Studi Kasus Sales Funnel Bisnis Online : Hasilkan Rp58 Juta Dalam Waktu 17 Hari
Studi Kasus Sales Funnel Bisnis Online - Hasilkan Rp58 Juta Dalam Waktu 17 Hari

Studi Kasus Sales Funnel Bisnis Online : Hasilkan Rp58 Juta Dalam Waktu 17 Hari

Sudah cukup banyak topik tentang sales funnel yang kami bahas di blog ini. Pada artikel ini kami akan berbagi sebuah studi kasus mengenai sales funnel.

Lebih spesifik lagi tentang bagaimana menerapkan sales funnel pada sebuah bisnis online, memperbaiki sales funnel yang sudah ada, hingga mendapatkan pelanggan yang loyal serta omset senilai Rp58 juta dalam waktu 17 hari dengan sales funnel yang tepat.

Menarik kan? Maka dari itu silakan simak artikel studi kasus sales funnel ini sampai selesai. Jika Anda merasakan manfaatnya, bagikan juga ke akun sosial media Anda dan tag teman-teman Anda yang sekiranya membutuhkan.

Namun sebelum itu, jika Anda ingin menambah referensi belajar sales funnel, silakan kunjungi juga artikel berikut ini :

Baik, tanpa berlama-lama berikut studi kasus sales funnelnya.

(Rekomendasi: Pelajari Cara Mendesain Sales Funnel Untuk Bisnis Anda Secara Cepat dan Mudah Hanya Dengan 1 Lembar Kertas di sini.)

Berkenalan dengan Tidiart

Sebagai permulaan, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan narasumber dari studi kasus ini.

Yang menjadi narasumbernya adalah Tidiart. Awal mulanya Tidiart merupakan sebuah toko online yang bergerak di bidang penjualan souvenir dan undangan pernikahan. Namun kini Tidiart lebih fokus pada souvenir premium khas Jawa Barat.

Founder dari Tidiart adalah Wendy Setiawan. Yang menarik dari Wendi ini, selain berhasil membangun bisnis mulai dari nol, beliau juga sempat menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri 2015 dan berhasil menjadi Jawara UMKM di tahun 2017.

Selain itu, mengingat produk yang dijual Tidiart bukanlah suatu produk yang umum dan  mereka menargetkan target market yang sangat spesifik, penjualannya pun tidak bisa langsung terjadi begitu saja.

Butuh banyak edukasi produk sebelum seorang prospek melakukan pembelian.

Namun begitu, Tidiart membuktikan bahwa dengan produk yang tidak umum dan target market yang sangat spesifik, sebuah bisnis mampu menghasilkan pendapatan hingga puluhan juta Rupiah dalam waktu yang relatif singkat dan bisa mendapatkan pelanggan yang loyal.

Salah satu faktor yang memungkinkan itu semua terjadi adalah karena Wendi menerapkan sales funnel yang tepat di Tidiart.

Bagi Anda yang penasaran seperti apa toko onlinenya dan barang apa saja yang dijual Tidiart, Anda bisa mengunjungi https://www.kliktidiart.com/.

Tidiart Sebelum Menerapkan Sales Funnel

Wendi menjelaskan kepada kami bahwa dulu Tidiart tidak menerapkan sales funnel. Hal ini dikarenakan beliau belum mengetahui apa itu sales funnel dan bagaimana cara membuatnya serta bagaimana menerapkannya di bisnis online.

Waktu itu, penjualan yang terjadi di Tidiart tidak ada bedanya dengan yang terjadi di pasar. Kalau diurutkan kurang lebih prosesnya seperti ini :

  1. Prospek datang ke website melalui mesin pencari secara organik (SEO) dan sosial media.
  2. Di website prospek melihat dan memilih produk yang tersedia.
  3. Prospek yang tertarik akan menghubungi CS melalui WhatsApp atau Line. Prospek yang tidak tertarik lalu keluar dari website begitu saja tanpa meninggalkan jejak apapun.
  4. Saat closing, jika deal prospek akan melakukan pembayaran, kemudian orderan akan diproduksi lalu di kirim ke pembeli. Jika tidak deal maka prospek akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihubungi lagi.
  5. Pembeli yang sudah menerima orderannya diucapkan terima kasih dan tidak ada follow up atau komunikasi lagi setelah penjualan terjadi.

Proses di atas kalau diilustrasikan dalam sebuah gambar kurang lebih seperti ini :

Tidiart sebelum menerapkan sales funnel
Tidiart sebelum menerapkan sales funnel

Selain kegiatan produksi, setiap hari Tidiart selalu disibukkan dengan kegiatan mencari prospek yang baru. Bagi Wendi proses seperti ini sangatlah melelahkan. Belum lagi jika ada perubahan update algortitma di mesin pencari atau sosial media, ini hanya akan membuat Wendi makin capek.

Maka dari itu Wendi melakukan diskusi dengan tim nya bagaimana bisa keluar dari permasalah ini. Tidak lama kemudian, Wendi dan tim mendapatkan solusinya, yaitu dengan menerapkan sales funnel di Tidiart serta membangun asset digital yang bisa digunakan kapan saja.

Menerapkan Sales Funnel di Tidiart

Singkat cerita, Wendi segera merombak websitenya. Dari yang hanya katalog online menjadi sebuah website toko online yang mampu memproses transaksi secara otomatis. Mulai dari :

  • menampilkan harga produk,
  • menghitung total belanjaan secara cepat,
  • menghitung dan memperkirakan ongkos kirim secara otomatis,
  • menampilkan nomor rekening, konfirmasi pembayaran otomatis,
  • hingga sistem untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Platform yang dipakai Wendi untuk sistem yang baru ini ada 3, diantaranya :

  1. WordPress
  2. WooCommerce
  3. KIRIM.EMAIL.

Sistem yang baru maka mau tidak mau proses penjualannya pun juga harus menyesuaikan. Untuk proses penjualannya Tidiart menerapkan sales funnel, yang jika diurutkan alur sales funnelnya seperti berikut ini :

  1. Prospek datang ke website melalui mesin pencari (organik) dan melalui Facebook Ads atau IG Ads (berbayar).
  2. Prospek masuk ke halaman toko online atau landing page khusus.
  3. Pada landing page ini prospek mendapatkan penawaran lead magnet.
  4. Jika ada yang tertarik, prospek akan mengisi form dengan alamat emailnya. Prospek dapat lead magnetnya, Tidirart dapat kontak dari prospek tersebut dan dimasukkan ke dalam list.
  5. Prospek yang sudah masuk ke dalam list, kemudian dikirimi serangkaian email follow up, bisa berupa penawaran maupun email edukasi.
  6. Bagi prospek yang tertarik akan melakukan pembelian dan kemudian kontaknya akan berpindah dari list prospek ke list buyer. Kemudian setelah itu barang akan dikirim dan pembeli akan terus mendapatkan email pemberitahuan terkait barang yang dibelinya.
  7. Setelah barang diterima, pembeli akan terus mendapatkan email seperti email ucapan terima kasih dan informasi tentang produk baru dan produk terkait lainnya.
  8. Sedangkan untuk prospek yang tidak melakukan pembelian, akan terus menerima update dari Tidiart sampai mereka siap melakukan pembelian.

Penerapan sales funnel di atas kalau kita ilustrasikan dalam sebuah gambar, kurang lebih seperti berikut ini :

Penerapan sales funnel di Tidiart
Penerapan sales funnel di Tidiart

Kemudian kalau kita lihat dari sudut pandang yang lebih tinggi lagi, maka semua proses di atas hanya akan menjadi 4 bagian besar saja, diantaranya :

  • Leads
  • Follow up
  • Order
  • Membangun hubungan dengan pelanggan/ pembeli
  • Pelanggan Loyal.
gambaran besar sales funnel di Tidiart
gambaran besar sales funnel di Tidiart

Studi Kasus Sales Funnel Bisnis Online : Hasilkan Rp58 Juta Dalam Waktu 17 Hari

Di atas kita sudah mendapatkan gambaran tentang bagaimana Tidiart sebelum dan sesudah menerapkan sales funnel serta bagaimana sales funnel yang mereka terapkan.

Berikutnya pada pembahasan yang terakhir ini kita akan langsung masuk ke apa yang dilakukan oleh Tidiart sehingga menghasilkan Rp58 juta dalam waktu 17 hari.

Studi kasus ini dimulai pada tanggal 1 Maret 2018 hingga 17 Maret 2018. Pada studi kasus ini Tidiart mematikan iklan berbayar mereka, sehingga traffic yang masuk 100% adalah traffic organik. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk :

  1. Meningkatkan jumlah transaksi untuk pelanggan
  2. Menaikkan nilai konversi untuk prospek.

Lead magnet

Pada studi kasus ini, lead magnet yang digunakan berupa voucher diskon senilai Rp50.000. Voucher diskon ini berlaku untuk pelanggan maupun prospek.

Meningkatkan jumlah transaksi untuk pelanggan

Tujuan yang pertama dari studi kasus sales funnel ini adalah meningkatkan jumlah transaksi untuk pelanggan. Pelanggan ini adalah orang-orang yang sudah pernah beli di Tidiart dan kontak mereka berada di LIST BUYER.

Untuk mencapai tujuan ini, Tidiart melakukan broadcast email yang berisi penawaran voucher diskon senilai Rp50.000 ke LIST BUYER yang berjumlah 740 kontak.

Kemudian hasil dari broadcast tersebut sebagai berikut :

  • Yang download kode voucher ada 50 orang atau 6,7% dari total kontak.
  • Yang menggunakan kode kupon untuk membeli ada 4 orang atau 8% dari 50 orang yang download voucher.

Menaikkan nilai konversi untuk prospek

Tujuan yang kedua adalah dari studi kasus ini adalah menaikkan nilai konversi untuk prospek. Prospek ini adalah orang-orang yang memberikan alamat emailnya ke Tidiart namun belum melakukan pembelian.

Yang dilakukan Tidiart pada tujuan yang kedua ini antara lain :

  • mendatangkan traffic organik melalui SEO dan sosial media.
  • memasang form berbentuk popup yang berisi penawaran voucher diskon senilai Rp50.000.
  • Setelah kontak masuk ke dalam LIST PROSPEK, voucher dikirimkan melalui autoresponder.

  • Kemudian setelah voucher terkirim, dilanjutkan dengan serangkaian email follow up lainnya.

Selama 17 hari ini, kemudian hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut :

  • rata-rata ada 4 kontak yang masuk ke dalam list prospek.
  • 24,3% dari total prospek yang masuk terkonversi menjadi pembeli.

Hasil keseluruhan

Dari sales funnel di atas, maka hasil keseluruhan yang didapatkan adalah :

  • Jumlah transaksi yang terjadi ada 21 transaksi.
  • Total nilai yang berhasil didapatkan adalah Rp58.637.479.

Demikianlah studi kasus sales funnel bisnis online yang mampu hasilkan Rp58 juta dalam waktu 17 hari. Untuk lebih memahami tentang sales funnel di Tidiart, Anda bisa melihatnya pada video berikut ini :

Jika Anda ingin mempelajari cara mendesain sales funnel untuk bisnis Anda sendiri secara cepat dan mudah hanya dengan 1 lembar ketas saja, Anda bisa mengikuti training Super Funnel Planner. Caranya silakan klik gambar di bawah ini. Terima kasih sudah menyimak. Mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.