Bahaya, 6 Hal Sepele Ini Bisa Membuat Konversi Landing Page Anda Turun Drastis

Terkadang hal ÔÇô hal sepele bisa menjadi bahaya terhadap hidup Anda. Ini juga berlalu terhadap landing page yang merupakan ujung tombak dari semua saluran pemasaran Anda.

Setidaknya ada 6 hal sepele yang kalau Anda abaikan bisa membuat konversi landing page turun drastis. Kalau landing page sudah tidak memberikan konversi terhadap bisnis Anda maka traffic yang masuk menjadi sia-sia.

Maka dari itu Anda perlu memperhatikan dan segera memperbaiki apabila landing page Anda terindikasi 6 hal sepele ini.

Lalu apa saja 6 hal sepele yang membuat konversi landing page menjadi turun drastis?

Sabar ya.. ­čÖé

3 Fakta tentang Landing Page

Sebelum saya menjabarkannya di sini, saya ini membagikan beberapa fakta pentingnya sebuah landing page yang diuangkapkan oleh MarketingSherpa, untuk Anda.

Mungkin Anda belum mengetahui apa itu MarketingSherpa. MarketingSherpa adalah sebuah lembaga penelitian yang mengkhususkan diri dalam melakukan studi terhadap segala hal yang membuat keberhasilan pada semua aspek pemasaran.

Dan inilah 3 fakta tentang landing page dari MarketingSherpa :

[a] Setidaknya ada 64% dari para pemasar bilang bahwa landing page adalah cara paling efektif untuk menguji value proposition sebuah perusahaan.

[b] Sebanyak 68% dari bisnis B2B menggunakan landing page untuk mengumpulkan leads penjualan yang akan digunakan dalam rangka meningkatkan konversi di masa yang akan datang.

[c] 48% pemasar membuat landing page baru untuk setiap marketing campaign.

Itulah fakta tentang landing page. Jadi peran landing page sangat penting bagi perusahaan, sehingga hal sepele apapun jangan sampe Anda lewatkan agar tidak membuat Anda rugi ke depannya.

Dan yang paling Anda tunggu-tunggu, inilah 6 Hal Sepele Ini Bisa Membuat Konversi Landing Page Anda Turun Drastis khusus untuk Anda.

[1] Terlalu banyak form yang wajib diisi

Hal sepele yang pertama adalah terlalu banyak form yang wajib diisi oleh pengunjung. Biasanya sebuah landing page terdapat lead magnet yang bisa berupa ebook, video maupun diskon.

Untuk mendapatkan lead magnet tersebut pengunjung wajib memasukkan data dirinya dalam sebuah form.

Tidak sedikit pemilik landing page yang mewajibkan mengisi data-data pribadi seperti :

  • nama,
  • email,
  • nomor hp.
  • alamat rumah,
  • jenis kelamin dan
  • pekerjaan

sebagai syarat untuk menukar lead magnet. Dengan harapan pemilik landing page mendapatkan data pengunjung serinci mungkin.

Namun pada kenyataannya, terlalu banyak field yang wajib diisi bisa membuat konversi Anda turun drastis bahkan bisa membuat pengungjung website Anda kabur.

Mengapa demikian? 

Karena data-data di atas bersifat rahasia dan pribadi. Dan jarang sekali ada orang yang mau memberikan data-data pribadinya begitu saja, apalagi hanya untuk mendapatkan ebook atau diskon yang sifatnya gratis.

Lalu solusinya bagaimana?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan memberikan banyak pilihan filed yang diisi. Yang bermasalah di sini adalah field yang disediakan wajib diisi.

Untuk mengatasi hal ini cukup mudah. Ada 2 pilihan yang bisa Anda ambil, antara lain :

  1. Tetap dengan banyak field namun tidak wajib untuk diisi.
  2. Cukup membuat form maksimal 2 field saja namun keduanya wajib untuk di isi. Umumnya hanya nama dan email saja sudah lebih dari cukup.

Lalu tempatkan form tersebut pada bagian yang terlihat jelas dan mudah untuk ditemukan. Dan selalu lakukan testing diantara dua opsi tersebut mana yang paling banyak memberikan konversi untuk Anda.

[2] Memasang CTA yang tidak spesifik

Hal sepele ke dua adalah memasang Call To Action CTA yang tidak spesifik.

Maksudnya bagaimana?

Maksudnya adalah dalam satu halaman landing page terdapat lebih dari satu Call To Action yang spesifik. Padahal anjurannya dalam satu landing page harus terdapat satu CTA yang spesifik saja. Tombol CTAnya boleh banyak, tetapi tujuan CTA nya harus satu.

Hal ini bertujuan untuk membantu pengunjung landing page dalam melakukan tindakan. Kalau tujuan landing page itu untuk mendownload ebook ya buat semua CTA untuk mendownload ebook. Kalau tujuan landing page nya adalah untuk mendapatkan diskon ya buat semua CTA nya untuk mendapatkan diskon.

Untuk lebih jelasnya silakan Anda lihat gambar di bawah ini :

Kalau Anda sudah memperhatikan gambar di atas, mungkin Anda sudah tahu apa yang saya maksud.

Ya gambar di atas merupakan contoh landing page yang terdapat Call To Actionnya tidak spesifik. Ada tombol CTA yang mengajak untuk mendownload ebook, ada CTA yang mengajak melihat video terakhir dan ada CTA yang mengajak untuk mendapatkan 30 hari free trial.

Jika yang seperti ini tetap Anda pertahankan maka lama kelamaan konversi landing page Anda akan terus drastis.

Lalu bagaimana mengatasinya? 

Cara mengatasinya hanya satu, yaitu berikan hanya satu penawaran untuk setiap landing page. Tombol CTA boleh lebih dari satu, tapi tujuanya harus satu.

[3] Terlalu banyak teks

Mungkin Anda pernah menemukan sebuah landing page yang panjang dengan banyak sekali teks. Ini justru hanya akan membuat pengunjung website segera klik tombol close pada browsernya.

Teks memang menjadi elemen utama dalam sebuah landing page. Namun terlalu banyak teks justru akan menjadi boomerang bagi landing page Anda.

Lalu bagaimana menyampaikan pesan di landing page dengan teks ini? Apakah harus dikurangi atau bagaimana? 

Untuk mengatasi hal ini ada beberapa hal, diantaranya :

  • evaluasi teks Anda. kalau bisa dikurangi tanpa mengubah makna kalimat, kurangilah.
  • Jika tidak bisa maka buatlah menjadi beberapa paragraf dengan catatan dalam satu paragram tidak lebih dari 3 kalimat.
  • Menggunakan bullet dan numbering
  • Mengkombinasikan format text seperti Heading, Bold, Italic dan Underline.
  • Menambahkan gambar atau ilustasi yang relevan.

[4] Headline kurang nendang

Keberadaan headline dalam sebuah landing page sudah tidak diragunakan lagi. Dengan headline yang nendan dan berbobot bisa membuat orang tertarik untuk melanjutkan membaca landing page Anda.

Namun terkadang Anda sudah membuat headline tetapi kok rasanya ada yang kurang sreg. Maka dari itu Anda perlu mengukurnya. Sesuatu yang bisa Anda ukur bisa Anda kendalikan.

Untuk mengukur bagaimana headline Anda, silakan klik gambar di bawah ini :

[5] Landing Page terlalu lama loading nya

Ada satu fakta menarik tentang loading landing page ini. Setidaknya ada 40% oengunjung website yang meninggalkan website jika tidak terbuka dalam 3 detik.

Jadi cek lagi landing page Anda apakah loadingnya lebih dari 3 detik atau tidak. Toleransinya 10 detik. Jika lebih dari itu maka mau tidak mau ada banyak yang harus Anda lakukan, seperti :

  • Mengurangi gambar
  • Mengganti theme
  • Memasang plaugin cache
  • Ganti server jika perl
  • dan lain sebagainya

[6] Kurangnya Trust Elements

Dalam sebuah posting tentang 9 Anatomi Yang Membuat Landing Page Anda Punya Konversi Tinggi, Bagus Dan Menarik saya memasukkan Trust Elements sebagai salah satu anatomi landing page yang bisa mendatangkan konversi untuk Anda.

Kalau hal ini tidak ada dalam landing page Anda bisa dipastikan lama kelamaan konversi Anda semakin turun dengan drastis.

Sekarang pengunjung website sudah pada cerdas. Mereka bisa mengenali mana landing page yang bisa dipercaya dan mana yang tidak.

Maka dari itu landing page Anda perlu element trust seperti menggunakan sertifikat https. aman dari virus dan lain sebagainya.

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tulis di kotak komentar di bawah ini. Dan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang┬áBahaya, 6 Hal Sepele Ini Bisa Membuat Konversi Landing Page Anda Turun Drastis ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL ÔÇô Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

(Tips: Pentingnya menggunakan UTM link tracking tool dalam menjalankan campaign iklan Anda, karena dapat mengidentifikasi konversi dan mengetahui iklan mana yang harus di scale up sehingga Anda tidak rugi dalam menjalankan iklan. Download disini untuk mendapatkan template nya!)

Comments