Episode 54 – Salah Paham Sumber Daya

Bismillah..
Selamat datang kembali di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast bersama saya Fikry Fatullah. KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode 54 ini didukung oleh KIRIM.EMAIL layanan email marketing yang kami desain untuk pebisnis online di Indonesia. Episode kali ini juga di dukung oleh Belanja.BIO sebuah tempat untuk berbelanja melaui profil Instagram.

Kali ini saya akan membahas tentang sebuah tema yang beberapa waktu lalu sempat saya voting di story Instagram. Judul episode kali ini adalah Salah Paham Sumber Daya.

Dalam 2 minggu terakhir ini saya kedatangan tamu dari 2 perusahaan besar. Tamu yang pertama punya database sebanyak 2,4 juta alamat email. Dan tamu yang kedua punya database sebanyak 90 ribu alamat email. Dari obrolan kami tentang database pelanggan inilah yang akhirnya menjadi dasar saya memilih topik untuk KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode ini.

Menurut Alexander Osterwalder dan bukunya Model Business Generation, setidaknya ada 4 jenis sumber daya, diantaranya :

  • Sumber daya fisik. Contoh : mesin, kendalaan, smartphone, komputer, dll.
  • Sumber daya manusia. Contoh : karyawan, skill, dll.
  • Sumber daya intelektual. Contoh : hak cipta, database pelanggan, dll.
  • Sumber data finansial. Contoh : hutang, modal, dana hibah, dana investasi, dll

Dari keempat sumber daya tersebut, tidak semua akan saya bahas. Saya hanya akan membahas tentang sumber daya intelektual, yaitu data.

Bagi saya pribadi data adalah sebuah sebuah sumber daya yang sering disalahpahami. Saat orang lain bilang data, maka bagi saya itu masih berupa raw material (bahan mentah), belum menjadi source atau sumber daya.

Kembali ke Alexander Osterwalder, beliau mendefinisikan sumber daya itu adalah sesuatu yang siap kita pakai dan kemudian diolah untuk mencapai tujuan. Misalkan tujuannya adalah penjualan, maka sumber daya itu diolah untuk menjadi barang yang tujuannya adalah penjualan. Sedangkan raw material atau bahan mentah ini butuh infrastruktur untuk mengubahnya menjadi sumber daya.

Balik lagi ke database email. Pertanyaannya apakah database email ini sama dengan database pelanggan? Jawaban nya ya belum tentu. Karena di dalam email marketing saja ada istilah buyer list dan juga freebie list.

Di dalam email marketing yang disebut sebagai database pelanggan ya buyer list ini. Atau dengan kata lain orang-orang yang sudah pernah membeli. Sedangkan jika seseorang belum pernah membeli dan hanya mendapatkan barang gratisan dari Anda maka data-datanya masih sebagai bahan mentah, belum menjadi sumber daya.

Sehingga berdasarkan jumlah alamat email yang dimiliki oleh kedua tamu saya tadi, belum tentu itu semua adalah resource. Mungkin sebagian masih berupa bahan mentah, bisa juga sebagian lagi sudah menjadi resource. Dan yang pasti untuk mengubah data email yang masih berupa bahan mentah menjadi sumber daya dibutuhkan infrastruktur seperti KIRIM.EMAIL.

Dengan infrastruktur seperti KIRIM.EMAIL nantinya Anda bisa mengetahui mana saja alamat email yang aktif dan yang tidak, mana yang sudah menjadi pelanggan dan mana yang belum. Dan untuk mengubah data (bahan mentah) menjadi database pelanggan (sumber daya) selain infrastruktur Anda juga perlu biaya dan juga waktu.

Selain itu yang perlu kita ketahui bahwa bahan mentah ini ada masa kadaluarsanya. Misalnya Anda membuat rendang (sumber daya) dari daging sapi (bahan mentah). Tidak selamanya daging sapi itu dalam kondisi baik jika tidak segera diolah.

Begitu juga dengan alamat email. Tidak selamanya alamat email itu aktif. Bahkan beberapa penyedia alamat email memberlakukan kalau email tidak dibuka selama 6 bulan maka email tersebut tidak aktif lagi.

Sehingga meskipun saat ini Anda punya 1 juta alamat email, tetapi tidak Anda berdayakan, mungkin tahun depan Anda tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Bisa saja dari 1 juta alamat email yang tidak aktif mencapai sekian persen.

Maka dari itu semua kami membuat KIRIM.EMAIL dan Belanja.BIO sebagai infrastruktur untuk membantu Anda mengubah alamat email yang Anda miliki (bahan mentah) menjadi database pelanggan (sumber daya).

Itu saja dari saya dan Anda bisa menggunakan kode kupon KEPO untuk mendapatkan diskon 10% ketika Anda memutuskan untuk berlangganan di KIRIM.EMAIL atau Belanja.BIO.

Facebook Comments