5 Cara Menulis Konten Yang Mudah Dibaca

5 Cara Menulis Konten Yang Mudah Dibaca

Pada halaman ini Anda bisa mempelajari bagaimana cara menulis konten yang mudah dibaca. Cara berikut ini nantinya bisa Anda gunakan untuk saluran apapun baik itu email, blog ataupun sosial media. Sehingga orang-orang yang membaca tulisan Anda bisa membaca dan memahami isi tulisan Anda dengan mudah.

Lalu bagaimanakah cara menulis konten yang mudah dibaca ini?

Cara menulis konten agar mudah dibaca adalah dengan membuat tulisan Anda menjadi scanable atau dapat dipindai. Mungkin Anda bertanya-tanya tentang maksudnya scanable itu seperti apa? Untuk memahami arti scanable ijinkan kami menjelaskannya dalam sebuah ilustrasi berikut ini.

Bayangkan Anda sedang ada di toko buku dan ingin membeli sebuah buku. Di sana ada banyak sekali buku namun ada beberapa judul buku yang membuat Anda tertarik. Dan kebetulan buku-buku tersebut sudah ada sampelnya untuk Anda baca.

Karena waktu Anda terbatas, Anda tidak mungkin membaca keseluruhan isi buku tersebut. Yang mungkin Anda lakukan adalah :

  • membuka beberapa halaman,
  • membaca sekilas
  • dan memberikan perhatian yang lebih pada bagian halaman tertentu yang berbeda dengan halaman lain.

Ilustrasi diatas juga berlaku juga untuk majalah, blog, email dan media-media yang bisa memuat konten berupa tulisan.

Proses inilah yang disebut sebagai proses scanning atau pemindaian. Sedangkan konten yang bisa menarik perhatian Anda tersebut merupakan konten yang scanable atau bisa dipindai.

Mengapa perlu menulis konten yang scanable?

Pada ilustrasi di atas kita sudah memahami bahwa konten yang scanable itu mempengaruhi keputusan orang untuk melanjutkan membaca atau tidak. Sehingga pada cara menulis konten yang mudah dibaca ini ada beberapa alasan mengapa konten Anda harus scanable. Dan berikut ini adalah alasannya.

  • Memberikan kesan yang baik. Dalam ilustasi memilih buku di atas, konten yang scanable lebih mudah dibaca daripada konten yang tidak scanable. Sehingga konten yang lebih mudah dibaca bisa menimbulkan kesan yang baik bagi pembacanya.
  • Membantu menemukan informasi dengan lebih cepat. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Jacob Nielsen pada tahun 2008 menyimpulkan bahwa orang-orang yang membaca sebuah halaman, rata-rata hanya membaca sekitar 20% dari total teks yang ada pada sebuah halaman. Jadi ketika dalam sebuah halaman itu ada 100 kata, maka orang-orang hanya membaca 20 kata saja.Sehingga ini bisa berarti kebanyakan orang tidak membaca. Mereka hanya memindai. Orang ingin cepat menemukan informasi yang mereka cari tanpa membaca keseluruhannya. Dan konten yang scanable bisa membantu orang menemukan informasi dengan lebih cepat.

Cara menulis konten yang mudah dibaca

Sekarang pada bagian ini kami akan membagikan bagaimana cara menulis konten yang mudah dibaca dengan prinsip scanable. Setidaknya ada 5 cara untuk membuat konten yang Anda tulis menjadi scanable, dan cara-cara tersebut adalah sebagai berikut :

  • Gunakan subheading
  • Jaga paragraf tetap pendek
  • Gunakan list
  • Gunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi
  • Gunakan font yang mudah dibaca

Menggunakan Sub Heading

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang pertama adalah menggunakan sub heading. Kata lain dari sub heading adalah sub judul. Sedangkan pengertian dari sub heading adalah judul yang menjadi bagian dari judul utama.

5 Cara Menulis Konten Yang Mudah DibacaFungsi dari sub heading ini adalah untuk membantu pembaca mengetahui poin-poin inti dan juga outline dari suatu konten. Ini berlaku untuk konten di semua media seperti blog, jurnal akademik, artikel majalah, dan email. Semuanya tidak lepas dari penggunaan sub heading sebagai salah satu elemen formatnya.

Selain fungsi di atas, sub heading juga membantu pembaca untuk mengetahui inti paragraf-paragraf yang ada. Sub heading merupakan ide pokok pada konten yang cenderung panjang.

Sehingga dengan menggunakan sub heading pada cara menulis konten yang mudah dibaca harapannya pembaca Anda lebih mudah memahami konten Anda.

Jaga agar paragraf tetap pendek

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang kedua adalah menjaga agar paragraf tetap pendek. Dalam cara yang kedua ini pernahkah Anda memperhatikan paragraf yang ada di koran?

5 Cara Menulis Konten Yang Mudah Dibaca

Kalau kita perhatikan koran atau majalah cenderung memiliki paragraf dengan 1 -3 kalimat saja. Sehingga dalam satu artikel kita bisa menemukan banyak sekali paragraf di sana. Ternyata bukan tanpa alasan koran atau majalah menjadikan paragraf mereka pendek.

Alasannya adalah karena paragraf yang lebih pendek membantu pembaca untuk mencerna informasi lebih cepat sehingga mendorong mereka untuk membaca lebih banyak. Selain itu, menulis dalam paragraf pendek menciptakan banyak ruang putih yang membuat konten Anda tetap bersih.

Menggunakan list

5 Cara Menulis Konten Yang Mudah Dibaca

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang ketiga adalah menggunakan list. Ada beberapa keuntungan jika konten Anda menggunakan list, yang diantaranya :

  • Membuat konten Anda terlihat lebih rapi dan menarik, terutama ketika dipasangkan dengan tipografi yang tepat.
  • Memberi pembaca Anda visual break (jeda visual). Dengan menggunakan list yang terdiri dari point-point memungkinkan pembaca Anda mengistirahatkan mata mereka.
  • Sebagai pembeda. List mempunyai gaya yang cukup berbeda dengan format teks yang lainnya, sehingga sangat mungkin list ini membuat pembaca Anda berhenti sejenak ketika sedang melakukan scanning atau pemindaian.

Menggunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi dan relevan

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang keempat adalah menggunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi dan relevan. Tujuannya adalah untuk membuat pembaca tidak bosan dan mendapatkan gambaran secara visual dari konten Anda.

D dunia ini ada tiga tipe orang berdasarkan gaya belajarnya, yaitu visual, auditori dan kinestetik. Dan yang paling banyak adalah tipe visual.

Dengan ilustrasi visual jauh lebih mudah untuk menyampaikan maksud Anda karena orang cenderung mudah mengingat hal-hal ketika disajikan secara visual. Maka tidak mengherankan jika ada pepatah sebuah gambar bisa mewakili 1000 kata.

Menggunakan font yang mudah dibaca
5 Cara Menulis Konten Yang Mudah Dibaca

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang terakhir adalah menggunakan font yang mudah dibaca. Di dalam konten font memang penting. Hal ini dikarena font dapat mempengaruhi tampilan dan nuansa dari konten Anda.

Pemilihan jenis, warna, ukuran dan konsistensi font yang tidak tepat dapat menghancurkan konten Anda. Namun jika itu semua Anda pilih dengan tepat maka font bisa mendukung konten Anda menjadi lebih kuat lagi.

Terkait cara menulis konten yang mudah dibaca ini, kami ada beberapa tips dalam memilih font, diantaranya :

  • Kami merekomendasikan Anda menggunakan font yang umum digunakan seperti Arial, Verdana, Georgia, Times New Roman atau Trebuchet MS. Lebih baik hindari font jenis Comic Sans MS.
  • Tidak ada salahnya menggunakan font dekoratif, tetapi sebisa mungkin hindari font dekoratif terlalu banyak.
  • Untuk satuan ukuran font, gunakan satuan point unit (pt) untuk keperluan konten yang akan dicetak. Untuk konten digital dan yang bisa dibaca browser lebih baik gunakan satuan pixel (px), ems (em) atau persen (%).
  • Untuk teks di bagian body atau isi sebaiknya ukuran minimalnya adalah 12 px.
  • Perhatikan penggunaan CAPSLOCK untuk membuat huruf kapital.
  • Konsisten dengan gaya font Anda, ukuran dan jarak serta hindari menggunakan lebih dari 2 jenis font.

Itulah 5 cara menulis konten yang mudah dibaca. Dengan membaca dan menerapkan cara ini semoga bisa membantu dalam menjadikan konten Anda lebih mudah dibaca. Jika Anda saran, masukan atau pertanyaan Anda boleh menyampaikannya pada kotak komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Facebook Comments