6 Cara Agar Email Yang Anda Tulis Tetap Profesional Dan Beretika

Saat ini email marketing sedang naik daun. Meskipun menyandang status sebagai salah satu saluran komunikasi dan pemasaran tertua, email marketing menunjukkan geliat yang cukup signifikan dari tidur panjangnya.

Dari UKM, Affiliate Marketer, Internet Marketer, Startup hingga Perusahaan Besar saat ini mulai menggunakan email marketing. Hal ini dikarenakan tingginya potensi email marketing dalam membangun interaksi dengan pelanggan secara personal dan diwaktu yang bersamaan bisa menghasilkan penjualan bagi bisnis Anda.

Namun terkadang bagi sebagain orang yang belum paham penggunaan email marketing sebagai saluran komunikasi, email marketing hanya dia gunakan sebagai media promosi saja. Yang mereka kirimkan hanya email yang berisi penawaran, penawaran dan penawaran.

Sehingga tidak heran muncul kesan bahwa email marketing itu adalah tempat terbaik untuk nyepam. Padahal fakta sebenarnya tidak seperti itu.

Untuk menghindari hal-hal yang malah menyudutkan, berikut ini ada 6 Cara Agar Email Yang Anda Tulis Tetap Profesional Dan Beretika. 6 Cara ini bisa Anda terapkan untuk email marketing yang Anda jalankan supaya pelanggan betah dengan Anda. Apa saja 6 cara ini? Silakan simak daftar berikut ini.

[1] Pilih subjek email dengan bijak

Subjek email memang menjadi salah penentu email yang Anda kirim dibuka oleh subscribers Anda atau tidak. Akan tetapi subjek email bukan lah segalanya, sehingga berbagai macam cara Anda lakukan untuk menarik perhatian subscribers Anda.

Seperti menggunakan clickbait, headline yang bombastism, dan sebagainya. Penggunaan hal-hal seperti ini justru hanya akan membuat pembaca email Anda muak dan mendatangkan kerugian untuk Anda dan brand yang Anda bangun. Untuk itu dalam memilih subjek pilihan secara bijak.

[2] Jangan lupakan salam

Kata teman saya, mas Rizal Kasim Founder Cera Production, email marketing itu hanyalah tools atau media saja. Dan mengirim email itu seperti mengetuk pintu rumah orang lagi.

Saat pintu terbuka maka yang harus pertama kali kita lakukan adalah mengucapkan salam. Entah itu dengan Assalamu’alaykum. Hai, Halo, Selamat Pagi, Selamat Malam dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan email marketing. Anda perlu mengucapkan salam di awal email yang Anda kirimkan.

Setelah itu atau disaat yang bersamaan panggil dengan namanya. Hal ini bertujuan untuk membangun kedekatan karena email marketing menyediakan fitur personalisasi email.

[3] Isi email harus ringkas, padat dan jelas tanpa mengesampingkan isi pesan

Berdasarkan data dari MarketingSherpa, rata-rata orang membuka membuka dan membaca email itu hanya 15-20 detik saja.

Sehingga dalam waktu yang sangat singkat ini pesan yang Anda sampaikan bisa ditangkap sepenuhnya oleh pembaca. Maka dari itu email yang ringkas, padat dan jelas menjadi sebuah pilihan. Tidak perlu panjang-panjang, yang penting efektif.

[4] Perlambat scroll pembaca dengan formating

Sebelum poin ini Anda sudah mengetahui kalau orang rata-rata membuka email hanya 15-20 detik saja. Namun ini bisa Anda perlambat lagi dengan penggunaan fomating teks seperti penggunaan huruf tebal, heading, garis bawah, huruf miring, serta penggunaan bullet dan numbering.

Hal ini bertujuan supaya pembaca bisa lebih lama dalam membaca email yang Anda kirimkan. Sehingga pembaca bisa menangkap hal-hal penting yang Anda sampaikan dengan lebih mudah.

[5] Ucapkan terima kasih

Kalau tadi di awal email kita perlu untuk mengucapkan salam, maka di akhir email yang kita kirim juga sangat perlu untuk menyampaikan ucapan terima kasih.

Biarpun sederhana menggunakan ucapan terima kasih untuk menutup sebuah email ternyata bisa memberikan pengaruh terhadap pembaca email. Pembaca akan merasa kita hargai dan hal tersebut memberikan kesan bahwa kita adalah orang yang beretika.

[6] Perhatikan frekuensi

Bagi sebagian orang email yang masuk ke mereka sangat mengganggu. Hal ini dikarenakan banyak yang tidak memperhatikan frekuensi pengiriman email.

Memang tidak ada yang melarang untuk mengirimkan email setiap hari, akan tetapi subscribers Anda juga tidak suka kalau dijejali dengan email yang terlalu sering, apalagi kalau isinya hanya jualan dan promosi terus.

Untuk itu supaya tetap profesional dan beretika maka Anda harus memperhatikan frekuensi pengiriman email ini. Mengenai berapa kali dalam seminggu tidak ada aturan baku nya.

Namun bila subscribers Anda mulai banyak yang meninggalkan list Anda itu bisa jadi sebuah signal kalau Anda terlalu sering mengirimkan email. Jadi mau gak mau Anda harus mengurangi frekuensi pengiriman emainya atau mengganti copywriting emailnya.

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tulis di kotak komentar di bawah ini. Dan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang 6 Cara Agar Email Yang Anda Tulis Tetap Profesional Dan Beretika ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL – Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

Comments