3 Cara Mengurangi Resiko “Nombok” Dalam Bisnis Online

Dalam bisnis yang khususnya bisnis online tidak jarang kita sebagai “nombok”. Nombok adalah sebuah istilah untuk menutup kekurangan di dalam keuangan bisnis dengan uang pribadi maupun dengan memotong keuntungan. Dan hampir setiap bisnis pernah mengalami kasus nombok ini.

Biarpun itu adalah hal yang wajar, tetapi jika dibiarkan terus menerus maka justru akan membawa kerugian yang lebih besar lagi. Penjualan tetap tinggi tetapi profit cenderung menurun biarpun juga tidak ada penambahan  biaya atau pengeluaran. Kasus nombok yang terlampau sering mengindikasikan bahwa ada kebocoran di dalam keuangan bisnis Anda.

Berikut ini ada beberapa cara untuk mengurangi resiko nombok di dalam bisnis online.

[1] Cari tahu apa penyebab kenapa sampai bisa nombok

Cara pertama dalam mengurangi resiko nombok di dalam bisnis online adalah dengan mencari tahu apa penyebab kenapa bisa nombok. Ada banyak hal tetapi yang paling sering adalah kesalahan dalam menghitung uang cash, dan ada perbedaan perhitungan di ongkos kirim. Misalkan sewaktu di tempat kita prediksi kita hanya 1kg namun setelah sampai di kurir ternyata terhitung 2 kg.

Kemudian juga kalau Anda sebagai pelaku dropshipping. Ada banyak kasus yang diorder produk A dengan warna hitam, tetapi yang diterima adalah warna hijau sehingga pembeli Anda tidak mau menerima nya. Karena ini adalah dropship maka kewajiban untuk menanggung hal seperti ini ada di Anda.

[2] Lakukan monitoring lebih ketat lagi

Cara berikutnya untuk mengurangi resiko nombok dalam bisnis online adalah dengan melakukan monitoring dengan lebih ketat lagi.

Misalkan penyebab Anda nombok adalah perbedaan berat antara di Anda dengan di kurir. Maka yang bisa Anda lakukan adalah dengan memperketatnya. Bisa dengan menambahkan berat untuk produk Anda dengan konsekuensi kalau ada sisa ongkir dikembalikan ke pembeli.

Atau tetap sesuai berat semula namun Anda harus benar –benar memastikan tidak ada selisih berat antara Anda dengan kurir dan siap menanggung kekurangannya bila ada.

[3] Mengkomunikasikannya dengan pihak terkait

Bila terjadi kasus nombok cara terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi resikonya adalah dengan mengkomunikasinnya dengan pihak terkait.

Kalau terjadi hal-hak yang tidak diinginkan siapa yang akan menanggungnya. Apakah ditanggung oleh satu pihak atau ditanggung bersama-sama. Sehingga dengan cara ini bisa mengurangi resiko nombok.

Resiko memang tidak bisa dihindari namun bisa dikurangi. Dan 3 cara di atas adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi resikonya.

Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tulis di kotak komentar di bawah ini. Dan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Artikel tentang 3 Cara Mengurangi Resiko “Nombok” Dalam Bisnis Online ini dipersembahkan oleh KIRIM.EMAIL – Layanan Email Marketing dan Autoresponder Terbaik di Indonesia.

Facebook Comments