fbpx
Penerapan Cross Selling dalam Bisnis

Mau Menerapkan Cross Selling dalam Bisnis? Ketahui Manfaat dan Caranya Berikut Ini!

Ada berbagai teknik dalam penjualan yang digunakan oleh para pebisnis di berbagai belahan dunia. Adanya teknik ini membuat Anda bisa memilih cara terbaik untuk memasarkan barang dan jasa yang Anda hasilkan. Salah satu cara penjualan yang banyak digunakan adalah cross selling.

Cross selling melibatkan penjualan terkait berupa barang maupun layanan tambahan berdasarkan minat pelanggan maupun produk yang ditawarkan oleh perusahaan Anda.

Ini adalah cara yang bagus untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperdalam hubungan pelanggan. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan nilai dan retensi pelanggan.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai cross selling atau penjualan silang ini, simak penjelasan berikut!

Apa Itu Cross Selling?

Cross selling dapat diartikan sebagai proses penjualan sebuah layanan atau produk yang berbeda kepada customers dengan tujuan peningkatan nilai penjualan. Banyak orang yang sering menyalahartikan cross selling dengan upselling yang merupakan segala sesuatu yang bisa meningkatkan harga dan fungsionalitas dari pembelian awal.

Misalnya saja ketika Anda membeli makanan di sebuah restoran cepat saja. Ketika Anda membeli burger, dia akan menawarkan kentang goreng sebagai pelengkap burger Anda. Inilah yang disebut dengan cross selling.

Sementara upselling bisa dikatakan sebagai upgrade, yakni ketika pelayan restoran menanyakan kepada Anda apakah Anda ingin membeli kentang goreng dengan ukuran lebih besar dari pembelian awal yang Anda rencanakan.

Inti utama dari teknik cross selling maupun upselling adalah bagaimana cara membuat pembeli melakukan transaksi lebih besar dari rencana mereka sebelumnya.

BACA JUGA :   Contoh Analisa SWOT Bisnis Makanan

Manfaat Cross Selling untuk Bisnis

manfaat cross selling untuk bisnis

Lalu, apa keuntungan menggunakan teknik cross selling dan mengapa penjualan silang ini penting untuk dilakukan? Simak penjelasannya berikut ini!

Meningkatkan Omzet Penjualan Tanpa Perlu Menambah Biaya Marketing

Seperti yang sudah disinggung di atas, tujuan utama dari cross selling adalah membuat konsumen membeli lebih banyak dari yang sebelumnya mereka rencanakan. Pelanggan yang berbelanja lebih besar tentu akan membantu meningkatkan omzet dan keuntungan perusahaan.

Jika cross selling yang Anda lakukan tepat sasaran dan bisa meningkatkan kepuasan pelanggan, ini akan membantu menghemat pengeluaran perusahaan. Sebab, Anda akan menghabiskan lebih sedikit waktu dan sumber daya untuk akuisisi pelanggan.

Membantu Memperkenalkan Produk Baru

Dari waktu ke waktu, perusahaan pasti akan memperkenalkan produk baru kepada konsumen mereka. Berpromosi memperkenalkan produk baru tentu akan memakan biaya yang tidak sedikit. Dengan cross selling, Anda bisa membantu memperkenalkan item atau layanan baru dari brand Anda dengan biaya yang lebih sedikit.

Misalnya, brand Anda awalnya hanya menjual t-shirt saja. Bersamaan dengan produk t-shirt, Anda baru saja meluncurkan produk celana. Saat pelanggan membeli t-shirt yang Anda jual, tawarkan kepada mereka untuk membeli celana yang sesuai dengan gaya atasan yang mereka beli.

Membantu Meningkatkan Penjualan Produk yang Kurang Laku

Cara yang sama juga bisa Anda aplikasikan pada produk yang penjualannya rendah. Ambil contoh produk t-shirt dengan corak milik Anda lebih laku dibanding yang polos. Berikan penawaran menarik agar konsumen membeli t-shirt corak dan polos Anda secara bersamaan dengan teknik cross selling.
Cross selling seperti ini bisa dilakukan dengan menawarkan harga yang lebih murah untuk produk kedua. Cara tersebut banyak digunakan oleh bisnis untuk menghabiskan sisa produk di gudang pada akhir tahun.

BACA JUGA :   Menyingkap Model Bisnis Para Penjual Marketplace di Indonesia

Bagaimana Menerapkan Cross Selling untuk Meningkatkan Penjualan dan Contohnya

Untuk bisa melakukan cross selling yang sukses, pertama-tama Anda harus memahami kebutuhan pelanggan Anda dan bagaimana mereka berinteraksi dengan bisnis Anda. Orang tidak akan membeli barang tambahan dari brand Anda tanpa alasan.

Cross selling hanya akan berhasil ketika barang yang ditawarkan memang revelan dengan apa yang sedang dibeli konsumen atau pernah mereka beli sebelumnya. Artinya, Anda juga harus memahami perilaku dan riwayat pembelanjaan konsumen Anda. Simak beberapa cara menerapkan cross selling dan contohnya berikut ini!

Tawarkan Lebih dari yang Semula Dicari oleh Pembeli

Kunci dari cross selling adalah meningkatkan nilai atau value dari produk utama yang akan dibeli oleh pelanggan. Value ini tentu saja tidak hanya menguntungkan Anda sebagai pebisnis, tetapi juga menguntungkan konsumen.

Pastikan produk add on yang ditawarkan memiliki nilai lebih dari yang semula dicari oleh pembeli. Dengan begitu, mereka akan diuntungkan dengan adanya penawaran ini. Misalnya saja, Anda menjual makanan dengan cross selling minuman. Ini akan membuat konsumen merasa lebih praktis karena tidak perlu repot membeli minuman di tempat lain.

Berikan Tawaran Paket Jika Mereka Beli Sesuatu yang Lain

BACA JUGA :   Bikin Launching Produk Laris Ala Para Brand Legend

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menarik orang lain membeli produk cross selling yang Anda jual adalah dengan memberikan penawaran paket menarik. Kita ambil contoh seperti pada poin sebelumnya.

Anda menjual makanan dengan cross selling produk minuman. Jika konsumen setuju membeli, Anda bisa memberikan bonus satu buah cookies sebagai tambahan. Secara langsung ini bisa membuat konsumen lebih tertarik membeli paket cross selling yang Anda tawarkan daripada hanya membeli salah satunya saja.

Berikan Diskon Paket Bundling

Bundling merupakan salah satu metode penjualan yang umum digunakan. Bundling dilakukan dengan cara menjual paket yang berisi beberapa produk atau layanan yang mereka berikan sebagai satu kesatuan.

Contohnya seperti ketika toko ponsel menjual unit ponsel sekaligus dengan kartu perdana. Cara ini bisa membantu perusahaan meningkatkan penjualan kartu perdana mereka juga, bukan hanya ponsel yang merupakan produk utama. Akan tetapi, cara ini tidak selalu berhasil karena ada konsumen yang mungkin lebih suka membeli keduanya secara terpisah.

Lalu, bagaimana cara mengakalinya? Berikan diskon.

Jadi, tawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan jika konsumen membeli kedua produk secara terpisah. Ini juga cukup jitu untuk membuat konsumen membeli produk yang ditawarkan.

Jangan Terlalu Memaksa Agar Pembeli Memilih Produk Cross Selling

Kunci penting yang harus diingat saat melakukan penawaran produk dengan cara cross selling adalah hindari memaksa. Sikap terlalu memaksa saat melakukan penawaran bisa membuat konsumen merasa tidak nyaman dan pada akhirnya mencari produk dari brand lain.

Dengan memahami konsep cross selling dan cara yang benar melakukannya, Anda bisa mengoptimalkan penjualan dan meningkatkan keuntungan.

Selamat mencoba!

Muhammad Sholeh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *