Mengenal, Memahami dan Menghadapi Algoritma Google RankBrain

Tulisan ini kami berikan judul Mengenal, Memahami dan Menghadapi Algoritma Google RankBrain. Kami menulis ini sebagai catatan dan konsumsi pribadi saja dalam belajar SEO. Juga sebagai dokumentasi sehingga ke depan ketika mencari tulisan terkait topik algoritma Google RankBrain bisa lebih cepat menemukannya.

Namun kalau kebetulan Anda sampai di halaman ini dan bisa membaca tulisan ini sampai habis, mungkin itu sudah kehendak dari Tuhan. Kami hanya bisa berharap tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi Anda yang membacanya.

Mengenal Apa itu Algoritma Google RankBrain

Pada bagian yang pertama ini kami ingin membahas tentang mengenal apa itu algoritma Google RankBrain. Google RankBrain merupakan algoritma terbaru dari Google yang berfungsi untuk menampilkan dan mengurutkan hasil pencarian mesin pencari dengan lebih baik lagi menggunakan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelegent.

Dalam bahasa yang lebih sederhana Algoritma Google RankBrain membantu Google untuk memahami dan memproses semua pencarian yang berbeda dan akan menampilkan hasil pencarian yang masih relevan.

Sebagai contoh, kalau dulu kita mencari sebuah kata kunci : WordPress theme gratis terbaik, maka hasil yang keluar adalah website yang mengandung kata kunci tersebut.

Namun di era Google RankBrain ini, dengan kata kunci yang sama Google akan menampilkan website dengan kata kunci yang berbeda namun masih memiliki relevansi.

Buktinya ada pada gambar di bawah ini :

Kami mencari WordPress theme, namun yang keluar pada hasil pencarian adalah Tema WordPress, Template WordPress dan Theme WordPress. Dan kita tahu bahwa theme, tema dan template itu adalah kata yang maknanya sama.

Contoh lainnya, kalau kami mengetikkan “makanan ringan dari kentang” maka yang keluar kata yang punya makna sama dengan makanan ringan seperti camilan, makanan olahan dan lain sebagainya.

Ada satu hal menjadi catatan bagi kami. Algoritma Google RankBrain mengubah cara lama SEO. Cara dan teknik SEO yang selama ini kami pelajari mungkin sudah tidak relevan lagi dengan algoritma Google RankBrain ini. Tetapi dalam teknik SEO kami punya prinsi bahwa konten adalah yang utama. Tidak peduli mau pakai SEO On Page/ Off Page atau tidak, konten yang berkualitas harus menjadi prioritas utama.

Baca jugaKriteria Konten Website Berkualitas Tinggi

Memahami Cara Kerja Algoritma Google RankBrain

Dalam memahami bagaimana cara kerja algoritma Google RankBrain, terlebih dahulu perlu membedakan 2 peran utama dalam algoritma ini, yaitu :

  • Memahami penggunaan kata kunci (search query)
  • Menganalisis tingkat kepuasan pengguna/ pencari kata kunci ketika website hasil pencarian dia buka.

Pada peran yang pertama yaitu memahami penggunaan kata kunci, Google RankBrain menampilkan hasil pencarian yang tidak hanya sesuai apa dengan apa yang diketik oleh user. Tetapi juga menampilkan hasil pencarian dengan kata kunci alternatif lainnya yang masih relevan.

Baca jugaCara Agar Artikel Website Terindex Google Dengan Cepat Tanpa Backlink

Contohnya sudah kami tuliskan pada study kasus mencari kata kunci WordPress theme di atas.

Setelah menampilkan hasil pencarian tugas algoritma Google RankBrain masih belum selesai. Tugas berikutnya adalah melakukan penilaian kepuasan pengguna terhadap situs atau website yang muncul di halaman pencarian.

Sehingga pada bagian ini algoritma Google RankBrain sudah masuk ke peran yang ke-dua.

Kalau pengguna merasa puas terhadap hasil yang “ditawarkan” oleh Google maka website tersebut akan tetap menempati urutan teratas di hasil pencarian Google.

Namun jika pengguna merasa tidak puas terhadap hasil yang ditawarkan, maka Google akan mempertimbangkan website tersebut untuk turun peringkat bahkan tidak merekomendasikannya untuk tampil di halaman hasil pencarian.

Jadi dengan algoritma Google RankBrain ini Google tidak hanya selesai pada menampilkan hasil pencarian saja, tetapi juga bertanggung jawab terhadap hasil pencarian tersebut.

Bagaimana Cara Google Mengukur Kepuasan Pengguna?

Dalam mengukur kepuasan pengguna Google mempunyai parameter tersendiri. Berdasarkan parameter ini Google mampu membuat kesimpulan seorang pencari kata kunci puas atau tidak terhadap hasil pencarian yang ditawarkan oleh Google.

Setidaknya ada 4 parameter yang digunakan oleh Google untuk menilai dan mengukur seseorang puas atau tidak terhadap suatu hasil pencarian. 4 parameter tersebut diantaranya :

[1] Bounce Rate

Bounce rate adalah perbandingan antara pengunjung yang langsung meninggalkan suatu website setelah melihat satu halaman saja dengan total keseluruhan jumlah pengunjung website.

Misalkan ada 100 pengunjung website. 60 orang yang berkungjung langsung pergi tanpa membuka halaman yang lainnya. Sedangkan 40 orang yang lainnya tertarik untuk membuka halaman yang lainnya. Maka nilai bounce rate nya adalah 60%.

[2] Dwell Time

Dalam menentukan kepuasan pengguna, Google mengukur dwell time yang artinya total waktu yang dihabiskan oleh pengguna dari pertama kali membuka website sampai klik tombol close.

Semakin lama dwell time suatu website, maka akan semakin baik penilaiannya.

[3] Pogo-Sticking

Ini adalah istilah untuk orang yang mengklik hasil, lalu segera kembali ke hasil untuk menemukan jawaban yang lebih baik.

Bedanya Bounce Rate dengan Pogo-Sticking adalah pada waktu dan pola nya. Dalam bounced rate bisa jadi waktu kunjungnya bisa lebih lama, dan untuk pola pencariannya setelah seorang pengguna keluar dari halaman website, maka dia tidak mencari kata kunci lagi. Sedangkan pogo-sticking sudah cepat waktu kunjungnya ditambah dia kembali ke hasil pencarian untuk mencari hasil yang lebih baik lagi.

Sehingga bisa dibilang kalau Pogo-Sticking ini jauh lebih berbahaya daripada bounce rate.

[4] Click-Through-Rate (Organic CTR)

CTR adalah jumlah orang yang melakukan klik menuju website. Semakin tinggi nilai CTR nya maka akan semakin bagus nilai suatu website di mata Google.

Ke 4 parameter tersebut bisa kita sebut sebagai user experience (UX). Semakin bagus UX suatu website maka semakin bagus nilai kepuasan pengguna di mata Google.

UX ini bisa ditingkatkan dengan barbagai cara, seperti :

  • Meningkatkan kecepatan loading website
  • Membuat konten berkualitas lebih tinggi
  • Memperjelas navigasi website
  • Menampilkan related konten/post
  • Merapikan iklan dan form opt in
  • dan lain sebagainya.

Menghadapi algoritma Google RankBrain

Algoritma Google RankBrain sepertinya adalah suatu keniscayaan. Artinya ke depan Google akan terus menggunakan dan mengembangkan algoritma ini. Sehingga sikap yang harus dimilki adalah bukan takut, tetapi berani menghadapinya serta selalu memperbaiki website supaya bisa tetap bertahan di halaman pencarian Google.

Berikut ini ada beberapa aktivitas yang bisa kami lakukan dalam rangka menghadapi algoritma Google RankBrain ini, diantaranya :

[1] Menghindari Long Tail Keyword

Biasanya long tail keyword dipilih karena jumlah persaingannya dan umlah pencariannya sedikit. Dengan mengandalkan kuantitas konten startegi long tail keyword ini bisa memberikan traffic yang cukup banyak ke dalam website.

Namun sekarang, berdasarkan pendapat para praktisi SEO, saat ini long tail keyword atau keyword panjang sudah tidak relevan lagi pada algoritma Google RankBrain.

Alasan utamanya adalah Google sudah pintar dalam mengenali kata kunci. Sehingga cara terbaik dalam membidik kata kunci adalah dengan memilih dan menggunakan medium tail keyword.

[2] Menggunakan medium tail keyword

Medium tail keyword adalah kata kunci yang mempunyai jumlah kata antara 3-4 kata kunci. Untuk menghadapi algoritma Google RankBrain ini, medium tail keyword lebih cocok jika dibandingkan dengan long tail keyword.

Dalam memilih medium tail keyword ini tidak bisa sembarangan. Karena persaingan di kata kunci ini cukup tinggi. Prinsipnya adalah mencari jumlah pencarian bulanannya tinggi dan jumlah persaungannya rendah.

[3] Memperhatikan struktur penempatan kata kunci

Sturktur kata kunci untuk menghadapi algoritma Google RankBrain juga perlu diperhatikan. Untuk strukturnya sendiri yang kami rangkum dari berbagai sumber, penempatan terbaiknya adalah sebagai berikut :

Menempatkan medium tail keyword pada url 

Untuk url sebisa mungkin jangan terlalu panjang, dan cara terbaik adalah menggunaakan medium tail keyword. Sebagai contoh kita menggunakan kata kunci “jual sepeda gunung murah”. Maka untuk struktur url nya menjadi namadomainanda.com/jual-sepeda-gunung-murah.

Menempatkan medium tail keyword pada H1/H2

Berikutnya adalah menempatkan medium tail keyword pada heading H1/ H2. Ini bisa ditempatkan pada judul artikel atau di bagian body/ konten.

Menempatkan long tail keyword pada H3

Sebenarnya kita masih bisa menggunakan long tail keyword, hanya saja untuk porsinya tidak banyak. Long tail keyword bisa juga ditambahkan dengan kata tanya dan ditempatkan pada heading H3.

[4] Menghindari 2 kata berbeda atau lebih yang mempunyai makna sama

Contohnya seperti ini. Katakanlah ada 3 kata kunci, SEO Tools, SEO Software dan SEO Apps. Sebisa mungkin hindari menggunakan 3 kata kunci yang punya makna sama dalam tempat yang sama.

Misalnya adalah sebuah meta title menggunakan judul 10 SEO Tools, Software dan Apps Terbaik di Indonesia. Hindari yang seperti ini.

Sebaiknya dipisah saja. SEO Tools punya artikel sendiri, SEO Software punya artikel sendiri dan SEO App punya artikel sendiri.

[5] Meningkatkan UX Signal

Untuk menghadapi algoritma Google RankBrain tidak cukup dengan cara di atas. Itu hanya untuk tahap awal saja.

Yang lebih penting adalah setelah orang mengunjungi sebuah website. Untuk itu perlu untuk meningkatkan ux signal seperti yang sudah kamis sebutkan di atas.

Demikian artikel tentang Mengenal, Memahami dan Menghadapi Algoritma Google RankBain ini. Ini bukanlah akhir, tapi ini adalah awal dan tentu saja masih jauh dari sempurna. Di lain waktu akan kami update secara berkala artikel yang kami rangkum dari berbagai sumber ini. Semoga bermanfaat.

 

Facebook Comments