Bagaimana Cara Memperlakukan Orang Yang Sudah Unsubscribe

Bagi beberapa pengguna email marketing, terutama yang baru memulai, ada ketakutan ketika tahu ada yang unsubscribe. Padahal di dalam email marketing unusubcribe itu adalah sesuatu yang wajar. Unsubscribe itu bukan perceraian, bukan juga akhir dari segalanya.

Jadi ketika ada orang yang unsubscribe dari list, Anda tidak perlu takut. Anda tidak sendirian karena di luar sana, hampir semua pengguna email marketing sudah pernah dan sering mengalami unsubscribe ini.

Kalau unsubscribe ini adalah sesuatu yang wajar, lantas apa yang bisa kita lakukan terhadap orang-orang yang unsubscribe ini? Apakah mengikhlaskannya begitu saja atau ada perlakukan khusus terhadap orang-orang ini?

Itulah yang akan kita bahas pada artikel ini. Maka dari itu simak sampai habis artikel ini dan jika Anda mendapatkan manfaat dari sini, silakan share ke akun media sosial Anda, supaya orang lain juga ikut merasakan manfaat yang sama dengan Anda.

Unsubcribe itu adalah sebuah kepastian

Sebelum kita lebih jauh membahas tentang apa yang perlu kita lakukan terhadap orang-orang yang sudah unsubscribe, kita bahas dulu satu prinsip tentang unsubscribe.

Pada prinsipnya unsubscribe itu adalah sebuah kepastian. Setiap kali kita mengirimkan email marketing pasti ada yang unsubscribe.

Maka dari itu, daripada terus-terusan memikirkan berapa orang yang unsubscribe, lebih baik kita pikirkan bagaimana menekan angka yang unsubscribe atau bagaimana caranya mendatangkan lebih banyak subscribers.

Kami di KIRIM.EMAIL yang sudah mempunyai cukup banyak subscribers, sampai ssat ini juga masih ada saja yang unsubsribe. Jumlah yang unsubscribe sekitar 13-40 alamat email per hari. Namun begitu, kalau jumlah yang subscribe sekitar 100-200 alamat email per hari, maka yang unsubscribe ini tidak terasa.

Kemudian ada juga yang bertanya pada kami, kalau ada yang unsubcsribe itu apakah emailnya jelek atau gagal? Jawabannya ya belum tentu. Unsubscribe itu bukan berarti emailnya jelek atau tidak.

Ada banyak faktor yang membuat seseorang memutuskan untuk unsubscribe, diantaranya :

  • terlalu banyak promosi
  • lupa jika dulu pernah mendaftarkan emailnya ke Anda
  • tema/topik yang Anda bahas sudah tidak relevan lagi
  • atau dia tidak ingin menerima email lagi dari Anda.

Tapi bagaimanapun juga unsubsribe itu lebih baik daripada email Anda ditandai sebagai spam. Kalau email Anda banyak yang menandai sebagai spam, maka reputasi Anda sudah dicap jelek di mata penyedia layanan email, seperti Gmail, Yahoo, dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Memperlakukan Orang Yang Sudah Unsubsribe

Sekarang kita masuk ke pembahasan utama. Berikut ini ada 4 hal yang bisa Anda lakukan terhadap orang-orang yang sudah unsubscribe.

#1 Membuat halaman perpisahan yang dilematis

Saat orang klik link unsubscribe pada email maka dia akan diarahkan ke halaman opt-out. Halaman opt-out ini kami menyebutnya sebagai halaman perpisahan.

Hampir setiap layanan email marketing punya halaman perpisahan, termasuk KIRIM.EMAIL.

Yang penting di sini adalah kontennya. Anda bisa menunjukkan list apa saja yang dia ada didalamnya, kemudia berikan kesempatan untuk memilih list mana saja yang akan dia pertahankan. Istilah globalnya adalah update preference.

Cara ini yang kami lakukan di KIRIM.EMAIL. Saat ada yang ingin memutuskan untuk unsubscribe, kami memberikan pilihan list mana saja yang akan dia pertahankan.

Atau setelah dia positif unsubscribe, Anda bisa juga menawarkan opsi untuk subscribe lagi di list Anda. Ini untuk mengantisipasi kalau-kalau dia berubah pikiran.

Cara ini yang dilakukan oleh Sidekick.

#2 Mengekspor data unsubscribe dan lalukan retargeting

Jika cara pertama tidak berhasil untuk menahan orang agar tetap subscibe, ya sudah tidak masalah. Ikhlaskan saja.

Yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah lakukan ekspor data orang-orang yang sudah unsubscribe. Lalu hapus data mereka dari akun email marketing Anda supaya tidak menjadi beban untuk jumlah kontak Anda.

Kemudian setelah Anda ekspor data-datanya, jadikan data-data tersebut terutama alamat emailnya sebagai custom audience di Facebook Ads, lalu lakukan retargeting.

Jadi meskipun Anda sudah tidak bisa lagi mengirimkan mereka email, tetapi Anda masih bisa menjangkau mereka dengan iklan.

#3 Tanya kenapa unsubscribe

Cara berikutnya adalah bertanya pada mereka tentang apa alasan kenapa merena unsubscriber. Tujuan dari ini adalah untuk mendapatkan feedback terhadap email Anda.

Dari feedback ini bisa Anda jadikan sebagai bahan evaluasi dan sebagai pertimbangan dalam menulis email ke depannya.

#4 Membuat penawaran baru

Dan cara yang terakhir adalah dengan membuat penawaran baru. Ini ada hubungannya dengan cara nomor 2. Penawaran-penawaran yang diberikan itu diiklankan lewat Facebook Ads.

Dari penawaran baru ini akan membuat orang yang sudah unsubcribe balik lagi. Dan yang paling penting, penawaran baru ini tidak harus produk yang harus Anda jual. Misalkan Anda bisa membuat webinar gratis, atau bisa juga lead magnet yang baru dan sesuai dengan perkembangan saat ini.

Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam memperlakukan orang-orang yang sudah pernah unsubscribe. Anda tidak perlu takut terhadap unsubscribe, karena unsubscribe adalah sebuah kepastian dan Anda tidak sendirian. Mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Facebook Comments