Episode 7 – Dasar-Dasar Adab Dalam Bisnis

Kalau kemarin KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast membahas tentang email marketing, pada episode ke-7 ini kita akan membahas tentang dasar-dasar adab dalam bisnis.  Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba berganti topik mas?

Karena bagi saya ini sangat penting dan darurat. Saat ini anak-anak muda jaman sekarang yang usianya sekitar 14-18 tahun punya IQ yang tinggi, punya ide yang cemerlang, punya skill yang wow, tetapi adabnya banyak yang kurang. Anak-anak muda tersebut menurut saya ada masalah dalam cara bertutur kata, cara berbicara dengan orang lain, terutama dengan orang lain yang lebih tua.

Biarpun ini berhubungan dengan bisnis, tetapi ini bisa diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu saya berharap KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode 7 ini bisa didengarkan tidak hanya pebisnis seperti Anda, tetapi juga anak-anak muda Indonesia, agar mereka tahu bagaimana cara menghargai orang lain dengan adab-adab yang benar. Baik mari kita mulai.

Dasar-Dasar Adab Dalam Bisnis

[00:34 Latar belakang saya membahas tentang adab]
[01:38 Adab dalam sapaan]
[04:55 5 Minutes early is late]
[07:06 Berdiri ketika tamu Anda datang]
[07:52 Email Attachment]
[09:52 Jangan gunakan sapaan]
[10:40 Adab dalam menelpon]
[11:50 Adab saat meeting duduk]
[12:58 Adab memberikan kartu nama]
[13:15 Membayar makanan walapun orang lain yang mengundang]
[13:51 Selalu membawa hadiah]

[1] Adab Dalam Sapaan

[1.1] Bila baru pertama kali

Saya kalau baru bertemu dengan orang pertama kali, tidak tahu usianya berapa, tidak tahu perawakannya sepeti apa, secara default saya akan langsung memanggil/ menyapa dengan Bapak untuk laki-laki dan Ibu untuk perempuan. Itu adab dalam bisnis yang pertama. Biarpun ternyata dia masih muda dan mungkin usinya dibawah saya, tetap akan memanggil dengan Bapak/ Ibu. Dan itu berlaku bila lawan bicara kita tidak menyebutkan nama.

(Rekomendasi: Anda sekarang mendapatkan akses belajar email marketing secara lengkap dalam kursus GRATIS melalui email selama 7 hari disini, jika Anda ingin serius membangun bisnis jangka panjang maka cara pemasaran melalui email merupakan cara jitu dalam menaikan omset penjualan Anda. Silahkan ikuti kursus lewat email disini GRATIS!)

[1.2] Bila lawan bicara kita menyebutkan namanya

Apabila orang yang berbicara dengan kita menyebutkan namanya, sesuai adab dalam bisnis, maka saya akan menyebutkan Pak/ Bu diikuti namanya. Semisal dia menyebutkan namanya adalah Indri, dan ternyata dia masih muda daripada saya, maka saya memanggilnya dengan Bu Indri. Begitu juga kalau untuk laki-laki. Semisal namanya adalah Anton, maka saya akan memanggilnya Pak Anton.

[1.3] Ada mutual friend

Namun apabila sudah pernah bertemu, tetapi belum pernah berbicara dan dia juga mutual friend dari beberapa orang yang saya kenal dekat, sesuai adab dalam bisnis maka saya akan memanggilnya dengan Mas/ Mbak. Supaya lebih casual dan familiar. Saya tidak mau terlalu resmi, karena buat saya deal-deal besar dalam bisnis sering terjadi dalam sitausi non bisnis.

[1.4] Sapaan di akhir kalimat

Dan di setiap akhir kalimat saya juga selalu menggunakan sapaan Bapak/ Ibu, atau Pak/ Bu diiukti nama. Ini berlaku tidak hanya di dunia nyata, tetapi dasar-dasar adab ini juga berlaku juga di media sosial.

[1.5] Tentang Yasa Singgih

Memang anak-anak muda jaman sekarang tidak semua cara berbicaranya ada masalah. Salah satunya adalah Yasa Singgih merupakan founder dari Men’s Republik perusahaan fashion untuk cowok. Yasa adalah salah seorang anak muda yang dari sisi adab dan tutur kata serta bahasanya luar biasa. Orang yang sangat baik perilakunya terhadap orang lain.

Saya sudah pernah mengundangnya dalam podcast dan Anda bisa mendengarkan podcastnya di sini => Wawancara Bersama Yasa Singgih .

[2] Adab Dalam Bertemu atau Meeting

Tidak jarang kita melakukan meeting dengan orang lain. Atau juga kita masuk kuliah, ikut seminar, workshop, dll itu juga merupakan meeting. Bagaimana adab nya dalam bertemu atau meeting? Mari kita simak.

[2.1] Prinsip 5 Minutes Early is Late

Apabila kita ada janji ketemuan jam 13.00 dan jam 12.55 kita sudah sampai di lokasi, buat saya itu sudah terlambat. Beberapa kali saya juga terlambat, apalagi kalau di Jakarta yang memang waktunya tidak bisa ditebak. Dan itu sangat saya sesalkan hingga sekarang,

Prinsip 5 minutes early is late ini juga menimbulkan hal yang luar biasa bagi saya. Saat saya diundang oleh Facebook Workplace saya datang pertama kali. Panitianya hanya baru datang satu orang, dan saat itu ternyata sudah ada tim Facebook yang dari Singapura.

Dia bilang saya datang terlalu cepat, lalu saya ceritakan prinsip 5 minutes early is late ini. Dan ini menimbulkan efek luar biasa. Apa saja yang bisa saya dapatkan dengan menerapkan prinsip 5 minutes early is late ini? Anda bisa mendengarkannya di menit ke : [05:45 Efek luar biasa prinsip 5 minutes early is late]

[2.2] Saat Datang Lebih Dulu, Berdirilah Ketika Tamu Anda Datang

Sambil menunggu, Anda menyalakan laptop atau menggunakan smratphone dan ketika tamu Anda datang, hentikan sejenak aktivitas Anda. Berdirilah dan sambut tamu Anda.

[2.3] Saat Meetingnya Duduk

Duduklah di ujung atau di sudut meja sehingga anda bisa melihat semuanya. Bagi rata pandangan Anda untuk semua yang ada di situ. Kalau tidak memungkinkan duduk di bagian ujung atau sudut, duduklah di bagian di mana Anda bisa melihat semua orang.

[2.4] Sebisa Mungkin Anda yang Bayar Walaupun Dia yang Mengundang

Rezeki gak akan kemana, sesekali traktir orang lain, Insya Allah akan ada gantinya. Ini prinsip yg diajarkan mas Jaya Setiabudi ke saya.

[2.5] Selalu Bawa Hadiah

“Saling memberi hadiahlah kalian supaya saling mencintai”
(HR. Al Bukhori dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al Imam Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 1601)

Dan hadiah yang biasa saya beri adalah buku yang saya tulis sendiri. Buat saya buku adalah kartu nama terbaik. Seringkali saya nulis buku sebagai hadiah. Karena hasil dari ketemuan dengan hadiah buku itu nilainya bisa 10-20x lipat dari penjualan bukunya.

Semisal buku saya laku 3000 eksemplar, maka dengan hadiah 1 buku bisa menghasilkan nilai 20x lipat dari nilai penjulan 3000 ekspemplar buku.

Kalau sedang tidak bawa buku, maka yang saya berikan sebagai hadiah adalah produk digital. Bisa berupa ebook atau berlangganan di KIRIM.EMAIL.

[3] Adab Dalam Mengirim Email

[3.1] Attachment

Saat Anda mengirim email berupa attachment tulislah pengantar jangan hanya attachment saja. Ini adalah hal sepele namun banyak banget yang masih melakukannya.

Saat saya kemarin buka lowongan beberapa kali di KIRIM.EMAIL, banyak banget email yang masuk langsung ngirim isinya attachment tanpa ada pengantarnya. 30% email yang masuk hanya mengirim attachment tanpa pengantar.

Dan surat lamarannya ada di dalam attachment yang saya harus extract dari file zip baru saya baca suratnya. Kalau yang masuk cuma satu atau dua gak ada masalah, lha kalau yang masuk ribuan? Jelas ini kelamaan dan buang-buang waktu saya.

Menurut saya cara seperti ini kurang ajar. Sama seperti Anda datang ke rumah saya, langsung jebret ini lho surat, tanpa salam, tanpa kenalan, lalu pergi. Ini gak enak banget buat saya.

Jadi kalau Anda membaca ini dan kebetulan sedang melamar kerja lewat email, jangan kirim email berupa attachment tanpa pengantar apapun. Lebih baik Anda tulis lamaran Anda pada email lalu file-file pendukung seperti CV, Ijazah, dll jadikan satu dalam file zip lalu jadikan attachment.

Bahkan bila Anda sudah intens atau kenal dengan rekan atau relasi Anda, tetap sertakan salam atau pengantar sederhana seperti “Ini file yang Anda minta, terima kasih”.

[3.2] Jangan Gunakan Singkatan

Semisal anda mau menuliskan Assalamu’alaykum, ya tulisakan secara lengkap, jangan disingkat menjadi Ass. Dalam bahasa Inggris itu berarti bokong. Dan bayangkan email Anda dibuka pakai ass / bokong.

Simple, jangan gunakan singkatan dan hindari istilah-istilah yang Anda gunakan dalam chat sehari hari.

[4] Adab Dalam Menelpon

Saat menelpon lakukan penjadwalan terlebih dahulu. Lakukan pembuka melalui email, chat, telgram atau apapun sebelum Anda menelpon. Saat saya berurusan dengan Public Relation (PR) dari perusahaan besar, hampir semua melakukan penjadwalan dengan sangat baik.

Semisal, seperti ini. Selamat siang pak Fikry, saya Rini PR nya perusahan ini. Kita boleh gak Pak teleponan dan jam berapa Bapak bisa? Nah selalu seperti itu.

Lakukan penjadwalan didepan. Karena bisa jadi orang yang akan kita telepon sedang ada meeting atau keperluan lainnya.

[5] Adab Dalam Memberi Kartu Nama

Dalam memberikan kartu nama, berikan dengan dua tangan dan kartu namanya menghadap ke penerima. Sehingga bisa dibaca seketika itu juga.

Sekian, mudah mudahan bermanfaat.

Gunakan kupon KEPO, untuk mendapatkan diskon 10% berlangganan di KIRIM.EMAIL karena Anda telah mendengarkan KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast.

KLAIM DISKON ANDA DI SINI

Silakan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang dasar-dasar adab dalam bisnis ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL – Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

Comments