Pentingnya Mempelajari Sejarah Dalam Bisnis – Ep. #78

Bismillah..

Beberapa waktu yang lalu saya disodorkan sebuah video oleh seorang teman tentang bagaimana respon seorang Edhozell terhadap 2 orang youtuber yang mengumumkan tahun ini menjadi tahun terakhirnya berkarya di Youtube.

Untuk videonya Edhozell bisa Anda saksikan di bawah ini.

Saya pribadi jarang sekali mengikuti channel youtube dari para kreator Indonesia. Saya pakai youtube hanya untuk belajar dan sesekali untuk melihat review ketika ingin ganti smartphone atau panahan.

Namun dari video Edhozell yang saya lihat tersebut intinya adalah bahwa saat ini Youtube tidak lagi mendukung konten kreatornya. Terbukti dengan jumlah views nya tidak sebanding dengan jumlah subscribersnya.

Ingin Mendengar Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

Dari apa yang disampaikan oleh Edholzell ini sebenarnya mengajarkan kita tentang kemandirian. Bahkan dari awal KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast ini ada, sayapun juga selalu menyampaikan tentang pentingnya kemandirian platform. Sebagai pebisnis kita tidak boleh bergantung sepenuhnya pada platform, apapun platformnya.

Sebagai contoh, Youtube juga merupakan sebuah platform. Sehingga sebagai pengguna mau tidak mau kita harus tunduk pada aturan main dari platform tersebut. Dan parahnya lagi, yang namanya aturan atau sistem itu akan selalu berubah, termasuk pada aturan yang diberlakukan sebuah platform.

Sehingga dari platform yang ada saat ini, sangat penting kita ketahui sejarahnya. Terutama tentang apa tujuan sebuah platform tersebut dibentuk. Maka dari itu dada KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode ke 78 ini kita akan banyak membahas tentang bagaimana sejarah dari platform-platform besar yang ada di Internet.

Kalau kita melihat sejarahnya Youtube, platform ini dibentuk karena pada saat itu tidak ada hosting video di internet. Sejak awal berdiri pihak Youtube sudah berhadapan dengan pihak-pihak yang ingin mengakali algoritmanya. Tujuannya adalah supaya mendapatkan views yang banyak dan video yang dibuatnya bisa ditemukan dan ditonton oleh lebih banyak orang.

Dari kejadian ini Youtube terus melakukan update algoritmanya dan pada suatu ketika mereka memutuskan bahwa salah satu yang menentukan dalam algoritma tersebut adalah watch time atau durasi seseorang menonton sebuah video di Youtube.

Misalnya begini ada sebuah video dengan durasi 20 menit. Faktanya tidak semua orang yang melihat video tersebut menontonnya sampai habis. Ada yang hanya 2 menit, 3 menit dan lain sebagainya. Kemudian Youtube akan merata-rata berapa waktu setiap orang menonton video tersebut dan membandingkannya dengan durasi sebuah video.

Kalau rata-rata watch time nya mendekati waktu durasi sebuah video maka bagi Youtube video tersebut memang bagus dan berkualitas.

Hal ini bisa kita pelajari dari bagaimana Pew Die Pie mengakali algoritma Youtube pada video berikut ini.

Kemudian waktu berlalu dan ternyata ada pengguna Youtube yang lebih menyukai video pendek. Maka Youtube pun juga menyesuaikannya dengan apa yang diinginkan oleh pasar. Sehingga tentu saja Youtube akan membela kepentingan perusahaan supaya bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh penontonnya.

Itulah pentingnya kita belajar sejarah. Kita bisa mengetahui apa tujuan atau untuk apa sesuatu itu dibuat termasuk platform-platform besar di Internet ini.

Dalam konteksnya Youtube, pembuat konten atau konten kreator itu hanyalah partisipan. Jadi bagaimanapun juga yang didukung oleh Youtube adalah kepentingannya sendiri. Dan menurut saya, ini juga berlaku untuk hampir semua platform.

Namun Anda tidak perlu khawatir karena masih ada sedikit platform yang bisa Anda gunakan tanpa harus terikat dengan peraturan platform tersebut (baca : independen). Misalnya website,podcast dan mungkin juga email.

Terakhir dari saya, Anda mau tetap bertahan di platform atau membangun platform Anda sendiri itu adalah pilihan. Saya Fikry Fatullah dan sampai bertemu di KEPO-KIRIM.EMAIL Podcast Episode berikutnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments