Apa itu Franchise, Contoh dan Bagaimana Cara Membelinya

Apa itu Franchise, Contoh dan Bagaimana Cara Membelinya

Jika Anda punya uang lebih dan ingin berbisnis sekaligus berinvestasi, franchise bisa menjadi salah satu pilihan terbaik. Dengan franchise Anda bisa menjalankan bisnis tanpa perlu merintisnya dari awal atau terjun langsung untuk mengurus bisnis tersebut. Sehingga risiko nya kecil karena biasanya franchise itu merupakan bisnis yang sudah jalan, sudah mempunyai SOP nya dan sudah tersistemasi dengan baik mulai dari produksi, keuangan hingga pemasaran.

Apalagi di tengah-tengah pandemi seperti ini, dimana keadaan ekonomi menjadi tidak bisa diprediksi, membeli franchise yang tahan krisis akan tetap memberikan Anda keuntungan.

Namun sebelum Anda memutuskan untuk membeli franchise, ada baiknya Anda simak dulu artikel ini sampai habis. Karena di sini kami akan mengupas secara lengkap hal-hal terkait franchise yang nantinya semoga bisa menjadi pedoman dan bahan pertimbangan dalam memutuskan membelinya.

Ada banyak hal yang akan kami bahas di sini seperti :

Pengertian Apa itu Franchise

Kata franchise merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah waralaba.

Menurut KBBI, franchise atau waralaba adalah :

  • 1. kerja sama dalam bidang usaha dengan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan; 
  • 2. hak kelola; hak pemasaran.

Sehingga kalau itu kita jabarkan lagi franchise atau waralaba adalah sebuah kerja sama bisnis antara pemilik bisnis yang sudah punya brand atau sistem operasional dengan pihak lain yang bersedia membayar untuk mendapatkan izin penggunaan merek, produk dan sistem operasional sesuai dengan kesepatakan diantara kedua belah pihak.

Berdasarkan pengertian di atas, maka franchise ini seperti buka cabang baru untuk sebuah bisnis atau brand tetapi status kepemilikannya dimiliki oleh orang lain dengan kesepakatan tertentu.

Mengapa harus membeli franchise?

Anda sudah tahu apa itu franchise. Selanjutnya kita akan membahas mengapa sih kita harus membeli franchise?

Di awal artikel ini kami menuliskan bahwa franchise merupakan salah satu pilihan terbaik untuk investasi. Itu merupakan salah satu alasan mengapa kita harus membelinya. Ada beberapa alasan lagi yang akan menjadi pertimbangan Anda untuk membeli atau tidak, diantaranya :

Memulai dan menjalankan bisnis jadi lebih cepat

Alasan pertama dan yang paling utama kita harus membeli franchise adalah kita bisa memulai dan menjalankan bisnis dengan lebih cepat. Kita tidak perlu merintis bisnis dari nol, merasakan trial and error dalam membuat produk yang laris, serta tidak perlu pusing memikirkan izin dan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi.

Bahkan ada beberapa franchise yang sekarang kita beli hak kelolanya, 3 hari sampai 1 minggu sudah bisa kita buka bisnisnya. Sangat cepat, tinggal bayar dan bisnis segara buka lengkap dengan semua kegiatan operasionalnya.

Adanya pelatihan dan dukungan sistem

Alasan kedua adalah adanya pelatihan dan dukungan sistem. Kalau kita buka bisnis sendiri semuanya kita pikirkan sendiri. Tetapi jika membeli franchise maka kita bisa punya meningkatkan skill dari pelatihan yang disedikan serta jika ada masalah tentang bisnis yang kita beli, pemilik brand siap untuk memberikan dukungannya kepada kita.

Merek sudah dikenal

Alasan ketiga mengapa kita harus membeli waralaba adalah karena merek sudah dikenal oleh masyarakat. Meskipun tidak semua franchise punya merek terkenal tetapi paling tidak masyarakat sudah familiar dan mengenal dengan brand tersebut.

Sehingga ini menjadi senjata kita untuk lebih mudah dalam berpromosi. Dengan merek yang sudah dikenal kita tidak perlu bersusah payah untuk memperkenalkan merek kita.

Risiko gagal kecil

Bisnis franchise merupakan bisnis yang sudah terbukti dan teruji. Mereka tidak hanya satu atau dua tahun berdiri lalu buka waralaba. Paling tidak mereka sudah pernah mengalami pasang surutnya bisnis, sehingga jika kita membeli bisnis waralaba yang sudah melewati tahap hidup dan mati, maka risiko gagal untuk membukan bisnis atau cabang yang baru sangatlah kecil.

Margin profit tinggi

Bisnis franchise bukanlah bisnis yang menjual produk-produk komoditas. Artinya mereka mengolah bahan-bahan mentah menjadi bahan jadi dan siap konsumsi atau siap pakai. Sehingga dari adanya proses ini bisa meningkatkan nilai dan harga jual dari sekedar jualan produk komoditas.

Misalnya kopi. Biji kopi yang dari petani itu adalah produk komoditas. Harga jualnya pun per kilogramnya juga sangat rendah. Tetapi kalau biji kopi tersebut sudah sampai ke Starbucks atau di outlet Kopi Kenangan, maka harganya bisa berkali-kali lipat. Terlebih lagi didukung dengan merek yang kuat dan dikenal masyarakat, maka akan menghasilkan margin profit yang tinggi.

Istilah-istilah di dalam franchise

Sebelum Anda terjun dan membeli franchise ada baiknya mengenal dan memahami terlebih dahulu istilah-istilah yang ada di dalam waralaba. Hal ini dikarenakan istilah adalah bahasa. Kalau kita tidak paham istilahnya maka bagaimana kita bisa menjalankannya dengan baik? Sama seperti kita mengendari pesawat. Ada banyak panel dan setiap panel punya nama sendiri-sendiri. Kalau kita tidak paham apa nama dan maksudnya maka bagaimana kita akan menjalankan pesawat?

Adapaun istilah-istilah tersebut antara lain :

Franchisor atau pewaralaba

Franchisor atau pewaralaba merupakan badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya, seperti produk, merek, sistem, kegiatan operasional, dan lain sebagainya.

Dengan kata lain franchisor ini adalah pemilik bisnis yang akan dijual dengan cara franchise.

Franchisee atau terwaralaba

Frenchisee atau terwaralaba atau penerima waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dana tau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Dengan kata lain franchisee ini adalah oleh yang membeli franchise.

Franchise Fee

Franchise fee atau biaya awal waralaba adalah biaya yang harus dibayarkan dimuka sebelum gerai waralaba kamu mulai beroperasi. Biaya tersebut dibayarkan untuk lisensi atau hak menggunakan merek yang diwaralabakan, selama jangka waktu waralaba dan hak untuk menggunakan pedoman operasional yang telah disepakati.

Kelebihan dan kelemahan franchise

Kelebihan dari sistem franchise adalah bisnisnya cepat berkembang karena masyarakat sudah mengenal brand dengan baik. Anda hanya tinggal menentukan lokasi yang strategis, dan masyarakat akan datang sendirinya Selain itu jika di dalam kota ada 2 franchisee atau lebih, maka pihak franchisor akan mengatur jarak keduanya supaya tidak terlalu dekat agar tidak terjadi persaingan yang justru akan merugikan semua pihak.

Selain itu kualitas produk dari bisnis waralaba sudah tidak diragunakan lagi karena sudah melewati tahap pengecekan yang ketat. Juga sudah terbukti bertahan dan mampu menghadapi badai krisis.

Sedangkan kelemahan dari franchise adalah berkaitan dengan kreativitas. Anda jika membeli sebuah franchise tidak bisa melakukan inovasi dengan kreativitas Anda sendiri. Misalkan Anda jualan ayam goreng, di dalam makanan yang Anda juga Anda menambahkan lalapan padahal dari pihak franchisor hanya menyediakan saos saja. Hal seperti ini tidak diperbolehkan karena menyalahi hak paten.

Kalau Anda nekat melakukannya maka tindakan hukum adalah sebagai konsekuensinya.

Cara membeli franchise

Dalam membeli franchise ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, diantanya :

  • Tentukan berapa anggaran Anda untuk diinvestasikan di bisnis franchise.
  • Tentukan bidang apa yang akan Anda pilih terkait bisnis franchisenya. Apakah minuman, makanan, jasa atau yang lainnya.
  • Pilih franchise berdasarkan anggaran dan bidang yang Anda pilih tersebut. Untuk memilihnya Anda bisa mengunjungi waralaba.com atau waralabaku.com.

Hal di atas adalah langkah sederhana dan secara umum yang bisa Anda lakukan ketika ingin membeli sebuah bisnis franchise.

Namun secara legalitas kalau kita mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 Tahun 2007 Bab V yang menjelaskan tentang cara pendaftaran waralaba, silakan Anda ikut langkah-langkah berikut ini :

  • Pengajuan proposal penawaran dari pihak pemberi waralaba (franchisor) kepada Menteri dengan melampirkan:
    • fotokopi proposal penawaran bisnis
    • fotokopi legalitas usaha
  • Pendaftaran perjanjian waralaba oleh penerima waralaba (franchisee) kepada Menteri dengan melampirkan:
    • fotokopi legalitas usaha
    • fotokopi perjanjian waralaba
    • fotokopi proposal penawaran waralaba
    • fotokopi KTP pemilik/pengurus perusahaan
  • Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba oleh Menteri yang berlaku untuk jangka waktu 5 tahun.

Sedangkan menurut Pasal 7 PP No. 42 Tahun 2007, proposal penawaran yang diajukan oleh pemberi waralaba setidaknya memuat:

  • Data identitas pemberi waralaba
  • Legalitas usaha pemberi waralaba
  • Sejarah kegiatan usahanya
  • Struktur organisasi pemberi waralaba
  • Laporan keuangan 2 tahun terakhir
  • Jumlah tempat usaha
  • Daftar penerima waralaba
  • Hak serta kewajiban pemberi waralaba dan penerima waralaba

Selain proposal penawaran, pihak franchisor juga diwajibkan untuk memberikan pelatihan kepada penerima waralaba atau franchisee. Hal ini dimaksudkan agar kualitas pelayanan dan produk yang diberikan sesuai dengan standar dari franchisor.

Itulah beberahal yang terkait dengan franchise. Jika ada pertanyaan atau sesuatu yang kurang jelas dari penjabaran kami di atas silakan tinggalkan pesan pada kotak komentar di bawah. Silakan share juga artikel ini di akun media sosial Anda supaya orang lain yang ingin berbisnis franchise juga bisa tahu apa saja yang mesti dipelajari dan dilakukan.

Mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments