Menjadi Pengusaha Yang Suka Membaca

Menjadi Pengusaha Pembaca

Bismillah…

Membaca buku adalah salah satu skill yang menurut saya penting untuk dimiliki oleh pengusaha. Menurut saya juga, tidak ada seseorang yang gemar membaca dari lahir. Membaca buku adalah sebuah habit atau kebiasaan yang bisa dilatih dan dibentuk. Membaca akan menambah wawasan, membuka perspektif baru, dan membantu memahami sesuatu yang baru secara mendalam.

Benar, saat ini banyak cara belajar selain membaca buku. Internet banyak menyediakan jalan pintas yang akan mempercepat proses kita untuk mengetahui isi suatu buku tanpa harus memiliki bukunya.

Di sisi lain, tidak semua buku memang layak untuk dibaca. Apalagi buku-buku bisnis. Menurut saya beberapa buku terlalu banyak agenda didalamnya. Darimulai upselling ke seminar/ workshop, hingga diminta membeli buku yang lain karena materinya bersambung.

Ditambah lagi, belakangan, saya sadar bahwa beberapa buku lebih cocok menjadi artikel blog. Beberapa artikel blog lebih cocok menjadi postingan status Facebook. Beberapa postingan Facebook lebih cocok menjadi sebuah tweet 280 karakter. Beberapa tweet sebaiknya tidak usah di tweet, diam saja.

Sesuai Hadits:

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau ia diam.”
(HR. Al-Bukhari no. 6475 dan Muslim)

Intinya, ya beberapa buku sebaiknya memang tidak usah ditulis.

Meskipun begitu, beberapa buku, terlepas dari banyak agendanya, memiliki kandungan yang luar biasa didalamnya. Lihat saja buku Dotcom Secrets misalnya.  Saya tahu buku itu digunakan untuk jualan Clickfunnel, saya terus di upsell tanpa henti. Tapi buku itu tetap saya rekomendasikan ke banyak orang, karena memang itu buku yang bagus.

Beberapa buku, lagi, terutama buku bisnis, itu bisa dipahami dengan hanya membaca sebagian dari buku tersebut, sisanya hanya pelengkap. Jadi daripada fokus berusaha menghabiskan satu buku bisnis, saat ini saya lebih fokus membangun dan mempertahankan kebiasaan membaca.

Inilah beberapa hal yang saya lakukan dalam membaca buku:

  • Sebelum membeli sebuah buku, saya akan lihat dulu “spoiler” nya di YouTube. Jika bukunya berasal dari penulis luar, biasanya sudah ada yang membuat video rangkuman isi buku tersebut.
  • Buku bisnis tidak sama dengan film. Silahkan saja langsung mencari spoiler buku tersebut. Normal. Jika setelah melihat spoiler-nya saya malah pengen baca bukunya, maka saya beli.
  • Beberapa buku malah bisa langsung saya pahami dengan hanya menonton video rangkumannya di YouTube, video-video ini kadang berhasil mengambil intisari buku tersebut dalam durasi dibawah 10 menit. Jadi, tidak perlu beli deh.
  • Alternatif lain: Podcast. Hampir semua penulis best seller itu akan ada wawancara podast-nya, terutama saat berdekatan dengan peluncuran buku tersebut.
  • Jika bukunya dari penulis Indonesia, cari reivewnya di Gooreads, atau cari wawancara penulisnya di YouTube. Atau ya beli ajalah bukunya walaupun tidak dibaca, hitung-hitung mendukung penulis lokal. Nanti bukunya bisa Anda berikan ke teman atau sodara sebagai hadiah.
  • Jika bukunya tergolong mahal menurut Anda, maka tanya ke diri sendiri: Apakah buku ini akan Anda baca berulang? Jika jawabannya iya, maka beli. Saya punya buku yang hampir saya baca ulang setiap tahun.
  • Buku yang sama, dibaca pada waktu berbeda = buku berbeda.
  • Halaman terpenting dari sebuah buku adalah daftar isinya. Temukan hal paling menarik yang ingin Anda baca disana.
  • Langsung baca bagian yang menurut Anda menarik, atau ingin Anda ketahui terlebih dahulu. Lompat saja.
  • Meskipun begitu, saya menyarankan jangan lewatkan bab pembuka, karena biasanya si penulis menceritakan “why” nya disana. Atau alasan kenapa ia menulis buku itu. Dan ini biasanya bagian yang selalu kembali saya baca jika saya lewatkan. Jadi baiknya dari awal baca saja.
  • Jika Anda kehilangan konteks, maka silahkan kembali ke bab-bab sebelumnya untuk memahami konteks tersebut. Tapi beberapa buku itu memiliki bab yang bisa dibaca secara independen, tidak bergantung dengan bab lain.
  • Tidak ada yang mewajibkan Anda untuk menghabiskan satu buku, terutama buku bisnis.
  • Jika bukunya mulai membosankan, tinggalkan. Ada jutaan buku lagi yang siap untuk dibaca, jangan habiskan waktu Anda pada buku yang Anda anggap tidak bagus.
  • Yang bagus bagi orang lain belum tentu bagus bagi Anda. Buku yang saya rekomendasikan, bisa jadi bagi Anda itu membosankan.
  • Tempatkan buku yang Anda beli di lokasi-lokasi yang sering Anda datangi setiap hari, seperti: Meja kerja,mobil, simpan satu di dalam tas, di dapur. Install aplikasi pembaca buku di smartphone Anda. Kecuali mungkin di kamar mandi. Tidak sesuai adabnya.
  • Tidak apa membaca beberapa judul buku sekaligus, apalagi jika sebelumnya Anda jarang membaca buku. Tujuannya adalah menumbuhkan kebiasaan membaca, bukan menghabiskan satu buku. Karena lebih penting memiliki kebiasaan membaca, daripada menghabiskan satu buku. Saat menulis ini saya lagi baca buku tentang Game Theory, buku berjudul: Digital Minimalism, dan Buku Seni Memanah Dalam Islam. Semuanya bersamaan. Dan Alhamdulillah saya tidak lupa antara satu buku dengan buku lain. Lagi, karena memang semua bukunya menarik untuk terus dibaca. Kalau tidak, sudah saya tinggalkan.
  • Orang terbaik yang bisa menjelaskan isi bukunya adalah penulisnya. Jika ada seminar atau talkshow yang mengundang penulis yang ingin Anda baca bukunya, datangi seminarnya. Jika ada video seminarnya di YouTube, tonton.
  • Orang kedua terbaik yang bisa menjelaskan isi bukunya adalah yang sudah berhasil mempraktekkan isi bukunya. Datangi dan ajak ngobrol.
  • Jika bukunya sangat teknis, misalnya belajar branding, atau membuat toko online, jangan beli dengan alasan “siapa tau nanti butuh”. Belilah saat Anda sudah mentok, tidak ketemu jalan lagi, dan solusinya mungkin ada di buku itu. Jadi setelah beli, baca dan praktekkan.
  • Buku yang membosankan sekarang, bisa jadi buku yang menyenangkan nanti. Berilah ia kesempatan.
  • Bill Gates terkenal suka mencoret-coret buku yang ia baca untuk menulis catatan pribadinya langsung pada buku tersebut. Para pembaca biasa menyebutnya marginal note, karena ditulis pada bagian margin, atau ruang kosong pada sebuah halaman. Cara ini kurang berhasil untuk saya. Lebih mudah bagi saya membuat catatan di buku catatan terpisah. Lagi, eksperimen dan temukan cara terbaik bagi Anda untuk mengambil intisari bukunya.
  • Beberapa orang membuat versi gambar dari buku tersebut agar lebih visual. Karenanya sering disebut dengan visual note taking, atau sketchnote. Dan Roam menyatakan kalau Anda bisa membuat garis, titik, segitiga, lingkaran, segi empat, persegi panjang, dan tanda panah, maka Anda sudah cukup untuk mulai membuat catatan visual.
  • Disisi lain, beberapa orang lebih mudah paham kalau mendengarkan versi audiobook nya. Dan beberapa buku memang lebih enak didengar daripada dibaca. Buku yang banyak contoh berupa narasi atau studi kasus, atau biografi, biasanya lebih suka saya dengarkan audiobook nya daripada baca bukunya.
  • Buku dan pembacanya memang jodoh-jodohan. Akan datang pada waktunya buku yang tidak bisa Anda letakkan, rasanya pengen baca terus.

Buku apa yang lagi Anda baca sekarang? Tulis di komen.

Baca selanjutnya:

– Fikry

Facebook Comments