Menyaring Banyaknya Ilmu Bisnis di Internet – Ep. #75

Bismillah..

Bismillah.. 

Saya rekam ini pada bulan Ramadhan 1441H, sehingga jika Anda mendengarkan episode ini masih di bulan Ramadhan, saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi Anda yang menjalankannya. 

Terjadinya pandemi global yang juga sampai ke Indonesia ternyata juga membawa sesuatu yang positif untuk kita. Saya menyebutnya sebagai demokratisasi pengetahuan, terutama pengetahuan tentang bisnis. Artinya orang-orang yang biasanya memberikan pengetahuan bisnis dan untuk mendapatkan pengetahuan tersebut kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, kini mereka membagikannya secara gratis di internet.

Buktinya ketika Anda sedang membuka media sosial, mungkin hampir selalu Anda akan mendapatkan notifikasi atau informasi tentang seseorang yang sedang live berbagi pengetahuan bisnisnya. 

Ingin Mendengar Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

Contoh lainnya, beberapa waktu lalu Pak Budi Isman sedang live berbagi di Youtube, saya pun mengikutinya dari awal hingga akhir. Padahal untuk mendapatkan ilmu dari beliau melalui workshop, kita perlu merogoh kocek yang cukup dalam. 

Sehingga pada intinya bisa dikatakan saat ini ilmu yang mendatangi kita, bukan kita yang mendatangi ilmu. Bahkan ilmu-ilmu yang dulu berbayar, kini dibagikan secara gratis dan itu datang sendiri ke kita. 

Akan tetapi yang yang perlu kita ingat adalah segala sesuatu itu datang dengan 2 sisi. Saat ini ilmu berlimpah secara gratis di internet. Tetapi bagi sebagian orang justru itu membuatnya menjadi bingung, harus memulai dari mana mempelajari ilmu-ilmu tersebut.

Ditambah lagi jika Anda hanya mempelajari ilmu-ilmu tersebut tanpa mempraktekannya, ya itu hanya akan menjadi informasi saja. 

Untuk pondasi harus mempelajari yang mana, silakan Anda kunjungi KEPO.BLOG/50. Di sana Saya bersama Mas Wientor pernah membahas tentang urutan yang perlu kita pelajari ketika ingin belajar bisnis online. Yang menantang dalam mempelajari bisnis online bukan seberapa banyak materinya tetapi seberapa cepat materinya berubah. 

Jika Anda masih juga bingung harus mulai darimana, mungkin Anda bisa menerapkan prinsip berikut ini. Suatu hari Jeff Bezos bertanya pada timnya tentang apa hal yang 10 tahun lagi tidak akan berubah? 

Facebook Ads 10 tahun lagi mungkin algoritmanya sudah berubah. Begitu juga dengan platform yang lainnya. Maka dari itu tanyakan pertanyaan yang sama pada diri Anda, kira-kira skill apa yang 10 atau 20 tahun lagi tidak akan berubah. JIka sudah dapat jawabannya, tentukan itu sebagai hal pertama yang harus Anda pelajari dalam bisnis online. 

Buat saya pribadi, yang tidak banyak berubah selama 10 tahun ke depan adalah komunikasi. Dalam konteks bisnis online adalah copywriting. Tentang bagaimana menarik orang dengan kata-kata. Bagaimana membuat tulisan yang mampu memberikan konversi untuk Anda. Prinsip tersebut tidak akan banyak berubah. Yang berubah adalah medianya.

Setelah itu tanyakan juga tentang apa batas minimum yang harus kita pelajari untuk mulai menghasilkan mulai dari sekarang. 

Dulu saya belajar dari Pat Flynn dimana beliau mengajak belajar just in time, bukan just in case. Artinya pelajari apa yang Anda butuhkan saat ini, bukan pelajari apa yang Anda butuhkan nanti. Sayangnya kita terdidik untuk lebih ke just in case. Terbukti sejak dari bangku sekolah kita belajar Fisika, Kimia, Trigonometri dan lain sebagainya, yang mana itu tidak kita butuhkan sekarang. 

Sehingga menurut saya metode belajar yang paling tepat adalah pelajari apa yang Anda butuhkan, praktekkan, evaluasi. Setelah itu lanjutkan belajar lagi, praktekkan dan evaluasi. Lanjutkan seperti itu sampai Anda benar-benar bisa menguasainya dan mampu menghasilkan dari ilmu yang Anda pelajari. 

Sebagai contoh kita belajar Facebook Ads. Kita pelajari saja dulu bagaimana cara menghasilkan Rp10 juta dari Facebook Ads. Kalau itu belum tercapai, jangan pindah ke pelajaran yang lain. Pelajari terus sampai Anda benar-benar mampu menghasilkan Rp10 juta. Setelah itu tercapai baru pelajari bagaimana caranya scaleup hingga tembus Rp100 juta. 

Sehingga ini bisa lebih efektif dan efisien daripada mempelajari semua hal dalam satu waktu. 

Itu saja KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast episode ini. Mudah-mudahan bermanfaat untuk Anda dan sampai bertemu di episode berikutnya. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments