fbpx
Tips Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil

5 Tips Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil, Pebisnis Online Pemula Wajib Tahu!

Menjadi seorang pebisnis tidak hanya perlu kemampuan dalam melakukan pemasaran produk. Di waktu yang sama, Anda harus membekali diri dengan kemampuan cara mengelola keuangan usaha kecil dengan baik. Lewat pengelolaan yang tepat, Anda bisa mengembangkan usaha menjadi bisnis yang lebih besar. 

Dalam bisnis, pengelolaan keuangan memiliki peran yang sangat krusial. Kesalahan dalam manajemen keuangan risikonya sangat besar dan bahkan bisa menimbulkan kebangkrutan. Banyak contoh perusahaan besar yang bangkrut gara-gara permasalahan ini. Anda tentu tidak menginginkannya, kan? 

Mindset Penting Terkait Pengelolaan Keuangan Usaha

cara mengelola keuangan usaha kecil - sedang menulis catatan keuangan

Sebelum lebih lanjut tentang bagaimana cara mengelola keuangan usaha kecil, Kita bahas tentang mindsetnya terlebih dulu.

Berkaitan dengan pengelolaan keuangan usaha kecil, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memiliki cara pandang atau mindset yang tepat. Ada empat mindset penting yang perlu Anda cermati, yaitu: 

1. Harus Bisa dan Paham Laporan Keuangan 

Kalau Anda ingin menjadi pemilik usaha kecil yang sukses, tanamkan dalam pikiran untuk menguasai serta memahami cara membaca laporan keuangan.

Sekilas, Anda mungkin beranggapan kalau kemampuan ini sangat sederhana. Namun, tahukah Anda kalau tidak semua orang tahu serta paham saat membaca laporan keuangan. 

Berdasarkan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), ada lima jenis laporan keuangan yang perlu Anda ketahui dan pahami. Lima jenis laporan keuangan itu adalah laporan laba rugi, laporan neraca, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan yang terakhir adalah catatan atas laporan keuangan. 

2. Fokus pada Cashflow

Anda mungkin akan terpukau ketika mendapatkan penjabaran kalau bisnis si A punya omzet sekian miliar. Oleh karenanya, tidak heran kalau Anda punya keinginan serupa. Padahal, pola pikir seperti ini kurang tepat. Alih-alih berfokus pada omzet, Anda perlu mengedepankan cashflow

BACA JUGA :   20 Tips Mempercantik Tampilan Blog Anda

Cashflow adalah sirkulasi uang masuk dan uang keluar. Uang masuk bisa Anda dapatkan ketika berhasil melakukan penjualan. Sementara itu, uang keluar adalah beragam jenis pengeluaran selama menjalankan usaha. Biasanya, pengeluaran tersebut digunakan untuk operasional. 

Saat menjalankan bisnis, Anda bisa saja memiliki omzet besar tetapi cashflow mengalami gangguan. Kok bisa? Hal ini bisa saja terjadi saat Anda memiliki angka penjualan sangat tinggi. Hanya saja, proses penagihannya mengalami kendala dan pada akhirnya berdampak buruk pada keuangan usaha. 

3. Profit Oriented

Tujuan Anda dalam menjalankan sebuah usaha adalah meraih keuntungan. Oleh karena itu, tanamkan dalam pikiran bahwa bisnis yang Anda jalankan harus berorientasi pada profit. Dengan begitu, kondisi keuangan berada pada posisi yang sehat dan usaha Anda bisa jalan terus. 

4. Tahu Kapan Harus Utang 

Utang dalam bisnis memang menjadi hal yang biasa. Namun, hal tersebut bukan menjadi landasan bagi Anda untuk membiasakan diri berutang. Sebagai gantinya, Anda perlu melakukan perhitungan yang matang saat ingin mengajukan pinjaman. 

Lakukan perencanaan keuangan secara matang agar modal yang dimiliki bisa dimanfaatkan secara optimal. Manfaatkan dana hasil pinjaman secara cermat dan hati-hati. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pembayaran cicilan tepat waktu biar tidak ada beban biaya tambahan. 

Cara Mengelola Keuangan usaha Kecil : Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

cara mengelola keuangan usaha kecil - sedang menabung

Tips cara mengelola keuangan usaha kecil yang selanjutnya adalah dengan melakukan pemisahan keuangan. Jangan mencampur keuangan pribadi dengan usaha. Ada lima tips yang bisa Anda praktikkan sebagai bagian dari upaya pemisahan keuangan tersebut, yaitu: 

BACA JUGA :   Berutang Untuk Investasi dan Adopsi Kebiasaan Baru

1. Pemisahan Rekening

Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan rekening berbeda. Anda bisa memilih untuk membuka rekening di bank yang berbeda atau sama. Lewat pemisahan rekening tersebut, Anda bisa secara jelas melihat arus kas. 

2. Disiplin dalam Penggunaan Uang

Tips selanjutnya adalah dengan menjaga kedisiplinan terkait penggunaan uang. Anda memang sudah memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Namun, pemisahan itu akan sia-sia kalau tidak disertai dengan kedisiplinan dalam pemakaiannya. 

3. Manfaatkan Pembayaran Digital

Untuk kemudahan dalam pelacakan transaksi keuangan, pertimbangkan untuk menggunakan layanan pembayaran digital. Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam memonitor pengeluaran, baik pengeluaran pribadi ataupun usaha. 

4.  Catat Setiap Pengeluaran

Saat ini, usaha Anda memang berjalan dalam skala kecil. Meski begitu, Anda tetap perlu membiasakan diri untuk menyusun laporan keuangan. Kalau kebingungan, Anda dapat memilih untuk mencatat hanya pada bagian pengeluaran. 

Pencatatan pengeluaran menjadi sangat penting karena item-nya bakal sangat banyak. Keberadaan catatan tersebut pun berguna dalam proses evaluasi dan identifikasi permasalahan keuangan. 

5.  Hindari Penggunaan Modal untuk Kebutuhan Pribadi

Tips yang terakhir adalah menjaga keberadaan uang modal. Pemakaian modal usaha harus Anda lakukan dengan hati-hati, apalagi kalau Anda sampai menggunakannya untuk keperluan pribadi. 

Sekilas, Anda mungkin beranggapan kalau penggunaan modal tersebut adalah keputusan yang sepele. Namun, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan permasalahan ketika Anda mengalami kesulitan untuk mengembalikannya. 

BACA JUGA :   Mau Menerapkan Cross Selling dalam Bisnis? Ketahui Manfaat dan Caranya Berikut Ini!

Aplikasi untuk Pengelolaan Keuangan Usaha

cara mengelola keuangan usaha kecil - aplikasi

Untuk membantu Anda dalam cara mengelola keuangan usaha kecil, ada beragam aplikasi yang bisa dimanfaatkan. Lima rekomendasi aplikasi pengelola keuangan usaha tersebut di antaranya adalah: 

1. BukuWarung

Pilihan pertama adalah aplikasi keuangan gratis bernama BukuWarung. Layanan pencatatan keuangan ini menawarkan fitur sederhana dan benar-benar dibutuhkan oleh para pelaku usaha kecil. Menariknya lagi, Anda bisa memanfaatkan BukuWarung untuk mengelola keuangan beberapa usaha sekaligus. 

2. Teman Bisnis

Rekomendasi selanjutnya adalah aplikasi TemanBisnis. Penggunaan aplikasi ini sepenuhnya gratis dan memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pelaku usaha kecil. Fiturnya beragam, termasuk di antaranya adalah pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, piutang dan utang, pengelolaan persediaan, ataupun kontak bisnis. 

3. Paper

Fitur yang tidak kalah lengkap bisa pula Anda dapatkan ketika menggunakan aplikasi pengelola keuangan Paper. Selain membantu Anda dalam menyusun laporan keuangan, Paper bermanfaat dalam proses pembuatan invoice. Ada pula fitur lain yang berguna untuk mengelola pembayaran. 

4. BukuKas

Selanjutnya, Anda bisa memilih aplikasi bernama BukuKas. Aplikasi ini menawarkan kemudahan pencatatan transaksi dan rekap yang berlangsung secara otomatis. Pembayaran juga bisa Anda lakukan secara langsung di melalui BukuKas. Menariknya lagi, Anda bisa mengirim serta menagih piutang melalui WhatsApp. 

5. Si Apik

Terakhir, Anda bisa memanfaatkan aplikasi Si Apik yang dibuat oleh Bank Indonesia. Penggunaannya relatif mudah karena menggunakan sistem input single entry berdasarkan transaksi. Selain itu, Anda dapat pula menggunakan Si Apik untuk pengelolaan stok barang. 

Nah, itulah tips lengkap terkait cara mengelola keuangan usaha kecil. Semoga bermanfaat dan usaha Anda bisa makin berkembang, ya.

Muhammad Sholeh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *