5 Contoh Optimasi Untuk Meningkatkan Konversi Toko Online Anda

Ada banyak sekali toko online di Indonesia ini. Entah itu yang sudah menggunakan sistem otomatis atau yang masih manual. Dan menurut saya mau pilih yang otomatis atau pakai cara manual tidaklah penting. Yang paling penting adalah cara yang Anda pilih itu menghasilkan konversi.

Jadi ya percuma saja kalau website atau toko online Anda sudah canggih, sudah keluar biaya banyak untuk membuatnya, eh ternyata gak menghasilkan sama sekali. Atau kalaupun menghasilkan ya konversinya sedikit banget.

Begitu juga sebaliknya. Mau pakai toko online cara manual, ordernya lewat SMS atau WhatsApp, tetapi banyak orang yang beli, ya ini yang lebih baik.

Tetapi bukan berarti toko online yang cara manual lebih baik dari toko online otomatis ya. Anda perlu melakukan test mana yang terbaik untuk toko online Anda.

Dan tantangan dari itu semua cuma ada dua, yaitu Traffic Generation dan Traffic Conversion.

Traffic Generation adalah cara untuk mendatangan calon pembeli ke website atau toko online Anda. Untuk traffic generation ini Anda bisa mengandalkan banyak cara, seperti melalui media sosial, SEO (search engine optimization), ataupun beriklan melalui paid advertising seperti Facebook Ads atau Google Adwords.

Sedangkan untuk Traffic Conversion adalah cara mengubah pengunjung website atau toko online Anda menjadi pembeli.

Dan pada artikel kali ini, yang akan saya bahas adalah bagaimana meningkatkan konversi toko online Anda melalui 5 contoh optimasi yang terbukti berhasil dilakukan oleh toko online di luar negeri.

Apa saja ke 5 contoh optimasi toko online tersebut? Silakan simak daftarnya berikut ini.

[1] Menghapus banner produk

SimCity adalah game simulasi yang bercerita tentang pembangunan sebuah kota. SimCity mempunyai landing page yang bisa Anda akses di https://www.ea.com/games/simcity/simcity.

Awal mulanya pada landing page tersebut terdapat sebuah banner yang berisi tentang promosi. Kemudian tim dari EA melakukan split test dengan menghapus banner produk. Hasilnya lebih dari 43% konversi terjadi setelah banner produk tersebut dihapus.

Kalau Anda berasumsi terhadap sesuatu, maka Anda perlu mengujinya supaya valid. Karena asumsi terkadang bisa menjerumuskan, tetapi dengan menguji nya akan mendapatkan data-data yang bisa dipertanggungjawabkan validitasnya.

Terkait dengan penghapusan banner produk ini, Mike Burk, a Senior Online Product Manager EA mengatakan  “We found that the variations with the promotional offer actually performed worse than just a clean version of the page. This was really surprising to us, but it had a pretty significant impact,” .

“Kami menemukan bahwa variasi penawaran promosi (banner produk) tersebut lebih buruk dari versi bersih pada halaman itu (landing page). Ini benar-benar mengejutkan kami, namun memiliki dampak yang cukup signifikan.”

[2] Mengganti kata “Shop Now” menjadi “Buy Now”

Dewalt adalah sebuah brand alat-alat pertukangan melakukan split test dan optimasi di toko onlinenya dengan mengganti kata pada tombol CTA nya. Dari “Shop Now” menjadi “Buy Now”. Untuk toko onlinenya bisa Anda lihat di http://www.dewalt.com/ .

Hasilnya mereka mendapatkan peningkatan klik sebesar 17% hanya dengan merubah kata pada tombol CTA nya saja.

Ini bisa Anda model untuk toko online Anda sendiri. Tentunya dengan melakukan split testing. Jika saat ini tombol CTA Anda menggunakan kata “Masukkan ke keranjang” atau “add to cart”, Anda bisa menggantinya dengan kata “BELI” atau “BELI SEKARANG”. Lalu bandingkan hasilnya.

[3] Mengapus elemen tertentu pada halaman Checkout

Optimasi ini yang melakukannya adalah VeggieTales. VeggieTales sendiri merupakan sebuah program televisi di Amerika. Mereka menjual produk seperti CD, mainan dan buku di website/ toko online mereka.

Pada toko online VeggieTales ini dulunya menempatkan navigation bar di semua halaman. Namun setelah melakukan split test dengan menghapus navigation bar pada halaman checkout, Revenue Per Visitor (RPV) mereka meningkat sebesar 14%. 

Hal ini ternyata bukan tanpa alasan. Terlalu banyak pilihan/ opsi terutama pada halaman checkout ternyata malah membuat pembeli tidak fokus. Sehingga dengan menghilangkan bagian yang tidak penting dan berpotensi menarik perhatian khususnya pada halaman checkout adalah pilihan yang tepat.

[4] Menyeragamkan ukuran gambar

Gambar merupakan salah satu penentu konversi dalam toko online. Di dalam gambar ada banyak unsur yang juga mempengaruhi secara keseluruhan, salah satunya adalah ukuran gambar.

Smartwool melalukan optimasi ini dengan sangt baik. Anda bisa mengunjunginya di https://www.smartwool.com/ . Awalnay mereka membuat gambar yang berbeda untuk ukruan gambarnya. Dan setelah melakukan testing dengan ukuran gambar yang seragam, pendapatan mereka naik 17%.

[5] Menggunakan email marketing dan memasang opt in form

QIS Packaging adalah sebuah perusahaan yang menjual tas kertas dan berlokasi di Australia. Mereka memasang opt in form sebagai salah satu cara untuk menangkap alamat email dari para pengunjung websitenya. Untuk melihat nya Anda bisa mengunjungi https://www.qispackaging.com.au/.

Dengan menjalankan email marketing ini QIS Packaging berhasil meningkatkan konversi ROI sebesar 830% atau 8x lipat daripada sebelum menggunakan email marketing.

Dan yang mereka lakukan untuk mingkatkan ROI sebanyak itu sangat sederhana. Mereka hanya melakukan :

  • Menentukan beberapa jenis  promosi seperti free ongkir, diskon 5%,diskon 15%, hadiah gratis bila beli diatas $100.
  • Membuat 3 email promosi
  • Mengirimkan email pertama pada hari kamis, email ke dua pada hari Minggu,dan email ke 3 pada hari kamis lagi.

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tulis di kotak komentar di bawah ini. Dan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang 5 Contoh Optimasi Untuk Meningkatkan Konversi Toko Online Anda ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL – Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

(Tips: Pentingnya menggunakan UTM link tracking tool dalam menjalankan campaign iklan Anda, karena dapat mengidentifikasi konversi dan mengetahui iklan mana yang harus di scale up sehingga Anda tidak rugi dalam menjalankan iklan. Download disini untuk mendapatkan template nya!)

Comments