6 Faktor Penyebab Unsubscribe

6 Faktor Penyebab Unsubscribe

Pada artikel penyebab unsubscribe ini kita akan sama-sama belajar tentang beberapa hal terkait subscribe-unsubscribe di dalam email marketing. Supaya pembahasannya tidak kemana-mana, kami batasi pada topik apa saja yang membuat orang lain (subscribers) berhenti berlangganan (unsubscribe) dari list email kita.

Di dalam email marketing ada 2 istilah yang cukup sering kita dengar. Dua istilah tersebut antara subscribe dan unsubscribe.

Subscribe adalah aktivitas mendaftarkan alamat email ke dalam list (database email) yang kita milik melalui opt-in form. Tujuan dari subscribe ini adalah untuk berlangganan email secara berkala dari pemilik list. Isi emailnya bermacam-macam, mulai dari newsletter hingga email promosi. Orang-orang yang memilik alamat email dan melakukan subscribe ini sering disebut dengan istilah subscribers. Dan proses mendapatkan subscribers ini sering disebut sebagai email list building atau membangun database email.

Sedangkan unsubscribe adalah aktivitas yang menyatakan bahwa seorang subscriber berhenti berlangganan email dan keluar dari list email. Sebagai konsekuensinya subscribers tidak akan lagi menerima email apapun dari sang pemilik list email.

Di dalam email marketing, unsubscribe adalah suatu hal yang wajar, selama jumlahnya tidak banyak. Tidak ada aturan baku berapa ambang batas unsubsribe yang bagus. Tetapi jika merujuk pada pengalaman kami dalam mengirimkan email, jumlah orang yang unsubsribe sebaiknya di bawah 3% dari total subscribers setiap kali kita mengirimkan email.

Misalkan kita punya 1000 subscriber. Kemudian kita mengirimkan broadcast email. Dari broadcast ini kemudian kita mendapatkan laporan bahwa ada 10 orang yang melakukan unsubscribe. Itu artinya ada 1% yang unsubscribe sehingga masih dalam batas wajar.

Namun jika yang unsubscribe lebih dari 30 subscribers setelah kita mengirimkan broadcast email, sebagai seorang email marketer kita harus mewaspadai hal ini. Jangan-jangan ada yang salah dengan email marketing yang kita jalankan.

Hal Yang Menyebabkan Orang Unsubscribe Dari List Email Anda

Maka dari itu artikel tentang penyebab unsubscribe ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita jika mengalami unsubscribe massal. Lalu apa saja penyebab unsubscribe itu? Berikut rincian dan penjelasannya.

Cara mendapatkan subscribers yang tidak beretika

Diakui atau tidak, cara mendapatkan subscribers dengan cara yang tidak beretika ini adalah penyebab utama seseorang melakukan unsubscribe dari list email kita. Cara yang tidak beretika ini contohnya :

  • membeli daftar alamat email,
  • melakukan scraping alamat email
  • hingga sharing data dengan pihak lain.

Alamat email itu adalah sesuatu yang bersifat pribadi, seperti nomor handphone yang kita miliki. Sehingga tidak seharusnya kita salah gunakan melalui cara-cara di atas.

Ini sama saja dengan memasukkan ke dalam grup WhatsApp tidak jelas yang tidak mendapatkan persetujuan dari kita. Karena merasa tidak pernah berlangganan email, maka banyak subscribers yang melakukan unsubscribe besar-besaran.

Konten email yang hanya berisi notifikasi

Mungkin Anda pernah atau sering menerima email yang isinya hanyalah notifikasi. Contohnya notifikasi dari Facebook yang memberitahukan teman Anda memposting status baru, si A mengomentari status teman Anda dan lain sebagainya. Juga email yang hanya berisi notifikasi ada artikel yang baru saja dipublish oleh blogger yang Anda ikuti.

Email-email notifikasi seperti ini kadang membuat kita jenuh dan tidak mendapatkan manfaat apa-apa. Sehingga email-email seperti ini memicu orang lain untuk unsubscribe dari list email kita.

Supaya subscribers kita tidak unscubribes maka kita mau tidak mau harus mengirimkan email yang lebih bervariasi. Email notifikasi boleh saja, tetapi kurangi jumlahnya dan variasikan dengan email lain yang lebih bermanfaat.

Terlalu sering menerima email

Penyebab ketiga orang melakukan unsubscribe adalah terlalu sering menerima email dari kita. Mengirim email terlalu sering justru hanya akan membuat subscribers tidak nyaman dan bosan. Jarang mengirim email juga akan membuat subscribers lupa dengan kita dan menganggap kita tidak aktif lagi.

Lalu seberapa sering kita harus mengirimkan email?

Tidak ada aturan baku mengenai harus berapa sering kita mengirimkan email. Tetapi berdasarkan studi dari Direct Marketing Association (DMA), frekuensi mengirimkan email yang ideal adalah 3-4x dalam seminggu. Studi dari DMA ini pernah kami bahas secara rinci pada artikel yang berjudul Seberapa Sering Anda Harus Mengirim Email?.

Terlalu banyak email promosi

Penyebab keempat orang melakukan unsubscribe adalah mereka terlalu banyak menerima email promosi. Tujuan utama subscribers mendaftarkan alamat emailnya adalah untuk mendapatkan manfaat dari pemilik list email.

Memang benar manfaat tersbeut sudah diberikan di depan yaitu berupa link donwload dari lead magnet yang ditawarkan. Setelah itu subscribers terus menerus hanya menerima email promosi. Tidak ada email edukasi, tidak ada email yang menginspirasi atau tidak ada email yang hanya sekedar say hello saja.

Ini yang menyebabkan orang tidak nyaman dan kemudian memutuskan untuk melakukan unsubscribe.

Konten email yang tidak relevan

Penyebab kelima orang melalukan unsubscibe adalah konten email yang mereka terima tidak relevan dengan minat dan passion mereka. Misalnya subscribers Anda punya minat dan passion terhadap dunia bisnis online dan digital marketing. Kemungkinan besar mereka akan senang menerima email yang isinya tips dan trik bisnis online. Seperti cara meningkatkan traffic, email marketing dan lain sebagainya.

Secara tiba-tiba, mereka menerima email dari Anda yang di dalam email tersebut Anda membahas tentang bagaimana memakai jilbab atau ide modifikasi motor. Jelas ini tidak relevan dengan minat dan passion subscribers Anda. Kalau hanya sesekali mungkin tidak masalah. Mungkin bisa jadi bagian dari variasi konten email. Tetapi jika konten yang tidak relevan ini Anda kirimkan terus menerus, cepat atau lambat Anda akan kehilangan subscribers.

Membosankan

Dan penyebab yang terakhir adalah subscribers Anda merasa bosan terhadap email yang Anda kirimkan. Emailnya hanya itu-itu saja dan begitu-begitu saja. Tidak ada sesuatu yang mengejutkan atau emailnya hanya membahas tentang seputar diri Anda.

Maka dari itu supaya subscribers tidak bosan, sesekali kita perlu mengganti topik email maupun gaya bahasa yang ada di email.

Setidaknya 6 hal itulah yang menjadi penyebab orang lain melakukan unsubscribe dari list email kita. Mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Facebook Comments