memahami landing page

Beberapa Hal Yang Perlu Anda Pahami Sebelum Membuat Landing Page

Landing page adalah halaman dimana pengunjung Anda di internet mendarat pertama kali.

Sebagai contoh, pengunjung Anda berasal dari Google dan membaca salah satu artikel blog, maka halaman artikel ini adalah landing page. 

Kemudian, ada orang yang mencari sesuatu di Facebook dan ketemu dengan salah satu status jualan Anda di Facebook, maka status Anda ini juga bisa disebut landing page. 

Contoh lainnya, Anda membuat sebuah halaman website yang berisi penawaran ebook dengan menukar alamat emailnya, halaman ini juga merupakan landing page. 

Sehingga berdasarkan pengertian dan contoh di atas, bisa jadi sebuah landing page merupakan bagian dari sebuah website. 

Akan tetapi sebuah landing page tidak harus dari website Anda sendiri. Terkadang inilah yang tidak diketahui oleh banyak orang.

Caranya adalah dengan menggunakan layanan yang disediakan oleh pihak lain. Sehingga walaupun Anda tidak bisa pemrograman atau tidak punya website/toko online sendiri, Anda tetap bisa membuat landing page dengan mudah. 

Biasanya penyedia layanan landing page ini sudah mempunyai banyak template landing page yang sudah teruji dan terbukti menghasilkan konversi. Jadi Anda tinggal pakai dengan melakukan sedikit penyesuaian, seperti konten, warna dan link. 

Beberapa layanan landing page yang bisa Anda gunakan Antara lain: 

  • Leadpages
  • Landing Page Builder dari KIRIM.EMAIL
  • Dan lain sebagainya. 

Selain layanan di atas, pada prinsipnya beberapa halaman berikut ini juga bisa Anda fungsikan sebagai landing page, seperti : 

  • Video di Youtube
  • Posting/Status di Facebook Page
  • Profile di Instagram
  • Dll. 

Hanya saja, karena ada banyak sekali jenis landing page dan tidak semuanya merupakan bagian dari website Anda sendiri, maka semua contoh landing page yang kami sebutkan di atas, kami sebut sebagai lander atau tempat mendarat. 

Kemudian yang mungkin menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apa saja fungsi dari setiap lander, kapan menggunakan lander dan bagaimana membuat lander tersebut untuk kebutuhan bisnis Anda.

Untuk lebih mudah menjawabnya, maka ada beberapa konteks yang harus Anda pahami terlebih dahulu, diantaranya : 

  • Kapan lander digunakan? 
  • Siapa yang “mendarat” di sana? 
  • Apa yang ingin Anda sampaikan pada lander tersebut? 
  • Apakah Anda ingin jualan atau hanya sekedar mengedukasi? 
  • Bagaimana Anda akan mendatangkan pengunjung ke lander tersebut? 
  • Dll. 

Konteks tersebut akan lebih mudah lagi Anda pahami jika Anda menggunakan sebuah alat bantu yang bernama Funnel Planner. 

funnel planner

Untuk mendapatkan funnel planner ini silakan klik tombol di bawah ini. 

4 Jenis Lander

Di dalam funnel planner ini ada sebuah kolom yang bernama Lander. Di dalam lander ini kalau kita pecah lagi ada 4 jenis landing page yang bisa Anda gunakan sesuai dengan konteks. Setiap lander ini punya fungsi masing-masing dan sumber trafficnya pun juga berbeda. 

Maka dari itu di artikel ini kita akan secara khusus membahas tentang hal ini. 

Lander #1 : Content

Lander yang pertama adalah content. Tujuannya adalah untuk membuat orang yang tidak tahu menjadi tahu. 

Misalnya, produk atau brand Anda belum dikenal oleh banyak orang, maka dengan lander berupa content ini bisa membuat produk atau brand Anda diketahui oleh banyak orang. 

Ciri khas dari content ini adalah bisa diakses secara gratis atau tanpa syarat apapun. Hanya saja karakteristik orang/pengunjung lander ini adalah dia belum siap untuk membeli. 

Contoh dari lander content ini antara lain : 

  • Artikel blog
  • Video di Youtube
  • Postingan di Instagram
  • Status di Facebook
  • Dll. 

Lander #2 : Lead Generation

Lander kedua adalah lead generation. Tujuan dari lander jenis lead generation ini adalah untuk mengubah pengunjung menjadi leads atau prospek. 

Atau dengan kata lain, lander berupa lead generation ini berfungsi untuk memisahkan mana traffic/pengunjung yang hanya sekedar berkunjung, dan mana yang tertarik mempelajari lebih lanjut apa yang Anda tawarkan di landing page ini. 

Hasil yang akan Anda dapatkan dari lead generation ini antara lain : 

  • Alamat email
  • Nomor HP/WhatsApp
  • Atau mungkin akun media sosial. 

Lander #3 : Sales Page

Lander ketiga adalah sales page. 

Sales page merupakan sebuah halaman yang biasanya berisi informasi produk/layanan yang Anda tawarkan, seperti harga, spesifikasi, cara membeli dan lain sebagainya. Melalui landing page jenis ini harapannya membuat orang untuk bertransaksi. 

Sehingga kalau dianalogikan sales page ini mirip seperti brosur. Dan yang mungkin perlu Anda ketahui, sales page ini bisa jadi bentuknya tidak harus sebuah halaman website. Tetapi bisa berupa chat ke WhatsApp, chatbot ataupun Messenger. 

Lander #4 : Backend Offer

Lander keempat adalah backend offer. 

Tujuan dari landing page jenis ini adalah untuk membuat orang yang sudah pernah beli jadi membeli lagi. Sehingga untuk penawaran yang ada di halaman ini bersifat eksklusif. Artinya penawaran hanya berlaku untuk orang-orang yang sudah pernah membeli sebelumnya. 

Kesimpulan

Berdasarkan 4 jenis lander atau landing page di atas, maka bisa kita ambil kesimpulan : 

  • Kalau Anda ingin menarik dan mengedukasi pengunjung yang datang maka silakan gunakan content sebagai landernya. 
  • Kalau Anda ingin mendapatkan data leads sepert alamat email, maka silakan gunakan landing page jenis lead generation. 
  • Kalau Anda ingin menghasilkan penjualan, maka Anda bisa menggunakan sales page untuk landing page nya. 
  • Dan kalau Anda ingin menambah penjualan dan membuat orang yang sudah pernah beli jadi beli lagi, maka Anda bisa menggunakan landing page jenis backend offer. 

Itulah beberapa hal yang perlu Anda pahami sebelum membuat landing page. Mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya. 

Leave a Comment

avatar
  Subscribe  
Notify of