cara 2 perusahaan mencari uang

Memahami Cara 2 Perusahaan Besar Menghasilkan Uang dan Kenapa ini Penting Dalam List Building

Pada artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara 2 perusahaan besar menghasilkan uang dan kaitannya dengan aktivitas list building yang kita lakukan. 

Ini merupakan materi dari Agan Khalid yang bersumber dari salah satu episode podcastnya yang bernama Celoteh Agan Khalid. Bagi Anda yang belum kenal Agan Khalid, beliau adalah salah seorang mentor di Kelas Konversi.

Anda bisa mendengarkan episode podcast tersebut di sini : https://celotehagankhalid.com/e/menebakmasadepanlistbuilding/.

Atau dengan mendengarkannya langsung lewat podcast player berikut ini : 

Apa itu list building

Dalam menjalankan bisnis kita perlu melakukan list building. Atau dengan kata lain adalah mengumpulkan kontak-kontak yang bisa kita hubungi kapanpun kita mau. Menghubungi di sini konteksnya bisa bermacam-macam seperti say hello, menanyakan kabar, menawarkan sesuatu, memberikan edukasi dan lain sebagainya. 

Kontak di internet ini ada banyak sekali. Setidaknya ada belasan jenis kontak yang bisa Anda pilih. Dan pada artikel ini kita akan mempelajari belasan jenis kontak tersebut dan menentukan mana kontak terbaik yang perlu Anda bangun dan kumpulkan.

Cara 2 Perusahaan Besar Mencari Uang

Namun sebelum kita sampai ke sana, perlu kita pahami terlebih dahulu bagaimana cara 2 buah perusahaan mencari uang. 2 Perusahaan besar yang dimaksud adalah tentu saja Facebook dan juga Google. 

Ini penting kita bahas terlebih dulu karena 2 perusahaan besar inilah yang menjadi saluran pemasaran utama bisnis online di Indonesia maupun di dunia. Sehingga dengan mengetahui cara mereka mencari uang, aktivitas list building yang kita lakukan tidak sia-sia. 

Google mencari uang dengan cara menjual spot hasil pencarian. Misalnya kita mencari sesuatu di Google. Kemudian hasil pencariannya akan muncul dan itu akan bersinggungan dengan cara Google mencari uang.

Maka tidak mengherankan bila di kata kunci tertentu, sebelum daftar hasil pencarian ada beberapa baris iklan. Di sebelah kanan dan bawahnya juga terdapat iklan. Spot-spot inilah yang digunakan Google untuk menghasilkan uang. 

Sehingga ketika Anda memutuskan untuk menjadikan Google sebagai saluran pemasaran secara organik, maka secara langsung Anda akan berhadapan dengan Google. Dan hasilnya adalah sudah pasti Google yang menang. 

Buktinya, meskipun posisi website Anda berada di rangking 1 secara organik, tetapi tetap saja posisinya masih berada di bawah iklan yang tampil. 

Sedangkan Facebook cara mencari uang nya adalah dengan menjual spot-spot yang ada di dalam Facebook, seperti di newsfeed, story, dan lain sebagainya. Intinya spot-spot yang berada di depan mata user Facebook. 

Sehingga ketika Anda juga mencari uangnya di spot-spot yang digunakan Facebook untuk mencari uang, maka sudah pasti Anda pun juga akan kalah dengan iklan-iklannya Facebook. 

Sampai di sini semoga Anda paham bagaimana caria Facebook dan Google mencari uang. 

Berikutnya kita akan bahas belasan jenis kontak yang ada di Internet. 

Belasan Jenis Kontak di Internet

Setidaknya ada 10 lebih jenis kontak di Internet yang bisa Anda bangun dan kumpulkan sejak sekarang. Diantaranya :

  1. Friends di Facebook
  2. Likers Fanpage Facebook
  3. Member Facebook Groups
  4. Subscribers chatbot Fanpage Facebook
  5. Akun WhatsApp
  6. Pin BBM
  7. Alamat Email
  8. Nomor HP
  9. Subscribers Youtube
  10. Followers di Instagram
  11. Followers di Twitter
  12. Subscribers di Telegram Channel
  13. Members Telegram Channel
  14. Dan lain sebagainya. 

List/Kontak di Facebook

Bagian ini yang berkaitan dengan Facebook kami rangkum jadi 1. Seperti teman di Facebook, likers di Fanpage, member di Facebook Groups, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan semua bagian yang ada di Facebook yang bisa kita manfaatkan untuk membangun list, itu polanya sama.

Beberapa tahun yang lalu mungkin cara membangun list atau kontak masih bekerja dengan sangat baik. Katakanlah kita punya 1000 teman di Facebook. Algoritma Facebook saat itu memungkinkan ketika kita update status, maka status kita bisa terlihat oleh 1000 teman kita di Facebook.

Namun kini algoritmanya Facebook berubah. Sekarang begitu kita update status belum tentu semua teman kita di Facebook bisa melihatnya. Dan hal yang sama juga berlaku di Fanpage, Facebook Groups, chat bot dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Facebook.. 

Sehingga bisa kita katakan saat ini membangun list atau kontak di Facebook secara organik tidak akan efektif seperti dulu. Penyebabnya adalah karena kita bersinggungan langsung dengan cara Facebook mencari uang.

WhatsApp

Membangun list atau kontak mungkin bisa dibilang benar dan cukup efektif sebelum WhatsApp dibeli oleh Facebook.

Namun setelah WhatsApp dibeli oleh Facebook, hanya tinggal menunggu waktu saja sampai aplikasi ini dimonetize oleh Facebook.

Kalau Facebook sudah memonetize WhatsApp maka aktivitas list building Anda akan sama dengan aktivitas yang ada di Facebook. Tidak lagi efektif.

Paling tidak Ini sudah terbukti dengan pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh WhatsApp. Kini Anda tidak bebas lagi mengirimkan chat promosi ke orang-orang yang tidak mengenal Anda. Jika Anda nekad melakukannya, maka sebagai konsekuensinya akan mendapatkan peringatan. Bahkan yang lebih parah akun WhatsApp Anda bisa diblokir. 

Pin BBM

Dulu membangun list lewat BBM menjadi favorit dan sangat mudah. Hanya dengan mengumpulkan pin BBM yang batasanya sampai 2000 pin, kita membroadcast pesan yang isinya promosi. Tak lama setelah broadcast orderan datang.

Namun kini BBM sudah tidak lagi dan semua pin yang menjadi list kontak kita dulu tinggal menjadi kenangan.

Alamat email

Secara statistik, email yang ada di seluruh dunia ini, sekitar 75% dibuat dengan layanan Gmail. Sehingga bisa dikatakan Gmail mengusai pasar email.

Gmail merupakan layanan milik Google. Namun sepertinya Gmail tidak terlalu dimonetize oleh Google dengan iklan. Google melakukan monetize terhadap Gmail dengan cara yang lain, yaitu dengan menjual layanan GSuite yang mana Anda bisa membuat alamat email dengan domain sendiri dan terintegrasi dengan aplikasi Google yang lain.

Dengan demikian bisa dibilang ketika Anda membangun list atau kontak dengan alamat email, Anda tidak sedang berperang dengan Google. Anda berperang dengan Google jika menerapkan metode SEO.

No HP

No HP juga merupakan salah satu jenis kontak yang bisa Anda kumpulkan. Dengan nomor HP Anda bisa menghubungi kontak Anda melalui sms dan maupun telepon.

Hanya saja untuk kelas UKM jenis list atau kontak ini agak sulit diterapkan. Penyebabnya adalah dari faktor biaya yang tidak sedikit. 1x mengirim SMS dikenakan paling tidak Rp150 sampau dengan Rp500 per SMS. belum lagi tarif telepon yang bisa dibilang tidak murah. Sehingga membangun list dengan nomor HP tidak akan efektif dan efisien.

Subscribers YouTube

Membangun list atau kontak dengan subscribers YouTube saat ini masih efektif. Misalkan Anda punya 1 juta subscribers maka mereka semua akan mendapatkan notifikasi update dari Anda.

Namun jika Anda melakukan monetize terhadap video Anda, maka siap-siap video Anda disisip iklan oleh YouTube. Dan ke depan tidak menutup kemungkinan YouTube akan mirip seperti Facebook. 

Followers Instagram

Membangun followers di Instagram dulu juga efektif. Namun sesudah Instagram dibeli oleh Facebook, algoritmanya juga berubah. Kini jumlah followers yang banyak seolah tidak ada artinya, karena jangkauannya sangat kecil.

Twitter

Pengguna Twitter saat ini masih banyak, tetapi karakterisktiknya tidak seperti dulu.

Telegram 

Kabarnya Telegram dimiliki oleh sebuah yayasan. Sehingga ada kemungkinan tidak ada kepentingan yayasan untuk memonetize Telegram. Sehingga saat ini bisa dibilang Telegram juga bagus untuk membangun list atau kontak, selama masih dimiliki oleh yayasan. 

Kesimpulannya 

Dari penjelasan tentang cara Facebook dan Google mencari uang serta jenis-jenis list atau kontak, maka bisa kita simpulkan bahwa kita akan bisa efektif membangun list atau kontak selama tidak bersinggungan atau berhadapan langsung dengan Google atau Facebook.

Dalam hal ini yang tidak berhadapan langsung dengan kepentingan mereka saat ini adalah alamat email dan Telegram. Maka dari itu sejak sekarang Anda bisa memfokuskan untuk mulai membangun list atau kontak melalui alamat email ataupun Telegram.

Demikian artikel ini, mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments