebut mungkin Anda pernah membaca cerita ini.

Saat membeli tiket terjadi percakapan antara Kang Dewa dengan Petugas Tiket dan percakapannya kurang lebih seperti ini :

Kang Dewa : “Surga Yang Tak Dirindukan ada?”
Petugas Tiket: “Ada. Tapi tinggal di kursi bagian depan…”
Kang Dewa: “Yaudah gak apa-apa. 2 tiket ya…”
Petugas Tiket: “Jadinya 80 ribu mas..

Sambil menyodorkan CD, kertas, dan pulpen, Petugas Tiket bilang seperti ini:

“Mas ini CD nya. Bisa tulis nama dan emailnya disini…?”

Untuk membca kisah ini lebih lengkap silakan klik link berikut ini => https://www.facebook.com/groups/klubjagojualan/permalink/1831779253738189/

Lalu apa hikmah di balik cerita ini?

Kita mengenal bahwa bioskop dan industri film merupakan bisnis offline dimana sebagian besar pemasarannya masih dilakukan secara konvensional. Lewat televisi, dan juga media masa seperti koran dan majalah.

Namun kini mereka mulai masuk ke ranah online. Dimana berdasarkan cerita Kang Dewa mereka mulai mengumpulkan database penonton yang berupa email. Dari sini setidaknya sudah memberikan sinyal bahwa email marketing sudah masuk dalam agenda marketing bisnis offline.

Email Marketing di Bisnis Non Profit

Selain itu di KIRIM.EMAIL setidaknya ada tiga bisnis offline yang juga mulai memanfaatkan email marketing sebagai saluran pemasarannya. Pengguna KIRIM.EMAIL tersebut antara lain : PPPA Daarul Qur’an, Dompet Dhuafa dan Sedekah Awal Bulan.

Biarpun masuk dalam kategori bisnis non profit, tetapi dengan email marketing, perusahaan atau bisnis offline tersebut bisa memberikan edukasi serta artikel-artikel yang bermanfaat kepada para donaturnya.

Bengkel Juga Sudah Menuju ke Ranah Online

Contoh lainnya berasal dari bengkel yang sudah masuk ke ranah online. Biarpun belum menggunakan email marketing namun setidaknya arah bisnis offline menggunakan digital marketing sudah terlihat jelas.

Ceritanya berasal dari guru saya Coach Anthon pemilik bengkel mobil Anugrah Prima Motor yang mencoba mengonlinekan bengkelnya. Berkat bantuan Coach Anjrah yang ahli dalam bidang internet marketing, bengkel Coach Anthon menjadi ramai dan makin berdatangan pelanggan baru.

Cerita lebih jelasnya Anda bisa membacanya di https://www.anjrahweb.com/bisnis-online/sharing-cara-memasarkan-bengkel-mobil-motor-dengan-internet-marketing-online/ .

Menggabungkan Email Marketing dengan Strategi Marketing Offline

Dan kalau sudah seperti ini ada baiknya dilanjutkan dengan memodel strategi yang dilakukan oleh XXI dengan menjaring email pelanggan serta memberikan konten-konten yang bermanfaat seperti yang dilakukan oleh PPPA Daarul Qur’an, Dompet Dhuafa dan Sedekah Awal Bulan.

Anda sudah mengetahui bagaimana bisnis offline mulai masuk ke ranah online melalui email marketing. Lalu kira-kira apa saja yang bisa dioptimalkan melalui email marketing untuk bisnis offline?

Mengoptimalkan konten email marketing untuk bisnis offline

Berdasarkan artikel dari RightMixMarketing.com setidaknya ada 5 hal yang bisa Anda kirimkan, diantaranya :

  1. Brosur Digital. Dengan mengirim brosur digital melalui email, pelanggan Anda bisa mengetahui produk apa saja yang Anda jual. Hal ini juga merupakan sebuah langkah penghemanat untuk perusahaan Anda, karena mencetak brosur dengan kertas juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sedangkan brosur digital selain murah bahkan cenderung gratis, juga bisa menjangkau orang yang lebih banyak dan lebih tertarget.
  2. Promosi Penjualan Melalui Email. Anda juga bisa mempromosikan produk yang Anda jual di toko sehingga para pelanggan Anda tahu bulan ini atau minggu Anda mempunyai produk apa yang dipromosikan.
  3. Penjulan Online dan Offline Secara Simultan. Kalau Anda juga memiliki toko online, Anda bisa menggabungkan penjualan secara offline dan online melalui email.
  4. Kupon Diskon. Inilah yang sering dijadikan lead magnet untuk bisnis offline supaya calon pelanggannya mau memberikan kontaknya. Dengan memberikan kupon diskon untuk produk tertentu dan menukarkan dengan email calon pembeli menjadi strategi yang cukup efektif dalam membangun list email.
  5. Membagikan Informasi/ Edukasi. Tidak hanya untuk berjualan. Dengan email marketing Anda pun bisa memberikan informasi ataupun edukasi untuk para pelanggan Anda biarpun bisnis yang Anda jalankan adalah bisnis offline.

Lalu benarkah email marketing tidak cocok untuk perusahaan atau bisnis offline? Silakan simpulkan sendiri ya.. 🙂

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tulis di kotak komentar di bawah ini. Dan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang Benarkah Email Marketing Tidak Cocok Untuk Perusahaan atau Bisnis Offline? ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL – Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

Comments